
"Aku tidak mau kau jadi kakak seperguruanku, aku hanya mau
memanggil kau kakak tua, boleh tidak?" kata Hoa-fei-hoa dengan nada memohon.
Fu Ke-wei tertegun, tapi segera kembali ke sikap biasa.
"Baik, kalau begitu aku panggil kau adik kecil." Dia
tersenyum. "Aku kecil" Aku sudah cukup tua, tidak boleh panggil aku adik kecil, kau harus panggil aku Yu-ji, atau adik Ji, panggil aku Ji kecil juga boleh." Kata Hoa-fei-hoa dengan manja.
Tidak terpikir oleh Fu Ke-wei, wanita yang berprestasi di dunia
persilatan, bunga galak ini, malah masih bisa bersikap manja.
"Baik, baik, aku turut saja." Dia segera menyanggupi, bersamaan itu dia membalikan kepala, "Xiao Zhen, kau kemari sebentar."
"Tuan, ada apa?" Ouw Yu-zhen datang ke-depan dua orang.
"Kuperkenalkan padamu seorang familiku, kecuali tetua Tu dan
nona Chao, harap jangan beri tahukan pada orang lain." Lalu dia menceritakan hubungannya dengan Hoa-fei-hoa.
"Selamat pada tuan dan nona." Kata Ouw Yu-zhen perlahan
dengan gembira. "Terima kasih kak Fu." Kata Hoa-fei-hoa dengan ramah.
"Xiao Ji, dia bukan bermarga Fu, juga bukan pelayannya
kakak." Fu Ke-wei pelan berkata, "kau seharusnya pernah
mendengar di dunia persilatan ada seorang pembunuh bayaran
wanita yang misterius Ratu Lebah, dia adalah nona di depan
matamu ini, nona Ouw Yu-zhen. Mungkin kau lebih tua sedikit dari
dia, harus panggil dia adik baru benar."
"Akh! Ternyata adik Ouw ini adalah orang misterius yang di dunia persilatan namanya sangat menakutan! Betul-betul beruntung bisa
mengenalmu, aku sungguh gembira, bisa mendapatkan seorang
adik." Kata Hoa-fei-hoa gembira sekali.
"Nona Ling......"
"Tunggu! Dik Ouw, kau panggil aku apa?" Hoa-fei-hoa
menyela kata katanya Ouw Yu-zhen.
"Kakak Ling, terima kasih kau tidak memandang hina aku yang
pernah jadi seorang pembunuh bayaran, aku......"
"Sudah sudah! Xiao Zhen jangan merendahkan diri. Kalian berdua paling bagus sekarang ini sementara jangan saling memanggil
menggunakan marga, kalian mengobrol dulu, aku mau keluar
melihat-lihat keadaan." Fu Ke-wei berkata sambil berjalan kesisi hutan.
Langit akhirnya menjadi gelap, di dalam benteng tidak ada yang
menyuruh orang mengangkat papan jembatan.
__ADS_1
Seluruh orang di benteng dikerahkan menjaga papan
jembatan, lentera dan obor terang seperti disiang hari.
Sekitar jam sembilan malam, Fu Ke-wei dengan menggendong
golok, mendadak menerjang keatas jembatan, menggunakan papan
jembatan dia terbang melewatinya, gerakannya sangat cepat,
beberapa penjaga yang ada di atas loteng benteng baru saja melihat ada bayangan bergerak, orangnya telah loncat naik ke atas tembok
benteng setinggi dua setengah zhang. Benteng Xi memang sudah
lemah, orang yang menjaga diatas tembok benteng di kerahkan
setengahnya, dan dari setengahnya, mereka harus dibagi rata
menelusuri tembok benteng, karena tidak bisa mengira-ngira orang
yang menyusup masuk akan naik dari arah mana, makanya penjagaan
di gerbang benteng hanya lebih banyak sedikit saja, dalam
perkiraannya, tidak mungkin penyusup masuk dari arah gerbang
benteng. Tapi Fu Ke-wei di luar dugaan malah masuk melalui gerbang
benteng, penjaga yang di loteng benteng begitu menemukan ada
bahaya, segera naik keatas loteng, tapi sinar golok mendadak sudah menerjang.
