Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 106


__ADS_3

Fu Ke-wei berempat, sedang istirahat di dalam hutan dekat mata air di tengah gunung, mereka membangun gubuk untuk tidur, dan telah menyiapkan daging dan makanan kering, di hulu air mereka telah


mempersiapkan semuanya dengan sempurna, persiapannya terencana,


sama sekali tidak ada masalah.


Hoa-fei-hoa sudah diatur di dalam gubuk, tampak sangat


kelelahan. Luka Niu Lang-xing tidak ringan, tangan kanannya sudah dibalut


kain tapi tidak bisa digerakan, sedikit saja bergerak sakitnya terasa sekali, untuk sementara dia tidak bisa bertarung.


Hoa-fei-hoa dan Zhi Nu-xing juga tampak kacau, mereka


mengenakan baju laki-laki yang diambil sembarangan, di gunung


hawanya dingin, baju laki-laki yang diambil mereka bukan saja tipis, juga ada bekas lumuran darah, meski sudah dipakai menutup tubuh


mereka, tapi masih terasa dingin, sampai tubuhnya terasa


gemetaran. Fu Ke-wei berempat, kecuali Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yinhoa yang


membawa dua bungkusan kecil, yang masingmasing berisi satu stel baju untuk ganti, semua bawaan dan kudanya dititipkan pada orang di


kampung yang berada puluhan li jauhnya.


Ouw Yu-zhen tidak tega melihat Hoa-fei-hoa dan Zhi Nuxing


kedinginan, dia lalu memberikan baju gantinya, begitu juga


Nie-sha-yin-hoa. "Kau menyamar babi makan macan ya?" Hoa-fei-hoa yang telah mengganti baju, sambil makan daging gepukyang dingin dan keras,


sambil berkata pada Fu Ke-wei yang sedang duduk makan, "aku


begitu jahat terhadapmu, kenapa masih menolongku?"


"Kau jangan menyombongkan diri, mana aku ada waktu khusus


menolongmu." Fu Ke-wei tertawa, "ini disebut sekalian jalan menuntun kambing, bagaimana pun aku tidak bisa melihat kematian


tidak menolong! Kami mendapat kabar dari tawanan bahwa ketua


benteng Xi sedang menginterogasi orang di kamar penyiksaan, demi


kalian, malah membuat dia ada kesempatan melarikan diri, sungguh


sayang." "Kau menyesal?"


"Aku mengerjakan sesuatu tidak pernah menyesal." Fu Kewei minum seteguk air, "biksunya bisa lari tapi kuilnya tidak, ketua benteng Xi telah terikat oleh benteng Zhang-feng, dia tidak akan meninggalkan harta bendanya melarikan diri, cepat atau lambat aku akan menangkap dia, aku tidak perlu tergesa gesa."


"Di dalam bentengnya, pembantunya banyak sekali."


"Ha ha ha! Kami berempat semua adalah ahlinya membunuh orang." Di pinggir Xie-shen tertawa aneh, "maksudnya tuan, apakah ingin membunuh habis mereka semua, sehari membunuh dua puluh orang, sepuluh hari


jumlahnya jadi dua ratus orang, menyapu bersih semua penjahat, seperti memotong rumput sampai ke akar-akarnya. Benteng Zhang-feng hanya ada seratus lebih pesilat tinggi yang dapat bertarung, dan juga sebagian adalah buronan yang minta perlindungan, yang lainnya hanyalah berandalan kelas tiga, apa bisa menahan pembunuhan berencana kita?"


"Kalian paling baik tahu diri, segera pergi jauh, supaya tidak mengganggu rencana kita." Fu Ke-wei sedikit pun tidak memberi hati.


"Dia telah membunuh familiku, dengan kejinya membunuh habis

__ADS_1


sekeluarganya, aku berhak membalas dendam pada dia."


Hoa-fei-hoa dengan keras menolak, "kau tidak berhak melarang


kami." "Kau ini wanita yang tidak bisa diajak bicara, aku sudah


merasakannya." Fu Ke-wei menggelengkan kepala tertawa pahit,


"aku tidak ingin melarangmu, tempat ini sementara kalian boleh pakai untuk beristirahat, setelah tenaganya pulih harap tinggalkan tempat ini, orang yang mencari ke gunung cepat atau lambat pasti


akan mencari kemari."


"Kalian mau pergi?"


"Belum tahu, itu adalah kata mutiara melindungi nyawa, kau


seharusnya mengerti!"


Hoa-fei-hoa menatap Fu Ke-wei, wajahnya berubah-rubah,


menurut pengalaman yang sudah-sudah, tidak pernah dia bertemu


dengan laki-laki besar yang muda, yang terhadap seorang wanita


cantik bertingkah begitu buruknya.


