Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 119


__ADS_3

"Aku tidak mau kau jadi kakak seperguruanku, aku hanya mau


memanggil kau kakak tua, boleh tidak?" kata Hoa-fei-hoa dengan nada memohon.


Fu Ke-wei tertegun, tapi segera kembali ke sikap biasa.


"Baik, kalau begitu aku panggil kau adik kecil." Dia


tersenyum. "Aku kecil" Aku sudah cukup tua, tidak boleh panggil aku adik kecil, kau harus panggil aku Yu-ji, atau adik Ji, panggil aku Ji kecil juga boleh." Kata Hoa-fei-hoa dengan manja.


Tidak terpikir oleh Fu Ke-wei, wanita yang berprestasi di dunia


persilatan, bunga galak ini, malah masih bisa bersikap manja.


"Baik, baik, aku turut saja." Dia segera menyanggupi, bersamaan itu dia membalikan kepala, "Xiao Zhen, kau kemari sebentar."


"Tuan, ada apa?" Ouw Yu-zhen datang ke-depan dua orang.


"Kuperkenalkan padamu seorang familiku, kecuali tetua Tu dan


nona Chao, harap jangan beri tahukan pada orang lain." Lalu dia menceritakan hubungannya dengan Hoa-fei-hoa.


"Selamat pada tuan dan nona." Kata Ouw Yu-zhen perlahan


dengan gembira. "Terima kasih kak Fu." Kata Hoa-fei-hoa dengan ramah.


"Xiao Ji, dia bukan bermarga Fu, juga bukan pelayannya


kakak." Fu Ke-wei pelan berkata, "kau seharusnya pernah


mendengar di dunia persilatan ada seorang pembunuh bayaran


wanita yang misterius Ratu Lebah, dia adalah nona di depan


matamu ini, nona Ouw Yu-zhen. Mungkin kau lebih tua sedikit dari


dia, harus panggil dia adik baru benar."


"Akh! Ternyata adik Ouw ini adalah orang misterius yang di dunia persilatan namanya sangat menakutan! Betul-betul beruntung bisa


mengenalmu, aku sungguh gembira, bisa mendapatkan seorang


adik." Kata Hoa-fei-hoa gembira sekali.


"Nona Ling......"


"Tunggu! Dik Ouw, kau panggil aku apa?" Hoa-fei-hoa


menyela kata katanya Ouw Yu-zhen.


"Kakak Ling, terima kasih kau tidak memandang hina aku yang


pernah jadi seorang pembunuh bayaran, aku......"


"Sudah sudah! Xiao Zhen jangan merendahkan diri. Kalian berdua paling bagus sekarang ini sementara jangan saling memanggil


menggunakan marga, kalian mengobrol dulu, aku mau keluar


melihat-lihat keadaan." Fu Ke-wei berkata sambil berjalan kesisi hutan.


Langit akhirnya menjadi gelap, di dalam benteng tidak ada yang


menyuruh orang mengangkat papan jembatan.

__ADS_1


Seluruh orang di benteng dikerahkan menjaga papan


jembatan, lentera dan obor terang seperti disiang hari.


Sekitar jam sembilan malam, Fu Ke-wei dengan menggendong


golok, mendadak menerjang keatas jembatan, menggunakan papan


jembatan dia terbang melewatinya, gerakannya sangat cepat,


beberapa penjaga yang ada di atas loteng benteng baru saja melihat ada bayangan bergerak, orangnya telah loncat naik ke atas tembok


benteng setinggi dua setengah zhang. Benteng Xi memang sudah


lemah, orang yang menjaga diatas tembok benteng di kerahkan


setengahnya, dan dari setengahnya, mereka harus dibagi rata


menelusuri tembok benteng, karena tidak bisa mengira-ngira orang


yang menyusup masuk akan naik dari arah mana, makanya penjagaan


di gerbang benteng hanya lebih banyak sedikit saja, dalam


perkiraannya, tidak mungkin penyusup masuk dari arah gerbang


benteng. Tapi Fu Ke-wei di luar dugaan malah masuk melalui gerbang


benteng, penjaga yang di loteng benteng begitu menemukan ada


bahaya, segera naik keatas loteng, tapi sinar golok mendadak sudah menerjang.


