Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
episode 6


__ADS_3

"Apakah harus begitu?"


"Benar. Saudara Gan, apakah kau tidak melihat" Jika aku tidak mengatakannya, empat saudara aku ini mungkin tidak bisa keluar dari rumah setan itu, kata-kataku itu tidak didengar oleh orang ketiga, sedikit pun tidak mengandung bahaya, tapi api pembunuhan membara


membuat orang menjadi dingin hatinya. Saudara Gan, sebenarnya siapa dia?"


"Aku pun tidak tahu, dulu waktu aku bertemu dengan dia, hanya tahu dia memperke-nalkan dirinya bermarga Tong, yang lainnya


semua rahasia." "Di perkumpulan Qing-lian kedudukan dia..."


"Tidak tahu, sepertinya pencari langganan kelas tiga, yang


bertanggung jawab dibagian luar, mungkin dia sendiri belum pernah


bertemu dengan orang penting dari perkumpulan Qing-lian. Kau minta bertemu dengan orang yang bertanggung jawab, itu melanggar


pantangan mereka, itu tidak mungkin."


"Kau kira mereka benar-benar bisa mengawasi jejak kita?"


"Aku sangat percaya, mungkin perahu pertama dan berikutnya,


paling sedikit ada dua milik mereka. Jangan berkhayal mencoba


kekuatan mereka, itu tidak akan ada gunanya, kita tidak percaya


pada mereka, mereka juga sama tidak percaya pada kita, siapa yang


berani menjamin, jangan sampai mereka curiga kita mencoba


menyelidiki mereka" Asal mereka sekali curiga, bukan saja bisnisnya akan batal, kita juga akan mendapat kesulitan yang amat besar!"


Laki-laki brewokan bermarga Gan berkata dengan hati-hati, dia


sudah dapat melihat Tian-long-jian Lu-zhao sudah timbul niat


mencoba kekuatan perkumpulan Qing-lian.


"Kau pikir apakah mereka bisa berhasil?"


"Pasti berhasil, menurut yang aku tahu, di dunia persilatan sekarang ada perkumpulan Kembang Merah, perkumpulan Teratai Putih, perkumpulan


Qing-lian, tiga perkumpulan besar pembunuh bayaran, perkumpulan


Qing-lian yang paling misterius, paling menakutkan dan paling tertutup.


Selama tiga puluh tahun, tidak pernah mendengar ada orang yang tahu seluk beluknya perkumpulan ini, tidak ada orang yang dapat melihat orang penting perkumpulan ini, lebih-lebih tidak pernah terdengar ada orang yang dapat menangkap pembunuh bayaran perkumpulan itu.


Di dunia persilatan ada banyak pesilat tinggi orang-orang


ternama yang hilang secara misterius, mungkin ada hubungannya


dengan perkumpulan ini."


"Coba kau terka, apakah mereka akan menganga seperti mulut


singa?" "Mungkin, harga anjing kecil itu sungguh terlalu tinggi."


"Kira-kira berapa besar yang mereka minta?"


"Mungkin tidak kurang dari sepuluh ribu liang."


"Oooh! Perlu enam orang untuk mengangkat uang sepuluh ribu


liang perak, tapi aku rela mengeluarkannya." Kata Tianlong-jian Lu-zhao dengan menggigit gigi, "sepuluh orang yang mengangkat juga aku tidak keberatan, seharusnya sejak dulu aku berhubungan

__ADS_1


dengan perkumpulan Qing-lian."


"Kakak Lu, jika tidak ada kenalan, kau tidak mungkin bisa mencari mereka." Orang ber-marga Gan berkata lagi, "masalah kau


bermu-suhan dengan Xie-jian-xiu-luo, kawankawan persilatan sudah


pada tahu, mereka tidak memer-lukan banyak waktu untuk


membuktikan-nya, sehingga, kepastian perjanjian bisnisnya tidak


akan lama, waktu untuk kau mengumpulkan uangnya sangat sempit,


hati-hati jangan sampai terlambat, kalau tidak perjanjiannya bisa


berubah. Sekalian aku ingatkan, mereka hanya mau emas atau perak,


tidak mau pusaka yang di nilai dengan uang."


"Tenang saja, tidak akan ada masalah." Kata Tian-long-jian Lu-zhao dengan pasti, dari matanya yang lesu berkilat sinar


kebencian dan kekejaman. o-o-o Dua bulan kemudian. Wu-hu berada di selatan Tai-ping, di sebelah selatannnya ada


sungai Zhang-jiang, sedang bagian timur lautnya perbukitan, diantara pantai dengan perbukitan banyak terdapat rawa, sungai mengalir


melewati kota, dihadapan sepanjang Wu-hu ada sungai Yu, sungai Yu


adalah mulutnya sungai buatan.


Sekarang situasi sedang aman sejahtera, sudah tidak


terlihat bekas-bekas peperangan.


Kota He-kou yang berada ditepi sungai di sebelah selatan kota,


Di dalam satu bangunan terbuka di ujung utara pelabuhan


Da-jiang, diluar pagar bangunan, Fu Ke-wei berdiri berdampingan


dengan seorang laki-laki setengah baya berbaju biru, sambil


menikmati pemandangan, sambil berbincangbincang.


