Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 124


__ADS_3

Tangan kirinya pemilik peternakan Ji telah dikunci mati, tangan kiri sudah tidak ada berdaya, jurus Cakar Unggas Langit sudah tidak


berguna karena tenaganya hilang, dimana bisa menahan tekanan yang


begitu besarnya" Dia seperti seekor anak kambing yang tidak bisa


bergerak, terserah mau diapakan.


Tangan kanan yang menggenggam belati lebih parah lagi, Fu Ke-wei


mengunci mati punggung telapak tangannya, pelanpelan memelintir


tangannya, ujung belati yang bersinar pelan pelan naik menusuk


tenggorokannya, satu senti satu senti mendekati tenggorokan, hawa


dinginnya sudah lebih dulu dirasakan kulit.


"Aku......sumpah......aku tidak pernah......tidak pernah melakukan kejahatan......yang tidak berkeprimanusiaan......" teriak pemilik peternakan Ji ketakutan, "ku akui aku adalah......adalah seorang perampok besar yang......yang sembunyi, tapi saat merampok


mengikuti a......aturan Jiang Hu, ingin......ingin hartanya


tidak......tidak mengambil... nyawa......am......ampuni......a... aku"


Ujung belati telah menyentuh kulit tenggorokkan, pemilik


peternakan sudah hampir mendekati ajal.


"Ketua benteng Xi......"


"Dia ingin harta juga nyawa, tidak...tidak ingin


meninggalkan saksi. ..saksi hidup......"


"Dia setiap tahun keluar berkelana di dunia persilatan, telah menjalin hubungan dengan berbagai macam orang. Kau adalah


temannya, sejak dulu merampok, hubungannya sangat erat, kau ikut


dibelakang dia diam-diam melakukan kejahatan, keadaan dia kau


sangat jelas sekali, betul tidak?"


"Aku......" "Dia punya teman mana saja yang bisa di minta


perlindungan, ada berapa banyak harta jarahan dan


disembunyikan, dimana saja, semua tidak luput dari


pengawasanmu, betul tidak?"


"Dia......dia sebenarnya sudah sejak dulu mempunyai rencana


kelinci pintar menggali tiga lubang, tidak......tidak seperti aku


hanya mempertahankan satu tempat saja......"


"Kau tahu lubang dia, betul tidak?"


"Aku......aku tidak bisa......bisa pastikan."


"Kau paling baik pastikan, karena jika aku tidak bisa


mendapatkan dia, maka aku akan kembali lagi mencarimu,


mencabut myawamu sampai keakar akarnya."


"Ohh langit......"

__ADS_1


"Jangan sebut langit, langit tidak bisa melindungi kau. Jangan kira kau bisa membohongi aku, lari keseluruh dunia sampai kaki patah, kau bisa dengan tenang meninggalkan diri, seperti dia melarikan diri mencari tempat menghindar kejaran, tapi jangan harap kau bisa berhasil, tuan!"


"Aku... aku hanya bisa.. .bisa menduganya"


"Aku percaya kau pasti bisa menduga dengan tepat, jika tidak kau akan repot sekali, aku bisa menggunakan cara yang tiada duanya di


dunia, mengunci jalan darahmu, sampai aku bisa mendapatkan dia,


baru kembali membuka kunciannya. Aku punya banyak pembantu,


ada yang bisa menyamar didekatmu, mengawasi gerak gerikmu,


asalkan rencana kau melarikan diri dilaksanakan, artinya hari


kematianmu sudah tiba. Saat itu, seorang biasa pun kau tidak bisa


menghadapinya." "Aku......aku duga......"


"Aku sedang mendengarkan."


"Dia mungkin ada di......"


Hu-guang, pemandangannya walau tidak seindah pemandangan


Jiang-nan, tapi ada keindahan yang membuat dada orang menjadi


lapang, hatinya tenang. Lebih-lebih dataran Jiang Han dan dataran


Dong-ding-hu, yang tadinya adalah dasar 'Rawa besar Yun-meng' di


jaman purba, daerahnya sangat rendah, banyak air sungai bercabang


mengalir kesana, hingga sawah dan ladang tidak kekurangan air,


menjadikan kampung menjadi subur akan hasil ikan dan beras.


menyenangkan. Disini banyak sekali keluarga kaya, pejabat pemerintah


setempat tinggal, banyaknya seperti bulu sapi.


