Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 140


__ADS_3

Sambil berteriak-teriak, tangan dibawah meja malah memegang erat tangan besarnya Fu Ke-wei mengusapusapkan ke dadanya. Kata-kata seperti ini keluar dari mulut putra-putrinya hartawan besar, sungguh membuat orang jadi mual.


Fu Ke-wei sedikit kelabakan, Du Lan-yin yang di sisi lain, tidak


perdulikan pertengkaran Guan bersaudara, jari mulusnya menujuk bahu Fu Ke-wei, sebelah tangan mengangkat gelas arak, langsung menawarkan minum di mulutnya, tawa genitnya sangat memikat sekali, tubuhnya yang panas hampir menempel di tubuhnya.


"Lan-yin, kau jangan menawarkan arak saja, bantu aku bicara, baik tidak?" Guan Ji-zhong mengulurkan tangan dari bawah meja, mencubit Du Lan-yin di pahanya sambil tertawa cabul, "bujuklah adik kesayanganku, aku hanya mengajak saudara Xian-wei bersandiwara saja, setelah merebut gengsi langsung pulang, tidak akan meninggalkan dia disana, jika terjadi sesuatu, aku yang tanggung jawab."


"Kak, jangan kata adik Mei-yun tidak setuju, aku juga merasa


keterlaluan." Guan Yue-yun mengjulurkan kaki, disentuhkan


beberapa kali ke paha Fu Ke-wei, "tuan muda He adalah tamu, kau melakukan ini orang lain nanti akan mengatakan apa."


"Saudara Guan, Hong-yuan itu tempat apa?" Fu Ke-wei


pura-pura bodoh, dengan bersemangat bertanya.


"Kau jangan pura-pura suci! Saudara He." Guan Ji-zhong tertawa keras, "kau adalah putra terhormat dari ibu kota, seharusnya mengerti keadaan ibu kota. Seratus tahun yang lalu raja kita Zheng-de, di ibu kota membuka usaha untuk raja, di antaranya ada Hong-yuan, sekarang kau mengerti kan" Hong-yuan nya kota


Wu-chang dengan yang di ibu kota adalah sama, tempat yang bagus,


ha ha......" "Kalian ini semakin bicara semakin tidak benar." Guan Meiyun seperti tawa tapi seperti tidak melihat dengan mata putih pada Fu Ke-wei, "kau malah bersemangat sekali! Kakak Xianwei ku, kau paling baik jangan anggap kata-katanya kata-kata manusia, jangan mau diatur dia, tempat yang dia kunjungi tidak ada satu pun yang bersih, apa kau bisa ikut dengan dia?"


"Masalah laki-laki, wanita jangan ikut campur." Kata Guan Ji-zhong sambil minum segelas arak, tampak sangat semangat sekali, "aku katakan sekali lagi, saudara He! Kau bersama dengan nona-nona ini, tidak akan bisa bermain ke tempat yang luar biasa. Asal ikut dengan aku, di jamin kau di kota Wu-chang bisa hidup senang dan gembira,


malah saking senangnya sampai lupa pulang!"


"Kak, jangan bicarakan hal yang menghilangkan semangat seperti ini, hal-hal demikian seharusnya tidak dibicarakan di depan adikmu, tidak pantas." Guan Mei-yun dengan tegas mencegah kakaknya bicara lagi,


"Xian-wei adalah tamuku, kau jangan bujuk dia lagi baik tidak" Xian-wei, kau maha pengampun, aku bersulang dengan kau......"


Mereka berkelakar, saling bersulang arak.


Sebenarnya, tiga wanita ini tidak mengerti apa tujuan

__ADS_1


sebenarnya Guan Ji-zhong menempel Fu Ke-wei.


Empat orang itu mulai bersatu menyerang Fu Ke-wei, satu gelas satu gelas arak masuk ke dalam perut.


Di dalam hati Fu Ke-wei diam-diam tertawa, setiap


permintaan yang datang tidak ditolak.


Tidak lama, Guan Ji-zhong yang pertama tumbang.


Hoa-fei-hoa yang berada di ruang sebelah, semakin mendengar semakin marah, beberapa kali dia ingin keluar melabrak, tapi selalu dicegah oleh Xie-shen dan Ouw Yu-zhen.


"Bagaimana dia bisa bergaul dengan putra-putri anjing ini?"


Hoa-fei-hoa mendengar tawa genit kata-kata cabul dari tiga wanita yang mengajak minum arak, dia hampir meledak, "oh langit! Apakah dia mampu berperan jadi putra romantis" Kebanyakan dia akan terjerumus ke tangan tiga wanita ****** ini, hemm..!"


