Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 149


__ADS_3

Sehingga, saat ini yang jadi pemimpinnya, adalah Mi-huntai-sui bukan Yu-shu-xiu-shi. Setengah orang lainnya, adalah pengawalnya keluarga Du, dipimpin oleh Du Lan-yin, dia melayani tamu agung dari perkumpulan Cun-qiu, menunggu perintah dan membantu tamu agung.


Gedung Wang-yue dikelilingi oleh rak dan pot bunga, diatas dan dibawah loteng juga di pajang pohon bonsai, pemandangnya memang indah.


Dilingkaran luar penjagaannya sangat ketat, pelaksanaannya diserahkan pada perkumpulan Cun-qiu dibantu oleh pengawalnya keluarga Du, mereka melakukan penjagaan ketat, karena tiga pesilat tinggi Jin-she-dong yang lolos tentu akan kembali lagi, makanya penjagaan didalam juga dibentuk oleh orang-orang kedua belah pihak.


Mengenai pelayanan tamu, semua diserahkan pada orangorangnya keluarga Du. Didalam kamar rahasia dibawah loteng, beberapa orang penting sambil makan, sambil merundingkan rencana selanjutnya.


Dengan lolosnya tiga orang musuh, jadi mengacaukan


rencana semula.


Orang perkumpulan Cun-qiu bisa pergi begitu saja, tapi keluarga Du bagaimana bisa lari" Bagaimana bisa menghadapi orang


Jin-she-dong yang bakal datang membalas dengan kekuatan besar"


"Kalian tidak bisa menangkap tiga orang yang melarikan diri,


begitu beritanya tersebar, tidak diragukan lagi, di kemudian hari pasti seluruh pendekar akan bergabung."


Du Lan-yin tampak tidak bisa tenang, wajahnya gelisah, "oh...! bagaimana aku harus menjelaskannya pada ayahku?"


"Kau tenang saja." Wajah Yu-shu-xiu-shi tampak senang, tampak jelas wajah seorang pemenang besar, "Jin-she-dong menyebut diri sebagai orang diluar dunia, perbuatannya selalu menurut aturan kebenaran, mereka tidak akan sembarangan bertindak musuhnya sudah jelas, mereka akan pergi ke Zhenjiang mencari aku minta pertanggung jawabkan.


Jika mereka berani datang mencari ayahmu, ayahmu bisa minta bantuan pemerintah, tanpa bukti mereka bisa apa"


Di jamin mereka akan pergi dengan perasaan malu."


"Malam ini kita akan langsung pergi dengan membawa orang, kembali ke Zhen-jiang menyiapkan jebakan untuk orang-orang Jin-she-dong."


Sorot matanya Mi-hun-tai-sui, dengan tajam melihat pada Yu-shu-xiu-shi, "wakil ketua Gao, kau dengan kepala cabang Xiao dan kawan-kawan, tetap mengikuti rencana semula pergi ke Xiang-yang, bertemu dengan Pedang Pemutus Arwah Li Yung-tai membicarakan masalah penangkapan Sepasang Cantik Jin-ling."

__ADS_1


"Aku pikir aku tidak perlu lagi pergi ke Xiang-yang." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan yakin, "situasinya sudah ada perubahan, aku harus merubah rencana menghadapinya."


"Alasanmu......"


"Menurut laporan ketua bintang Ji, Pedang Pemutus Arwah sudah hilang semangatnya, sepertinya sudah tidak perduli lagi akan masalah setempat, perkumpulan kita mungkin akan sulit mendapatkan bantuannya lagi, itu satu.


Dua wanita yang muncul di kota Fan, apakah benar Sepasang Cantik Jiang-nan, masih sulit dipastikan, hanya mengandalkan berita yang belum pasti, langsung mengerahkan banyak orang, sepertinya itu tidak baik.


Jika di kemudian hari dimana-mana tempat muncul orang yang dicurigai, bukankah kita akan kelelahan sendiri" Apalagi saat ini hal yang terpenting adalah menghadapi pembalasannya Jin-she-dong, perkumpulan kita tidak ada alasan mengerahkan tenaga manusia pada hal yang belum bisa dipastikan."


"Kau adalah wakil ketua, tentu berhak menentukan,"


Mi-hun-tai-sui tertawa dingin, "ada satu hal aku terpaksa


menjelaskan sebelumnya, di sepanjang jalan kau harus menurut aturan."


