Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 76


__ADS_3

Setiap aliran dan setiap perguruan selalu muncul pesilat berbakat, pesilat ternama dan generasi baru, masing-masing berebut nama,


setiap orang menyebut dirinya jagoan, padahal orang yang


benar-benar berilmu tinggi, julukannya malahan tidak setenar orang yang berani membunuh sembar angan.


Hoa Yu-ji, adalah salah satu dari pesilat generasi muda, pesilat


hebat yang julukannya sangat terkenal dan ilmu silatnya juga sangat menonjol. Dia bukan saja tidak ingin jadi pendekar, malah khusus


menantang kepada para pendekar, beberapa orang yang sumber


beritanya luas, malah tahu dia adalah perampok besar yang kejam.


Di mata orang persilatan, Hoa Yu-ji bukan saja tidak mudah dihadapi, juga sangat kejam, sambil tertawa dia bisa membunuh orang, iblis jahat ini pandangannya berbeda terhadap baik buruknya kebanyakan orang,


wanita aneh ini namanya sangat tidak bagus, orang yang berani


menentang dia akibatnya akan sangat menyedihkan.


Benteng Zhang-feng di gunung Li-liang di Shan-xi namanya sangat


besar. Ketua benteng itu adalah Satu Pedang Dunia Xi Zhangfeng,


menempati urutan kedua dari sembilan jago pedang terbesar, dia


sering berkelana dimana-mana, tempat yang dilewatinya, sering


terjadi peristiwa perampokan besar dengan seluruh keluarganya


mati, tapi karena tidak ada saksi hidup, dan di tempat perkara


tidak ada jejak, siapa pun tidak bisa menuduh dan berbuat


apa-apa padanya. Tentu saja Hoa Yu-ji tahu kebesaran nama benteng Zhangfeng, tapi


nama dirinya di dunia persilatan juga tidak kalah, tapi keadaannya tidak mengizinkan dia mundur, dia bukanlah penjahat kecil yang bisa bertindak tidak tahu malu, tapi dia adalah wanita ternama di dunia persilatan.


Jika jagoan sudah bertemu, akan menuju ke jalan buntu, jika


bukan kau yang mati pasti aku yang mati.


Orang tua berbaju biasa itu melihat pertarungan tidak bisa di


hindari, maka sudah waktunya dia harus tampil mendamaikan!


"Ha ha ha ha......" Orang tua berbaju biasa itu tertawa, "Nona, tuan muda Xi tidak ada niat menantang nona, dia memang sedikit ceroboh, mohon dimaafkan. Permusuhan ini harus dicegah, jangan di perkeruh, tuan muda Xi! kau yang memulai, minta maaf lah pada nona Hoa,


bukankah semua orang akan jadi senang" Pendeta dao tua, kau jangan mengungkit lagi, baik tidak?"


"Masalahnya bukan dari aku, saudara Yin." Pendeta dao tertawa dingin, "tenaga dalam Langit Besar ketua vihara Meihoa, disebut kepandaian hebat, bisa menaklukan setan dan iblis, murid dia dijuluki Hoa-fei-hoa, di dunia persilatan selalu berganti-ganti wajah, julukannya tersebar kemana-mana, disini kebetulan kita bertemu secara tidak


sengaja dan membuat dia marah, mana dia mau selesai begitu saja"


bagaimana pun aku tidak bisa tinggal diam, melihat anak teman baikku di bunuh orang?"


"Kalau begitu biarlah aku yang mendamaikannya! Aku Dewa

__ADS_1


Dingin percaya masih punya nama, bagaimana pun aku dengan


ketua vihara Mei-hoa masih satu generasi, dan juga tidak asing, nona Hoa tidak akan tersinggung padaku mendamaikannya, bukan begitu


nona Hoa?" Wajah Hoa Yu-ji berubah, dia gelisah.


Dewa Dingin (Yin-shen) Yin Wu-ji, termasuk satu dari tiga sesat,


ilmu silatnya malah lebih tinggi dari pada Sastrawan Tiga Dingin,


orang nomor satu dari tiga sesat.


Orang ini arogan, melakukan sesuatu tidak ada pantangan.


Pendeta dao juga ditakuti oleh orang-orang persilatan, tapi begitu bertemu dia juga seperti bertemu dengan ular berbisa, seperti juga Dewa Dingin, begitu orang mendengar namanya sudah ketakutan.


Seorang pendeta dao dan orang ini, jelas datang bersamasama


dengan orang-orang benteng Zhang-feng.


Ketua benteng Zhang-feng adalah Satu Pedang Dunia Xi


Zhang-feng, termasuk satu dari sembilan jago pedang terbesar.


