Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 147


__ADS_3

Para penjahat itu pantas mati, kau tidak pantas menggunakan nyawa membela mereka. Apakah kau


mau menjawabnya?" "Waktunya hampir tiba, hampir tiba......"


Pelayan wanita itu melototkan sepasang mata tidak


perdulikan, dia berguman sendiri, bukan menjawab yang


ditanyakan. "Kau bicara apa?" Jin Wen-wen dengan nada dalam bertanya.


"Aku kata waktunya hampir tiba." Kali ini pelayan wanita itu menatap dia dan bicara.


"Waktunya hampir tiba?"


"Benar, waktunya hampir tiba."


"Kau ingin aku mengantarmu ke akhirat?" dia jadi bingung oleh tingkah pelayan wanita yang tidak takut mati.


"Jiwaku tidak seberapa, yang aku maksud adalah waktu kalian hampir tiba."


"Kau malah masih ingin mengancamku?"


"Kau bisa periksa pajangan antik yang ada diatas rak kayu


ditengah ruangan, maka akan tahu ancamannya atau bukan."


Jin Wen-wen berjalan ke rak kayu, mengeluarkan bendabenda yang ada didalam pajangan antik.


"Perhatikan tabung tembaga ungu itu." Kata pelayan


wanita. Tabung tembaga ungu yang besarnya satu cun panjangnya empat cun semacam ini bukanlah barang aneh, yang aneh adalah tutup diatasnya, dibagi dua bagian, atas dan bawah, masing-masing ada empat lubang kecil, jika lapis atas diputar, lubang kecil akan tertutup oleh lapis bawah.


Jika diputar kembali, delapan lubang atas dan bawah saling berhadapan, gas atau cairan di dalam tabung jadi bisa keluar, pembuatannya sangat hebat.


"Seluruh bangunan atas dan bawah ini, semuanya ada delapan tabung semacam ini." Pelayan wanita dengan bangga berkata, "ketika kalian menginjakan kaki di taman ini, penjaga gelap mengeluarkan aba-aba, maka dibukalah lubang tabung itu, diatas dan dibawah loteng menyebarlah gas beracun......"


"Apa Lima Racunnya Du-xin-lang-jun?" Jin Wen-wen sedikit pun tidak terkejut atau gelisah, "tidak perlu! Kalian ingin melakukan teknik lama" Aku beritahu, kami sudah makan obat khusus penawarnya dulu, tidak akan tertipu lagi."

__ADS_1


"Apa benar" Lihat saja, tidak lama lagi kalian akan tahu


sendiri." "Makanya kau mau tidak mau harus menjawab." Jin Wen-wen pelan-pelan mendekat.


"Pertama-tama aku akan membuka dulu pintu hawa murnimu, lalu memusnahkan dulu ilmu silatmu."


"Aku sudah katakan, nyawaku ini tidak ada harganya,


bagaimanapun ada kalian untuk di jadikan lapisan peti mati.


Dengarlah! Waktunya sudah tiba."


Diluar terdengar suara siulan panjang, lalu suara tawa yang keras menggetarkan telinga! Bersamaan dalam sekejap, Jin Wen-wen bersuara yang tajam aneh.


Suara teriakan yang menggetarkan telinga, dengan sebuah suara aneh lainnya semakin menjauh.


Wajah Jin Wen-wen bersama adiknya jadi lega, dengan dingin menatap pelayan wanita.


"Mereka mengutus kau jadi umpan, kau melakukannya dengan berhasil baik."


Kata Jin Wen-wen dingin, "karena kau tidak takut mati, sungguh membuat diluar dugaan kami, tentu saja aku tidak akan begitu saja melepaskanmu."


Paman dengan seorang setengah baya lainnya, turun dari loteng.


"Mari kita keluar!" Paman berkata, "orang-orang mereka sudah hampir semuanya tiba."


"Orang-orang kita sudah pergi?"


"Sudah. Ooo! Bagaimana kau bisa tahu?"


"Dari nada bicara orang ini, katanya di dalam gedung telah


disembunyikan obat racun." Jin Wen-wen menunjuk pada pelayan wanita, "untuk berjaga-jaga, aku terpaksa memutuskan untuk menghadapi perubahan."


