
Shi-tu Yu-yao tadinya adalah seorang nona besar yang berwajah
cantik, pandangannya luhur dan manja, karena sejarah keluarganya
bagus, ilmu silat dirinya juga lebih tinggi dari pada orang umumnya, ilmu silatnya dibandingkan dengan tujuh wanita terhebat masih lebih tinggi sedikit, keangkuhan dan percaya dirinya tidak terhindarkan, dia selalu menganggap rendah laki-laki, dan memandang rendah pada para laki-laki yang sombong, bermulut manis dan mengejarnya.
Tapi kali ini, dia sepertinya telah berubah sama sekali.
"Aku datang untuk membantumu, memberi semangat,
membantumu membalas dendam, bolehkan!" kata Shi-tu Yuyao
tertawa, dia telah merubah wajah yang angkuh dan percaya dirinya,
"pendekar besar Fu, bagaimana pun kau tidak ingin aku mengatakan kata-kata balas budi, terima kasih, semacam itu bukan?"
"Paling bagus kau tutup mulut!" dia sedikit pun tidak bersikap seperti seorang laki-laki sopan, "aku bukan pendekar besar, juga bukan sengaja menolongmu, kau tidak hutang apa-apa padaku."
"Aku tidak perduli apa pun yang kau katakan..."
"Aku tidak mau berkata apa-apa, juga tidak ingin mendengar
kata-katamu." Fu Ke-wei membalikan kepala, melotot pada
Hoa-fei-hoa yang sedang mencuri tawa, "dan kau Bunga galak,
juga Sepasang Bintang Perak, kalian juga tidak hutang apa-apa
padaku, aku tidak ingin kalian melibatkan diri dalam masalahku, apa kalian mengerti?"
"Jangan marah padaku." Hoa-fei-hoa telah berubah menjadi lembut, dia tertawa manis, "Aku hanya mencari ketua benteng Xi untuk membalaskan dendam famili dan teman ku, mana mau
melibatkan diri di dalam masalahmu" Tuan Fu, aku takut padamu
setengah mati." Xie-shen yang melihatnya sampai menggeleng-gelengkan
kepala, tidak berhentinya tertawa pahit!
"Pengemis tua, kau lihat! Tuanku telah mendapat masalah besar."
Xie-shen berbaring di atas cabang pohon, minum seteguk arak, dengan nada gembira melihat orang mendapat kesulitan, "berhubungan dengan wanita adalah hal yang paling merepotkan, apa lagi wanita yang
cantik-cantik, bukankah akan mendapat kerepotan sebesar langit! Aku ini lebih pintar dari pada majikanku, seumur hidup tidak berhubungan dengan wanita."
Perkataannya walau pelan, tapi pendengaran orang-orang di
tempat itu sangat tajam, mereka mendengar jelas setiap kata yang
diucapkan dia. "Kau sedang menyindir, aku bunuh kau!" Fu Ke-wei marah sekali, maju dengan langkah besar.
Xie-shen tertawa keras, bangkit melarikan diri.
"Saudara kecil, aku marga Gan, Gan Xian-feng, julukannya Pedang Kuasa." Laki-laki yang mengikuti Shi-tu Yu-yao memberi hormat sikapnya bersahabat, "saudara kecil jika berkelana di dunia persilatan, mungkin terhadap aku ini tidak terlalu asing. Nona Shi-tu adalah putri kesayangan almarhum temanku, aku bisa dibilang angkatan tuanya.
Siang hari tadi aku mendapat titipan dari Sepasang Pedang Langit
Selatan, menemani dia masuk ke gunung."
__ADS_1
"Pedang Kuasa Gan Xian-feng, nama salah seorang dari sembilan jago pedang terbesar, pendekar dari aliran putih, aku tentu saja
pernah mendengarnya." Fu Ke-wei tertawa tawar, "bangga bisa bertemu tetua Gan, kau orang yang mengerti." Dia dimulutnya
mengatakan bangga bisa bertemu, tapi sikapnya sedikit pun tidak
seperti beruntung. "Maksud saudara kecil......"
"Kau lihat!" dia menunjuk masing-masing pada orang di dekatnya,
"Xie-shen adalah pembunuh yang dewa kewalahan setan pun
membencinya, Nie-sha-yin-hoa adalah petualang wanita yang biasa
hitam makan hitam, Hoa-fei-hoaa dalah bunga galak yang tidak pernah mengampuni orang, Sepasang Bintang Perak lebih-lebih adalah
berandalan yang hampir termasuk dalam aliran hitam, dan aku, adalah petualang dunia persilatan yang bertemu orang langsung membunuh
melihat harta merampasnya."
