Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 158


__ADS_3

Jauh-jauh ribuan li datang hanya melihat-lihat, sulit membuat orang percaya, apalagi mengatakan akan mengantar dua temannya untuk istirahat disini, ini sungguh terlalu tidak masuk akal.


"Ooo! Teman tuan Wei adalah......"


"Hilang ingatan, setengah idiot. Petugas Wang tidak perlu khawatir, orang semacam ini tidak akan menimbulkan kerepotan, jika ada kerepotan juga aku percaya yayasan anda pasti bisa menanganinya.


Apakah ketua yayasan ada ditempat, siapa marganya?"


"Ketua yayasan bermarga Li, sekarang sedang pergi ketempat tinggalnya majikan mengurus sesuatu. Tuan Wei ada pesan apa, titipkan saja pada wakil Wu, dia akan menyampaikannya pada ketua yayasan."


"Bagus bagus." Kata kebiasaan Fu Ke-wei, ini dikatakan dengan lancar cukup anggun, "aku ini orangnya tidak sabaran, apakah wakil Wu bisa segera membawa kami melihat-lihat"


Pertama-tama aku ingin melihat-lihat tempat untuk para


pesakitan." Wajah petugas Wang berubah, wakil Wu tanpa sadar mengepalkan sepasang tangannya.


"Sungguh menyesal." Kata petugas Wang berusaha tenang, wajannya ada tawa kaku, "karena ada beberapa yang tinggal bersama keluarganya, dan juga ada keluarga wanita atau pesakitan wanita, maka tempat


pesakitan tidak ingin diganggu orang, sehingga jadi tempat yang tidak bisa dikunjungi tamu luar, harap tuan Wei maklum.''


"Apa?" Fu Ke-wei menampilkan tingkah seorang tuan besar, suaranya dipertinggi tiga kali lipat, "maksudmu, melarang aku melihatnya?"


"Harap tuan Wei mengerti, ini aturan yayasan ini......"


"Tuan besarmu juga ada aturan sendiri, sungguh tidak masuk diakal!" Fu Ke-wei berteriak sambil memukul meja, wajahnya marah,


"kota istana di Nan Jing luar maupun dalam, aku tuan besar juga bisa keluar masuk dengan bebas. Coba kau katakan sekali lagi" Hemm...!"


Xie-shen juga mengeluarkan suara "Hemm...!" menggerakgerakan golok besar yang menakutkan orang ingin menerjang.


Wakil Wu mengulurkan tangan mencegah petugas Wang


bangkit berdiri karena akan marah.


"Tuan ini siapanya perkumpulan Cun-qiu?" Wakil Wu berkata dengan suara dalam, "kau harus tahu, kami tidak takut pada


perkumpulan anda, naga kuat tidak bisa menekan ular setempat, jika naga kuat Zhen-jiang yang jauh mau bikin masalah di kota Wu-chang, rasanya tidak gampang!"


"Brengsek! Apa kau perduli siapa aku ini?" Fu Ke-wei kembali memukul meja memaki orang, meja yang kuat itu tiba-tiba

__ADS_1


kaki-kakinya patah mejanya hancur, buum... jatuh kelantai, "aku tidak tahu siapa naga kuat perkumpulan Cunqiu yang kau katakan itu, aku juga bukan naga kuat, aku adalah aku. Aku tuan besar Wei mengunjungi yayasan Anyang ini, tidak boleh melihat juga harus melihat, walau aku akan membakar yayasan setan Ini, juga harus melihat dulu isinya, baru membakarnya. Pantas mati! Kau berani tidak sopan pada aku tuan besar" Qing-shuang!"


"Aku disini." Hoa-fei-hoa yang menyamar sebagai pengawal membungkuk menjawab.


"Kau mau apa?" tanya petugas Wang meloncat buru-buru.


"Aku mau menghancurkan dulu ruang penerima tamu ini, kau


tidak rela?" Fu Ke-wei bangkit berdiri sambil menendang kursi, kursi segera hancur berantakan. "Aku tidak mengijinkan."


Wakil Wu berkata sambil menggigit gigi, jari menotok dari


kejauhan, suara tenaga dalamnya membelah udara tajam, menusuk telinga, dari jarak satu zhang lebih menyerang jalan darah besar Jiu Wei.


"Kong-kong-zhi (jari kosong), mainan apa ini?" Fu Ke-wei tertawa dingin, sambil menjentikan jari.


Hawa jari pecah menyebar, sisa tenaganya seperti


gelombang hawa kembali berbalik.


