Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 137


__ADS_3

Tapi begitu melihat Fu Ke-wei merasa malu dan buru-buru


membalikan tubuhnya, hatinya menjadi lega, hatinya juga merasa aneh.


"Terhadap orang yang belum kenal kau sudah menyerang begini hebat.


" Kata Fu Ke-wei, matanya tidak mau melihat pada tubuh seksi yang bisa membuat denyut nadinya jadi cepat, amarahnya kembali naik, menggigit gigi dengan nada dalam berkata lagi, "kau pantas mati, kau menggunakan jurus setan apa menyerang bahuku?"


"Aku......aku aku......"


"Kenapa" Sungguh pantas dihukum, kau wanita yang sudah


berusia dua puluh tahun lebih, kau tentu tahu di ruang pribadi


keluarga wanita bisa terjadi hal apa, kau sungguh tebal muka, telapak tanganmu hampir saja menghilangkan setengah nyawaku, aku tidak bisa memaafkan dirimu."


"Jangan salahkan aku." Si wanita melihat Fu Ke-wei tidak pernah membalikan kepala, dia lupa keadaannya sendiri yang setengah tembus pandang, keberaniannya jadi bertambah, "gerakanmu, cepat seperti setan, itu menandakan kau sudah menggerakan tenaga dalam dan dapat menahan pukulan yang keras, kau tidak menyalahkan diri sendiri belajar silat tidak becus, malah menyalahkan aku......"


Fu Ke-wei naik pitam, mendadak dia membalikan tubuh.


Si wanita jadi ketakutan, cepat-cepat memejamkan matanya.


Dengan kasar Fu Ke-wei melepaskan totokan jalan darah Du-mai nya, tubuh wanita yang seksi itu sudah tidak menjadi beban dalam hatinya.


"Bersiaplah!" dia meloncat sambil berteriak, "lihat siapa sebenarnya yang tidak becus belajar silat, jika tidak memberi pelajaran keras padamu, hatiku tidak akan puas."


Wanita itu merangkak berdiri, melihat keadaan dirinya yang tembus pandang, cepat-cepat dia membalikan tubuh, seluruh tubuhnya jadi jengah, tapi akhirnya dia jadi tenang juga, setelah menarik nafas menenangkan diri, sedikit menggerakan kaki dan tangan, hawa murni di dadanya sudah menyalur ke seluruh tubuh.


Fu Ke-wei juga telah mengerahkan tenaga dalamnya,


bertemu dengan lawan kuat, dia tidak berani bertindak


sembarangan.


Memang, serangan tiga jari berturut turut tadi, menurut dugaannya tidak mungkin bisa mengenai dirinya yang menggunakan kecepatan menghindar yang sulit dilihat oleh mata, tapi ternyata dia masih terkena sebuah serangannya, jadi bisa dinilai ilmu silat wanita ini sangat mengejutkan orang, dia jadi berani bertindak gegabah.

__ADS_1


Di belakang tubuh terdengar suara wanita itu, dia dengan


waspada membalikan tubuh.


Bayangan tubuh wanita ini, membuat wajah dia menjadi merah lagi.


Dalam keadaan begini bagaimana bisa dia bertarung"


Wajah si wanita juga merah seperti api, sambil menggigit gigi, dengan satu teriakan, telapaknya dijulurkan menyerang.


Tenaga telapak yang tidak berbentuk datang menekan dengan kuatnya, dia menggerakan tubuh dengan jurus Tali Mas Membelit Pergelangan dia menangkap tangan, bersamaan kaki menyapu.


Menyerang sepasang kaki tampaknya tempat yang paling pantas di serang, bertarung dengan wanita memang tempat yang dapat diserang tidak banyak, kaki dan tangan adalah sasaran yang paling bagus, di atas menyerang tangan di bawah menyerang kaki, adalahtindakan seorang pria sejati.


Wanita ini lincah seperti ular, dia menarik tangan dan kakinya


dengan mudah menghindar serangan baliknya, dibarengi satu teriakan lagi, jari nya sepertinya mendadak memanjang, lima jari sudah sampai disikut kanan dia, kecepatan refleknya sulit dibayangkan.


Kedua belah pihak segera mengerahkan kemampuan masing-masing, melakukan pertarungan yang cepat dan seru, setiap jurus selalu berubah ditengah jalan, sehingga sulit melihat jelas jurus sebenarnya, hanya terlihat bayangan orang dengan cepat berkelebat, kaki dan tangan sudah sulit dibedakan, pertarungannya sudah menjadi pertarungan semangat, jurus serangan jurus pertahanan sudah tidak penting lagi.


sungguh-sungguh semakin bersemangat, ingin menang begitu timbul tidak bisa disetop lagi.


