
Didalam kamar sebuah lampu menyala, tapi pintu dan
jendelanya tertutup rapat.
Begitu malam tiba di dalam benteng tidak diijinkan menyalakan
lampu, supaya tidak mengganggu penglihatan penjaga dan
penentuan arah orang yang menyusup.
"Tuan, situasinya jelek." bisik Seruling Damai gelisah sambil mengerutkan alis, "hanya langit yang tahu, tiba-tiba bisa muncul orang seperti Fu-jiu yang menakutkan, dan beraninya menantang
kekuasaan benteng Zhang-feng. Ketua benteng Xi telah jadi gentar,
duduk tidak tenang karena mengalami kerugian besar,
orang-orangnya banyak yang mati dan terluka, jika kita tidak cepat cepat pergi, bisa-bisa kita juga terlibat, kalau disini kita kalah, bukankah ini hal yang tidak bisa di terima?"
"Apakah kita bisa segera pergi?" kata Yu-shu-xiu-shi juga gelisah,
"ketua benteng Xi pasti tidak akan membiarkan kita pergi, saat ini dia membutuhkan semua orang untuk membantu dia, aku sungguh
menyesal, malah sangat percaya dia sanggup menangkap kembali
Sepasang Cantik Jiang-nan, seharusnya kemarin malam saat ada
kesempatan kita pergi."
"Sekarang menyesal juga sudah tidak keburu lagi, tuan."
Seruling Damai tertawa pahit, "untungnya kita hanya bertamu......"
"Kepala cabang Xiao, kau sepertinya masih belum mengerti
seriusnya masalah ini."
"Maksud tuan adalah......"
"Apakah kau sudah lupa pertengkaran kita dengan bocah Fu di
penginapan Jung-an itu" Apakah tujuan dia hanya ditujukan pada
ketua benteng Xi saja" Dan lagi, aku curiga......"
"Tuan curiga pada apa?"
"Aku curiga Sepasang Cantik Jiang-nan telah ditolong oleh bocah Fu, jika mereka telah mengetahui hubungan rahasia antara
perkumpulan kita dengan ketua benteng Xi, pasti mereka akan
membujuk bocah Fu mencari kita."
"Aduh..! Memang harus dipikirkan." Wajah Seruling Damai
berubah, "kita harus cepat mencari alasan untuk meninggalkan
benteng ini, supaya bisa meninggalkan tempat yang berbahaya ini."
"Aku sedang mencari akal." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan cukup percaya diri, "bila perlu, langsung pergi saja."
"Semoga saja sebelum kita pergi, bocah Fu jangan datang
kemari." "Sulit dikatakan, bagaimana pun kita harus memperkuat
penjagaan, tidak boleh ada kesalahan. Apakah orang-orang kita
__ADS_1
telah ada di tempat masing-masing?"
"Semua sudah ada di tempat masing-masing, barisan senjata gelap dan tempat pengepungan semua sudah siap, bala bantuan juga sudah
siap di tempatnya, setiap saat bisa datang membantu. Tuan lebih baik istirahat dulu! Aku harus berpatroli, semoga malam ini bisa aman tidak terjadi sesuatu."
Seruling Damai meninggalkan tempatnya, keluar dari
kamar. Hampir lewat tengah malam, penjaga dan anjing pelacak di dalam
benteng semua meningkatkan kewaspadaan, membuka mata
memasang telinga, memperhatikan keadaan sekeliling.
Ada satu bayangan abu-abu, menyelinap masuk ke dalam kamar
bangunan tamu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, penjaga yang
berada dijalan, semua tidak bisa melihat gerakan bayangan abu-abu
itu. Bayangan abu-abu itu memanfaatkan bayangan hitam rumah dan
daun pohon, mengikuti bentuk keadaannya, seperti telah menyatu
menjadi pemandangan setempat, saat bergerak secara
sembunyi-sembunyi, membuat mata manusia sulit melihatnya.
Dikatakan lebih tepat, bayangan abu-abu itu seperti serangga yang
bisa merubah bentuk, mata manusia di malam hari mana bisa melihat
serangga kecil" Apa lagi serangga yang bisa merubah bentuk.
