Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 130


__ADS_3

"Kau......" "Yun-fei, aku tidak ada permusuhan atau dendam dengan mereka, dan juga......" Liu Fei-yan sedikit marah menatap dia, "dan juga, aku tahu bukan sengaja mereka mempermalukan kau, tapi......tapi......"


"Apa katamu?" Yu-shu-xiu-shi bangkit berdiri sambil memukul meja, wajahnya marah sekali. "Yun-fei, apakah bukan karena kau yang telah merayu mereka?" kata Liu Fei-yan dengan sedih, "jangan usik mereka...


kumohon... jika gagal, akibatnya sangat serius sekali,


orang-orang Jin-she-dong, ilmu silat dan ilmu mistik mereka


sangat ternama di dunia, cara mereka membalas dendam sangat mengerikan......" "Kau jangan menggembosi aku." Yu-shu-xiu-shi dengan kasar menangkap kerah baju dadanya, dengan keras mendorongnya,


hampir saja Liu Fei-yan jatuh diatas ranjang, "jika aku bermaksud merayu mereka, kenapa tidak menggunakan obat bius menangkap mereka hidup-hidup?"


"Yun-fei......" Liu Fei-yan mengucurkan air mata.


"Fei-yan, jangan salah paham?" Yu-shu-xiu-shi merubah wajah kejinya, dia menghampiri duduk di pinggir ranjang. Dengan lembut dia memeluk dan duduk berdampingan, dengan hangat menciumnya, "ini masalah nama baik perkumpulanku, terhormat atau terhinanya kau dan aku adalah senasib sepenanggungan, kita harus menghabisi musuh, dan mempertahankan nama baik perkumpulanku. Apa lagi kau pergi membantu, hanya untuk berjaga-jaga, dan persentase keberhasilannya Ji Xing-zhu kira-kira delapan puluh persen lebih, mungkin kau tidak perlu turun tangan sama sekali.


Dengarlah kata-kataku, aku tahu kau bisa diandalkan, jadi jangan menghilangkan harapan ku, baikkan?"


Tindakan membujuk selanjutnya, semua menunjukan


kemampuan Yu-shu-xiu-shi sebagai laki-laki yang ahli pada


wanita. Dia mencium dari pipi yang lembut, pindah kemulut yang munggil, dari leher mencium sampai ke bahu......


"Ooo...! Xiao Fei-yan sayangku......"


Mulut merayu, tangan juga bergerak lebih aktif, membuka


kancing baju, mencium buah dada yang putih seperti giok, tangan dengan hausnya mempermainkan sepasang ****** yang terbuka.


Sebuah rintihan nafsu birahi, membuat Liu Fei-yan jatuh ke dalam rayuan Yu-shu-xiu-shi, wajahnya penuh nafsu sangat memikat sekali, tubuh yang setengah telanjang menyambut usapan yang menggairahkan, nafas jadi tersendat-sendat, lengan yang telanjang seperti ular, memeluk tubuh yang panas yang menindih diatas tubuhnya, nafsu birahinya jadi naik kepuncak yang paling tinggi.


"Aku.. .pergi..." dia merintih seperti mabuk.


Lampu tiba-tiba padam, terdengar gelombang suara yang


mendidihkan darah. Di luar jendela, Ouw Yu-zhen menggulung tubuhnya mengecil seperti seekor babi, telinganya ditempelkan di celah jendela, mendengarkan suara di dalam kamar.


Lampu telah padam, tidak bisa lagi melihat pemandangan di dalam kamar, laki-laki dan perempuan yang di dalam kamar adalah pesilat tinggi, mana berani dia membuka jendela mencuri pandang"

__ADS_1


Dia merasa seluruh tubuhnya terjadi perubahan aneh, hatinya berdebar seperti rusa meloncat-loncat, dia menggigit gigi tidak berani mendengarkan lagi, diam-diam dia mengundurkan diri.


Hampir tengah malam, dua wanita cantik dari Jin-she-dong,


melenggok masuk ke-pekarangan, melewati koridor.


Penginapan masih tetap sibuk, lampu terang benderang, tamu yang datangnya malam masih sibuk mencuci atau memesan makanan pada pelayan.


Lentera penerangan jalan di sekitar kamar atas bergoyanggoyang ditiup angin, sering terlihat pelayan sedang jalan, tamu yang membawa keluarga wanita kebanyakan telah istirahat.


