Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 141


__ADS_3

"Mmm! Masuk akal." Xie-shen merasa analisanya Ouw Yuzhen dekat dengan kenyataan, "Kenapa kita tidak mulai dengan menyelidik dulu dasar keluarga Guan dan keluarga Du" Paling sedikit saat diperlukan kita bisa membantu dia!"


"Betul!" kata Hoa-fei-hoa gembira.


"Kita tentukan begitu saja. Aku tahu kau adalah ahlinya menyelidik, aku dan Xiao Zhen juga tidak lemah, kita sekarang berpencar melakukannya, jika tidak perlu, kita hanya melakukannya diam-diam saja, menjaga agar jangan terjadi hal yang tidak diduga, jangan sampai kau tidak bisa menahan diri, sekali marah dan bertindak liar akan merusak seluruh pekerjaan! Banyak-banyak mendengar pendapat Xiao Zhen, dia orangnya lebih tenang." "Baik! Aku menurut dia saja."


Dua wanita dan dua orang laki-laki dari Jin-she-dong yang berada di sebelah lain di ruang sekatan, reaksinya berbeda.


Wanita cantik baju putih, seperti telah makan sesuatu benda


yang mudah terbakar. "Dia dengan wanita marga Guan itu bukan suami istri, malah terang-terangan di vila teratai di taman Qing-feng melakukan hal yang memalukan." Kata Wanita cantik baju putih marah, "pesilat tinggi yang ilmunya begitu sempurna, mana boleh memanfaatkan kedudukan


sebagai sastrawan romantis, dengan segala cara menggaet wanita baik-baik" Dia sangat jahat! Dia justru melakukan hal yang hina."


"Mmm! Hal ini sangat mencurigakan."


Kata laki-laki setengah baya,


"Ying-ying, putra terhormat dari ibu kota yang hanya tampangnya saja putra terhormat tapi kelakuannya berlawanan, apa yang kau katakan itu, apa benar orangnya sama dengan orang yang kau temui siang hari tadi?" "Sedikit pun tidak salah," kata wanita cantik baju putih, nadanya sangat pasti, "membakar dia sampai jadi abu pun, aku masih bisa mengenal dia."


"Aneh." "Paman, apanya yang aneh?"


"Tiga wanita muda ini semuanya bunga bekas, sejak lahir


tabiatnya memalukan, tidak terhitung wanita hebat di dunia


persilatan," wanita setengah baya memberi komentar pada


kata-kata suaminya, "dia datang dari ibu kota, gengsi putra


terhormatnya pasti tidak akan rendah. Ying-ying, dirimu


dibandingkan dengan tiga wanita iblis ini, tidak perduli wajah atau ilmu silat, sama sekali tidak bisa dibandingkan, betul


tidak?" "Ini......" "Wen-wen pernah menceritakan kejadiannya padaku. Saat itu, kau sebenarnya telah berada dalam kekuasaannya, dia mau berbuat apapun tidak ada yang bisa menghalanginya, tapi hasilnya, menurut apa yang kau ceritakan, dia adalah seorang pria sejati. Kau beruntung bisa lolos, dia sampai tidak mau melihat juga tidak sudi melakukannya. Lalu, kenapa dia menyembunyikan keadaannya sebagai seorang pesilat tinggi yang


memiliki ilmu silat hebat, dan mau bergaul dengan putraputri orang kaya yang tidak tahu malu ini?"


"Dia pasti mempunyai tujuan yang tidak boleh diketahui orang."


Wanita cantik baju hijau berkata, "tangkap saja dia maka akan ketahuan tujuannya. Jika kita tidak mau mengurus masalah dia terlebih dulu, dan membiarkan dia tinggal di keluarga Du, pasti akan menggagalkan

__ADS_1


pengejaran kita terhadap pelaku kejahatan."


"Kita tidak boleh ceroboh, tunggu sampai masalahnya jelas baru bergerak, mungkin dia tidak ada maksud jahat pada kita." Pria setengah baya mencegahnya.


Meski Nie-sha-yin-hoa tidur, dia sangat waspada, memang sebenarnya dia tidak benar-benar tidur.


Tempat tidur dia terletak di ruang luar, lampu minyak di atas


mejanya hanya dinyalakan satu sumbu.


Satu lampu seperti kacang, menyinari remang-remang


seluruh kamar. Dia sedikit pun tidak mengkhawatirkan keadaan Fu Ke-wei.


