Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 112


__ADS_3

Didalam kamar sebuah lampu menyala, tapi pintu dan


jendelanya tertutup rapat.


Begitu malam tiba di dalam benteng tidak diijinkan menyalakan


lampu, supaya tidak mengganggu penglihatan penjaga dan


penentuan arah orang yang menyusup.


"Tuan, situasinya jelek." bisik Seruling Damai gelisah sambil mengerutkan alis, "hanya langit yang tahu, tiba-tiba bisa muncul orang seperti Fu-jiu yang menakutkan, dan beraninya menantang


kekuasaan benteng Zhang-feng. Ketua benteng Xi telah jadi gentar,


duduk tidak tenang karena mengalami kerugian besar,


orang-orangnya banyak yang mati dan terluka, jika kita tidak cepat cepat pergi, bisa-bisa kita juga terlibat, kalau disini kita kalah, bukankah ini hal yang tidak bisa di terima?"


"Apakah kita bisa segera pergi?" kata Yu-shu-xiu-shi juga gelisah,


"ketua benteng Xi pasti tidak akan membiarkan kita pergi, saat ini dia membutuhkan semua orang untuk membantu dia, aku sungguh


menyesal, malah sangat percaya dia sanggup menangkap kembali


Sepasang Cantik Jiang-nan, seharusnya kemarin malam saat ada


kesempatan kita pergi."


"Sekarang menyesal juga sudah tidak keburu lagi, tuan."


Seruling Damai tertawa pahit, "untungnya kita hanya bertamu......"


"Kepala cabang Xiao, kau sepertinya masih belum mengerti


seriusnya masalah ini."


"Maksud tuan adalah......"


"Apakah kau sudah lupa pertengkaran kita dengan bocah Fu di


penginapan Jung-an itu" Apakah tujuan dia hanya ditujukan pada


ketua benteng Xi saja" Dan lagi, aku curiga......"


"Tuan curiga pada apa?"


"Aku curiga Sepasang Cantik Jiang-nan telah ditolong oleh bocah Fu, jika mereka telah mengetahui hubungan rahasia antara


perkumpulan kita dengan ketua benteng Xi, pasti mereka akan


membujuk bocah Fu mencari kita."


"Aduh..! Memang harus dipikirkan." Wajah Seruling Damai


berubah, "kita harus cepat mencari alasan untuk meninggalkan


benteng ini, supaya bisa meninggalkan tempat yang berbahaya ini."


"Aku sedang mencari akal." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan cukup percaya diri, "bila perlu, langsung pergi saja."


"Semoga saja sebelum kita pergi, bocah Fu jangan datang


kemari." "Sulit dikatakan, bagaimana pun kita harus memperkuat


penjagaan, tidak boleh ada kesalahan. Apakah orang-orang kita

__ADS_1


telah ada di tempat masing-masing?"


"Semua sudah ada di tempat masing-masing, barisan senjata gelap dan tempat pengepungan semua sudah siap, bala bantuan juga sudah


siap di tempatnya, setiap saat bisa datang membantu. Tuan lebih baik istirahat dulu! Aku harus berpatroli, semoga malam ini bisa aman tidak terjadi sesuatu."


Seruling Damai meninggalkan tempatnya, keluar dari


kamar. Hampir lewat tengah malam, penjaga dan anjing pelacak di dalam


benteng semua meningkatkan kewaspadaan, membuka mata


memasang telinga, memperhatikan keadaan sekeliling.


Ada satu bayangan abu-abu, menyelinap masuk ke dalam kamar


bangunan tamu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, penjaga yang


berada dijalan, semua tidak bisa melihat gerakan bayangan abu-abu


itu. Bayangan abu-abu itu memanfaatkan bayangan hitam rumah dan


daun pohon, mengikuti bentuk keadaannya, seperti telah menyatu


menjadi pemandangan setempat, saat bergerak secara


sembunyi-sembunyi, membuat mata manusia sulit melihatnya.


Dikatakan lebih tepat, bayangan abu-abu itu seperti serangga yang


bisa merubah bentuk, mata manusia di malam hari mana bisa melihat


serangga kecil" Apa lagi serangga yang bisa merubah bentuk.


