
Waktu itu sudah tepat tengah malam, di dalam ruangan
tampak masih terang benderang.
Dua orang nyonya cantik berusia tiga puluh tahun lebih,
sedang bersantap malam, sambil mengobrol.
Waktu ketua benteng Xi melangkah masuk, dua orang
nyonya cantik itu seperti tidak melihatnya, mereka tetap
mengobrol dengan asyik. Tapi ketua benteng Xi tidak merasa tersinggung, dia
menarik kursi duduk sendiri, sambil tersenyum menatap
mereka. "Terhadap usulanku dulu, kalian berdua hingga kini masih belum ada jawaban, apakah kalian curiga dengan ketulusan hatiku?" tanya ketua benteng Xi tertawa.
"Bukan kami kakak beradik mencurigai ketulusan ketua benteng, tapi ketua benteng yang tidak percaya pada perkataan kami." Kata nyonya cantik yang ada tahi lalat di sudut mulutnya, "tahun lalu di Jiang-ning kami bersaudara dengan Yun-sang-nie mendapatkan empat puluh ribu liang perak lebih, di antaranya sepuluh ribu liang perak dibagikan pada Dua Belas Rasi Bintang sebagai upah membantu dan memindahkan, sisanya Yun-sang-nie yang bertanggung jawab menyimpannya, sampai kami bersaudara pun tidak tahu tempat penyimpanan uang itu, kau memaksa kami sampai mati pun tidak ada gunanya."
"Kalian benar-benar tidak tahu jejaknya Yun-sang-nie?"
"Setelah kejadian itu menggemparkan selatan dan utara sungai
besar, tidak saja pemerintah mengerahkan banyak orang mengejar
kami, malah banyak sekali orang persilatan juga mencari kami,
berharap mendapat bagian. Sehingga kami bersaudara terpaksa
berjalan ke barat datang kebenteng anda minta perlindungan, sedang Yun-sang-nie berjalan ke utara menyembunyikan diri, sejak itu kami kehilangan kontak."
"Kalian bertiga hubungannya seperti kakak beradik, pasti ada
kata yang dibicarakan, coba pikir-pikir di sebelah utara sungai besar, tempat mana saja yang bisa menyembunyikan dirinya" Jika setelah
diperiksa ternyata benar, aku pasti akan menuruti perjanjian kita, membuka kuncian jalan darah di tubuh kalian, aku pasti tidak akan
ingkar janji." "Kami kakak beradik dengan dia adalah teman berdasarkan untung rugi, tidak ada perasaan lain, walau dia pernah menyatakan pergi ke utara, siapa yang tahu dia benar ke utara atau tidak" Apa lagi dunia ini luas sekali! Dan dia mahir merubah wajah, tempat mana yang tidak
bisa menyembunyikan diri?"
"Ooo...! Dengan demikian, harapan aku jadi tidak terwujud."
Ketua benteng Xi berkata sendiri, lalu dia mendadak bertanya lagi,
"kalian berdua ada hubungan apa dengan perkumpulan Cun-qiu?"
"Tidak ada hubungan apa-apa." Nyonya cantik bertahi lalat dengari tegas menyangkal, "walau kami banyak bergerak di daerah selatan sungai besar, tapi dengan perkumpulan tersebut tidak saling
mengganggu, juga tidak pernah berselisih. Ketua benteng kenapa
menanyakan hal ini?"
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, aku hanya sembarangan tanya saja." Ketua benteng Xi mendorong kursi berdiri, "besok masih ada waktu sampai siang hari, kalian boleh pikir-pikir terakhir kalinya, kuharap kedua belah pihak bisa puas, malam telah larut, sampai ketemu lagi besok!"
Dua wanita dengan sorot mata penuh tanda tanya melihat
bayangan belakang ketua Xi menghilang di luar pintu.
"Kak, dari kata-katanya si anjing tua Xi terdengar seperti ada gejala bahaya, kita harus segera meninggalkannya, jika tidak
sampai kita mati pun tidak akan tahu." Kata nyonya cantik lainnya yang berwajah telur angsa.
"Baik, besok pagi-pagi sekali kita kabur dari benteng dengan
bersembunyi di dalam iring-iringan kereta pembelian." Nyonya cantik bertahi lalat telah memutuskan, "di pihak Lao Li tidak ada masalah bukan?"