"Tidak salah kau melakukannya, sedetik saja terlambat, maka tidak akan tertolong lagi."


Paman itu menarik pelayan wanita, dengan seorang setengah baya lainnya membopong membawanya keluar, "keluarlah!"

__ADS_1


Di luar pintu ada dua puluh empat orang menanti, sepertinya


sedang menunggu orang yang mengejar kembali lagi, tampak Yu-shu-xiu-shi yang memimpin, wajahnya tampak ada sedikit khawatir. "Kalian tidak akan bisa mengejar tiga orang kami yang mundur."


Jin Wen-wen dengan tenang berkata, "tidak perlu waktu lama, orang-orangnya Jin-she-dong akan melakukan pembalasan tanpa ampun di Wu-chang, taman Qing-feng milik keluarga Du mungkin tidak seorang pun akan disisakan."


Di samping Yu-shu-xiu-shi berdiri Du Jin-yuan dan putrinya Du Lan-yin, mereka mendengar sampai bergidik.


Walau Yu-shu-xiu-shi adalah pemimpinnya, tapi yang benar-benar mengendalikan adalah seorang baju hijau berusia lima puluh tahun lebih, dia membawa pedang, wajahnya dingin.


Di belakangnya ada dua orang pria besar berperawakan tegap seperti pengawalnya, di pinggangnya terselip golok.


"He he he......" Orang baju hijau dengan angkuh tertawa dingin, "ada kalian empat orang penting Jin-she-dong di tangan kami, walau kakek guru kalian pendeta dao Zi-xu datang, juga harus menuruti kehendak kami, he he he.......kalian sudah di takdirkan jadi pihak yang kalah, menyerahlah!"


"Aku masih belum berencana mengaku kalah!" paman itu


melemparkan pelayan wanita, pelan-pelan mencabut pedangnya,


"orang yang keluar dari Jin-she-dong, tidak pernah menyerah."


"Saat kau menggerakan tenaga dalam, hawa murnimu segera akan hilang."


Orang baju hijau dingin tertawa, "menggunakan tenaga biasa menggerakan pedang, berandalan kelas tiga pun tidak bisa menghadapinya, kalau tidak percaya kau boleh mencobanya."


"Sekarang aku sudah tahu kau ini dari mana." Paman itu


wajahnya berubah. "Orang ternama di dunia persilatan, siapa yang tidak tahu aku Mi-hun-tai-sui (dewa Tai-sui menyesatkan roh)?" Orang baju hijau dengan sombongnya tertawa, "cerita tentang pukulan atau pedang, orang yang keluar dari Jin-she-dong, di dunia persilatan namanya


menggemparkan setiap orang, di dunia persilatan kedudukannya terhormat.


Tapi dihidang lainnya dibandingkan aku, yang punya keahlian khas di dunia persilatan, masih kalah jauh, hanya sedikit melakukan siasat kecil, kalian empat orang pesilat tinggi yang bisa membalikan lautan ini, sudah jadi makanan dimulut ku, terserah aku mau berbuat apa. Walau ada tiga orang yang lolos, juga tidak akan merubah kenyataan apa-apa, menunggu kedatangan orangorangmu dari Chuan-xi, itu sudah lewat dua bulan kemudian."


"Markas perkumpulan kau di Zhen-jiang, orang-orangku pasti


bisa menemukannya." "Ha ha ha! Aku beritahu lagi, Mi-hun-tai-sui selamanya tidak takut diancam, perkumpulan Cun-qiu juga punya kekuatan menjadi penguasa dunia persilatan, kami sangat menyambut kau datang menantang.


Perkumpulan kami beruntung bisa mendapat nama satu dewa, satu diantara Satu Dewa Tiga Budha, sekali tersebar keluar, namanya pasti akan meningkat tiga kali lipat. Sekarang lemparkan pedang kalian dan ikut dengan kami."

__ADS_1


"Kau kira puder Xiao-yao mu, pasti bisa mengendalikan hawa


murniku?" "Tentu" Kata Mi-hun-tai-sui dengan sombong, "walau Guru Obat Yue-tong datang kesini, juga tidak dapat berbuat apaapa. 


__ADS_2