
"Aku berani mengusik mereka, tentu tidak takut besarnya kekuatan mereka, perkumpulan perampok yang setengah terang setengah gelap
begini, sebenarnya tidak sukar menghadapinya." Nada bicara Fu Ke-wei berubah jadi hangat dan tulus, "jangan khawatir, dengan hati-hati aku akan menghadapinya, aku membebaskan mereka, ada alasannya."
"Alasannya adalah......"
"Membuat keretakan antara perkumpulan Cun-qiu dengan
benteng Zhang-feng, menanamkan sumbu pertengkaran diantara
mereka. Aku berani bertaruh, ketua benteng Xi tidak akan
membiarkan mereka pergi begitu saja, tapi mereka ingin segera
meninggalkan tempat perselisihan ini, akibatnya hampir bisa
diramalkan." "Jika malah sebaliknya mereka jadi bersatu......"
"Apa mungkin" Dua perampok yang bersatu berdasarkan tujuan
untung rugi, pasti akan pecah karena perselisihan untung rugi, itu adalah akibat yang pasti."
"Perkumpulan Cun-qiu adalah perkumpulan setengah terang
setengah gelap, orang yang di dalam kelompok gelap, menggunakan
segala cara, diam-diam membunuh orang, dari belakang
menggunakan pisau menusuk orang, membuat rencana licik,
menghalalkan segala cara."
"Pasti." Kata Fu Ke-wei tertawa, "tapi mereka tidak akan bisa mencari aku, setelah masalah disini selesai, Fu-jiu mungkin sudah
menghilang di dunia ini, dunia begitu luas, ingin mencari aku sama seperti mengambil jarum di dasar lautan, aku hanyalah seorang
berandalan dunia persilatan, setiap saat bisa mengganti nama
merubah marga, tidak perduli orang lain mau mengatakan apa."
"Saudara Fu, apakah kau mau mempelajari ilmu merubah wajah
ku, teknik dan alat-alatnya?" Hoa-fei-hoa dengan lemah lembut, "bagi seorang yang berani mengaku dirinya berandalan dunia persilatan,
dikemudian hari mungkin ada gunanya."
Ketua dua benteng Golok Pemutus Arwah Han Zhi-jian, muncul di
ujung jembatan, di tangannya menggenggam golok panjang dengan
sarungnya. "Aku ingin bertemu dengan Fu-jiu." Kata Golok Pemutus Arwah dengan nada dalam.
Orang yang menghadang jembatan telah diganti oleh Hoafei-hoa,
di tangan kirinya menggenggam pedang panjang dengan sarungnya,
matanya yang cantik menatap tajam Golok Pemutus Arwah.
"Kenapa?" "Membicarakan perdamaian."
"Baik, katakanlah! Aku bisa memutuskannya. Tuan Fu perlu
istirahat, dia tidak akan menemui kau."
"Aku harus bertemu dengan dia." Kata Golok Pemutus Arwah dengan tegas.
"Kau tidak cukup berbobot. Kau hanya pantas bicara dengan
aku." "Aku ingin......"
"Kau harus lewati dulu aku, setelah itu mungkin tuan Fu akan
__ADS_1
menemuimu." Nada bicaranya Hoa-fei-hoa lebih pasti lagi, "kalau kau tidak mau bicara, kenapa tidak balikan tubuhmu ke belakang?"
"Aku memang seorang berandalan dunia persilatan yang tidak
punya nama......" "Kalau begitu kau ini mau?" teriak Hoa-fei-hoa dengan gembira menyela, "Saudara Fu, aku sangat gembira sekali!"
"Iii! Apa yang telah aku mau?"
"Kau sudah mengatakan mau, tidak boleh menyangkalnya lagi
lho!" "Baik, berkata dengan kau juga boleh. Benteng ku tidak ingin
bertarung, di dunia tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, kami berharap merubah permusuhan jadi perdamaian, silahkan
saudara tua Fu buka harga."
"Tuan Fu telah mengatakannya dengan jelas." Hoa-fei-hoa satu kata satu kata mengatakannya, "dia hanya ingin ketua benteng anda dan anaknya, melakukan pertarungan adil di atas jembatan, mudah dan
jelas, yang lainnya tidak perlu dibicarakan."
"Ini bukan satu harga......"