Didalam kota pemerintahan, orang persilatan yang punya sedikit


nama tidak berani membuat onar, malah tidak berani muncul.


Di daerah ini ada perumahan raja Yue, ada kantor kejaksaan, ada


kantor keamanan politik, ada kantor keamanan


pemerintah......keamanan air dan darat juga diawasi dengan pasukan bersenjata......


Mereka yang terdiri kelompok-kelompok kecil dengan kompak


bersatu, berhubungan dengan pejabat pemerintah, bisa bergerak di


dalam dan diluar kota, membuat orang yang sangat berani bertindak


seenaknya, benar-benar adalah musangnya kota tikusnya


masyarakat. Di luar kota, apalagi dari pintu Wang-shan sampai ke selatan


Hai-chuan, memanjang hingga Qiu Yu-yao, merupakan daerah


orang-orana, persilatan mencari makanan, di jalanan panjang yang


panjangnya ada sekitar tiga empat li, disini apa pun tidak ada.


Tidak semua penguasa setempat berkelakuan memeras rakyat, paling

__ADS_1


tidak tuan besar Guan Tian-fu hartawan kota ini yang memiliki dua


pertanian besar di luar kota, satu perumahan besar di dalam kota, dan satu perusahaan pelayaran di Ping Hu, dia tidak bisa disebut


penguasajahat. Walau tuan besar Guan berhubungan dengan pejabat pemerintah,


dia kadang juga merampas, tapi dia juga sering mengeluarkan uang


membangun jembatan menambal jalan dan menolong rakyat miskin.


Apalagi dua pertanian besarnya, satu adalah kebun teh, satu adalah kebun kapas, jumlah karyawannya mencapai lima-enam ratus orang,


semua diurusnya dengan baik sekali, hingga tidak pernah terjadi


keributan. Tuan besar Guan sendiri jarang mengurus pekerjaan pertanian dan


pelayaran, dia sendiri adalah hartawan kelas atas di kota ini, menurut cerita di dalam ujian yang dilakukan dua puluh tahun sekali dia


mendapatkan gelar Xiu-cai, maka dengan hormat dijuluki orang


Shi-shen. Mengenai apakah dia benar benar ada kemampuan itu, mungkin harus


ditanyakan pada pejabat tinggi politik, tuan besar Bian Fei-an yang sudah menjabat dua puluh tahun lalu. Dan selama dua puluh tahun, pejabat tinggi pendidikan sudah beberapa kali diganti, pejabat tinggi pendidikan yang menjabat waktu itu, mungkin sudah lama disembahyangi


makamnya! Pekarangan besar didalam kota kepunyaannya tuan besar Guan,


juga besarnya membuat orang matanya jadi merah, didalamnya ada


ratusan rumah besar kecil, masuk kedalam sulit membedakan mana


timur mana barat, mana utara mana selatan."


Tuan besar Guan mempunyai seorang putra dua putri, orang-orang


yang membuat kepala pusing. Mereka adalah penerus, adalah


pemimpinnya para putra-putrinya orang kaya, mahir dalam segala


bidang hiburan. Nona yang paling besar bernama Guan Yue-yun sudah menikah,


suaminya bernama Jing Ru-ming adalah pemimpinnya para putra-putri


yang tidak punya pekerjaan, nona besar Guan tiap hari kerjanya


bersolek, bermain dengan para putra-putri yang tidak punya pekerjaan itu, Jing Ru-ming sedikit pun tidak merasa terganggu.


Nona keduanya bernama Guan Mei-yun, tahun ini usianya sudah


dua puluh tahun, sudah melewati usia pantas untuk menikah. Tapi dia sedikit pun tidak gelisah, dengan senang dia bermain dan menarik


perhatian laki laki, para putra romantis dari dalam dan luar kota


bergaya untuk menarik perhatiannya, vila dan kebunnya para orang


kaya dari dalam dan luar kota, sering kelihatan nona kedua Guan


sedang bermain. Orang dari aliran lurus di kota, hampir semuanya menyayangkan


tuan besar Guan, seorang dermawan besar yang ternama seperti dia,


bisa melahirkan tiga putra putri yang kelakuannya begitu jelek,


sungguh tuan langit tidak punya mata.


Sore hari itu, sebuah perahu penumpang bertipe setengah besar


dari perusahaan pelayaran San Jiang, sedang berlayar kembali dari Nan Jing, berlabuh di pelabuhan Sha-guan kota Wu-chang.

__ADS_1


__ADS_2