Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 117


__ADS_3

"Aku berani mengusik mereka, tentu tidak takut besarnya kekuatan mereka, perkumpulan perampok yang setengah terang setengah gelap


begini, sebenarnya tidak sukar menghadapinya." Nada bicara Fu Ke-wei berubah jadi hangat dan tulus, "jangan khawatir, dengan hati-hati aku akan menghadapinya, aku membebaskan mereka, ada alasannya."


"Alasannya adalah......"


"Membuat keretakan antara perkumpulan Cun-qiu dengan


benteng Zhang-feng, menanamkan sumbu pertengkaran diantara


mereka. Aku berani bertaruh, ketua benteng Xi tidak akan


membiarkan mereka pergi begitu saja, tapi mereka ingin segera


meninggalkan tempat perselisihan ini, akibatnya hampir bisa


diramalkan." "Jika malah sebaliknya mereka jadi bersatu......"


"Apa mungkin" Dua perampok yang bersatu berdasarkan tujuan


untung rugi, pasti akan pecah karena perselisihan untung rugi, itu adalah akibat yang pasti."


"Perkumpulan Cun-qiu adalah perkumpulan setengah terang


setengah gelap, orang yang di dalam kelompok gelap, menggunakan


segala cara, diam-diam membunuh orang, dari belakang


menggunakan pisau menusuk orang, membuat rencana licik,


menghalalkan segala cara."


"Pasti." Kata Fu Ke-wei tertawa, "tapi mereka tidak akan bisa mencari aku, setelah masalah disini selesai, Fu-jiu mungkin sudah


menghilang di dunia ini, dunia begitu luas, ingin mencari aku sama seperti mengambil jarum di dasar lautan, aku hanyalah seorang


berandalan dunia persilatan, setiap saat bisa mengganti nama


merubah marga, tidak perduli orang lain mau mengatakan apa."


"Saudara Fu, apakah kau mau mempelajari ilmu merubah wajah


ku, teknik dan alat-alatnya?" Hoa-fei-hoa dengan lemah lembut, "bagi seorang yang berani mengaku dirinya berandalan dunia persilatan,


dikemudian hari mungkin ada gunanya."


Ketua dua benteng Golok Pemutus Arwah Han Zhi-jian, muncul di


ujung jembatan, di tangannya menggenggam golok panjang dengan


sarungnya. "Aku ingin bertemu dengan Fu-jiu." Kata Golok Pemutus Arwah dengan nada dalam.


Orang yang menghadang jembatan telah diganti oleh Hoafei-hoa,


di tangan kirinya menggenggam pedang panjang dengan sarungnya,


matanya yang cantik menatap tajam Golok Pemutus Arwah.


"Kenapa?" "Membicarakan perdamaian."


"Baik, katakanlah! Aku bisa memutuskannya. Tuan Fu perlu


istirahat, dia tidak akan menemui kau."


"Aku harus bertemu dengan dia." Kata Golok Pemutus Arwah dengan tegas.


"Kau tidak cukup berbobot. Kau hanya pantas bicara dengan


aku." "Aku ingin......"


"Kau harus lewati dulu aku, setelah itu mungkin tuan Fu akan

__ADS_1


menemuimu." Nada bicaranya Hoa-fei-hoa lebih pasti lagi, "kalau kau tidak mau bicara, kenapa tidak balikan tubuhmu ke belakang?"


"Aku memang seorang berandalan dunia persilatan yang tidak


punya nama......" "Kalau begitu kau ini mau?" teriak Hoa-fei-hoa dengan gembira menyela, "Saudara Fu, aku sangat gembira sekali!"


"Iii! Apa yang telah aku mau?"


"Kau sudah mengatakan mau, tidak boleh menyangkalnya lagi


lho!" "Baik, berkata dengan kau juga boleh. Benteng ku tidak ingin


bertarung, di dunia tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, kami berharap merubah permusuhan jadi perdamaian, silahkan


saudara tua Fu buka harga."


"Tuan Fu telah mengatakannya dengan jelas." Hoa-fei-hoa satu kata satu kata mengatakannya, "dia hanya ingin ketua benteng anda dan anaknya, melakukan pertarungan adil di atas jembatan, mudah dan


jelas, yang lainnya tidak perlu dibicarakan."


"Ini bukan satu harga......"


