Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 139


__ADS_3

Bagaimana dia bisa menggunakan cara yang dahsyat dan tanpa ampun menghadapi orang orang keluarga Guan"


Rupanya, tujuan Guan Mei-yun hanya ingin bermain asmara saja, tidak ada niat mengundang dia masuk ke rumah keluarga Guan, siasat Fu Ke-wei jadi sulit terlaksana.


"Aku bisa membuat kakak tidak bisa menempelmu." Guan


Mei-yun dengan bangga menciumnya, "jika perlu aku suruh kakak Lan-yin menempel dia."


"Ilmu silatmu pasti cukup bagus." Katanya sambil berjalan melepaskan tangan dari tubuh seksi yang memikat itu, "sampai berani melawan seorang wanita gila yang ilmu silatnya tinggi, aku


tidak ada keberanian ini."


"Aku tidak percaya dia orang gila, dia datang pasti ada


tujuannya." Guan Mei-yun dengan benci membereskan bajunya,


"selanjutnya jika dia masih berani datang lagi, Henmm...! Aku akan membuat dia benar-benar jadi orang gila."


Di dalam hati Fu Ke-wei tahu, wanita baju putih memang datang dengan tujuan, tapi dia tidak mengerti kata-kata wanita baju putih itu, apa maksudnya 'Kau lebih memalukan lagi, datang kesini untuk bersembunyi dari bahaya, malah menggaet wanita.'


Dia bukan datang untuk bersembunyi, tapi datang untuk


memburu orang, jelas wanita baju putih itu salah melihat orang.


Lalu siapa sebenarnya orang yang bersembunyi menghindar dari bahaya" "Sudahlah, jangan dibicarakan lagi." Fu Ke-wei menepuknepuk bahu dia, "kau pergi beritahu nona Du, supaya dia hatihati, wanita gila itu mungkin akan datang lagi. Aku akan kembali kepenginapan untuk


mandi dan ganti baju."


Wanita cantik baju hijau, dengan wanita baju putih bersamaan muncul di vila teratai didalam taman Qing-feng.


Orang-orang keluarga Du lebih banyak wanita dari pada


laki-lakinya, tamannya terlalu besar, orang yang tinggal disini


kebanyakan pelayan wanita, hanya beberapa orang laki-laki yang bertugas menjaga pintu, jika ada pesta, baru mengutus banyak orang dari rumah untuk membantu.

__ADS_1


Para pelayan wanita jadi ketakutan begitu mendengar di vila


teratai muncul seorang wanita gila yang berilmu tinggi, semua jadi sembunyi dirumah utama yang ada dibagian depan, tidak berani lagi jalan-jalan ke tempat lainnya.


Taman Qing-feng yang luas ini, sekarang jadi sepi seperti kota mati.


"Katamu orang ini juga memiliki ilmu batin yang hebat?" tanya wanita cantik baju hijau pada wanita cantik baju putih, "Ilmu Pengendali Roh juga tidak bisa menguasai dia?"


"Benar, dia hanya sebentar terpengaruh."


"Ilmu Liu-he-da-qian-neng (enam aliran bergabung jadi satu)


juga tidak bisa melukai dia?"


"Aku telah melihat kemampuannya, dia bisa membelokan


Qian-neng hingga menghancurkan rak bunga."


"Ilmu Liu-xuang-jun-yin (sinar mengalir menghindar bayangan.) mu juga tidak bisa meloloskan diri dari pengejaran dia?"


"Sampai begitu" kakek juga tidak bisa mencapai taraf ini!"


"Kenyataannya begitu."


"Aku pikir orang ini pasti bukan satu kelompok dengan orang itu, jika tidak dia tidak akan seperti anjing di rumah duka melarikan diri dari kota kabupaten, lari sampai kesini." Wanita cantik baju hijau berkata, "berarti, kau tidak menemukan bajingan yang hina itu bersembunyi di rumahnya keluarga Du. Tapi apakah pesilat hebat yang misterius ini orangnya keluarga Du?"


"Tidak tahu. Begitu aku masuk kesana, disana baru ada orang, tidak diduga malah dua orang ini sedang bermain asmara."


"Selanjutnya kita harus perhatikan orang ini, jika keluarga Du punya seorang pesilat hebat yang seperti ini, kita akan mengalami kesulitan, orang-orang kita harus hati-hati mengawasinya, supaya tidak terjadi kerewelan yang tidak perlu."