"Seluruh penduduk kota juga bisa jadi saksi, dia adalah putra romantis yang datang dari ibu kota, kau tidak mengakuinya juga tidak bisa."


Xie-shen sedikit pun tidak terganggu, orang sudah tua tentu pintar, terhadap romantika sangat mengerti, "dia menutup semua wajah aslinya, bukan begitu" Kau lihat saja


Xie-shen meneguk seteguk arak, dengan nada penuh pengalaman,


"tidak salah, seluruh laki-laki didunia, kecuali orang suci yang hanya sedikit, kebanyakan sulit menolak daya tarik wanita, apalagi wanita yang cantik, muda, dan dengan susah payah diam-diam menyatakan perasaannya."


"Omong kosong!"


"Benarkah?" Xie-shen tertawa tawar, "tidak salah, memang tiga wanita ****** ini cantik, genit membuat orang sulit menolak."


"Memang begitu, aku tahu daya tariknya wanita." Kata


Hoa-fei-hoa tidak bisa marah.


"Tapi sudah kau pikirkan belum?"


"Pikirkan apa?"

__ADS_1


"Di Shan-xi, beberapa wanita cantik yang berhubungan dengan dia, misalnya, kau, Xiao Zhen, Xiao Ling, dan juga Shitu Yu-yao, tiga wanita ****** ini apa bisa dibandingkan dengan kalian" Akhirnya bagaimana" Dia dengan santainya naik kuda, melambaikan tangan pergi jauh, hanya mengatakan sampai jumpa, sampai berita dan jejak pun tidak ditinggalkan.


Xiao Ji, jangan khawatir dia bisa terjerumus di tangan tiga wanita ****** ini, tujuan dia, mungkin aku bisa bocorkan sedikit rahasia."


"Kau bukan ulat di dalam perut dia." Hoa-fei-hoa berkata,


"menurut dugaan mu......"


"Pasti ada hubungannya dengan Yu-shu-xiu-shi."


"Kata-kata setan! Aku dengan adik Zhen mengikuti jejak


Yu-shu-xiu-shi beberapa hari, dari Zhen-jiang mengikuti sampai Nan-jing, lalu mengikuti sampai kota kabupaten Wuchang. Jika bukan karena dua wanita dari Jin-she-dong itu muncul,


Yu-shu-xiu-shi pasti tidak akan bersembunyi di kota Wu-chang."


Hoa-fei-hoa membantah pendapatnya Xie-shen, "dan dia, sudah tiba dari Nan-jing beberapa hari sebelumnya. Kau kira dia itu dewa, bisa tahu sebelumnya, tahu dulu, tahu yang akan datang, sebelumnya sudah menunggu disini si bocah penakut itu?"


"Apa berani bertaruh?"


"Aku tidak pernah bertaruh dengan orang, apalagi bertaruh dengan manusia yang penuh pengalaman seperti kau, walau taruhannya hanya satu sen pun, aku tidak mau."


"Kau cukup pintar, bisa tahu diri." Kata Xie-shen dengan bangganya, "tiga wanita ****** ini yang satu marga Du, Yushu-xiu-shi bersembunyi di sebuah tempat di goa rahasianya.


Tidak perduli apakah dia dewa yang tahu segalanya sebelum kejadian, atau kebetulan, pokoknya ada sebab musababnya. Jika aku katakan keluarga Guan dengan keluarga Du dan juga Yu-shu-xiu-shi, semua berhubungan dengannya, kali ini dia datang dengan sabar sebagai seorang putra terhormat, untuk menggaet tiga wanita ****** ini.


Malah aku curiga dua wanita dari Jin-she-dong, adalah teman dia!


Apa kau merasa aneh?"


"Aku jadi bingung mendengar kata-kata mu." Kata Hoa-feihoa tidak mengerti.


"Paman Tu, aku pikir tuan melakukan ini, sangat mungkin ada hubungannya dengan ketua benteng Xi dan anaknya." Kata Ouw Yu-zhen tenang. "Ooo..! Kau punya dasar apa?"


"Saat berpisah di Shan-xi, tuan membawa kakak Chao disisinya, tujuannya adalah supaya dia menunjukan siapa saja orang persilatan yang pernah ada hubungan rahasia dengan Xi Zhangfeng. Jika pelayan kecil yang ada disisi tuan adalah kakak Chao yang menyamar, sasaran tuan mungkin adalah ketua benteng Xi dan anaknya."

__ADS_1


__ADS_2