
Dia berguling-guling sampai di pinggir jalan, tanpa sadar
kipasnya telah hilang. "Aduh......" Tubuh Li Hoa-xin yang masih di udara berteriak terkejut, saat
menyentuh tanah kaki kanannya menjadi lemas, tiba-tiba roboh,
segumpal daging di kaki kanan bawahnya telah tersabet oleh kipas
lipat. Robohnya Li Hoa-xin, telah mengganggu empat orang yang baru
saja sadar dari terkejutnya.
Sebenarnya empat orang ini juga sudah tidak ada tenaga untuk mengejar, dua tongkat tembaga sementara tidak bisa dikendalikan
lagi, sebilah pedang terputus, pedang lainnya masuk kedalam
tanah dan belum tercabut keluar.
Di pinggir jalan kebetulan ada satu gang kecil untuk mencegah
bahaya kebakaran, di dalam gang kecil yang gelap meloncat keluar satu bayangan orang, dia menangkap krah baju Fu Ke-wei menariknya ke
dalam, satu suara pelan yang jelas masuk ketelinganya, "jangan meronta, aku bawa kau pergi."
Fu Ke-wei melemaskan seluruh tubuhnya, membiarkan
bayangan itu seperti menarik anjing mati dengan cepat
membawanya masuk ke dalam gang kecil itu.
Hari sudah terang, di dalam rumput alang-alang di sisi sungai.
Mantel panjang di tubuh Fu Ke-wei telah menjadi mantel yang
robek di sana sini, dengan posisi duduk menengadah dia melakukan
pernafasan, wajahnya pucat seperti wajah mayat, di mulut dan
telinganya ada bekas darah yang mengering.
Sekitar sepuluh langkah lebih, Huo-bao-ing, Bu-fei-khe dan
seorang wanita berbaju warna putih bulan bersembunyi didalam
rumput alang-alang, dari balik rumput mengawasi keadaan
sekelilingnya. Di belakang adalah sungai Han yang sedikit keruh.
Setengah li di sebelah kiri, adalah pelabuhan penyeberangan
kota Fan, di jalan raya orang berlalu lalang, samar-samar dapat
mendengar suara ribut dari pelabuhan.
Tidak ada orang yang memperhatikan pantai kotor di sisi
pelabuhan itu, matahari telah terbit, di pelabuhan masih ramai seperti biasa, Fu Ke-wei yang berada di dalam rumput alangalang baru saja
kembali dari pintu akhirat.
Dia seperti baru kembali dari keheningan abadi ke dunia nyata,
sambil menghela nafas panjang, dia sedikit menggerakan kaki dan
__ADS_1
tangannya, alang-alang di sisi tubuhnya mengeluarkan suara
gesekan. Suara gesekan itu menimbulkan perhatian Bu-fei-khe, seperti
kucing mendekati dia. "Di kantong serba ada milikmu itu." Kata Bu-fei-khe sambil berjongkok di sampingnya, dia berkata lagi pelan, "orang dunia persilatan biasanya sedikit banyak membawa obatobatan penolong
nyawa, obat yang cocok dengan kondisi tubuhnya, dengan
pengalamanku, aku hanya dapat mencium bau obat yang berguna
untuk melindungi hawa murni, dengan beraninya aku menyuapkan
sedikit padamu, kau pingsan tidak sadarkan diri, jadi terpaksa aku menempuh bahaya menyuapkan obat itu padamu, tampak obatnya
sangat manjur, terima kasih langit!"
"Terima kasih padamu, Tetua, tidak ada sangkut pautnya dengan langit." Mata dia yang terlihat kelelahan menatap pada Bu-fei-khe, wajah putih pucat yang menyeramkan ini, sekarang kelihatannya bukan saja tidak menyeramkan, malah menjadi ramah dan dekat, "Lima orang menyerang, punggungku terkena satu bola baja, tiga pedang, dua
tongkat melakukan penyerangan bersamaan dengan dahsyatnya,
mereka sungguh keji, sungguh tidak tahu malu."
"Sekarang kau baru tahu mereka keji dan tidak tahu malu?" kata Bu-fei-khe dengan sinis, "Kau kira tuan besar Li bisa mempunyai kedudukan penguasa di satu tempat sampai hari ini, dengan jalan
lurus, usaha yang bersih dan ketekunan" Bayangkan aku dan saudara
Du, walau tekun delapan generasi, juga tidak akan mendapat untung
sepuluh hektar sawah untuk menghidupi keluarga!"
"Wajah penguasa setempat aku telah banyak melihat." Dia
mengeluh panjang, "dengan siasat mengambil, dengan kekuasaan
mendirikan perkumpulan, dengan kekuasaannya menghina yang
lemah, semua hal ini tidak terhindarkan. Tuan besar Li orang yang
mempunyai kedudukan dan nama di dunia persilatan, malah
berulang-ulang mengumpulkan anak buahnya, diam-diam
menyerang, terang-terangan melakukannya di keramaian kota,
semua itu hal yang sangat jarang terjadi."