Angin sungai menerpa wajah dan mengibarkan baju, diatas sungai


layar perahu berkelompok-kelompok, diatas langit burung-burung


beterbangan, gelombang bergulung dengan deras, membentuk satu


gambar yang menakjubkan, sangat indah dipandang, enakdihati.


Tapi isi pembicaraan mereka, malah tidak indah dipandang tidak


menyenangkan hati. "Adik Fu." Orang berbaju biru mengerutkan alis, nadanya tidak stabil,


"lima hari yang lalu pembunuh berdarah dingin itu telah muncul didepan rumah keluarga Yang di gerbang Jin Ma, lalu terjadilah peristiwa


berdarah, mendadak keluarga Yang mati di jembatan Tong-ji, kemudian kepala pengurus pelayaran Jiang-han, Dewa Nyamuk Zuo Xian-zhong


juga mati terbunuh dengan cara yang sama, tidak ada luka luar tapi semua jeroannya hancur


Pelayaran Jiang-han masih bermusuhan dengan Ular Air Qin-ji yang


terletak seberang pantai Wu-wei-zhou, permusuhannya masih


berlansung terus, makanya si pembunuh pasti tidak akan puas jika

__ADS_1


belum bisa membunuh Ular Air, sebaliknya lawan juga tidak akan


berhenti sebelum membunuh pemilik Pelayaran Jiang-han, sekarang


mereka pasti masih bersembunyi di sekitar kabupaten menunggu


kesempatan." "Pemilik Pelayaran Jiang-han telah bersembunyi, tapi


pembunuhnya mana bisa lama menunggu kesempatan


melakukan pembunuhan?"


Fu Ke-wei mengatakan pendapatnya:


"Wu-feng bukanlah orang bodoh, jika dia muncul didepan rumah


Yang di gerbang Jin-ma, pasti tahu orang akan datang mencari dia


membalas dendam, setelah mendengar kabar ini, apa dia masih


berani tinggal terus disini?"


"Pembunuh itu pandai menyembunyikan diri, dia sudah ahli sekali, dia sama sekali tidak takut orang mencari dia untuk membalas


dendam, maka aku menduga dia pasti masih bersembunyi di dalam


kota, jika pergi mengejar ke Nan-jing pasti akan melelahkan dan


sia-sia." "Tentu, sebelum mendapat bukti yang pasti, jangan sembarangan mengejar." kata Fu Ke-wei menganggukan kepala, "dan juga, dia belum tentu melarikan diri ke Nan-jing. Walau dia datang dari


Wu-chang, siapa pun tidak berani mengatakan dia pasti tidak pulang ke Wu-chang. Begini sajalah! Kau dan aku membagi tugas,


menyelidiki gerakan dia, bagaimana?" "Bagaimana rencanamu?"


"Aku tahu kebiasaan dan hobi orang ini. Jika dia masih berada disini aku akan mendapatkan dia. Kita berpisah sekarang, nanti


kita tetap berhubungan."


"Aku menunggu kabar baikmu, pergilah!"


Dua orang itu menelusuri pelabuhan ke arah selatan, tidak lama


tampak jalan raya gerbang Shui-xi.


"Apakah adik hafal jalanam di Wu-hu?" kata orang berbaju biru sambil jalan sambil bertanya, "ini adalah pelabuhan besar tempat bercampurnya naga dan ular (Perampok dan penjahat), tempat berburunya berbagai


aliran, kota He-kou lebih komplek lagi, kekuasaan ular setempat sangat besar, jika salah menghadapinya, bisa-bisa terjadi seperti perahu terbalik di parit kecil, perlukah aku mengumpulkan teman-teman untuk


membantu?" "Iii...!" Fu Ke-wei tertegun, "saudara Pan, jika kau punya teman yang bisa digunakan, buat apa terburu-buru mengutus orang


memanggil aku datang kesini?"


"Teman-temanku hanya pantas jadi mata-mata menyebarkan


berita." Orang berbaju biru bermarga Pan tertawa pahit, "menghadapi pembunuh bayaran seperti Tamu Penggantung Wu-feng yang sulit


dilacak, dan ilmu silatnya yang susah diukur, teman-temanku tidak ada gunanya, tidak ada orang yang berani menghadapinya, jadi tidak bisa digunakan untuk itu."


"Kau tahu sifatku selalu bergerak sendirian." Kata Fu Kewei dengan jujur, "untuk menghindarkan salah-paham, orangorangmu harus jauh dari aku, jika tidak, akan timbul masalah yang serius. Kau tahu, saat aku dalam kondisi hidup atau mati, akan tidak perdulikan siapa pun orangnya."


"Baik, aku akan berhati hati," kata orang bermarga Pan dengan tenang, "sebenarnya, teman-teman jika tahu yang akan dihadapi adalah Tamu Penggantung, mungkin tidak ada orangyang berani


tampil membantu, tidak menghindar setelah mendapat kabar itu


sudah bagus." "Itu kenyataan." Fu Ke-wei menganggukkan kepala, "dari empat penjahat besar di dunia persilatan, Tamu Penggantung menduduki urutan ketiga, sejak lahir dia sudah berdarah dingin, kejam dan jahat, pesilat tinggi kelas satu di dunia persilatan pun kalau mendengar namanya sudah merasa ketakutan, orang yang berani mencari dia bisa dihitung dengan jari.

__ADS_1


__ADS_2