Dengan menyamar sebagai pelayan kecil yang setia, dia tidak menanyakan gerak-gerik majikannya, memang perbuatan majikan bukanlah hal yang harus diatur oleh seorang pelayan, jadi dia hanya dengan sabar menunggu perubahan.


Dia sudah tahu ada orang yang diam-diam mengawasinya.


Pintu kamar diam-diam terbuka, di dalam kamar sudah ada dua orang.


Dia dalam keadaan sadar, dia tidur tidak membuka baju seperti pelayan biasanya, dengan setia dia menunggu majikan pulang dan harus siap setiap saat diperintah.


mengawasi sudah tidak sabar lagi" Pasti telah terjadi perubahan diluar dugaan, orang yang mengawasi tidak raguragu lagi menampakan diri, mulai mengorek dirinya.


Di dalam kamar sinarnya remang-remang, dia menyipitkan matanya pura-pura tidur, dia sudah melihat keadaan di dalam kamar dan telah melihat dengan jelas tamu yang tidak diundang.


Ternyata bukan mata-mata yang telah dia di ketahui dia, adalah dua bayangan langsing yang cantik.


Di dalam hati dia timbul pertanyaan"


Api lampu dikamar tiba-tiba diperbesar hingga ruangan menjadi terang, tapi dia tetap terbaring diatas ranjang purapura tidur.


"Kau pasti sudah tahu ada orang yang datang." Wanita cantik baju putih Jin Ying-ying menepuk-nepuk tiang ranjang, "majikanmu berilmu hebat, kau tentu juga tidak lemah, jika tidak bangun, aku akan menghancurkan ranjang ini, paling baik kau percaya aku bisa mengatakan juga bisa melakukannya."


Chao Yung-ling tidak bisa berpura-pura tidur lagi, tapi


sengaja pura-pura terkejut dan bangkit duduk.


Dia jadi tertegun! Dua wanita yang satu berbaju hijau dan yang satu berbaju putih, di bawah sinar lampu kecantikannya membuat mata silau,


kecantikannya tidak dibawah dia. Maka tahulah dia wanita yang bertemu dengan Fu Ke-wei di taman Qing-feng telah datang.

__ADS_1


"Kalian ini memang keterlaluan?" dia tidak bisa pura-pura jadi pelayan yang tidak bisa silat, "majikanku tidak ada permusuhan tidak ada dendam dengan kalian, jika masingmasing ada


perselisihan kecil, setelah masalahnya berlalu, bukankah lebih baik jangan di ungkit lagi" Sedikit salah paham saja, jika di taruh di dalam hati tidak akan ada habis-habisnya, hidup ini akan jadi susah."


"Ih...! Kau seorang wanita." Wanita baju hijau Jin Wen-wen tertegun.


"Ini......ini apa ada yang salah?"


"Kau sudah berapa besar?"


"Kau bertanya ini ada maksud apa?"


"Jawab pertanyaan aku!" Jin Wen-wen berteriak dingin


dengan nada dalam. "Tidak lebih kecil dari padamu, aku sudah dua puluh empat tahun."


Nie-sha-yin-hoa berpikir di dalam hati, jika wanita ini marah,


benar-benar ada sedikit hawa menakutkan.


"Kau menyamar jadi pelayan."


"Putra terhormat melancong memperdalam ilmu, tentu saja harus ada pelayan baru cocok dengan kedudukannya."


"Kau satu kamar dengan dia?"


"Ih...! Kau ini aneh, kamar kan ada luar dan dalam, aku adalah pelayan yang bertugas melayani majikan, apakah ada yang salah?"


"Kau adalah wanita yang sudah dewasa, katakan! Kau ini


sebenarnya siapanya dia" Budak" Atau......"


"Baiklah! Aku akan beritahukan padamu sejelas-jelasnya."


Nie-sha-yin-hoa sedikit sadar, dia sadar lawan telah salah berpikir, "aku sebenarnya memang adalah salah satu budaknya, tapi tuan muda tidak pernah memandang kami sebagai budaknya, tapi memandang kami


sebagai teman atau saudaranya."


"Bagaimana ceritanya?"


"Kami adalah orang yang pernah mati sekali atau beberapa kali, tuan muda telah menyelamatkan kami, maka kami dengan suka rela jadi budaknya, namun dia telah memberi kami persahabatan dan harga diri.

__ADS_1


__ADS_2