Ilmu meringankan tubuhnya Hoa-fei-hoa dan kawankawannya
terbang keatas. hanya Niu Lang-xing yang masih terluka tidak ikut, dia dengan Zhi Nu-xing masih bersembunyi di dalam hutan.
Pedang Kuasa Gan Jin-feng mengikuti Shi-tu Yu-yao dari
belakang, dia bertugas melindungi Shi-tu Yu-yao, bukan saja ilmu
meringankan tubuhnya sangat tingi, ilmu silatnya juga hebat, tugas dia sebenarnya sangat ringan, cukup menghilangkan ancaman dari
belakang Shi-tu Yu-yao. Sepuluh penjaga enam telah dilumpuhkan oleh Fu Ke-wei, dengan
sebilah golok dia bergerak sangat lancar sekali, sisa empat lagi
dibunuh oleh Hoa-fei-hoa dan kawan-kawannya, semua orang telah
naik keatas. Suara kentongan tanda bahaya terdengar menggetarkan
telinga, seluruh benteng berada dalam kekacauan.
Empat puluh lebih laki-laki dan perempuan tamu yang tinggal
di bangunan tamu yang minta perlindungan, juga melakukan
serangan terhadap anak buah benteng yang menjaga mereka,
tuan rumah yang tidak setia kawan dan ingkar janji membuat
mereka jadi marah, tawanan terselubung ini lebih-lebih membuat
mereka jadi marah" Yu-shu-xiu-shi dan lima puluh orang lebih anggota
__ADS_1
perkumpulan Cun-qiu di dalam ruangan tamu, sudah sejak tadi
siap menghadapi perubahan.
"Sudah waktunya." Yu-shu-xiu-shi memberi perintah pada orang yang berkumpul, "Ketua cabang Xiao, kau bawa mereka keluar
kurungan dari arah tenggara benteng, aku dengan nona Liu
mengawal dari belakang. Harus selalu ingat, jika tidak perlu, jangan melukai orang-orangnya benteng Zhangfeng, harus menghindari
bocah Fu dan orang-orangnya, meloloskan diri adalah yang utama,
jalan." "Wakil ketua Gao, kuda dan bungkusan kita......" tanya
seorang setengah baya buru-buru.
"Lebih penting menyelamatkan nyawa dulu." Kata Seruling Damai dengan tidak senang, "kau berharap ketua benteng Xi datang
menyiapkan kuda mengantar kita pergi" Dia pernah menyatakan,
meminta kita jika ada bahaya, segera membantu menghadang bocah Fu, apakah kau ingin mati di benteng Zhang-feng?"
"Jangan banyak bicara lagi, nanti tidak keburu." Teriak Tangan Pengail Arwah Qiu-wu, dia yang pertama buru-buru menerjang
keluar dari pintu pekarangan belakang.
Yang utama meloloskan diri, menyelamatkan nyawa.
Yu-shu-xiu-shi sangat pintar, tidak ada pentingnya
membela mati-matian benteng Zhang-feng.
Seluruh benteng jadi kacau sekali, bau amis darah menusuk
hidung. Goloknya Fu Ke-wei lebih menakutkan dari pada guntur, dengan
kekuatan yang sangat dahsyat, dia khusus menerjang kearah
berkumpulnya orang, tempat yang dilewati sinar golok, kepala putus, kaki dan tangan terlepas, tidak ada satu orang pun yang sanggup menahan goloknya, sungguh seperti macan masuk ke dalam gerombolan kambing, sangat mengerikan"
Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa, di sebelah kiri kanan Fu Kewei,
membunuh anak buah yang muncul sehingga mengalirkan darah,
lebih ganas dari pada Fu Ke-wei.
Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen bertugas mengamankan
belakangnya Fu Ke-wei, seperti menangkap ikan yang lolos dari
jaring. Tongkat pemukul anjing Tian-ya-koay, malam ini hampir tidak
bisa mengeluarkan kedahsyatannya, karena dia termasuk
gelombang kedua dengan Pedang Kuasa dan Shi-tu Yu-yao yang
masuk kebenteng, orang-orang benteng hampir telah dibabat habis
oleh gelombang pertama yang masuk.
Satu penjagalan besar-besaran yang amat mengerikan
berlangsung, sepertinya semua orang telah jadi gila.
__ADS_1