"Bisakah berbuat sedikit baik padaku?" Hoa-fei-hoa mengeluh, terhadap daya tarik dirinya dia sudah hilang kepercayaannya, dengan nada yang ragu dia berkata perlahan "apalagi aku masih hutang budi satu nyawa padamu......"


"Hoa-fei-hoa jangan mengingat budi, kita jangan bicarakan itu, baik tidak?" Fu Ke-wei tertawa tawar, "kau dan aku samasama berdarah dingin, melakukan apa pun tidak akan menggunakan


perasaan, semua demi pandangan hidup sendiri-sendiri, hal lain


mengerti." "Apakah kau mengira aku ikut hanya demi pusaka dan harta


di bawah gudang benteng Zhang-feng" Aku sudah sadar, aku


tidak bermimpi minta bagiannya."


"Pusaka adalah harta di luar badan, siapa yang perduli" Gudang bawah tanah menyimpan pusaka, pasti tidak kurang dari dua kereta


besar, berapa aku bisa minta" Asalkan kau ada kemampuan


memindahkannya, pindahkanlah semuanya!" Fu Ke-wei mulai


mengumpulkan barangnya, lalu meloncat berdiri, "apakah kalian sudah kenyang" Kita harus jalan sekarang!"


"Sudah!" Xie-shen melempar masuk sepotong daging gepuk


terakhir kemulutnya, membuat perkataannya tidak jelas.


"Iii! Siapa mereka itu?" Zhi Nu-xing tiba-tiba menunjuk ke arah timur lembah berparit, "diantaranya ada yang menggendong


barang." "Itu adalah orang-orang yang mencari ke gunung, dua orang


yang memimpin adalah pendeta dao dari Zhong-tiao dan Dewa


Dingin, delapan orang dibelakang yang digendong orang bukan


barang." Dalam bayangan rumput dan pohon, sepuluh orang

__ADS_1


sedang berjalan menembus hutan, mata Fu Kewei tajam dia


mengenal orang-orang itu, "kita telah bertemu dengan ikan besar!


Pergilah ke bawah hadang mereka."


Jika bertemu hal yang menyenangkan semangat pun tentu segar.


Pendeta dao Zhong Tiao yang berjalan di depan, dengan wajah


cerah berjalan dengan langkah besar.


Dia adalah komandan pasukan ini selain tugas dalam


perjalanannya telah berhasil, tidak diduga juga berhasil menangkap dua orang musuh, kematian empat orang anak buahnya sama sekali


tidak dirasakannya, tentu saja dia sangat gembira sekali!


Pendeta dao tua telah lupa beberapa hari lalu ada orang yang


menyusup ke dalam benteng, juga tidak tahu kemarin malam di


kamar penyiksaan yang rahasia telah terjadi masalah.


Ketika Fu Ke-wei berempat muncul di lapangan bukit di depan


hutan, pendeta yang merasa dirinya paling hebat, wajah yang tampak senang langsung menghilang seperti asap, diganti dengan rasa


terkejut yang amat sangat, langkahnya jadi ragu.


Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa tentu saja dia kenal, Fu Kewei dan Ouw Yu-zhen dua orang ini walau dia belum pernah bertemu, tapi dia telah menebak lawannya adalah anak muda marga Fu dan pelayannya yang


pernah mempermalukan Yushu-xiu-shi.


Orang yang lebih bodoh juga seharusnya mengerti, Fu Kewei


sengaja menunggu mereka, jika tidak ada jaminan bisa menang,


mana berani tidak membuat jebakan malah muncul terang-terangan


menyambut" "Sobat lama, kemarilah!" Xie-shen mengulurkan tangan menyapa, wajahnya keji lagi menakutkan, "kita hitung-hitung hutang lama, anggap saja kalian adalah bunga yang dibayar pertama oleh benteng


Zhang-feng." Sepuluh orang itu menurunkan mayat dan tawanannya,


bersama-sama maju mengurung dari tiga arah.


Sekali bergerak mereka sudah membentuk siasat pengeroyokan,


dengan banyak orang ingin menekan lawannya, ini adalah cara yang


sering digunakan orang sejak dari zaman dahulu sampai sekarang untuk memperebutkan kekuasaan, dan juga sering berhasil.


Fu Ke-wei berempat berdiri seperti gunung, membiarkan lawan


membentuk formasi. "Kau yang disebut bocah marga Fu itu?" kata pendeta dao dari Zhong Tiao setelah menjadi tenang, dia tidak perdulikan Xie-shen,


matanya menatap Fu Ke-wei, di wajahnya timbul senyum keji, maju


mendesak hingga delapan che.

__ADS_1


__ADS_2