"Ih...! Tuan Huang apa maksudmu?" wajah Yu-shu-xiu-shi berubah.


Artinya kau telah meninggalkan penyakit di kemudian hari. Jika orang-orang Jin-she-dong yang datang ke Zhen-jiang belum puas, dan terjadi hal yang tidak diduga pada empat orang ini, coba pikir, bagaimana akibatnya?"


"Ini......" "Aku tahu kau ingin sekali mencari semangkuk air, sekalian menelan ke dalam perut dua wanita itu," Mata elang Mi-huntai-sui bersinar dingin, "aku peringatkan, begitu terjadi keributan, orang yang pertama terkena serangan adalah aku, mereka adalah sanderaku, juga pelindungnya perkumpulan kita, kau mengerti, bukan?"


"Ini......" wajah Yu-shu-xiu-shi dan telinganya menjadi


merah. "Demi menjaga keamanan, paling baik kau berusaha menahan diri."


Mi-hun-tai-sui tidak perdulikan malunya Yushu-xiu-shi, lalu melanjutkan peringatannya, "aku tidak ingin terjadi hal yang tidak diduga, kalau tidak, aku hanya akan tanya padamu saja. Malam ini kita harus pergi secara diamdiam, supaya tidak ada kabar yang bocor,


nona Du! Harap orang-orang ditamanmu juga tidak bergerak keluar."


"Aku akan mengekang semua orang." Du Lan-yin tidak berani tidak menurut.

__ADS_1


"Terima kasih. Oh ya! Di pihak keluarga Guan, apakah ada


gerakan?" "Tidak ada, mereka sudah tidak perduli sama sekali." Kata Du Lan-yin, "hanya saja hubungan kedua keluarga, mungkin sudah tidak bisa kembali seperti dulu."


"Liu Pei-yan yang bertugas menyambut, apakah sudah siap?"


Mi-hun-tai-sui bertanya pada Yu-shu-xiu-shi.


"Perahu kecil sudah disiapkan, perahu cepat sudah menunggu ditengah sungai siap menjemput orang."


Yu-shuxiu-shi dengan hati tidak puas menjawab, "dia mengatakan jika aku tidak menggunakan perahu, dan membawa orang melalui jalan darat, itu akan menarik perhatian orang yang mungkin mengejar, dia ingin perahunya diserahkan pada kalian untuk digunakan, dan ikut dengan aku melalui jalan darat."


"Bagaimana nanti saja." Mi-hun-tai-sui tidak mengiyakan juga tidak membantah, "jika kau menggunakan jalan darat, walau jaraknya jauh tapi bisa lebih cepat, hingga bisa tiba segera di Nan-jing.


Jika melihat orang-orang pendeta dao Zixu mengejar, segeralah kembali ke Zhen-jiang menghadapi perubahan."


"Baik," kata Yu-shu-xiu-shi dingin, "tampaknya, aku harus menempuh jalan yang paling bahaya."


"Masalahnya kau yang membuat gara-gara nya, bukan


begitu?" Mi-hun-tai-sui tertawa dingin, maksudnya adalah: masalah yang ditimbulkan olehnya harus ditanggung sendiri, kenapa masih mau menyalahkan orang lain"


Yu-shu-xiu-shi bukan menyalahkan orang lain, tapi hatinya


merasa tidak puas. Dengan susah payah dia bisa mendapatkan dua wanita cantik yang mendebarkan hatinya, tapi setelah mendapatkan malah dia hanya bisa melihat tidak bisa menikmati, sungguh tidak enak rasanya.


Dia tidak bisa menyalahkan semua pada Mi-hun-tai-sui yang kurang mengerti, lolosnya tiga orang bukan salahnya Mi-hun-tai-sui.


Mereka hanya telat satu langkah, juga tidak menduga Jin Wen-wen yang melihat keadaan bahaya, bisa segera memberi aba-aba pada temannya untuk segera meninggalkan tempat, hingga meninggalkan penyakit, Mi-huntai-sui sangat hati-hati alasannya masuk akal, dia ingin membantah juga tidak bisa.


Tapi dia tidak putus asa, dimulut dia tidak membantah, diam-diam dia punya rencana lain, dia tidak ingin membiarkan Mi-hun-tai-sui diam-diam membawa dua wanita cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2