"Demi mencapai tujuan tidak perdulikan caranya, itu adalah kata mutiara bagi para penguasa setempat. Di dalam dunia persilatan
penguasa yang semakin punya kedudukan tinggi, semakin melakukan
perbuatan yang keji, itu tidak ada yang aneh."
"Ahli ketepel itu, menyerang diam-diam di bawah atap rumah sejauh dua puluh langkah lebih, kekuatan tenaganya, sungguh sangat jarang sekali, dalam jarak seratus langkah cukup bisa menghancurkan tameng menembus tembok, orang ini adalah......"
"Dia Dewa Ketepel Pengejar Arwah Seratus Langkah Gui Yuan-zhong,"
kata Bu-fei-khe tertawa, "kemarin malam selain Li Hoa-xin, di penginapan Fu-tai orang-orangnya menggunakan senjata gelap menjaga di barisan kedua, jumlahnya sebanyak empat belas orang, semuanya adalah penjahat top dari aliran hitam. Karena tuan besar Li terdesak, jadi minta tolong pada penjahat aliran hitam, sebab temanteman dari aliran pendekar sudah tidak mau diperalat dia, Shuang-jie-shu-sheng dan Angin Awan adalah wakil dari aliran pendekar yang dapat melihat kesempatan menghindarkan diri, sudah tidak mau ikut campur membicarakan masalah ini. Sekarang kita bicarakan yang akan datang."
"Yang akan datang?"
"Benar! Melihat keadaan kau yang tidak karuan ini, sepertinya jeroanmu telah berpindah tempat, tulang di seluruh tubuhmu telah
buyar, jika tidak diobati ratusan hari jangan harap bisa bergerak
__ADS_1
dengan bebas. Sekarang ini seluruh penjahat aliran hitam
bersembunyi dimana-mana sedang mencari keberadaanmu, sangat
berbahaya sekali. Jika tidak pergi ketempat jauh, apa kau disini mau menunggu ajal" Berapa lama kau dapat bersembunyi?"
"Aku tidak akan pergi." Kata dia dengan tegas.
"Kau......" "Ooo! Aku telah berjanji dengan tuan besar Li menyelesaikan urusan di Guan-qiu besok lusa pada tepat tengah hari, jika sampai waktunya aku tidak datang, selanjutnya aku tidak bisa lagi mencari dia, aku adalah orang yang memegang aturan dunia persilatan."
"Tapi, Kau......kau merayap pun tidak bisa. Malam ini aku dengan saudara Du akan pergi mencuri perahu, perahu yang ringan khusus
untuk air deras, malam ini kita berlayar kebawah ke Wu-chang,
meloloskan diri dahulu, selanjutnya......"
"Tidak ada selanjutnya, masalah ini harus cepat-cepat diselesaikan."
Fu Ke-wei dengan marah tertawa keji, "anda tenang saja, beberapa pukulan dahsyat ini tidak akan merengut nyawaku. Aku berani bertaruh denganmu, sekarang aku sudah dapat berdiri."
Baru saja akan menjulurkan kaki, Bu-fei-khe telah menekan dia.
"Sudahlah, jangan sok jago." Bu-fei-khe tawa pahit, "mungkin kau benar adalah manusia super yang terbuat dari besi, dan
mempunyai ilmu silat yang sulit dibayangkan, tapi bagaimana pun
lebih banyak istirahat akan lebih baik. Kau sembunyilah baik-baik, saudara Du kemarin malam telah mencuri banyak makanan, aku
ambilkan untuk kau makan, harap kau jangan sampai
menggoyangkan rumput alangalang, supaya tidak menimbulkan
perhatian orang yang jalan mendekat."
"Sekarang aku masih belum lapar. Oh betul, kemarin malam
bukankah kalian telah pergi melarikan diri, kenapa bisa kebetulan
menolong aku?" "Kami mendapat berita dari seorang teman lamamu, mengetahui
Tuan besar Li telah memanggil para penjahat aliran hitam
bersembunyi dijalan raya membuat jebakan, takut kau lengah
termakan jebakan, maka bersama dengan kenalan lamamu, kami
menyusup kembali untuk memperingatkan kau,
tidak diduga tetap saja telat satu langkah......"
"Kenalan lamaku?"
"Benar, kenalan lamamu dari Wu-hu."
"Kenapa aku tidak ingat ada kenalan lama dari Wu-hu......"
"Dia sedang bertugas melakukan pengawasan, aku sekarang
pergi memanggil dia kesini, setelah kalian bertemu bukankah bisa
jadi tahu.'" Bu-fei-khe dengan hati-hati sekali bergerak
meninggalkan tempat itu. Tidak lama, terdengar suara gesekan yang pelan, bayangan berbaju putih bulan muncul.
__ADS_1