Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 58


__ADS_3

Di sebelah kanan di atas satu pohon cemara putih, tiba-tiba


terdengar satu teriakan dalam, "inilah ilmu mempengaruhi semangat, cepat bergerak, supaya tidak terpengaruh!"


Huang-jit-ye terkejut, semangatnya bergetar, sekarang dia baru


merasakan dia telah berkeringat dingin, tubuhnya merasa dingin,


perasaan sulit bernafas semakin bertambah.


Lima pohon cemara putih besar, sepuluh orang itu


semuanya dengan cepat meloncat keatas. "Buum!"


Seorang teman yang berada di sebelah kanan Huang-jit-ye,


tiba-tiba dengan tegak jatuh ke depan, semangatnya telah hancur.


Sebuah suara yang keluar dari mulunya Fu Ke-wei membuat hati


orang ketakutan, membuat kepala orang seperti terkena pukulan, dia menjelma menjadi kilat, tubuh dan pedangnya menjadi satu


menerjang maju dari sisi kiri Huangjit-ye, sekelebat lewat.


Laki-laki besar yang menghadang jalannya, persis


sebelumnya, dalam sekejap jatuh ke bawah.


Suara siulan itu mendadak menghilang, bayangan tubuhnya Fu Ke-wei


juga telah menghilang ke dalam rimbunan pohon pendek yang berada


dalam jarak sepuluh zhang lebih, seperti setan menghilang. Dan dua orang pria besar yang bersembunyi di depan pohon, begitu kepalanya terpukul langsung jatuh pingsan.


"Gila! Bo......bocah ini se......sebenarnya manusia atau setan?"


teriak Huang-jit-ye dengan gemetar dan ketakutan sekali.


Seorang pria setengah baya yang berdandan dao meloncat turun dari


atas pohon, pedang disembunyikan di belakang tangannya dengan


bersuara yang masih ketakutan berkata, "dermawan Huang, mala


petaka segera akan menimpa, masuklah ke gunung Tai-hang untuk


menghindar! Berharap masih sempat."


Huang-jit-ye bergidik, menggunakan lengan bajunya dia


mengelap keringat dingin di wajahnya, sambil ketakutan bertanya:


"Apakah begitu serius" Pendeta dao Qing Chen, maksudmu


adalah......" "Sangat serius." Pendeta dao Qing-chen dengan wajah serius,


"Menurut kabar, ilmu mempengaruhi semangat, dengan ilmu


Penangkap Semangat, dan ilmu Pembingung Semangat disebut tiga


ilmu rahasia aliran sesat. Orang yang ilmunya tinggi, malah bisa


mengendalikan ribuan tentara. Dermawan Huang, melawan orang


semacam ini, akibatnya sangat mengerikan."


"Katamu... dia... dia... adalah... anggota.. perk umpulan

__ADS_1


te......teratai putih......"


"Dia bukan termasuk dari Perkumpulan Teratai Putih, tapi dari jurus hebat Mempengaruhi Semangat aliran istana, orang yang pertahanan


tubuhnya kurang kuat, mungkin akan jadi idiot selamanya. Untung kalian berada jauh lima zhang lebih, makanya dapat bertahan beberapa saat, dan ilmu dia masih belum mencapai tingkat tertinggi. Dermawan Huang, apa kau tidak merasakan hawa pedangnya yang sangat dingin menusuk


tulang, tubuh pedang pelan-pelan membesar, mendekat, mendesak?"


"I......ya betul......"


"Kecuali hawa pedang dan bayangan pedang yang datang


mendesak menakutkan, yaitu kaki dan tangan tidak bisa digerakan?"


"I......ya betul......"


"Kalau begitu benar. Dermawan Huang, dia tidak berniat membunuh kalian, dia juga tidak akan melepaskan yang dia ingin kerjakan,


malam-malam dia akan masuk kerumah anda, jika tidak tercapai


tujuannya, dia tidak akan berhenti. Malam ini......dermawan Huang, hindarilah dia!"


"Pendeta dao tidak dapat menaklukan dia?"


"Tidak dapat." Kata pendeta dao Qing-chen pasti, "Hanya ada dua macam kepandaian yang dapat melawan dia, satu adalah ilmu Yoga


dari Wu-tai, satu lagi adalah Ilmu Kepompong dari aliran sesat.


Kepandaianku yang begini, tidak dapat berbuat apa-apa. Maaf, aku


tidak dapat membantu, pamit."


Pendeta dao tua dengan menyesal menganggukan kepala,


membalikan tubuh lalu pergi.


