
Yang dikatakan oleh Sepasang Bintang Perak adalah
kenyataannya, bagaimana Hoa-fei-hoa bisa tidak bisa, harus
percaya" "Baiklah! Malam ini terakhir kali kita masuk, tidak perduli berhasil atau gagal, kita harus keluar dari daerah pegunungan ini, di tengah perjalanan kita akan mengubur si anjing tua Xi." Hoa-fei-hoa akhirnya memutuskan, melakukan penyelidikan terakihr kalinya, "aneh! Disini bisa melihatnya dengan jelas, satu persatu rumah, lotengnya juga terlihat dengan jelas, kenapa setelah masuk, sampai arah pun sulit memastikannya" Kenapa tidak bisa mendekati gudang pusaka bawah
tanah......" Dari belakang tiba-tiba terdengar tawa dingin yang
menakutkan, dan batuk pelan dari satu orang lainnya yang
bermaksud menarik perhatian!
Empat orang itu sama-sama terkejut, membalikan tubuh
bersiaga. Tampak seorang biksu setengah baya, seorang lagi pendeta dao
tua, pendeta dao tua membawa pedang, sedang biksu membawa
golok, gerakan mendekat mereka berdua sangat ringan seperti roh
yang tidak berwujud. Kepandaian Hoa-fei-hoa berempat, semua bertelinga tajam,
bermata terang, dalam jarak dua puluh langkah bisa membedakan
daun jatuh atau bunga terbang, orang yang bisa mendekati hingga
sampai di belakang mereka sedikit pun tidak merasakannya, tekanan
dan getarannya terhadap hati empat orang ini, sangat berat sekali.
"Kalian ini bodoh benar." Kata pendeta dao penuh dengan rasa mempermainkan, "melihat dari jarak jauh, dengan melihat dari
dekat itu berbeda sekali, kalau pengetahuan ini tidak mengerti,
kalian mana pantas jadi perampok pencuri harta?"
"Mereka malah ingin menarik diri, dan menjebak ketua benteng Xi di perjalanan!" kata Biksu sambil menggendong tangan, tingkahnya santai sekali, sepertinya tidak khawatir empat orang ini melakukan serangan yang di luar dugaan, "pendeta dao tua, kita bertamu ke benteng Zhang-feng, tuan rumah menyambut dengan meriah, kita
tentu ada kewajiban meringankan kesulitan tuan rumah, betul?"
"Tentu!" suara pendeta dao tua tajam melengking, "Ini adalah rasa setia kawan seorang teman, seharusnya begitu."
"Apa yang akan kita lakukan?"
"Biar aku menggunakan She Shen-zhang (Tangan dewa
mematikan) menangkapnya satu persatu, membawa mereka
pulang ke benteng, bagaimana?"
"Bagus sekali! Aku dengar She Shen-zhang nya pendeta, sangat
hebat sekali, tapi belum pernah melihat kau menggunakannya,
sungguh sangat menyesal, hari ini biar pendeta membuka mataku,
silahkan Dao-chang!"
"Tontonlah." Pendeta dao tua selangkah demi selangkah maju kearah
Hoa-fei-hoa yang ada di depan, sekitar satu zhang dua che, dia
memasang kuda-kuda, sepasang telapaknya disilangkan, lengan
baju dan mantelnya bergerak sendiri tanpa ada angin, sepertinya
dalam sekejap seluruh orangnya ditutupi oleh semacam hawa
misterius. Sepasang telapaknya sedikit bergoyang, semakin lama semakin
membesar, tenaga yang keluar menjadi gelombang terus
__ADS_1
menerjang pada Hoa-fei-hoa.
"Hay......kau ini Yao......Yao-xian......"
Tampak wajah Hoa-fei-hoa ketakutan sekali, lalu tubuhnya
gemetaran. "Aku adalah pendeta dao Yao-xian Li-hun (Dewi pemisah roh)."
Pendeta tua dengan bangganya maju mendekat, "kau sudah tidak
mampu bergerak lagi, menyerahlah."
"Aku......aku tidak......tidak mau mati....."
Dengan ketakutan Hoa-fei-hoa memaksakan diri membalikan
tubuh, ingin meloloskan diri dari cengkraman She Shen-zhang.
"Kau tidak akan mampu pergi......"
Yao-xian dengan bangga berteriak, sekelebat sudah mendekat,
tangannya yang besar mengulur ingin menangkap orang.
Dalam sekejap tangan halusnya Hoa-fei-hoa dengan kecepatan yang
sulit diketahui, diam-diam diayunkan ke belakang, menggunakan cara melempar panah tangan, diamdiam melemparkan satu sinar dingin
dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata telanjang.
