
Tiga puluh tahun lalu, ketika Xie-shen berjalan di pegunungan
Xian-ning, dia menyaksikan Tian-luo-fei-mo menggunakan jurus pedang Tian-luo, dalam waktu singkat telah menghabisi Lima Setan Keji dari gunung Ming yang merupakan pesilat hebat di dunia persilatan yang
mendengar namanya saja sudah ketakutan.
Dan yang digunakan oleh Fu Ke-wei di kuil Dewa Bumi adalah
jurus pedang Tian-luo, makanya dia memastikan Fu Ke-wei pasti
ada hubungan-nya dengan Tian-luo-fei-mo.
Jalan raya gelap gulita, tidak ada orang.
Beberapa bintang bertebar di langit malam, di lapangan liar yang
luas kadang terdengar lolongan anjing liar, membuat orang berdiri
bulu kuduknya. Di atas jalan raya di Shan-xi, berjalan di malam hari sangatlah
berbahaya, perampok dan penjahat banyak sekali berkeliaran, setiap saat para pejalan kaki bisa mengalami hal yang tidak terduga, maka untuk keselamatan, para pejalan biasanya menginap dulu di
penginapan, supaya saat berangkat besok mereka bisa berjalan
bersama-sama, perampok-perampok kecil tidak akan berani
menempuh bahaya melakukan perampokan.
Suara kaki kuda yang berlari cepat, menimbulkan lolongan anjing
dari kampung yang jauh. Penunggang kudanya pasti keberaniannya melebihi orang biasa,
sendirian menuju selatan.
Seratus langkah dari kejauhan, sudah tampak ada satu
bayangan hitam yang tinggi besar berdiri di sisi kanan jalan, diam tidak bergerak seperti roh.
Penunggang kuda itu sangat waspada, terhadap bayangan hitam
yang tidak jelas berdiri menunggu, dia meningkatkan kewaspadaan"
Sambil melarikan kuda, dia memeriksa pedangnya, juga dengan
reflek memeriksa kantongnya.
Setelah semua dipersiapkan, saat mendekat lari kudanya
diperlambat. Bayangan hitam yang berdiri menunggu di sisi jalan, sedikit pun
tidak pernah bergerak. "Siapa itu?" Mendekat hingga sepuluh langkah, kudanya dihentikan,
penunggang kuda dengan penuh waspada bertanya.
"Orang yang menunggumu." Bayangan hitam dingin itu
menjawab. "Orang yang menunggu aku" Apakah kita saling kenal?"
"Bukankah sekarang telah kenal?"
"Kau dari aliran mana?"
"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."
"Apa tujuanmu menghadang jalan?"
__ADS_1
"Aku ingin tahu beberapa hal."
"Jika aku tidak mau mengatakannya?"
"Kau akan mengatakannya." Bayangan hitam itu tertawa dingin,
"dengan caraku yang khusus, hingga hal buruk delapan belas
keturunan, kau akan menceritakan dengan jelas."
"Jika kau berani bicara besar begitu, kenapa tidak berani
menyebutkan sebutanmu?" teriak penunggang kuda lebih
meningkatkan kewaspadaan.
"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."
"Kau, mampuslah!" Penunggang kuda meng ayunkan tangan
besarnya. Jarak kedua belah pihak tidak sampai dua zhang, senjata gelap
yang dilepaskan dari tangannya langsung tiba, dalam kegelapan
malam sulit bisa melihat dengan jelas bentuknya senjata gelap itu.
Penunggang kuda memastikan tidak akan gagal
serangannya. Bayangan hitam yang menunggu itu, tangan kirinya
mengebut didepan tubuh dengan perlahan, dengan tepat sekali
menjepit sebilah pisau daun Liu yang tiba didepan dadanya, dia
tetap berdiri seperti semula.
diayunkan. Hanya terlihat bayangan hitam berkelibat menghilang,
sekejap kembali muncul ditempat semula.
"Kukembalikan!" teriaknya seperti geledek.
Penunggang kuda itu berteriak, lalu jatuh dari pelana kuda, buug...
satu suara mencapai tanah, dan mengeluarkan suara rintihan
kesakitan. "Kau tidak akan mati." Bayangan hitam pelan-pelan menghampiri,
"pisau daun Liu hanya menancap miring dibahu kirimu saja."
Penunggang kuda itu ketakutan sekali, lawan bukan saja bisa
menerima senjata gelapnya, juga dalam keadaan begitu bisa dengan
tepat melemparkan pisau terbang mengenai jalan darah-nya, ilmu
silat mereka sungguh jaraknya terlalu jauh.