Kedua belah pihak masing-masing ada untungnya, suara beradunya tinju dan telapak terus-menerus terdengar, semakin terlihat perta-rungannyajadi pertarungan jarak dekat.


Hal ini tidak menguntungkan bagi si wanita, beberapa tempat walau tidak penting, tapi begitu terkena bisa menimbulkan beban didalam hati, makanya dia harus hati-hati sekali.


Wanita memang tidak cocok bertarung jarak dekat dengan laki laki.


Di satu pihak keterbatasan fisiknya, di lain pihak tempattempat sensitifnya paling banyak, maka bertarung dengan laki laki, yang terpenting adalah serangan cepat ke titik berbahaya, begitu mengena pada sasaran, langsung berkelit, menghindar di dekati lawan.


Orang-orang persilatan yang bertarung dengan wanita, tidak


boleh menganggap enteng, paling baik seorang laki-laki jangan bertarung dengan wanita, menghindar jika tidak mati pasti terluka.


Apalagi wanita suka sekali menggunakan racun.

__ADS_1


Tampaknya posisi Fu Ke-wei juga tidak menguntungkan, tidak saja dia harus hati-hati tempat berbahayanya terkena pukulan, lebih-lebih dia tidak bisa menyerang daerah sensitif lawannya.


Untung saja pengalaman bertarung dia sangat banyak, cara


menyelamatkan diri juga kelincahannya yang tinggi dia bisa


bergerak leluasa, setelah bertarung kurang lebih dua-tiga ratus jurus, tenaganya tetap dahsyat, ganas seperti singa.


Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan bagus memotong masuk, sebelah bahunya menangkis tangan si wanita yang akan mengunci tenggorokan, tubuhnya dengan cepat berputar, balik menempel bahu kanan belakang dia, tangannya mencengkram dan berhasil menangkap ketek kanan si wanita, empat jarinya menyentuh buah dada yang lembut, tangan kirinya diayunkan, menahan bokong si wanita, sekali berteriak keras, dia melemparkan orangnya keatas.


Begitu dadanya si wanita di sentuh tangan, dengan sendirinya seluruh tubuh si wanita bergetar, dia tidak keburu bereaksi, tubuhnya sudah dilempar keatas.


Buug..., tubuh si wanita di lempar ke atas rumput, jatuh di bawah papan pot bunga. Fu Ke-wei menyusul terbang meloncat datang, tapi mendadak dia menghentikan langkah.


"Hayo berdiri!" dia teriak marah sambil mengepal tinju, "aku ingin memberi hajaran supaya sadar, supaya kau tidak merasa dirimu paling hebat dan tidak sembarangan bertindak."


Si wanita dengan benci menatap dia, mendadak dia bangkit,


terbang ke pinggir dua zhang lebih, berjaga saat bangkit lawan menyerang dirinya.


Fu Ke-wei tidak mengambil kesempatan itu menyerang, dia berdiri di tempat dengan posisi kuda-kuda.


"Kau memang sangat hebat, malah hebat sekali." Fu Ke-wei sedikit terkejut tanpa sadar memuji, "tenagamu sudah habis setengah lebih, masih bisa meloncat sejauh dua zhang lebih, tidak aneh kau sembarangan bertindak, disini bukan tempat yang harus kau kunjungi, pergilah!"


"Aku......aku mau......" Si wanita tertegun.


"Apa kau tidak mau." Fu Ke-wei memotong, "cepat pergi, lihat rupamu. Apa masih merasa hebat dan ingin meneruskan


pertarungan" Bentuk tubuh begitu jelas, malu pun sudah tidak tahan."


Dia membalikan kepala langsung pergi sambil menggelengkan kepala tertawa pahit!


"Berhenti!" Di belakang terdengar teriakan dingin yang tenang dari si wanita.


Dia dengan tenang membalikan tubuh, wajahnya berubah.

__ADS_1


Si wanita tetap masih berdiri diatas rumput, sepasang tangannya di satukan, matanya yang hitam seperti dalamnya danau, memikat tidak memikat lagi, menyinarkan sinar dingin yang aneh, seperti datang dari mata setan di dalam neraka, hawa setannya membuat orang gemetar tidak kedinginan, seluruh tubuh timbul perasaan dingin.


__ADS_2