Walau Hoa Yu-ji merasa dirinya hebat, dan telah terkenal di dunia


persilatan, tapi dibandingkan dengan tiga orang angkatan tua ini,


meski ilmu silatnya tinggi, tetap saja nama dia masih kalah sedikit, apa lagi dia berada di daerah kekuasaan lawan, naga kuat tidak bisa


dibayangkan. Tidak diragukan lagi, dia akan sulit menghadapi satu


pendeta dao, dan satu orang biasa ini.


"Tuan, kau bukan sedang mendamaikan, tapi kalian satu


kelompok." Hoa Yu-ji menggigit gigi, "Baik, aku mengalah. Shan-xi adalah daerah kekuasaan benteng Zhang-feng, sekarang aku segera


akan kembali ke He-nan tidak jadi keutara lagi. Gunung dengan


gunung tidak akan bertemu, tapi orang dengan orang lambat atau


cepat bisa bertemu lagi, di lain hari kita akan bertemu lagi di dunia persilatan."


Ketua muda benteng Xi tahu dirinya telah salah melihat orang,


memandang seorang macan betina yang ternama sebagai gadis


yang baru turun gunung, kesalahannya akan berakibat panjang di


kemudian hari. "Nona Hoa," Ketua muda benteng Xi tentu saja tidak mau


mendapat musuh besar, di-kemudian hari dia masih harus berjuang


mengangkat namanya! maka dia maju mengepal tangan, "aku telah membuat nona marah, harap maafkan, karena situasinya


mendesak, aku juga tergesa-gesa hingga kurang perhatian, sekali

__ADS_1


lagi, maaf." Akhirnya si nona telah mendapat kembali mukanya, sebenarnya dia


bisa saja bersikukuh, karena situasinya menguntungkan dia, asalkan dia memberikan sedikit ejekan lagi, pendeta dao dan orang biasa pasti bisa mengalahkan kelompok Hoa Yu-ji berempat.


Di dalam hati Hoa Yu-ji tahu betul, saat ini dia di pihak yang lemah, ada tiga puluh lebih pesilat tinggi dari benteng Zhang-feng,


menghadapi mereka dia akan kesulitan, walau pendeta dao dan Dewa


Dingin tidak turun tangan, dia juga akan mengalami pengorbanan


besar. "Baiklah, aku terima permintaan maafmu." Hoa Yu-ji sangat senang bisa mengembalikan harga dirinya lagi, "jika situasinya mendesak, aku tidak akan mengganggumu, silahkan lakukan


urusanmu." "Terima kasih nona, pamit."


Ketua muda benteng dengan sopan menghormat,


tangannya diangkat dilayangkan.


Empat orang penumpang kuda itu segera mengambil jalan lain


melalui pintu belakang penginapan Yue-lai.


Ketua muda benteng membawa delapan orang, dengan


gagahnya masuk keruang makan.


Fu Ke-wei mengerutkan alis, menundukan kepala berpikir, 'Apa


yang telah terjadi di benteng Zhang-feng"' dia berkata sendiri,


"mereka menggerakan begitu banyak pesilat tinggi, pasti ada sesuatu yang tidak boleh diketahui pada orang luar."


"Mungkin sedang mengejar seseorang," Ouw Yu-zhen memotong,


"dan orang ini pasti bercampur dengan para tamu penginapan."


"Jika orang ini bercampur dengan para tamu penginapan,


kenapa mereka tidak pedulikan penginapan Yung-an, hanya fokus pada penginapan Yue-lai?"


"Mungkin mereka sudah tahu orang itu menginap di


penginapan Yue-lai." Kata Ouw Yu-zhen mengira dirinya benar.


"Alasan ini terlalu dipaksakan." Fu Ke-wei menggeleng kepala.


"Kenapa?" "Misal mereka sudah tahu orang itu di penginapan Yue-lai. Sudah dari tadi mereka akan masuk kedalam menangkap, kenapa masih


memaksa Hoa Yu-ji dan orangnya masuk ke penginapan?"


"Ini......" "Ini hanya ada satu penjelasan." Fu Ke-wei dengan tenang menganalisa, "mereka mungkin mendapat kabar orang itu berada di dalam kereta penumpang menuju selatan itu, para penumpang di


kereta itu semua makan di penginapan Yue-lai, makanya mereka


mengurung penginapan Yue-lai. Sebabnya ketua muda benteng


memaksa Hoa Yu-ji masuk kedalam penginapan, karena mengira mereka berempat juga penumpang kereta itu."

__ADS_1


__ADS_2