Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 59


__ADS_3

"Tentu saja, aku akan bertarung dengan tangan dan kaki,


silahkan." Orang mantel hijau mengangkat kain mantelnya di


selipkan di pinggang, sepasang tangan dibuka, bersiap-siap


bertarung. Dengan sebuah teriakan dingin, Fu Ke-wei menyerang dengan


dahsyat, begitu suara terdengar orangnya pun sampai, tangan kiri


dengan jurus Naga Awan Menampakan Cakar, merogoh ke dalam.


Buug... satu suara terbekam terdengar, angin kuat bergetar ke


sekeliling, orang bermantel hijau berkelit menghindar, telapaknya


memukul pergelangan Fu Ke-wei, cepat seperti kilat.


Kedua belah pihak adalah pesilat bertenaga dalam tinggi, setelah


beradu tenaga, sama-sama terdorong mundur ke samping,


memasang kuda-kuda kembali menyerang, dalam layangan pukulan


dan telapak, masing-masing menyerang dan menangkis, setiap


pukulannya menggunakan tenaga dalam, suara pukulan atau telapak


beradu menimbulkan suara keras.


Dalam sesaat, sepertinya seimbang, maju mundur berputar


sama-sama cepat dan lincah, siapa pun tidak bisa merebut posisi


diatas angin, hari terlalu gelap, jurus lincah tidak ada gunanya, sekali serangan dilancarkan langsung bentrok, ruang geraknya sempit,


seperti bertarung jarak dekat saja, siapa yang tidak dapat menahan pukulan, dia yang kalah.


Dalam kegelapan, tiba-tiba terdengar satu siulan aneh, satu


bayangan orang dengan rambut kacau melayang turun dari atap


rumah, turun tepat diatas kepala Fu Ke-wei.


Fu Ke-wei mengeluarkan suara "Hm....!" tubuhnya berkelebat,


kecepatannya bertambah satu kali lipat, datang ke sebelah kanan


orang bermantel hijau, telapak tangannya dilayangkan miring,


serangkum angin kuat tiba-tiba muncul.


Orang mantel hijau dengan sendirinya memutar tubuh menangkis,


paak... satu suara terdengar karena beradunya pukulan, tapi kali ini tenaga yang menyerangnya seperti bertambah beberapa kali lipat,


sambil berteriak terkejut, dia terlontar sejauh satu zhang lebih, hampir saja terjatuh.


Hampir bersamaan waktunya, Fu Ke-wei sudah barada di sisi


bayangan hitam yang melayang turun, dia menangkap tongkat


lawannya, sekali berteriak keras, dengan keras dia menarik ke


belakang. "Paak!" Tongkat itu tiba-tiba patah, seperti meletus hancur


berterbangan, tongkat bambu isi itu telah hancur berlepingkeping.


Dengan sebuah teriakan dingin, Fu Ke-wei maju


menyerang, sebelah tangannya dipukulkan seperti kilat.


"Buug.. paak.. paak!"


Orang yang rambutnya acak-acakan dapat menangkis tiga pukulan


tangannya, tapi mundur sepuluh langkah lebih, walau dapat

__ADS_1


menangkis tiga pukulan, tapi tidak bisa menahan seluruhnya.


Orang bermantel hijau telah tiba, tangan kanannya


menyerang pinggang dan punggung kanan Fu Ke-wei.


Fu Ke-wei memutar tubuhnya, tidak saja dengan tepat menghindar


pukulan yang keras itu, dan juga balas memukul bahu kiri orang


mantel hijau, kecepatannya sulit di bayangkan, buuk... satu suara


telapak telah mengenai dasar leher orang mantel hijau, seperti kapak yang amat besar.


"Mmm..!" teriak orang bermantel hijau itu kaget dan roboh terguling.


Fu Ke-wei seperti seekor harimau ganas, dia lalu membelok


menerjang orang yang tongkat nya telah hancur itu.


"Berhenti!" teriak orang yang rambutnya acak-acakan itu.


Saat ini, tempat dua orang berdiri tepat di bawah sinar lampu


pintu, sisi kedua orang itu disinari dengan jelas sekali.


Pukulan telapak besi Fu Ke-wei, berjarak kurang tiga cun dari


jantungnya lawan, tapi dia malah bisa menghentikannya, dan ditarik setengah chi.


"Kau, Tian-ya-koay (Pengemis Aneh Dunia), Jie Ling-feng." Fu Ke-wei tertawa dingin, "Malah jadi tamu aliran hitam Huang


Yung-sheng, sungguh tidak di sangka perbuatan seorang manusia,


namamu sebagai pendekar sekarang sudah boleh pensiun! Jika bukan


hari ini melihat dengan mata kepala sendiri, aku sungguh tidak berani percaya anda adalah pendekar palsu."


"Sembarangan bicara." Teriak Tian-ya-koay, "Aku datang untuk mencari Lang-ye (Serigala Malam) Hong-hao, dia melarikan diri dari He-nan ke Shan Xi, di tempat ini jejaknya menghilang, aku sengaja


datang memeriksanya, dan akhirnya bertemu dengan kalian yang


diri......" "Oh! Begitu, jadi aku telah salah menduga." Kata Fu Kewei.


"Hm! Bocah, tenaga dalammu sangat menakutkan sekali, telah


menghancurkan tongkat pemukul anjingku......"