"Lalu kenapa?" "Kalian para pahlawan pendekar dari aliran putih, apakah bisa berteman dengan kami, duduk sama rendah berdiri sama tinggi?"
wajah Fu Ke-wei muncul senyum yang sulit dimengerti, "apa sudah mengerti maksudku" Kenapa tetua tidak bujuk nona Shi-tu
meninggalkan kami. supaya nama baik nya tidak rusak?"
"Saudara kecil, mungkin orang yang tidak mengerti adalah kau
sendiri." "Aku tidak mengerti?"
"Yang dikatakan sifat kesatria pembela kebenaran, adalah harus mengerti masalah dan tahu mana yang benar mana yang salah, juga
tidak ada kepalsuan tidak ada penyesalan, lebih-lebih harus melihat diri sendiri adalah jelmaan dari kebenaran."
"Seharusnya begitu."
"Di dalam dunia persilatan sekarang, siapa yang bisa melakukan perbuatan yang tidak ada kepalsuan dan tidak ada penyesalan"
Kecuali orang suci, tapi selama aku hidup begini lama, masih belum pernah bertemu dengan orang suci. Hari ini di dunia persilatan
mereka yang disebut pendekar, kebanyakan adalah kata benda yang
setengah menyindir setengah menjilat. Aku sendiri juga termasuk
orang semacam ini. Sehingga, aku tidak mengaku aku adalah
pendekar, juga tidak menganggap yang kulakukan adalah membela
kebenaran." sikap Pedang Kuasa tulus, "saudara kecil, walau benar kau adalah seorang yang suka membunuh, melihat harta langsung
merampas, apa hubungannya dengan aku" Kecuali kau melakukan
dihadapanku, apakah kau bisa melakukannya?"
"Nona Shi-tu bisa menjadi saksi hidup, dia hari ini
menyaksikan dengan mata kepala sendiri aku membunuh habis
__ADS_1
orang-orang benteng Zhang-feng."
"Ha ha ha! Dia malah setuju, kau melakukan dengan tepat sekali, kau ada hak membalaskan dendam temanmu."
"Sudah, sudah, dikatakan terus jadi tidak akan habis." Fu Ke-wei tahu telah diikat oleh lawan bicaranya, dia tidak ingin
memperpanjang pembicaraan, "kau punya aturan sendiri, aku ada caraku sendiri, kita masing-masing jalan sendiri-sendiri."
"Bagaimana pun kami akan mendengar kata-katamu." Shitu
Yu-yao tersenyum, "kau adalah peran utamanya, kami pasti tidak akan sembarangan bertindak sendiri, supaya tidak mengacaukan
rencanamu." "Kacau sekali!" dia membalikan kepala pergi, sampai di sisi pohon, merampas Hu-lu araknya Tian-ya-koay, lalu menenggak satu teguk,
"kenapa aku bisa bertemu dengan hal sial begini?"
"Tuan, hati-hati kena sakit maag." Nie-sha-yin-hoa datang mendekat, menyodorkan sehelai kertas peta kemungkinan letak ruang
rahasia yang di gambar singkat oleh Sepasang Cantik Jiang-nan,
"malam ini, kita harus pergi ke dalam benteng mengambil makanan untuk menambah perbekalan makanan."
"Malam ini kalian semua jangan pergi." dengan tenang dia berkata, "aku harus mengetahui dengan jelas dahulu rencana
mereka, juga ada seberapa banyak dan ada siapa saja pesilat tinggi yang bersembunyi, aku tidak berharap mereka bisa dengan mudah
membunuh kita, aku lebih suka menarik atau membuat mereka
marah lalu keluar, aku tidak akan membiarkan mereka menyiapkan
jaring jebakan menunggu kita masuk ke dalam perangkap mereka."
"Kau pergi sendirian?" tanya Xie-shen.
"Tidak salah." "Tuan, kami......"
"Kau ini bukan pelayan yang baik."
"Pelayan yang baik harus memperhatikan keselamatan
majikannya." "Kau tidak menuruti pengaturan majikan, maka akan menjerumuskan majikan kedalam bahaya."
"Ini......" "Pastikan begitu saja." Dengan tidak sabar dia berteriak, "tetua Gan, makanannya tidak cukup, makan seadanya saja, kalian malam
ini masih bisa makan kenyang, besok harus ada persiapan lagi,
silahkan!" Ouw Yu-zhen mengeluarkan bungkusan makanan, dengan
bersahabat memberikannya pada Pedang Kuasa dan Shi-tu Yu-yao.
Fu Ke-wei tetap dengan santai memeriksa perlengkapan masuk
ke dalam benteng. Malam sudah gelap sekali!
Jam sembilan malam, Fu Ke-wei telah menghilang.
Yu-shu-xiu-shi walau seorang pendatang baru, tapi ilmu silatnya
__ADS_1
tinggi sulit diduga, orangnya juga pintar, makanya Seruling Damai yang usianya selipat lebih tua dari dia, sangat menghormati atasan ini.