"Ini sudah jumlah harga yang paling rendah, tuan." Hoafei-hoa memotong, "ketua benteng anda dan anaknya bertarung, ada lima puluh persen harapan hidup. Kalau dua puluh tiga orang laki-laki


perempuan yang mati di Lin-jia-gou, selamanya sudah tidak ada


harapan bisa hidup lagi. Jumlah harga yang tidak adil ini, jika diganti kau, juga tidak akan


mengusulkannya, kau pergilah! Tidak perlu dibicarakan lagi."


"Jika aku tidak mau pergi?"


"Aku akan usir kau pergi!"


"Apa kau sanggup" Hoa-fei-hoa, kau memang seorang generasi


muda yang hebat, jika ingin mengusir aku, bobotmu masih belum


"Aku memang bermaksud itu."


"Ssst!" sebuah suara terdengar, Golok Pemutus Arwah


mencabut goloknya melangkah maju.


Hoa-fei-hoa juga mencabut pedangnya, maju ke depan, pedang


diangkat diulurkan ke depan, hawa pembunuhan yang tidak


berbentuk seperti gelombang laut menerjang kearah Golok Pemutu s


Arwah. Wajah Golok Pemutus Arwah berubah jadi serius, golok di


tangannya juga dengan cepat diulurkan, badan golok bersinar seperti air jernih, dingin sekali, itulah sebilah golok bagus.


Hawa pedang dan golok menerjang ke wajah masingmasing


terasa dingin, golok dan pedang berhadapan dari kejauhan,


masing-masing mengerahkan tenaga dalam, tidak merubah posisi


merebut kekosongan, sekali dimulai sudah menentukan posisi


serangan yang keras, sepertinya samasama bertujuan satu


serangan langsung menjatuhkan lawannya, yang kuat hidup yang


lemah mati. "Traang traang traang!" suara benturan logam mendadak


terdengar. Sulit melihat dengan jelas siapa yang lebih dulu bergerak,


pokoknya kedua orang itu bersamaan mendekat, mendadak timbul

__ADS_1


sinar kilat dan keluar suara benturan logam yang keras, kecepatan


menyerangnya sulit dibayangkan.


Kedua orang itu bersamaan mundur kebelakang delapan che,


benturan yang terjadi di atas senjatanya tampak seimbang.


Bersamaan waktu, kedua orang kembali maju menerjang lagi,


menerjang lagi...... "Traang traang traang......"


Kedua kalinya berpisah......ketiga kalinya berpisah.


Bertemu lawan seimbang, siapa pun tidak berani lengah.


"Kalau begini terus, sampai hari gelap pun jangan harap bisa


menghasilkan pemenangnya." Golok Pemutus Arwah mundur


selangkah berkata, "bagaimana kalau kita menyerang sekuat


tenaga?" "Aku merasakan hal yang sama." Hoa-fei-hoa dengan tenang berkata, "kepandaianmu, diluar dugaanku, aku akan menggunakan jurus hebat membalas menyerang."


Golok Pemutus Arwah tertawa dingin, sikapnya berubah jadi ganas,


matanya menyorotkan hawa membunuh, golok di tangan pelan-pelan


diulurkan miring, suara siulan golok seperti siulan naga, auman


macan, dengan tenaga dalam mengendalikan golok, ilmu silatnya


sudah mencapai taraf kesempurnaan.


Wajah Hoa-fei-hoa pelan-pelan berubah jadi putih perak,


matanya yang cantik menyorot sinar yang dingin jernih, di sudut


mulut terkulum senyum dingin yang keji.


Pedang dia juga diulurkan ke depan, di saat sekejap ini, sinar di


badan pedangnya sepertinya mendadak bertambah tiga kali lipat,


pedangnya mengeluarkan suara, seperti suara air mendidih di


dalam laut yang dalam sekali.


Bersama teriakannya, tubuh Golok Pemutus Arwah menjelma jadi


aliran sinar yang menerjang, tubuh dan golok menjadi satu, dengan


dahsyat melakukan serangan, kecepatannya sangat mengejutkan


orang, samar-samar keluar suara geledek, dahsyat yang sulit ditahan.


Hoa-fei-hoa juga teriak, orang dan pedang sepertinya


mendadak menjadi satu, hanya terlihat sinar menyilaukan mata yang seperti jaring dan bayangan orang yang samarsamar, yang


tipis, dengan kecepatan mengejutkan orang, sekelebat sudah


tiba, tanpa gentar maju menyambut.


Sinar golok yang seperti guntur bersentuhan dengan


bayangan pedang yang seperti jaring langit, malah tidak


mengeluarkan suara benturan logam, dalam sekejap dua


bayangan orang lewat berpapasan.

__ADS_1


__ADS_2