Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 90


__ADS_3

Tiga puluh tahun lalu, ketika Xie-shen berjalan di pegunungan


Xian-ning, dia menyaksikan Tian-luo-fei-mo menggunakan jurus pedang Tian-luo, dalam waktu singkat telah menghabisi Lima Setan Keji dari gunung Ming yang merupakan pesilat hebat di dunia persilatan yang


mendengar namanya saja sudah ketakutan.


Dan yang digunakan oleh Fu Ke-wei di kuil Dewa Bumi adalah


jurus pedang Tian-luo, makanya dia memastikan Fu Ke-wei pasti


ada hubungan-nya dengan Tian-luo-fei-mo.


Jalan raya gelap gulita, tidak ada orang.


Beberapa bintang bertebar di langit malam, di lapangan liar yang


luas kadang terdengar lolongan anjing liar, membuat orang berdiri


bulu kuduknya. Di atas jalan raya di Shan-xi, berjalan di malam hari sangatlah


berbahaya, perampok dan penjahat banyak sekali berkeliaran, setiap saat para pejalan kaki bisa mengalami hal yang tidak terduga, maka untuk keselamatan, para pejalan biasanya menginap dulu di


penginapan, supaya saat berangkat besok mereka bisa berjalan


bersama-sama, perampok-perampok kecil tidak akan berani


menempuh bahaya melakukan perampokan.


Suara kaki kuda yang berlari cepat, menimbulkan lolongan anjing


dari kampung yang jauh. Penunggang kudanya pasti keberaniannya melebihi orang biasa,


sendirian menuju selatan.


Seratus langkah dari kejauhan, sudah tampak ada satu


bayangan hitam yang tinggi besar berdiri di sisi kanan jalan, diam tidak bergerak seperti roh.


Penunggang kuda itu sangat waspada, terhadap bayangan hitam


yang tidak jelas berdiri menunggu, dia meningkatkan kewaspadaan"


Sambil melarikan kuda, dia memeriksa pedangnya, juga dengan


reflek memeriksa kantongnya.


Setelah semua dipersiapkan, saat mendekat lari kudanya


diperlambat. Bayangan hitam yang berdiri menunggu di sisi jalan, sedikit pun


tidak pernah bergerak. "Siapa itu?" Mendekat hingga sepuluh langkah, kudanya dihentikan,


penunggang kuda dengan penuh waspada bertanya.


"Orang yang menunggumu." Bayangan hitam dingin itu


menjawab. "Orang yang menunggu aku" Apakah kita saling kenal?"


"Bukankah sekarang telah kenal?"


"Kau dari aliran mana?"


"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."


"Apa tujuanmu menghadang jalan?"

__ADS_1


"Aku ingin tahu beberapa hal."


"Jika aku tidak mau mengatakannya?"


"Kau akan mengatakannya." Bayangan hitam itu tertawa dingin,


"dengan caraku yang khusus, hingga hal buruk delapan belas


keturunan, kau akan menceritakan dengan jelas."


"Jika kau berani bicara besar begitu, kenapa tidak berani


menyebutkan sebutanmu?" teriak penunggang kuda lebih


meningkatkan kewaspadaan.


"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."


"Kau, mampuslah!" Penunggang kuda meng ayunkan tangan


besarnya. Jarak kedua belah pihak tidak sampai dua zhang, senjata gelap


yang dilepaskan dari tangannya langsung tiba, dalam kegelapan


malam sulit bisa melihat dengan jelas bentuknya senjata gelap itu.


Penunggang kuda memastikan tidak akan gagal


serangannya. Bayangan hitam yang menunggu itu, tangan kirinya


mengebut didepan tubuh dengan perlahan, dengan tepat sekali


menjepit sebilah pisau daun Liu yang tiba didepan dadanya, dia


tetap berdiri seperti semula.


diayunkan. Hanya terlihat bayangan hitam berkelibat menghilang,


sekejap kembali muncul ditempat semula.


"Kukembalikan!" teriaknya seperti geledek.


Penunggang kuda itu berteriak, lalu jatuh dari pelana kuda, buug...


satu suara mencapai tanah, dan mengeluarkan suara rintihan


kesakitan. "Kau tidak akan mati." Bayangan hitam pelan-pelan menghampiri,


"pisau daun Liu hanya menancap miring dibahu kirimu saja."


Penunggang kuda itu ketakutan sekali, lawan bukan saja bisa


menerima senjata gelapnya, juga dalam keadaan begitu bisa dengan


tepat melemparkan pisau terbang mengenai jalan darah-nya, ilmu


silat mereka sungguh jaraknya terlalu jauh.