Walau Yao-xian tidak maju ke depan menangkap orang, juga tidak
akan bisa melihat dan menghindar senjata gelap ini, sekali menerjang ke depan, maka jaraknya tinggal sepanjang tangan diulurkan, dewa pun
tidak akan bisa menghindar hawa kematian ini.
Inilah akibat yang paling menyedihkan, yang paling fatal bagi
Seorang pesilat tinggi yang ilmu silatnya sudah super tinggi,
sering karena terlalu ceroboh, mati ditangan seorang berandalan
dunia persilatan kelas tiga.
Yao-xian dengan temannya biksu setan, keduanya disebut Pendeta
Yao-mo, adalah orang persilatan kelas super. Menurut kabar tujuh
penjaga di tempat pelepas pedang Wu-dang juga tidak bisa menahan
mereka berdua, membiarkan mereka bebas masuk keluar gerbang
gunung. Jika kabar ini benar, berarti ilmu silat dan nama Yao-xian lebih
tinggi dari pada Hoa-fei-hoa entah seberapa tingginya, tidak bisa
dibandingkan. Sebuah jarum Dewa tanpa bayangan, dilempar
menggunakan Wu-tian-shen-gang.
Jika Yao-xian tidak terlalu sombong dan percaya diri,
menanyakan terlebih dulu nama dan asal-usul lawannya, dia tentu
tahu keadaan lawannya, akibatnya tentu akan berbeda sekali.
Jarum menembus perut keluar dari punggung sepanjang dua
cun, tertahan oleh tulang belakang hampir saja tembus keluar.
Bersamaan waktunya Hoa-fei-hoa menjatuhkan tubuhnya ke
__ADS_1
depan, di atas tanah dia membalikan tubuh, tangan mulusnya
bersamaan melemparkan sekumpulan jarum seperti hujan, sambil
berteriak dalam yang aneh.
Pelayan wanitanya dengan dia hampir satu pikiran, juga
bersamaan waktu melemparkan segumpal jarum, tangannya
bergerak pedang menyerang, orangnya berkelebat laksana kilat.
Dua gumpal jarum seperti hujan, kerja sama yang tidak ada celahnya, semua terbang mengarah ke tubuh dan sisi kanannya Biksu Setan,
memaksa Biksu Setan dalam gugupnya berkelebat menghindar kekiri,
tepat menyongsong datangnya pedang pelayan wanita, pedang itu
langsung menusuk tembus ke jantungnya.
"Ngek......" Biksu Setan menangkap pedang yang
menembus dadanya, seperti terkena kilat dia mundur
kebelakang, "Kalian sung...... sungguh
ke......keji......ngek......"
Pelayan wanita itu melepaskan pedang ditangannya, di
tangan sudah ada sebuah jarum, tapi tidak dilemparkan, hanya
untuk berjaga-jaga saja. Yao-xian tidak bisa mengendalikan dirinya, dia menerjang
kebawah sebuah pohon besar, membuat daun dan dahan
bergoyang-goyang, kemudian orangnya mental dan roboh ketanah,
bersamaan dengan Biksu Setan juga roboh.
"Sungguh tontonan yang mengejutkan!" Niu Lang-xing terkejut dengan bulu kuduknya berdiri, "Kalian majikan dengan pelayan berdua kerja samanya begitu matang, cukup membuat para pesilat super
diantara pesilat super ngeri, dua orang ini matinya tidak perlu disesali."
"Ketika dengan sombong dia mengatakan akan menggunakan She
Shen-zhang menangkap kami, aku sudah tahu siapa dia, bersamaan itu dia juga telah mati setengah." Hoa-fei-hoa mengembus nafas panjang,
"Tapi, saat itu aku memang takut, expresi wajah ketakutanku tidak bisa lolos dari penglihatannya, sehingga, dia tanpa ragu dan berani
menggunakan She Shen-zhang. Cepat..., kita kuburkan mayat mereka."
"Pasti masih ada orang yang keluar dari benteng mencari kita, kita tidak boleh ceroboh lagi."
Niu Lang-xing masih ketakutan dengan pelayan wanita
masing-masing menarik satu mayat.
Orang-orang benteng yang keluar dari benteng melakukan
pengawasan ke gunung secara besar-besaran, tamu yang minta
perlindungan dari benteng, semua menawarkan diri membantu, Yao-xian dan Biksu Setan adalah dua diantaranya, juga adalah gelombang pertama dari lima kelompok pengawas.
Saat hampir tengah hari, di benteng Zhang-feng telah tiba
sekelompok tamu agung, yang disambut kedatangannya dari jauh
oleh ketua dua benteng Golok Pemutus Arwah (Duanhun-dao) Han
Zhi-jian dengan membawa sepuluh anak buahnya. Dia adalah adik ipar ketua bentengXi.
__ADS_1