
"Iii! Yu-zhu, pikiranmu kemana?" katanya setengah serius setengah main-main, "maksudku adalah orang yang pernah
melihat kau sangat banyak, seperti seorang teman bertemu
berbincang, itu bukankah hal yang sangat normal" Apakah kau mau
membuat masalah antara hubungan laki-laki dan perempuan" Aku
tidak menyangkal aku sedikit gampangan, tapi gampangan itu ada
batasnya, bagaimana pun tidak boleh berkelakuan jelek di muka
umum, betul kan" Kau dan aku beberapa hari ini berhubungan,
apakah aku pernah mengatakan kata-kata yang tidak hormat"
Apakah pernah berlaku kasar......"
"Kau ini! Jangan pura-pura suci, tadi saja kau memegang
tanganku." Satu jari Yu-zhu menunjuk pada kening dia, gigi putihnya menggigit bibir bawah seperti marah seperti senang, tingkah
genitnya sungguh membuat hati melayang, "pokoknya, kau juga
tidak suci. Jangan minum terlalu banyak, malam ini akan ada orang
mengantarkan He-jiao, aku sudah menyiapkan arak
mengundangmu, aku sendiri yang turun kedapur, bagaimana?"
"Aku disini mengucapkan terima kasih dulu." Wajahnya tampak gembira, "nanti aku suruh pelayan menyewa perahu, besok kembali ke Ji-nan."
"Ooo! Langsung pulang" Tidak main beberapa hari lagi?" Yu-zhu mengerutkan alisnya, "begini saja, malam ini kita bicarakan baik-baik, masalah menyewa perahu aku yang atur."
Seluruh sore hari itu, orang-orang perumahan Qing-yun, para polisi dan serse pemerintah, keluar masuk di kota Qiuzhang, wajah tidak
tenangnya di masyarakat semakin kentara, dimana-mana terlihat orang yang sorot matanya tajam berlalu lalang.
Pengawasan terhadap perumahan Qing-yun semakin ketat, gejala
perhatiannya seperti dipusatkan ke kota Qiu-zhang.
Sore hari, di pelabuhan terjadi pertengkaran kecil, antara empat
orang persilatan yang tidak jelas asal-usulnya dengan teman
baiknya ketua perumahan Chen, Walet Menembus Awan Zhao-yi,
terjadi pertarungan sengit yang seimbang, akhirnya empat orang
persilatan itu mengalami kekalahan, dengan marah empat orang itu
menyewa satu perahu kecil lalu pergi.
Semua orang yang mengawasi keluar masuknya pengunjung
adalah pesilat ternama di dunia persilatan, dengan pengalaman dan
__ADS_1
sorot mata yang tajam, sepenuh hati mencari orang yang dicurigai.
Sastrawan Yu adalah putra bangsawan dari Ji-nan, dengan tiga
puluh liang perak, dia membeli satu liang He-jiao, juga
menghadiahkan mutiara seharga empat-lima puluh ribu liang jin, telah menjadi berita yang menggemparkan.
Orang-orang dari kepolisian tidak saja tidak berani menanyakan
perbuatannya, malah sebaliknya diam-diam melindungi
keselamatannya, sebab jika terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, itu bukanlah hal yang nyaman, bangsawan dan pejabat keluarga,
selapis-selapis akan memeriksa, siapa yang bisa lolos" kawan
persilatan di perumahan Qing-yun, juga tidak berani mengganggu
dia. Tempat tinggalnya Wu-feng di belakang pekarangan penginapan,
adalah sederetan rumah untuk tinggal para pelayan, tidak lama
setelah hari gelap, Sastrawan Yu menjadi tamu agungnya suami istri Wu-feng.
Dua ruangan di belakang masih ada ruang dalam, di depan
ruangan dalam ada pekarangan terbuka, di kedua sisi ada jalan, pesta makan diadakan di ruang dalam, bisa dilihat suami istri Wu-feng tidak menganggap sastrawan Yu sebagai orang luar.
Pengaturan begini menentang aturan sangat jarang terjadi.
Kasir Wu setelah menghormat tamu tiga gelas arak, lalu dengan
ibu dan anak berdua yang menemani tamunya.
Di keluarga biasa, ini adalah hal yang amat melanggar aturan.
Nyonya Wu adalah wanita setengah tua yang masih seksi, Wu
Yu-zhu adalah gadis berusia dua puluh tahun, dan sastrawan Yu
adalah putra bangsawan, apa yang akan terjadi"
Jelas, ibu dan putrinya bukanlah orang baik-baik, mereka berniat
buruk, ingin menggaet putra orang baik-baik.