"Kau...kau ini sebenar...sebenarnya dari a... aliran mana..." kata penunggang kuda lemah. "Aku marga Fu." Kata bayangan hitam, "aku khusus datang


menunggumu." "Kenapa menunggu......menungguku?" "Karena kau adalah orang yang mengantarkan berita." "Aku......" Kepalanya terkena satu pukulan, segera jatuh pingsan. Hampir tengah malam,


lampu didalam ruangan penginapan


Yung-an tidak seperti biasanya terang benderang.

__ADS_1


Liu Fei-yan dengan Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai


sedang berbincang sambil makan malam, tapi tidak ada pelayan


penginapan yang melayani.


Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama, kedua belah


pihak sama-sama merasakan pertemuannya agak terlambat.


"Nona Liu datang dari selatan?" Yu-shu-xiu-shi mulai bicara pada pokok masalahnya, "aku juga sama, siap pergi ke benteng Zhang-feng karena ada sedikit urusan."


"Aku datang kemari karena sedang mengejar tiga orang yang


mencurigakan." Liu Fei-yan sedikitpun tidak menyembunyikan


maksud kedatangannya, "satu bulan yang lalu, ada tiga orang


bertopeng, malam-malam masuk ke rumah suami bibiku, merampas


dengan paksa sepasang patung giok singa, dan juga dengan pedang


melukai adik misanku. Salah-satunya memakai baju pendeta dao, aku


mengejar mengikuti jejaknya, hingga sampai di daerah Shanxi, lalu


kehilangan jejaknya, kampung yang ada di depan, aku mendengar


berita orang-orang benteng Zhang-feng melakukan kejahatan di


tempat ini, makanya aku datang kesini melihat-lihat. Benteng


Zhang-feng berada jauh seratus li lebih, mana mungkin di tempat ini menyamar menjadi perampok, tapi tidak diduga malah ternyata benar


adanya." "Orang-orang benteng Zhang Fung melakukan kejahatan di tempat ini, sebenarnya bukan hal yang aneh." Yu-shu-xiu-shi tertawa,


"Shan-xi adalah daerah mereka, mereka punya hak menjaga


wilayahnya, mereka menangkap beberapa orang dan menghukum


mati, itu tidaklah berlebihan, apa tujuan terjun di dunia persilatan dengan senjata berlumuran darah" Jujur saja semua demi nama dan


keuntungan dua kata ini, kekuasaan adalah bersatunya nama dan keuntungan, demi mendapatkan dan melindungi kekuasaan, mengorbankan beberapa orang, itu sudah jamak."


"Memang benar, dia memang berhak menjaga wilayahnya." Liu Fei-yan juga wanita kuat yang mencari kekuasaan.


"Nona Liu kenapa tidak berjalan bersamaku saja, kekuasaan


benteng Zhang-feng mencakup seluruh daerah Shan-xi, mereka mungkin bisa memberikan kabar keberadaan tiga perampok yang malam-malam merampok rumah suami bibimu itu, dan setelah aku menyelesaikan urusannya, aku berharap bisa membantumu, harap kau jangan menolak bantuan aku, boleh kan?"


"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih!" Liu Fei-yan tertawa manis, di bawah sinar lilin terlihat sikapnya lebih genit, "orangku sedikit, sungguh sulit mengejarnya, dengan ada kau yang membantu itu sangat menguntungkan sekali, semoga saja bisa cepat berhasil menangkap tiga perampok itu."


"Harap saja begitu. Ooo ya! terhadap si marga Fu, kau tahu berapa banyak?"


"Tahun lalu dia menyebut dirinya Fu-xian."


"Julukannya?" "Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada orang yang tahu asal-usulnya, aku dengan dia hanya bertemu sekali di restoran di Yang-zhou, selanjutnya aku mencari tahu kemanamana, tapi tidak


berhasil mendapatkan berita tentang dia."


"Tahun lalu dia menyebut Fu-xian, hari ini menyebut Fu-jiu, nama orang ini mungkin sering berubah, pasti bukan orang ternama.''


Yu-shu-xiu-shi menampakan kesombongannya, "orang kecil semacam ini hanya mengambil untung dari pertarungan kacau, mana ada asal-usul hebat dan kemampuan yang hebat, lain kali jangan bertemu lagi dengan aku......"


Pintu penginapan yang tadinya telah ditutup, entah kapan

__ADS_1


mendadak telah terbuka, palang pintunya juga patah sendiri tanpa bersuara. Setelah pintu terbuka terdengar, Fu Ke-wei muncul diluar pintu.


__ADS_2