
Keluar dari gerbang Bin Yang, mereka naik perahu pribadi
melancong ke Dong Hu. Diatas perahu ada lima orang, selain Fu Ke-wei dan kakak beradik Guan, seorang lagi Du Lan-yin juga putri tunggal seorang terkaya dikota Du Jin-yuan. Begitu naik keperahu, Guan Ji-zhong telah menempel Fu Ke-wei. Tuan muda kaya ini pernah sekolah beberapa tahun, setiap ujian selalu gagal, selanjutnya dia jadi tidak sekolah lagi, dia mengikuti para pengawal rumahnya belajar beberapa tahun ilmu silat, tinju, kaki, golok, pedang disini dia malah mendapat hasil sedikit. Karena orangnya bertubuh tegap, bertarung diantara tuan muda kaya, dia selalu menang tidak pernah kalah, makanya dia sangat membanggakan kemahiran silatnya.
Diatas perahu perempuan lebih banyak daripada laki-laki, para nonanya duduk dibelakang, hanya dua orang laki laki duduk didepan perahu, nampak jelas tuan muda Guan sengaja menempell Fu Ke-wei, tidak tahu ada maksud apa.
"Saudara He sekolah di ibu kota, kecuali pelajaran menunggang kuda memanah dari Guo Zi jian, apakah pernah belajar silat dari para pengawal rumah anda?" Tuan muda Guan tidak begitu antusias terhadap
pemandangan setempat, dia lahir dan besar disini sudah sering lihat pemandangan setempat jadi tidak dilihat sebagal pemandangan menarik lagi!
"Di ibu kota ilmu silat sedang giat-giatnya anak muda suka mengejar model terkini, aku juga tidak terkecuali, pernah mendapatkan pelajaran silat tangan kosong selama tiga tahun dari seorang komandan Dong-cang, juga pernah mengikuti Tiga Pesilat Pedang ibu kota belajar beberapa jurus pedang, sayang aku ini tidak ada bakatnya, hanya bisa belajar kembangnya saja, dan beberapa jurus pedang membelah balok kayu.
" Fu Ke-wei tertawa pahit menghibur diri.
"Ohh! Saudara He terlalu merendah diri" Guan Ji-zhong
tertawa. Fu Ke-wei telah mendengar maksud diluar kata-katanya.
Benar saja, tiba-tiba Guan Ji-zhong mengunci tangannya,
sepuluh jarinya di cengkramkan
Dia juga balas mengunci, masing-masing mencengkram
dengan kuatnya, dan mengerahkan tenaga, ingin menghancurkan tulang jari lawan dan bersamaan menarik kearah sisi tubuh.
Fu Ke-wei pura-pura kepayahan, setelah tarik ulur beberapa kali, akhirnya bisa memantapkan diri, malah pelanpelan menarik tangan lawan nya keluar. Beberapa saat wajah Guan Ji-zhong sudah menjadi merah, lehernya membesar, nafas jadi berat, beruntung masih bisa
__ADS_1
menahan tangan tidak sampai jatuh, selanjutnya terjadi tarik ulur kecil sejenak, kedua belah pihak juga tidak bisa menjatuhkan lawan.
Tiga wanita yang duduk dibelakang, terus mengawasi gerak gerik mereka berdua, melihat dengan jelas keadaan pertarungan tenaga ini, seimbang sulit menentukan siapa pemenangnya.
"Tuan muda Guan, buat apa kau mempermainkan teman adikmu?" Du Lan-yin membela Guan Ji-zhong, dia telah tahu dia tidak akan bisa bertahan lama lagi, "tampaknya kau telah mendapatkan pembantu yang handal, tuan muda He pasti bisa membantu kau menghadapi para berandalan dari Wen-changmen itu."
"Kak, aku tidak izinkan kau menarik tuan muda He kedalam
lingkungan teman-temanmu." Guan Mei-yun dengan serius berkata,
"dia adalah temanku, tahu tidak?"
"Jangan gelisah?" Guan Ji-zhong melepaskan tangan sambil tertawa penuh arti, "tenaga tangannya besar tapi belum tentu berguna, harus bisa ilmu silat baru berguna, lain hari aku ingin mencoba tangan kosongnya saudara He."
"Kau berani?" Guan Mei-yun melotot, "jangan harap kau bisa membawa dia membantumu, Xian-wei, jangan perdulikan dia."