Kadang dia berjongkok di kebun bunga yang hanya setinggi lutut,
yang bisa mengecil sekecil itu"
Tapi dia bisa melakukannya, bentuk kecilnya sulit
dibayangkan, sampai seperti hilang bentuk manusianya,
sepertinya kaki tangan dan kepalanya tidak ada, seperti sedang
main sulap. Baju yang dipakainya, juga barang pusaka, bisa berubah bentuk,
mengembang mengerut sesuai dengan bentuk pemakainya, sampai
orang yang berdiri didekatnya pun tidak merasakannya, ilmu
merubah bentuk memang ilmu yang hebat sekali.
Kira-kira seperempat jam, dia keluar dari bangunan tamu,
melewati ruang tamu agung, dengan samar-samar mendekati daerah
pusat, bayangan itu berdiri sejenak dekat bayangan tembak, terakhir seperti arwah menghilang di dalam pusat ruangan.
Malam ini, benteng Zhang-feng aman tidak terjadi apa apa.
Satu satunya tempat yang agak kacau, di bangunan tamu dan
bangunan pusat. Dua orang pengurus di bangunan tamu, dan kepala pengurus
ruang dalam, dipukul pingsan tanpa ada yang tahu, setelah
__ADS_1
disadarkan malah jadi idiot, seperti mayat hidup.
Ketua benteng Xi merasa tidak mengerti, pelakunya seperti tidak
ingin mencuri pusaka, juga tidak seperti mau membalas dendam,
siapa sebenarnya orang ini" Apa tujuan sebenarnya"
Dia berpikir keras, tapi tidak mendapatkan jawaban yang masuk
akal. Dia malah mencurigai orang ini bukan menyusup masuk dari
luar benteng, tapi ada seseorang di dalam benteng.
Penjaga dan anjing pelacak malam itu, semua menyangkal bahwa
ada orang luar yang menyusup, dia sendiri juga melakukan
pemeriksaan terhadap jalan yang mungkin dilalui musuh, tapi tidak
ada jejak yang mencurigakan.
Jika bukan orang luar yang menyusup, itu pasti dilakukan oleh
orang dalam. Tentu saja tidak mungkin orang benteng Zhang-feng sendiri, tamu
yang minta perlindungan juga tidak ada alasan melakukan hal ini, sisanya adalah orang-orang perkumpulan Cun-qiu yang tinggal di bangunan
tamu, yang paling mungkin dicurigai.
Tapi tanpa bukti, mana bisa dia menuduh mereka yang
melakukannya" Ketua benteng Xi hanya bisa menyimpan kecurigaannya didalam
hati, dan diam-diam mengawasi dengan ketat gerakgeriknya
Yu-shu-xiu-shi dan orang-orangnya.
Di dalam hutan di lereng gunung, semua orang menikmati
makanan yang di bawa Fu Ke-wei dari dalam benteng, sepertinya
tidak merasakan bahwa Ouw Yu-zhen telah menghilang.
Hoa-fei-hoa adalah orang yang paling tidak bisa diam, mungkin
sudah sifat alami wanita yang ingin segala tahu! Setelah selesai
makan, dia mengelap tangan, lalu duduk di sisi Fu Ke-wei.
"Kemarin malam kau benar-benar tidak membunuh
beberapa dari mereka?" tanya dia sembarangan.
"Tidak!" Fu Ke-weijawab seadanya.
"Kenapa?" "Tujuan utamaku, adalah untuk mengetahui dengan pasti keadaan di dalam sana, dan juga menyelidiki pesilat hebat yang tidak diketahui orang, maka aku tidak ingin memukul rumput mengejutkan ular." tentu saja Fu Ke-wei tidak akan mengatakan tujuan sebenarnya masuk ke
dalam benteng itu. "Apakah sekarang kita akan melakukan serangan besarbesaran?" "Tadinya ada rencana ini, tapi sekarang aku merubah
rencananya." "Kenapa?" "Karena aku telah terpikirkan satu rencana yang lebih keji."
Shi-tu Yu-yao yang datang mendekat melihat sekali pada Fu
Ke-wei dengan mata putihnya, dia tidak sependapat.
__ADS_1
"Saudara Fu, kenapa kau mengatakan kata keji ini." Shi-tu Yu-yao berseru, "yang dilakukan orang-orangnya benteng Zhang-feng baru disebut keji, kau hanya......"
"Jangan mencari-cari kesalahan kecil dengan kata-kata, anak kecil." Fu Ke-wei tertawa, dia memandang Shi-tu Yu-yao sebagai nona kecil, memang dia orangnya kecil, "dengan racun menyerang racun, itu disebut keji."