"Ini sudah jumlah harga yang paling rendah, tuan." Hoafei-hoa memotong, "ketua benteng anda dan anaknya bertarung, ada lima puluh persen harapan hidup. Kalau dua puluh tiga orang laki-laki
perempuan yang mati di Lin-jia-gou, selamanya sudah tidak ada
harapan bisa hidup lagi. Jumlah harga yang tidak adil ini, jika diganti kau, juga tidak akan
mengusulkannya, kau pergilah! Tidak perlu dibicarakan lagi."
"Jika aku tidak mau pergi?"
"Aku akan usir kau pergi!"
"Apa kau sanggup" Hoa-fei-hoa, kau memang seorang generasi
muda yang hebat, jika ingin mengusir aku, bobotmu masih belum
"Aku memang bermaksud itu."
"Ssst!" sebuah suara terdengar, Golok Pemutus Arwah
mencabut goloknya melangkah maju.
Hoa-fei-hoa juga mencabut pedangnya, maju ke depan, pedang
diangkat diulurkan ke depan, hawa pembunuhan yang tidak
berbentuk seperti gelombang laut menerjang kearah Golok Pemutu s
Arwah. Wajah Golok Pemutus Arwah berubah jadi serius, golok di
tangannya juga dengan cepat diulurkan, badan golok bersinar seperti air jernih, dingin sekali, itulah sebilah golok bagus.
Hawa pedang dan golok menerjang ke wajah masingmasing
terasa dingin, golok dan pedang berhadapan dari kejauhan,
masing-masing mengerahkan tenaga dalam, tidak merubah posisi
merebut kekosongan, sekali dimulai sudah menentukan posisi
serangan yang keras, sepertinya samasama bertujuan satu
serangan langsung menjatuhkan lawannya, yang kuat hidup yang
lemah mati. "Traang traang traang!" suara benturan logam mendadak
terdengar. Sulit melihat dengan jelas siapa yang lebih dulu bergerak,
pokoknya kedua orang itu bersamaan mendekat, mendadak timbul
__ADS_1
sinar kilat dan keluar suara benturan logam yang keras, kecepatan
menyerangnya sulit dibayangkan.
Kedua orang itu bersamaan mundur kebelakang delapan che,
benturan yang terjadi di atas senjatanya tampak seimbang.
Bersamaan waktu, kedua orang kembali maju menerjang lagi,
menerjang lagi...... "Traang traang traang......"
Kedua kalinya berpisah......ketiga kalinya berpisah.
Bertemu lawan seimbang, siapa pun tidak berani lengah.
"Kalau begini terus, sampai hari gelap pun jangan harap bisa
menghasilkan pemenangnya." Golok Pemutus Arwah mundur
selangkah berkata, "bagaimana kalau kita menyerang sekuat
tenaga?" "Aku merasakan hal yang sama." Hoa-fei-hoa dengan tenang berkata, "kepandaianmu, diluar dugaanku, aku akan menggunakan jurus hebat membalas menyerang."
Golok Pemutus Arwah tertawa dingin, sikapnya berubah jadi ganas,
matanya menyorotkan hawa membunuh, golok di tangan pelan-pelan
diulurkan miring, suara siulan golok seperti siulan naga, auman
macan, dengan tenaga dalam mengendalikan golok, ilmu silatnya
sudah mencapai taraf kesempurnaan.
Wajah Hoa-fei-hoa pelan-pelan berubah jadi putih perak,
matanya yang cantik menyorot sinar yang dingin jernih, di sudut
mulut terkulum senyum dingin yang keji.
Pedang dia juga diulurkan ke depan, di saat sekejap ini, sinar di
badan pedangnya sepertinya mendadak bertambah tiga kali lipat,
pedangnya mengeluarkan suara, seperti suara air mendidih di
dalam laut yang dalam sekali.
Bersama teriakannya, tubuh Golok Pemutus Arwah menjelma jadi
aliran sinar yang menerjang, tubuh dan golok menjadi satu, dengan
dahsyat melakukan serangan, kecepatannya sangat mengejutkan
orang, samar-samar keluar suara geledek, dahsyat yang sulit ditahan.
Hoa-fei-hoa juga teriak, orang dan pedang sepertinya
mendadak menjadi satu, hanya terlihat sinar menyilaukan mata yang seperti jaring dan bayangan orang yang samarsamar, yang
tipis, dengan kecepatan mengejutkan orang, sekelebat sudah
tiba, tanpa gentar maju menyambut.
Sinar golok yang seperti guntur bersentuhan dengan
bayangan pedang yang seperti jaring langit, malah tidak
mengeluarkan suara benturan logam, dalam sekejap dua
bayangan orang lewat berpapasan.
__ADS_1