"Orang ini tampaknya bukan anggota keluarga Du atau


pengawalnya, sebelum dan sesudah kejadian, dia tidak menyelidiki masalah aku menorobos masuk, dan juga......" wanita cantik baju putih menceritakan kejadiannya.


Restoran Jia-bin adalah restorang paling mewah diluar kota, karena lokasinya didaerah pelabuhan yang ramai, maka menjadi tempat berkumpulnya para putra hartawan, diatas loteng di setiap ruang sekatan ada ruang kosong yang luas, bisa dipergunakan untuk pertunjukan tarian atau musik, juga boleh memanggil para penjaja sek yan g ternama

__ADS_1


menemani pesta untuk bergembira.


Saat sore hari, tiga bersaudara Guan, dan Du Lan-yin, membawa dua orang pelayan, beramai ramai menemani Fu Ke-wei naik keatas loteng restoran Jia-bin yang mewah itu, duduk didalam ruangan sekatan yang telah dipesan sebelumnya.


Dua orang pelayan menjaga diluar ruang sekatan, tamu restoran lainnya tidak diizinkan masuk.


Pesanan masakannya sangat melimpah, setelah sedikit mabuk, yang laki-laki suaranya semakin keras, yang wanita mengimpit Fu Ke-wei ditengah, semakin bebas tidak beraturan, alis dan sudut mata tampak bergairah, dengan alasan sedikit mabuk sedikit pun mereka tidak merasa malu.


Wanita yang cantik dan bebas, sedikit mabuk adalah saat yang paling memikat orang.


Tapi mereka tidak tahu, saat mereka memesan tempat pada restoran Jia Bin sudah menimbulkan perhatian orang lain.


Orang yang seharusnya datang, semua sudah datang,


diantaranya termasuk Xie-shen yang berpakaian mewah, dia


menyamar jadi seorang hartawan peminum arak, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, semua menyamar jadi hartawan setengah baya, tingkahnya cocok dengan kedudukkan dirinya.


Semua ruang sekatan model tertutup, didepan ada satu ruangan besar yang mewah, tersedia dua puluh lebih meja makan mewah yang disediakan dinding penyekat yang dapat digerakan, jika dinding penyekatnya disingkirkan, bisa dijadikan tempat pesta besar bagi hartawan besar.


Xie-shen bertiga memesan ruang sekat bersebelahan, suara


diruang sebelah samar-samar bisa didengar.


Di ruang sekat lainnya, menjadi ruang makan empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan.


Dua wanitanya, adalah wanita cantik baju hijau dan wanita cantik baju putih yang bermarga Jin.


Dua wanita ini tidak berdandan lagi, mereka menyamar menjadi kakak beradik keluarga menengah, wajahnya menggunakan obat perubah wajah, tidak jelas lagi wajah aslinya, yang tadinya cantik menawan sudah tidak ada lagi.


"Saudara He, dengarlah." Kata Guan Ji-zhong setelah minum tiga gelas arak, suaranya keras dan lantang sekali, "besok malam aku bawa kau ke suatu tempat, kau bisa main dengan sepuasnya, bersamaan juga bisa mengangkat harga diriku, jujur saja kukatakan, di kota ini berbicara harta kekayaan keluargaku adalah nomor satu, tentang ilmu silat juga kelas satu. Dengan sebutan aku tuan muda besar Guan, siapa pun tidak bisa dibandingkan denganku, hanya..."


"Hanya apa?" "Hanya soal bakat, dibandingkan dengan orang dari keluarga Shi yang di gerbang selatan, aku hanya kalah sedikit, sehingga aku selalu berada dibawah angin, aku justru takut pada nona nona di Hong-yuan itu......"


"Kau ingin mati yaa! Kak." Guan Mei-yun marah, "ternyata kau tidak berniat baik, bukannya membujuk saudara Xian-wei pergi berlatih silat, tapi malah menipu dia pergi ke Hong-yuan tempat kotor itu, kau ingin memakai kepintaran saudara Xianwei mengadu dengan putranya keluarga Shi, ingin mengangkat gengsi di hadapan para sastrawan kotor. Puuih...! Jangan harap kau..."

__ADS_1


__ADS_2