Diujung belakang koridor, disudut tembok tiba-tiba keluar tiga bayangan manusia.


Dua wanita itu sedikit pun tidak menyadarinya, mereka terus berjalan menuju kamarnya. Kemudian wanita baju putih itu mengeluarkan kunci kamar, siap membuka kunci pintu kamar.


"Hey...! Menurutmu..." Hoa-fei-hoa bersuara seperti lakilaki yang tidak persis, "jika di dalam kamarmu, ada orang menaruh racun yang mematikan, kau akan bagaimana?"


"Ganti kamar dong! Bodoh benar." Ouw Yu-zhen juga


menjawab juga dengan suara yang telah dirubah.


"Yang kalian katakan semuanya tidak berguna." Xie-shen


"Mengapa kata-katanya tidak masuk akal?"


"Kalian kan bukan wanita yang secantik dewi, siapa yang tidak ada pekerjaan menaruh racun dikamar kalian?"


Wanita baju putih baru saja memegang kunci, mendengar perkataan ini segera melepaskan tangan melihat kesekelilingnya.


Di koridor seberang, di satu kamar yang pintunya tidak ditutup rapat, tadinya masih ada celah, saat ini telah tertutup rapat.


Orang yang ada di seberang, tidak mungkin bisa melihat celah pintu yang dibuka kemudian ditutup.


Tapi wanita baju hijau yang seperti dewi, seperti sudah tahu


apa yang terjadi sebelumnya, tubuhnya berkelebat, meloncat


melewati pekarangan yang lebarnya tiga zhang lebih, muncul


diatas koridor. Tangan kirinya menekan dari kejauhan, tampak pintu kamarnya seperti didobrak oleh palu besar, mendadak terbuka, angin kencang bertiup masuk.

__ADS_1


Kamar ini disewa oleh sepasang suami istri setengah baya,


sekarang mereka tampak mati kaku di atas ranjang, mati karena kepalanya dipukul hancur, mereka telah mati satu jam lebih.


Jendela belakangnya juga telah rusak, orang yang berbuat pasti kabur dengan mendobrak jendela.


Siasatnya telah terbongkar, bagaimana tidak melarikan diri.


Xie-shen tiga orang, juga telah menyelusup ke tempat gelap,


melewati satu branghang, lalu naik ke atas atap rumah dengan cepat pergi.


Yu-shu-xiu-shi telah menghilang, dia adalah orangyang tidak


bertanggung jawab. Di penginapan telah terjadi pembunuhan, kerepotan pemilik


penginapan akan besar sekali.


Dua orang wanita persilatan yang sama-sama menginap di


penginapan, akhirnya berhasil mengetahui racun dikamarnya, racunnya Ji Xing-zhu dari perkumpulan Cun-qiu.


Dalam buku daftar tamu, nama wanita baju hijau adalah Jin


Wen-wen, sedang wanita baju putih adalah Jin Ying-ying, asal dari Si-chuan.


Dua wanita ini tidak pergi, mereka mengawasi terus anak buahnya Yu-shu-xiu-shi, dan tanpa sungkan mengancam, Jika Yu-shu-xiu-shi dan Du-xin-lang-jun tidak keluar menyelesaikan persoalannya, akibatnya tahu sendiri. Masalah sudah terbuka, anak buahnya Yu-shu-xiu-shi tidak berani pergi tanpa ada penyelesaian" Mereka tinggal di penginapan menunggu perkembangannya.


Tentu saja, mereka tahu orang Jin-she-dong, tidak akan


menimpakan masalahnya pada mereka, siapa pelakunya sudah jelas, orang-orang Jin-she-dong bukanlah orang yang tidak tahuaturan.


Pagi-pagi di hari ke tiga, tujuh orang anak buah Yu-shu-xiushi yang tinggal di penginapan, diam-diam bercampur dengan tamu yang akan pergi ke utara melarikan diri, dua wanita itu pura-pura tidak tahu, mereka membiarkansaja mereka melarikan diri.


Saat tengah hari, dua wanita baru pergi keluar, tidak ada orang yang tahu tujuan mereka, kereta dan bungkusan bajunya ditinggalkan di penginapan, rasanya mereka tidak akan pergi jauh, pergi lama.


Hari baru saja gelap, di tempat liar di utara kota, lima bayangan hitam berjalan cepat, kadang berjalan, kadang


berhenti, tampak sangat hati-hati.

__ADS_1


__ADS_2