Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 131


__ADS_3

Di kedua sisi jalan adalah sawah-sawah, orang tidak bisa


menganggap galangan sawah yang tidak beraturan itu sebagai jalan raya, itu hanya tempat liar yang ada didaerah ini, satusatunya jalan untuk melakukan perjalanan rahasia di malam hari, jalan melalui alam liar dan menyusup diantara rumput dan pohon, seharusnya akan aman sekali. Setelah berjalan sejauh dua li, disebelah kanan, padi tampak menguning, daerah liarnya jadi mengecil, mereka berjalan harus melalui tanah liar disebelah kiri.


Orang yang memimpin didepan sembunyi di dalam rerumputan, memeriksa keadaan didepan kalau-kalau ada yan g mencurigakan.


Bulan sabit akan tenggelam dibarat, sinar bintang terang, suara katak disawah menggetarkan telinga, ditanah liar suara serangga menging-king, langit gelap, jarak pandang jadi terbatas.


"Setelah melewati lapangan liar, maka kita akan bisa memutar keutara." Kata Du-xin-lang-jun pelan, "enam tujuh li lagi maka akan sampai di jalan raya, kuharap jangan terjadi hal yang tidak diduga."


"Tidak mungkin bisa terjadi hal itu." Kata Yu-shu-xiu-shi menarik Liu Fei-yan yang ada di belakangnya, "Fei-yan, kau juga jalanlah didepan, jika ada orang yang mencurigakan, kau harus gunakan pisau terbangmu membunuhnya."


"Baiklah, aku dan Ji Xing-zhu akan berjalan di depan." Kata Liu Fei-yan menurut, dia melangkah maju ke depan.


"Ssssst...diam!" Du-xin-lang-jun yang berjalan di depan berteriak pelan, tubuhnya berjongkok serendah mungkin, "tiga puluh langkah di sebelah kiri depan, ada benda yang bergerak, hati-hati!"


Bukan ada benda bergerak, tapi orang sedang bercakapcakap.


"Bocah Gao dari perkumpulan Cun-qiu itu, mengira nona hanya berdua, makanya pasti akan bersembunyi dulu beberapa hari, baru diam-diam melarikan diri." Satu suara yang keras dengan jelas terdengar, "di daerah ini nona menugaskan kita menebar jaring, sangat mungkin bisa menjaring beberapa ekor ikan kecil.


Tapi, aku duga mereka masih akan menanti beberapa hari lagi, beberapa malam ini kita tidak perlu terlalu sibuk."


"Belum tentu!" kata seorang lagi, "anak buah bocah itu telah satu hari melarikan diri, bocah sombong itu pasti sangat gelisah, sangat mungkin nekad menempuh bahaya pergi ke Xiang Yang untuk berkumpul dengan orang-orangnya, jika dia bisa sampai lolos, kita orang-orang Jin-she-dong, dimana mau menaruh muka kita" Kalian sama sekali tidak boleh ceroboh."


Yu-shu-xiu-shi berlima hatinya jadi dingin, diam-diam


mengeluh. Musuh mengatakan menebar jaring, pasti orangnya sembunyi ditempat gelap menunggu ikan masuk kedalam jaring.


Jelas orang yang sembunyi didepan cukup banyak, melewati garis penjagaan ini sangat bahaya sekali.

__ADS_1


"Celaka, benar saja Jin-she-dong punya banyak orang, diam-diam mengawal dua wanita setan itu." Kata Yu-shu-xiushi putus asa,


"untung kita menyusup sebagian-sebagian, hampir saja masuk kedalam perangkap mereka."


"Bagaimana?" Liu Fei-yan sependapat, "jika sekali serang tidak bisa membunuh beberapa orang, maka......"


"Tidak mungkin, musuh di tempat gelap kita di tempat terang,"


Tangan Pengail Arwah Qiu-wu juga merasa takut, "orang-orang keluaran Jin-she-dong ilmu silatnya hebat-hebat, hatinya pun keji, ditambah lagi mereka bisa menyerang secara diam-diam, kekuatannya akan berkali


lipat, siapa yang bisa bertahan?"