Tidak lama, Fu Ke-wei muncul di depan kuil yang telah kosong,


berterbangan, itu adalah debu di injak oleh kawanan kuda


kelompok Huang-jit-ye. Wajahnya tampak tersenyum dingin, dan mengeluarkan suara


"Hm...!" Malam telah tiba, rumah keluarga Huang sepi seperti kota mati.


Di awal tengah malam, dua bayangan hitam masuk meloncati


tembok benteng pekarangan sebelah kanan, gerakannya seperti roh


melayang, tempat yang di lewati tidak ada debu yang terbang.


Di satu sudut rumah sembunyi dua orang penjaga, mereka


melihat bayangan hitam yang melayang datang, mereka secara


bersamaan menerjang, satu golok satu pedang menyerang


bersama-sama dengan sangat cepat sekali.


Kecepatan dua bayangan hitam mendadak bertambah


sepuluh kali, sekelebat melewati golok dan pedang saat sekejap


akan menyerang. "Aww......" Dua penjaga itu berteriak, lalu jatuh meronta ditanah.


Sekejap terdengar beberapa kali teriakan, setiap kali


menandakan ada satu kelompok penjaga di pukul roboh.

__ADS_1


Akhirnya, dua bayangan hitam langsung menuju kepusat,


muncul di depan tangga ruangan besar.


Pintu tengah dibuka, sinar lampu bersinar keluar, seorang


bermantel hijau muncul diatas tangga, tidak membawa senjata,


wajahnya tenang sekali. "Anda datang terlambat!" Orang bermantel hijau berkata,


"Huang-jit-ye telah pergi ke Tai-hang-shan, sia-sia kedatangan anda."


"Biksunya bisa lari, kuilnya tidak bisa lari." Kata Fu Ke-wei dingin,


"dia bisa pergi tidak perdulikan rumah, buat apa aku jadi orang baik"


Akan kubakar rumahnya, apakah anda akan melawan?"


"Tentu saja melawan......"


"Apakah anda ada kemampuan melawan?"


"Saudara kecil." Nada orang bermantel hijau melemah, "anda melakukan ini, tidak cocok dengan aturan dunia persilatan,


betul?" "Huang-jit-ye siang hari bolong menyiapkan pasukan panah,


malam hari belum bertanggung-jawab sudah pergi, apakah ini sesuai


aturan dunia persilatan" kau tidak bisa bertindak menurut aturan


dunia persilatan, kenapa aku harus menurut" Kecuali kau mampu


menghalangi, jika tidak jangan sebut-sebut aturan dunia persilatan untuk menakut-nakuti aku."


"Saudara kecil......"


"Turun." teriak Fu Ke-wei menunjuk, "aku datang bukan untuk membicarakan aturan, kalian tidak pernah membicarakan aturan pada


orang lain, diam-diam berhubungan dengan para perampok gunung


Tai-hang, di dalam aturan sudah tidak bisa dibenarkan, satu-satunya yang dapat anda lakukan, keluarkan seluruh kemampuan kalian, coba


usir aku dari sini."


Orang mantel hijau sedikit ragu, lalu turun dari tangga.


Fu Ke-wei memberi isyarat tangan, Ouw Yu-zhen meloncat berdiri


di sudut tembok. Dia pelan-pelan mundur, menunggu di tempat lapangan yang


kosong. "Saudara kecil kau terlalu mendesak orang." Orang bermantel hijau dengan nada dalam berkata, "tanpa sebab datang memaksa orang, ini keterlaluan, anda marga Fu, siapa namanya."


"Kau, kau panggil saja aku Fu-shan." Kata Fu Ke-wei dengan tenang, "bukan aku mendesak orang, tapi karena ingin


membuktikan satu hal jadi terpaksa datang kesini, jangan


gunakan hukum alam, hukum negara, hubungan manusia


menghadapi aku. Kau tidak tahu aku, aku pun tidak tahu kau,


masing-masing keluarkan kemampuannya untuk membedakan


siapa yang kuat siapa yang lemah, setelah selesai baru bicarakan


yang lainnya. Tuan, senjata, tinju, kaki, senjata gelap, silahkan


gunakan sekehendakmu, aku akan hadapi semuanya, silahkan!"

__ADS_1


"Saudara kecil, apa tidak bisa dibicarakan lagi?"


"Tidak bisa dibicarakan lagi." Dia mengatakannya dengan tegas, "aku sendiri juga tahu kedatanganku kurang menurut aturan, makanya sampai detik ini, masih belum melakukan pembunuhan. Sekarang hari terlalu gelap, bertarung mungkin saja tidak terkontrol, tidak terhindarkan terluka atau terbunuh, harap anda jangan salahkan. Jika anda menang, masalah aku anggap selesai."


__ADS_2