Ilmu meringankan tubuhnya Hoa-fei-hoa dan kawankawannya


terbang keatas. hanya Niu Lang-xing yang masih terluka tidak ikut, dia dengan Zhi Nu-xing masih bersembunyi di dalam hutan.


Pedang Kuasa Gan Jin-feng mengikuti Shi-tu Yu-yao dari


belakang, dia bertugas melindungi Shi-tu Yu-yao, bukan saja ilmu


meringankan tubuhnya sangat tingi, ilmu silatnya juga hebat, tugas dia sebenarnya sangat ringan, cukup menghilangkan ancaman dari


belakang Shi-tu Yu-yao. Sepuluh penjaga enam telah dilumpuhkan oleh Fu Ke-wei, dengan


sebilah golok dia bergerak sangat lancar sekali, sisa empat lagi


dibunuh oleh Hoa-fei-hoa dan kawan-kawannya, semua orang telah


naik keatas. Suara kentongan tanda bahaya terdengar menggetarkan


telinga, seluruh benteng berada dalam kekacauan.


Empat puluh lebih laki-laki dan perempuan tamu yang tinggal


di bangunan tamu yang minta perlindungan, juga melakukan


serangan terhadap anak buah benteng yang menjaga mereka,


tuan rumah yang tidak setia kawan dan ingkar janji membuat


mereka jadi marah, tawanan terselubung ini lebih-lebih membuat


mereka jadi marah" Yu-shu-xiu-shi dan lima puluh orang lebih anggota

__ADS_1


perkumpulan Cun-qiu di dalam ruangan tamu, sudah sejak tadi


siap menghadapi perubahan.


"Sudah waktunya." Yu-shu-xiu-shi memberi perintah pada orang yang berkumpul, "Ketua cabang Xiao, kau bawa mereka keluar


kurungan dari arah tenggara benteng, aku dengan nona Liu


mengawal dari belakang. Harus selalu ingat, jika tidak perlu, jangan melukai orang-orangnya benteng Zhangfeng, harus menghindari


bocah Fu dan orang-orangnya, meloloskan diri adalah yang utama,


jalan." "Wakil ketua Gao, kuda dan bungkusan kita......" tanya


seorang setengah baya buru-buru.


"Lebih penting menyelamatkan nyawa dulu." Kata Seruling Damai dengan tidak senang, "kau berharap ketua benteng Xi datang


menyiapkan kuda mengantar kita pergi" Dia pernah menyatakan,


meminta kita jika ada bahaya, segera membantu menghadang bocah Fu, apakah kau ingin mati di benteng Zhang-feng?"


"Jangan banyak bicara lagi, nanti tidak keburu." Teriak Tangan Pengail Arwah Qiu-wu, dia yang pertama buru-buru menerjang


keluar dari pintu pekarangan belakang.


Yang utama meloloskan diri, menyelamatkan nyawa.


Yu-shu-xiu-shi sangat pintar, tidak ada pentingnya


membela mati-matian benteng Zhang-feng.


Seluruh benteng jadi kacau sekali, bau amis darah menusuk


hidung. Goloknya Fu Ke-wei lebih menakutkan dari pada guntur, dengan


kekuatan yang sangat dahsyat, dia khusus menerjang kearah


berkumpulnya orang, tempat yang dilewati sinar golok, kepala putus, kaki dan tangan terlepas, tidak ada satu orang pun yang sanggup menahan goloknya, sungguh seperti macan masuk ke dalam gerombolan kambing, sangat mengerikan"


Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa, di sebelah kiri kanan Fu Kewei,


membunuh anak buah yang muncul sehingga mengalirkan darah,


lebih ganas dari pada Fu Ke-wei.


Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen bertugas mengamankan


belakangnya Fu Ke-wei, seperti menangkap ikan yang lolos dari


jaring. Tongkat pemukul anjing Tian-ya-koay, malam ini hampir tidak


bisa mengeluarkan kedahsyatannya, karena dia termasuk


gelombang kedua dengan Pedang Kuasa dan Shi-tu Yu-yao yang


masuk kebenteng, orang-orang benteng hampir telah dibabat habis


oleh gelombang pertama yang masuk.


Satu penjagalan besar-besaran yang amat mengerikan


berlangsung, sepertinya semua orang telah jadi gila.

__ADS_1


__ADS_2