Kadang dia berjongkok di kebun bunga yang hanya setinggi lutut,


yang bisa mengecil sekecil itu"


Tapi dia bisa melakukannya, bentuk kecilnya sulit


dibayangkan, sampai seperti hilang bentuk manusianya,


sepertinya kaki tangan dan kepalanya tidak ada, seperti sedang


main sulap. Baju yang dipakainya, juga barang pusaka, bisa berubah bentuk,


mengembang mengerut sesuai dengan bentuk pemakainya, sampai


orang yang berdiri didekatnya pun tidak merasakannya, ilmu


merubah bentuk memang ilmu yang hebat sekali.


Kira-kira seperempat jam, dia keluar dari bangunan tamu,


melewati ruang tamu agung, dengan samar-samar mendekati daerah


pusat, bayangan itu berdiri sejenak dekat bayangan tembak, terakhir seperti arwah menghilang di dalam pusat ruangan.


Malam ini, benteng Zhang-feng aman tidak terjadi apa apa.


Satu satunya tempat yang agak kacau, di bangunan tamu dan


bangunan pusat. Dua orang pengurus di bangunan tamu, dan kepala pengurus


ruang dalam, dipukul pingsan tanpa ada yang tahu, setelah

__ADS_1


disadarkan malah jadi idiot, seperti mayat hidup.


Ketua benteng Xi merasa tidak mengerti, pelakunya seperti tidak


ingin mencuri pusaka, juga tidak seperti mau membalas dendam,


siapa sebenarnya orang ini" Apa tujuan sebenarnya"


Dia berpikir keras, tapi tidak mendapatkan jawaban yang masuk


akal. Dia malah mencurigai orang ini bukan menyusup masuk dari


luar benteng, tapi ada seseorang di dalam benteng.


Penjaga dan anjing pelacak malam itu, semua menyangkal bahwa


ada orang luar yang menyusup, dia sendiri juga melakukan


pemeriksaan terhadap jalan yang mungkin dilalui musuh, tapi tidak


ada jejak yang mencurigakan.


Jika bukan orang luar yang menyusup, itu pasti dilakukan oleh


orang dalam. Tentu saja tidak mungkin orang benteng Zhang-feng sendiri, tamu


yang minta perlindungan juga tidak ada alasan melakukan hal ini, sisanya adalah orang-orang perkumpulan Cun-qiu yang tinggal di bangunan


tamu, yang paling mungkin dicurigai.


Tapi tanpa bukti, mana bisa dia menuduh mereka yang


melakukannya" Ketua benteng Xi hanya bisa menyimpan kecurigaannya didalam


hati, dan diam-diam mengawasi dengan ketat gerakgeriknya


Yu-shu-xiu-shi dan orang-orangnya.


Di dalam hutan di lereng gunung, semua orang menikmati


makanan yang di bawa Fu Ke-wei dari dalam benteng, sepertinya


tidak merasakan bahwa Ouw Yu-zhen telah menghilang.


Hoa-fei-hoa adalah orang yang paling tidak bisa diam, mungkin


sudah sifat alami wanita yang ingin segala tahu! Setelah selesai


makan, dia mengelap tangan, lalu duduk di sisi Fu Ke-wei.


"Kemarin malam kau benar-benar tidak membunuh


beberapa dari mereka?" tanya dia sembarangan.


"Tidak!" Fu Ke-weijawab seadanya.


"Kenapa?" "Tujuan utamaku, adalah untuk mengetahui dengan pasti keadaan di dalam sana, dan juga menyelidiki pesilat hebat yang tidak diketahui orang, maka aku tidak ingin memukul rumput mengejutkan ular." tentu saja Fu Ke-wei tidak akan mengatakan tujuan sebenarnya masuk ke


dalam benteng itu. "Apakah sekarang kita akan melakukan serangan besarbesaran?" "Tadinya ada rencana ini, tapi sekarang aku merubah


rencananya." "Kenapa?" "Karena aku telah terpikirkan satu rencana yang lebih keji."


Shi-tu Yu-yao yang datang mendekat melihat sekali pada Fu


Ke-wei dengan mata putihnya, dia tidak sependapat.

__ADS_1


"Saudara Fu, kenapa kau mengatakan kata keji ini." Shi-tu Yu-yao berseru, "yang dilakukan orang-orangnya benteng Zhang-feng baru disebut keji, kau hanya......"


"Jangan mencari-cari kesalahan kecil dengan kata-kata, anak kecil." Fu Ke-wei tertawa, dia memandang Shi-tu Yu-yao sebagai nona kecil, memang dia orangnya kecil, "dengan racun menyerang racun, itu disebut keji."


__ADS_2