"Saudara Guan, ada masalah apa sebenarnya?" tanya Fu
temanku, aku akan membuat kau mendapatkan kehormatan dan selamat datang di rumahku, dijamin pasti seperti dirumah sendiri, kita laki-laki ada tempatnya untuk laki-laki, jangan sampai adikku dan temannya menempelmu terus. Besok, aku akan kepenginapan mencarimu, pastikan itu!" Tertawa, belum tentu benar-benar menyatakan senang.
Tawanya Guan Ji-zhong, membuat orang yang
memperhatikan hatinya jadi dingin, tawanya bukan
menyatakan senang, tapi ada maksud tertentu.
Wajah Fu Ke-wei juga tampak tersenyum, senyum semacam
__ADS_1
ini juga ada arti lain, arti sebenarnya hanya dia sendiri yang
mengerti. "Kau jangan berharap." Nona besar Guan yang telah menjadi istrinya juga angkat bicara, sedikit pun tidak menghormati
kekuasaan kakaknya, dia berkata pelan pada adiknya Guan
Mei-yun, "persilahkan tuan muda He datang ketaman anggrekku."
"Besok aku temani kalian, supaya tidak ada orang sembarang bicara.
" Du Lan-yin dengan genit melirik Fu Kewei, mungkin harus disebut diam-diam mengantar cinta, lirikan menggaet laki-laki nya memang sangat menarik, "kakak kalian memang ada niat mengumpulkan orang pintar, sebenarnya menguntungkan kalian juga, buat apa membuat dia kecewa" Paling sedikit bisa dengan atas nama kakak kalian, terang-terangan mengundang dia kerumah!"
Nada bicaranya Du Lan-yin penuh dengan rasa tidak
berdaya. "Tidak bisa, ayahku tidak izinkan membawa orang luar tinggal dirumah, kakak hanya akan menempatkan dia ke tempat tempat kotor, aku tidak akan tertipu." Kata Guan Meiyun menggelengkan kepala.
Malam itu, nona kedua Guan menjamu tamunya di restoran Wu-fu, tamu pentingnya adalah Fu Ke-wei, tamu pendampingnya adalah nona besar Guan dan Du Lan-yin.
Orang dikota, semua tahu asal-usulnya para orang kaya ini, nona besar mengadakan pesta menjamu tamu laki-laki, sudah tidak aneh lagi seperti memang harus begitu.
Begitu kembali ke penginapan, hari sudah tengah malam.
Fu Ke-wei tadinya sudah setengah mabuk, sudah mabuk baru bisa bergerak bebas, bermain dengan sekelompok wanita, bisa tetap tidak mabuk, itu sudah sangat sulit sekali boleh dipuji.
Dua orang pelayan keluarga Guan mengantar Fu Ke-wei pulang kepenginapan, setelah menyerahkannya pada pelayan kecil Yung-lin, langsung pulang melapor.
Kamar atas dibagi dua ruangan luar dan dalam, Nie-shayin-hoa yang menyamar jadi pelayan kecil membantu dia mencuci muka, kembali ke kamar dalam, wajah Fu Ke-wei sudah tidak terlihat mabuk. "Bagaimana?" dia menerima teh yang diantarkan oleh Niesha-yin-hoa perlahan tanya.
__ADS_1
"Mereka telah mengutus orang, menipu aku keluar dan dua kali memeriksanya." Nie-sha-yin-hoa pelan menjawab, "orang yang memeriksa bungkusan baju semuanya orang-orang ahli, gerakannya mahir tidak ada yang terlewatkan, jika tuan sebelumnya tidak mengatakan, aku sungguh tidak percaya seorang kaya, bisa memperkerjakan ahli yang sangat cekatan. Tuan, kau harus hati-hati."
"Aku tahu, Xiao Ling." Dia tertawa dingin, "rumah keluarga Guan banyak sekali, jebakan di dalamnya juga banyak, tamu tidak bisa menginap di dalamnya, jadi tidak ada kesempatan melihat asal-usul si penjahat, terpaksa merubah cara mencari akal dari para anjing ini, cepat atau lambat aku pasti akan masuk, memang sedikit repot menemukan tempat persembunyiannya si bangsat itu, aku akan hati-hati menghadapinya. Ooo...! Apakah ada kabar dari para anak buahnya Jin Chao-chen?"