"Kau...kau ini sebenar...sebenarnya dari a... aliran mana..." kata penunggang kuda lemah. "Aku marga Fu." Kata bayangan hitam, "aku khusus datang
menunggumu." "Kenapa menunggu......menungguku?" "Karena kau adalah orang yang mengantarkan berita." "Aku......" Kepalanya terkena satu pukulan, segera jatuh pingsan. Hampir tengah malam,
lampu didalam ruangan penginapan
Yung-an tidak seperti biasanya terang benderang.
__ADS_1
Liu Fei-yan dengan Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai
sedang berbincang sambil makan malam, tapi tidak ada pelayan
penginapan yang melayani.
Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama, kedua belah
pihak sama-sama merasakan pertemuannya agak terlambat.
"Nona Liu datang dari selatan?" Yu-shu-xiu-shi mulai bicara pada pokok masalahnya, "aku juga sama, siap pergi ke benteng Zhang-feng karena ada sedikit urusan."
"Aku datang kemari karena sedang mengejar tiga orang yang
mencurigakan." Liu Fei-yan sedikitpun tidak menyembunyikan
maksud kedatangannya, "satu bulan yang lalu, ada tiga orang
bertopeng, malam-malam masuk ke rumah suami bibiku, merampas
dengan paksa sepasang patung giok singa, dan juga dengan pedang
melukai adik misanku. Salah-satunya memakai baju pendeta dao, aku
mengejar mengikuti jejaknya, hingga sampai di daerah Shanxi, lalu
kehilangan jejaknya, kampung yang ada di depan, aku mendengar
berita orang-orang benteng Zhang-feng melakukan kejahatan di
tempat ini, makanya aku datang kesini melihat-lihat. Benteng
Zhang-feng berada jauh seratus li lebih, mana mungkin di tempat ini menyamar menjadi perampok, tapi tidak diduga malah ternyata benar
adanya." "Orang-orang benteng Zhang Fung melakukan kejahatan di tempat ini, sebenarnya bukan hal yang aneh." Yu-shu-xiu-shi tertawa,
"Shan-xi adalah daerah mereka, mereka punya hak menjaga
wilayahnya, mereka menangkap beberapa orang dan menghukum
mati, itu tidaklah berlebihan, apa tujuan terjun di dunia persilatan dengan senjata berlumuran darah" Jujur saja semua demi nama dan
keuntungan dua kata ini, kekuasaan adalah bersatunya nama dan keuntungan, demi mendapatkan dan melindungi kekuasaan, mengorbankan beberapa orang, itu sudah jamak."
"Memang benar, dia memang berhak menjaga wilayahnya." Liu Fei-yan juga wanita kuat yang mencari kekuasaan.
"Nona Liu kenapa tidak berjalan bersamaku saja, kekuasaan
benteng Zhang-feng mencakup seluruh daerah Shan-xi, mereka mungkin bisa memberikan kabar keberadaan tiga perampok yang malam-malam merampok rumah suami bibimu itu, dan setelah aku menyelesaikan urusannya, aku berharap bisa membantumu, harap kau jangan menolak bantuan aku, boleh kan?"
"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih!" Liu Fei-yan tertawa manis, di bawah sinar lilin terlihat sikapnya lebih genit, "orangku sedikit, sungguh sulit mengejarnya, dengan ada kau yang membantu itu sangat menguntungkan sekali, semoga saja bisa cepat berhasil menangkap tiga perampok itu."
"Harap saja begitu. Ooo ya! terhadap si marga Fu, kau tahu berapa banyak?"
"Tahun lalu dia menyebut dirinya Fu-xian."
"Julukannya?" "Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada orang yang tahu asal-usulnya, aku dengan dia hanya bertemu sekali di restoran di Yang-zhou, selanjutnya aku mencari tahu kemanamana, tapi tidak
berhasil mendapatkan berita tentang dia."
"Tahun lalu dia menyebut Fu-xian, hari ini menyebut Fu-jiu, nama orang ini mungkin sering berubah, pasti bukan orang ternama.''
Yu-shu-xiu-shi menampakan kesombongannya, "orang kecil semacam ini hanya mengambil untung dari pertarungan kacau, mana ada asal-usul hebat dan kemampuan yang hebat, lain kali jangan bertemu lagi dengan aku......"
Pintu penginapan yang tadinya telah ditutup, entah kapan
__ADS_1
mendadak telah terbuka, palang pintunya juga patah sendiri tanpa bersuara. Setelah pintu terbuka terdengar, Fu Ke-wei muncul diluar pintu.