"Tiga orang yang membocorkan itu, siapa sebenarnya mereka" Benar-benar membuat celaka kita." Seruling Damai Xiao Tai-ping tertawa pahit.


"Tiga orang itu sungguh harus mati, aku ingin menyelidiki asal-usul mereka dan mengupas kulit mereka." Yu-shu-xiu-shi menggigit gigi menghujat, "dasar wanita sialan, kita tidak bisa terus-menerus bersembunyi, kita kembali dulu."


Tapi jalannya harus merayap seperti serangga, merayap diantara sawah-sawah, kalau tidak jangan harap bisa selamat melewati garis penjagaan, begitu mengharuskan mereka jalan merayap, Liu Fei-yan mana bisa merayap.


"Jika dugaanku tidak salah, disekitar kota sudah ada orang yang menebarkan jaring." Seruling Damai menolak kembali.


"Kau punya akal bagus apa" Melabraknya?" kata Yu-shuxiu-shi.


"Mereka telah menutup jalan keutara."


"Pasti." "Mereka tidak mungkin lama menunggu."


"Seharusnya sama dengan kita, ingin cepat-cepat pergi."


"Kita berjalan kebarat dulu, pasti berhasil, Ini tentu diluar dugaan mereka."

__ADS_1


"Menuju barat?"


"Menuju kekota Wu-chang, menghindar sementara," Kata Seruling Damai dengan pasti, "apakah kau sudah lupa, mereka juga menuju kota Wu-chang" bukankah ini sama dengan menyerahkan diri?"


"Justru itu, kita bisa bergerak diluar dugaan, mereka pasti menduga kita tidak berani jalan menuju barat, maka kearah barat pasti tidak ada penjagaan. Apa lagi didalam kota itu ada temanku, bersembunyi satu tahun atau setengah tahun juga tidak ada masalah."


"Baiklah! Kita kebarat!" Yu-shu-xiu-shi segera memutuskan, "jika perlu kita lewat jalan air ke Xiang-yang."


Begitu diputuskan, lima orang itu diam-diam kembali


membelok arah.


Guan Mei-yun adalah pemandu yang paling baik, terhadap tempat-tempat melancong ternama dia sangat hafal sekali, selain teman melancong yang baik, orangnya juga terbuka, kewanitaannya membuat orang jadi romantis, penampilannya selalu sebagai nona besar keluarga kaya. Ada seorang nona kaya yang cantik, hangat, terbuka, berkuasa jadi pemandu, senang dan mudah adalah hal yang sudah diduga.


Fu Ke-wei seperti telah mendapatkan tambang mas, sebisanya menampilkan tingkah putra berkuasa dari ibu kota.


Guan Mei-yun membawa dia kesebuah perumahan amat besar di luar gerbang barat kota, bertemu dengan kakaknya Guan Ji-zhong dan Guan Yue-yun.


Perumahan yang amat besar ini juga adalah harta tidak


bergeraknya tuan besar Guan Tian-fu, tempat ini biasanya


digunakan untuk tinggal para tamu.


Rumah tinggal keluarga Guan yang ada di dalam kota tidak untuk tinggal para tamu, orang-orang kota semuanya tahu, walau pun famili atau teman baik, semua dilayani di rumah diseberang jalan.


Teman dari dunia persilatan dilayani di perumahan besar yang diluar gerbang barat kota, tanahnya luas sekali, tidak hanya ada gunung buatan dan taman, juga ada danau buatan setengah hektar. Kakak beradik keluarga Guan, sering melayani tamunya makan minum di perumahan ini.


Usia Guan Ji-zhong sudah lewat dua puluh lima-enam, mempunyai seorang istri dan seorang istri muda, tapi masih sering berfoya-foya diluar. Guan Yue-yun juga jenis yang sama, sudah punya suami, di luar masih menarik orang, sampai keluarga mertuanya juga tidak dipandang, orang lain tentu saja lebih-lebih tidak dipandang.

__ADS_1


__ADS_2