"Tetua turun dari atas, telah melanggar larangan dulu."


"Hm...! Mmm... orang yang bisa dengan satu pukulan telapak


menjatuhkan Sastrawan Neraka, di dunia persilatan sekarang,


hanya ada beberapa, coba kupikir, siapa kau sebenarnya."


"Jangan urus aku siapa. Tetua paling bagus jangan ikut


campur." Orang bermantel hijau yang bernama Sastrawan Neraka, saat ini


dengan susah payah meronta berdiri, tapi tetap tidak bisa berdiri


mantap, tubuhnya bergoyang-goyang tidak bisa berdiri dengan


tegak. "Uuu! Kau masih muda, di dalam sepuluh tahun terakhir ini


angkatan muda di dunia persilatan sekarang, ada beberapa orang


yang hebat. Apa marga kau?"


"Tetua Jie, apa kau tidak mau melepaskan keterlibatan ini?" Fu Ke-wei mencoba menghindar pertanyaan.


"Uuu! Aku Tian-ya-koay termasuk dalam Delapan Hebat Dunia


Persilatan, Sastrawan Neraka menduduki urutan pertama dari tiga


penjahat dunia persilatan, tapi semua tidak di pandang olehmu,

__ADS_1


tidak sulit menerka siapa kau sebenarnya..."


"Dia marga Fu, menyebut dirinya Fu-shan. Seorang teman


wanitanya dipanggil Fu-zhen." Sastrawan Neraka dengan lesu


memotong, "dia datang mencari Huang-jit-ye untuk meminta kabar keberadaan Yun-sang-nie."


"Ooo! Aku tahu siapa kau." Tian-ya-koay sadar, "kau adalah orang yang paling misterius di dunia persilatan......bukan, salah, menurut kabar orang itu datang dan perginya sendirian, kenapa sekarang


bersama seorang teman wanita."


"Kau tidak perlu sembarangan menebak, aku bukanlah orang


yang kau pikirkan." Fu Ke-wei membelokan pembicaraan, "tetua Jie, untung bukan tamu Huang Yungsheng, jika tidak......"


Mendadak wajah Sastrawan Neraka berubah, seperti tikus


cepat-cepat melarikan diri.


"Aku hanya mencari Lang-ye, bangsat itu melakukan kejahatan


berdarah di He-nan dan melarikan diri ke Shan-xi, di sepanjang jalan dia masih melakukan kejahatan, sangat mungkin bersembunyi di


rumah Huang Yung-sheng. Dia adalah mantan kekasihnya


Yun-sang-nie, dengan Huang Yung-sheng di dunia persilatan sering


melakukan......" "Tunggu! katamu Lang-ye adalah mantan kekasihnya Yunsang-nie?" Fu Ke-wei menyela kata-kata Tian-ya-koay, "berita kau ini apa bisa dipercaya?"


"Tentu saja bisa dipercaya, aku tidak pernah sembarang bicara."


Tian-ya-koay menyunggingkan mulut, "masih banyak berita rahasia yang aku tahu! Iii... aneh! Rumah setan ini sepertinya selain beberapa penjaga, seluruhnya tidak lebih dari sembilan orang, kemana perginya teman-teman Huangjit-ye?"


"Mungkin telah naik kegunung." Kata Fu Ke-wei, "aku akan menunggu dia, menunggu sampai jam lima pagi baru


membakarnya." "Membakar" Kau......"


"Jangan terkejut, aku melakukan sesuatu pekerjaan tergantung


perasaan hatiku, jika tidak mencapai tujuan tidak akan berhenti. Aku tidak percaya tuan Huang sudah naik ke gunung, dia masih belum tahu jelas asal-usulku, mana sudi melarikan diri jauh-jauh?"


Fu Ke-wei masuk ke dalam ruangan yang amat besar,


menyalakan empat lampu, lalu duduk di atas kursi besar.


Tiba-tiba tercium bau wangi, Ouw Yu-zhen mendadak


muncul diruangan. Dia berbisik disisi telinga Fu Ke-wei, Fu Ke-wei


menganggukan kepala, mulutnya tersenyum dingin!


Tian-ya-koay dengan mata penuh pertanyaan menatap pada


Ouw Yu-zhen. "Nona ini temanmu?" tanya Tian-ya-koay.


"Orang tua, kau salah." Ouw Yu-zhen tertawa, "aku


hanyalah pelayannya."


Tian-ya-koay menatap pada belati mewah yang bergantung di


pinggangnya Ouw Yu-zhen, berkata, "belati Salju Hijau kau ini aku pernah dengar, siapa marga nona?"


"Belati ini adalah pemberian dari tuan untukku menjaga diri,


apakah belati Salju Hijau, aku tidak tahu." Ouw Yu-zhen asal bicara,


"aku marga Fu, dipanggil Fu-zhen, orang tua sebenarnya apa yang ingin kau ketahui?"


Tian-ya-koay menggeleng-gelengkan kepala, mengelilingi


ruangan sekali, menghilang di ujung sudut timur.


"Apa kau telah mendapatkan jejak?" tanya Fu Ke-wei.


"Benar, tepat menurut perkiraan tuan, semua bersembunyi di

__ADS_1


ruang rahasia bawah tanah." Kata Ouw Yu-zhen pelan.


__ADS_2