"Aku berturut-turut memberi dia sepuluh kali lebih kesenangan, jangan kata menyembunyikan kita keluar dari benteng, suruh dia
mati pun, dia juga akan rela."
"Adik Fang, hati orang susah di tebak, lebih baik kita repot sedikit, dengan keadaan dia tidak tahu, kita bersembunyi di bawah kereta
kuda, tentu akan lebih aman, kita hanya punya satu kesempatan,
sama sekali tidak boleh gagal." Kata nyonya cantik bertahi lalat.
"Baik, sekarang kita siap-siap menyamar.."
Orang dulu berkata: satu kejadian tidak akan lewat lebih dari
Hoa-fei-hoa berempat, telah melakukan satu kali penyusupan,
apa bisa lolos ketiga kalinya" sejak awal mereka sudah tiga kali
keluar masuk benteng Zhang-feng, menginterogasi dan telah
membunuh belasan penjaga, tetap saja tidak bisa mendekati sentral.
Dia akan melakukan yang terakhir kalinya, jika tidak berhasil
maka dia akan menarik diri berjalan pulang, mencari cara lain
menyelesaikan persoalan dengan ketua bentengXi.
Dia tidak menduga ketua benteng Xi telah kembali begitu cepat,
hingga dia telah melakukan kesalahan yang serius.
Sekitar jam sembilan malam, gerbang benteng tiba-tiba dibuka,
berturut-turut keluar tiga kelompok bayangan hitam, jumlahnya
kira-kira ada empat puluhan, dalam sekejap telah menghilangke
dalam hutan. Lalu rumah-rumah di dalam benteng telah menyalakan lampu,
__ADS_1
dan juga sering terlihat pasukan patroli yang membawa obor,
berpatorli ke setiap-pelosok benteng.
Hoa-fei-hoa dan kawan kawan yang bersembunyi di dalam hutan
sejauh empat li, melihatnya, hingga timbul pertanyaan.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi" apakah ada orang lain yang menyelinap masuk ke dalam benteng?" kata Zhi Nu-xing.
"Sepertinya tidak ada orang yang menyusup, tapi telah terjadi suatu perubahan di dalam benteng. Jika tidak kenapa ada begitu
banyak orang masuk ke hutan memeriksa?" kata Hoa-fei-hoa
menggelengkan kepala. "Aku lihat malam ini lebih baik kita jangan masuk ke dalam, saat ini di dalam benteng telah terjadi sesuatu masalah, pasti akan
memperketat penjagaan, masuk kedalam benteng bukankah..."
"Bodoh, kau tahu apa?" Hoa-fei-hoa memotong perkataan Niu Lang-xing, "saat air keruh baru bisa mengambil ikannya! Mereka sedang kacau, malah kebetulan, itu kesempatan baik kita masuk ke
dalam, kau jangan menggembosi kami!"
"Baik, baik, nona besar, aku tidak akan berkata lagi, apakah kita berangkat sekarang?" kata Niu Lang-xing tertawa pahit.
"Tidak, tunggu dua jam lagi, menunggu sampai saat mereka
kelelahan mencari orang, kewaspadaan mereka pasti akan
menurun, saat itu baru kita masuk ke dalam benteng." Kata
Hoa-fei-hoa pelan, "sekarang kita gunakan waktu ini untuk
mengumpulkan tenaga, supaya tubuh kita bersemangat."
Lalu empat orang itu duduk di tempat, bersemedi di dalam hutan.
Sekitar jam sebelas malam, lampu di dalam benteng semuanya
sudah padam, kecuali pos penjagaan, sudah tidak ada orang yang
bergerak, seluruh benteng sepi.
Benteng didirikan di lereng, menggali parit untuk mengalirkan air, air tidak mungkin mengalir ke atas, sehingga di belakang benteng
ada daerah yang tidak kena air, kedua ujungnya dibangun dam
untuk mengumpulkan air hujan.
Musim semi kali ini jarang hujan, di parit bagian ini setitik air pun tidak ada, tempatnya ditumbuhi rumput liar, kehilangan fungsi
sebagai penghalang. Tapi meski demikian, tembok benteng menjadi lebih tinggi hampir
dua zhang, jadi harus mendaki tembok yang setinggi empat zhang setengah, itu bukanlah hal yang mudah.
__ADS_1