Setelah minum lagi dua gelas, nyonya Wu juga mencari alasan
pergi meninggalkan. Wu Yu-zhu sudah sedikit mabuk. Ini adalah saat yang paling menggairahkan buat gadis seksi, gerak geriknya tampak
menggiurkan, pipi yang lembut memerah, mengerut atau
senyumnya membuat orang tergilagila.
"Tuan muda Yu, dulu saat kau pergi ke ibu kota, tinggal hampir seratus hari." Yu-zhu menggulung lengan baju, tampak lengannya yang seputih giok menumpahkan arak untuk dia, "tidak sangka keinginanmu
melancong begitu tinggi, sampai meninggalkan seorang istri dengan dua selir di rumah, apa kau ada masalah?"
__ADS_1
"Iii.....! Bagaimana kau bisa tahu aku melancong ke ibu kota?" Dia seperti sangat terkejut, "aku baru pulang ke rumah bulan lalu, sampai sekarang baru dua belas hari, sampai teman dan famili di
Ji-nan juga sedikit yang tahu aku datang ke Qiu-zhang, bagaimana
kau bisa tahu?" "Dari Ji-nan kemari naik perahu hanya perlu dua hari." Kata Yu-zhu sambil mengeser tempat duduknya mendekat, "peristiwa baik tidak akan keluar rumah, tapi yang buruk akan tersebar ribuan li."
"Kau memang lihay." Dia tertawa, "Kali itu aku pergi ke ibu kota, sebenarnya untuk membeli barang terlarang Ginseng tua dari Zhang-bai.
Kau tahu, ini adalah makanan istana raja, tidak mudah bisa membelinya, di timur laut sedang terjadi perang, pos penjagaan keluar masuk
pemeriksaannya sangat ketat, pengumpul ginseng semuanya tidak
berani pergi mencari."
"Sudah mendapatkan belum?"
"Dapat dua dus isi enam buah ginseng tua yang telah
berbentuk, semuanya menghabiskan uang lima belas ribu liang
perak. Ooo! Yu-zhu, He-jiao......"
"Malam ini mungkin tidak akan bisa sampai, mungkin besok pagi tiba, tenang saja! Tuan muda. Jika kau tidak bisa tenang, malam ini kau bisa menginap di rumahku menunggu."
"Menginap di rumahmu" Keluar dari pintu sudah
pekarangan belakang penginapan......"
"Kau ini sapi sayur." Yu-zhu sambil tertawa genit mencubit, "jujur saja, ada satu hal aku ingin minta bantuanmu."
"He he he! Masalahmu adalah masalahku, tidak perlu
mengatakan bantuan segala." Dia sedikit pun tidak ragu memegang tangannya Yu-zhu, dengan lembut mengusapusapnya, "asalkan kau buka mulut, jika aku bisa melakukannya, menempuh air mendidih
lewat api......" "Iii! Lihat kau pandai sekali bicara." Karena Yu-zhu ditarik mendekat, sekalian tubuhnya dimiringkan sampai menyander dibahu dia, tawanya sangat genit, "kau mudah sekali melakukannya, aku mana mau kau menempuh air mendidih melewati api..."
"Sebenarnya masalah apa?" Tangan dia telah merangkul
pinggangnya yang kecil itu, memeluk tubuh yang harum dan hangat itu,
"dengan uang tentu bisa menyuruh setan mendorong gilingan, ada kekuasaan bisa menyuruh orang mati, buat keluarga Yu di Ji-nan tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan."
"Ini kau yang mengatakannya." Yu-zhu setengah menolak
setengah menerima pura-pura mendorong tangan yang ada di
pinggang yang bergerak ke atas, "aku akan melancong ke Jinan
dengan ayah ibuku sekitar sepuluh hari atau setengah bulan, tapi kami di Ji-nan tidak ada famili juga asing, apakah kau bisa mengaturnya?"
"Ha ha ha! Kau senang bergurau." Dia tertawa keras, dan
tangannya akhirnya mendarat di daerah terlarang, "di dalam kota dan di luar kota, meski keluargaku tidak sampai punya seratus
rumah, kau suka tinggal di mana pergilah kemana, tinggal seumur
hidup juga tidak apa-apa, ada masalah apa lagi yang harus
__ADS_1
dibicarakan?" "Iii! Kau enteng saja berkata, kami tidak ada hubungan famili atau teman, tinggal di rumahmu, bagaimana mengatakan pada ayah ibu
dan keluargamu?" Kening Yu-zhu yang merah seperti api, menempel di bahunya, hembusan nafasnya berbau bunga anggrek, "kata orang lain sangat menakutkan......."