Wakil Wu ketakutan, buru-buru menghindar kesamping delapan Che lebih, wajahnya berubah, sepertinya masih belum percaya dengan kenyataan didepan matanya, kesempatan tenaga jari kedua belah pihak bentrok, hampir sama dengan nol, tapi nyata-nyata telah bersentuhan.


menimbulkan terluka kedua belah pihak.


Melihat penampilannya Fu Ke-wei, Kong-kong-zhi mungkin tidak bisa melukai dirinya, sedangkan wakil Wu sangat mungkin dibuat satu lubang didadanya, kesempatan hidupnya tinggal satu bagian saja.


"Bicaralah baik-baik!" teriak Petugas Wang terkejut, "wakil Wu, jangan sembrono dan tidak sopan pada tamu......"


"Aku hanya tahu dirimu." Jari telunjuk dan jari tengah Fu Ke-wei, dari jauh menunjuk pada petugas Wang, "dia telah berbuat tidak sopan pada ku, Kong-kong-zhi nya sudah sampai tingkat kesembilan, dia menginginkan nyawa aku, kau yang harus bertanggung jawab."


Jelas, dia sudah menampilkan seorang naga kuat yang


melewati sungai. Mengambil kesempatan lawan membuat kesalahan kecil dia melampiaskan amarah, orang yang mengerti sekali melihat sudah tahu orang ini khusus datang untuk membuat masalah, alasan yang keras atau lembut semua seperti benar tapi sebenarnya salah, memaksa orang bersangkutan berjalan kejalan yang buntu.


Ular setempat benar-benar takut pada naga kuat yang


menggunakan kekerasan. Diluar pintu, tidak tahu kapan telah muncul seorang setengah baya dengan wajah dingin.


"Petugas Wang, kau tidak akan mampu menghadapi

__ADS_1


mereka." Orang setengah baya yang berkata dingin diluar pintu, mata elangnya dengan dingin memperhatikan Fu Ke-wei berlima, sorot matanya tajam dan dingin, seperti ada kekuatan menakutkan orang.


"Apakah kau mampu menghadapinya?"


Fu Ke-wei sedikit pun tidak merasa terganggu oleh sorot mata lawannya, dengan angkuhnya balik bertanya.


"Aku ada cara lain menghadapinya."


"Apa betul" Coba lakukan biar aku melihatnya."


"Perkumpulan anda bertindak begini, apakah tahu


akibatnya?" "Aku tuan besar melakukan apa saja tidak pernah memikirkan akibatnya."


Fu Ke-wei tidak mengaku juga tidak menyangkal jati dirinya,


membiarkan lawan salah menebak sebagai orangnya perkumpulan Cun-qiu.


Dia bertindak keras dari pertama sampai akhir, tidak ada yang ditakuti.


Orang yang tidak perdulikan akibatnya, adalah penjahat yang paling menakutkan, siapa pun ular setempat itu, semua paling takut pada orang yang tidak takut langit tidak takut bumi seperti ini.


"Mungkin kau punya modal membuat masalah."


"Mau tidak coba-coba kekuatanku?"


"Jurus jarimu, dengan mudah mengalahkan Kong-kong-zhi wakil Wu, maka aku sudah tahu kemampuanmu, tidak aneh kau jauh-jauh berani datang ke kota Wu-chang kami membuat masalah. Baiklah! Kau masuklah sendiri melihatnya.


Aku nyatakan terlebih dulu, para keluarga pesakit itu, sedikitpun tidak bisa diajak bicara, anda memaksa masuk akan mengganggu mereka, akibatnya tanggung sendiri."


"Tuan besarmu justru menunggu kata-kata ini." Fu Ke-wei


mengangkat tangan melayangkan, melangkah keluar, "kita sekarang masuk."


Dia melangkah keluar pintu, orang setengah baya mengatakan silahkan, lalu berdiri dipinggir mempersilahkan tamunya lewat.


Begitu tangan diulurkan, gelombang dingin yang aneh timbul


mengikuti tangannya, bergabung dengan hawa hangat matahari diluar membentuk gelombang, mengeluarkan suara yang aneh, tenaga tersembunyi ini membentuk sebuah dinding hawa yang lembut tapi dorongannya sangat besar sekali.

__ADS_1


Fu Ke-wei mengibaskan lengan bajunya, angin lengan baju yang dahsyat beradu dengan gelombang dingin tenaga tersembunyi, menimbulkan aliran tenaga yang lebih dahsyat, seperti suara geledek samar-samar.


__ADS_2