
"Tuan, jangan terlalu mempermalukan dia." Kata Nie-shayin-hoa dengan pelan.
"Baiklah! Aku mau lihat seluruh kemampuanmu." Kata Fu Ke-wei membuang tongkat kayu dan menerima pedang, "aku mau lihat kau wanita ternama yang menggemparkan dunia persilatan ini, sebenarnya mengandalkan apa sampai bisa mendapat kedudukan dan nama seperti
sekarang ini." Dia pelan menggetarkan pedang, pedangnya samar-samar
mengeluarkan suara dengungan.
Terkenalnya Hoa-fei-hoa lebih lambat satu tahun dari pada Fu
Ke-wei, kedua belah pihak baru kali ini bertemu muka, namun
Hoa-fei-hoa tidak tahu asal-usul lawannya, malah mengira dia adalah anak muda yang baru turun gunung"
"Aku pasti akan menyembelihmu." Kata Hoa-fei-hoa dengan
galaknya, lalu dia mengangkat pedang pelan-pelan mendesak maju.
"Tapi aku tidak ada selera menyembelihmu, kau juga tidak bisa menyembelih aku." Dia dengan wajah berkelakar merubah posisinya, pedangnya tidak diangkat, "aku tahu senjata rahasiamu sangat lihay, tapi kali ini kau paling bagus jangan berharap dengan senjata
rahasiamu, karena kau tidak akan ada kesempatan menggunakannya,
sekali membagi konsentrasi, maka kau akan mati, terima ini!"
Begitu teriakan keluar dari mulutnya, pedangnya mendadak
berobah menjadi sebuah sinar, tanpa takut masuk menyerang dengan
dahsyatnya. Hoa-fei-hoa telah mengeluarkan seluruh kemampuannya,
dengan jurus Awan Menutup Kabut Mengunci dia menangkis
serangan pedang, segera balik menyerang dengan menggunakan
jurus Wanita Penenun Meluncurkan Sekoci.
"Traang traang......"
Terdengar serentetan suara logam beradu, jurus pedang kedua belah
pihak terlalu cepat, tidak terhindarkan beradunya senjata, mereka
sama-sama berniat dengan tenaga dalam yang tinggi, menepis pedang
lawan supaya dapat balas menyerang, melancarkan serangan
mematikan. Setelah kedua belah pihak masing-masing telah menyerang seratus
kali lebih, ketangguhan Hoa-fei-hoa mulai menurun dengan drastis, dia tidak kuat lagi menahan serangan Fu Kewei yang bertubi-tubi, dia hanya dapat dengan cepat merubah posisi, menghindar bentrokan langsung,
karena setiap sekali menangkis, akan timbul keadaan yang
membahayakan. Sekarang Fu Ke-wei bergerak dengan menempel dia, segera
saja serangannya sudah mengendalikan keadaan.
"Kau masih belum cukup tangguh." Fu Ke-wei sambil menyerang cepat sambil berteriak, "bergeraklah lebih cepat lagi, jangan salah gerak, hati-hati jangan sampai terjerat jatuh oleh rumput. Mmm! Tangkisannya bagus, sayang tidak bisa menggunakan kesempatan ini balas
menyerang.." Hoa-fei-hoa melayang di seluruh lapangan, dengan
terengah-engah sekuatnya bertahan.
Pedangnya sudah tidak bisa dikendalikan, tidak bisa mengikuti
keinginannya, tidak dapat menahan kecepatan serangannya Fu
Ke-wei, dia hanya melihat sinar yang tidak terhitung banyaknya
datang menyerang, kecuali mundur menghindar sedikit pun tidak
__ADS_1
mampu balik menyerang. "Traang traang traang......"
Suara logam beradu semakin keras, pertahanan Hoa-feihoa
sudah terdesak pada akhir pertahanan.
Dalam kecepatan dia kalah, dalam jurus pedang kalah, tenaga
dalam mengendalikan pedang juga kalah, ini adalah pertarungan
yang tidak ada harapan. Dia terpikir kata-kata Xie-shen:
Bermain permainan kucing menangkap tikus.
Sedikit pun tidak salah, Fu Ke-wei adalah kucing pintar,
mempermainkan dia, tikus.
Kata-kata Fu Ke-wei tidak salah, dia sama sekali tidak ada
kesempatan menggunakan senjata rahasia untuk membantu. Asalkan
dia telat sedikit saja menangkis, atau mundur telat satu langkah, sinar pedang lawan akan masuk menusuk dirinya, hawa pedang yang
mendesak tubuhnya memaksa tenaga dalam perlindungan dirinya
menjadi buyar, hawa murninya bergelombang seperti akan tumpah,
mana bisa perhatiannya dibagi mencari kesempatan melepaskan
senjata rahasia" Sepasang Bintang Perak dan pelayan wanita menyaksikan sejauh
sembilan zhang, terbengong mengucurkan keringan dingin, terkejut dan ketakutan oleh teriakan senang Fu Ke-wei, walau Xie-shen dan
kawan-kawan tidak menghalangi, mereka juga hilang keberanian ikut
bertarung. Akhirnya terdengar buum... satu suara diiringi getaran keras, Fu
Guntur dan angin ribut mendadak lenyap. Hoa-fei-hoa berdiri
ditempatnya dengan terengah-engah.
"Kehebatanmu masih kurang." Kata Fu Ke-wei dengan tenang,
"mungkin kau bisa bertarung imbang dengan Satu Pedang Dunia, tapi anak buah dia terlalu banyak, pendeta dao Tai-yi dari gunung
Zhong-tiao saja, kau mungkin tidak bisa melewatinya, Kekuatan
tenaga dalamnya jika telah bisa mengendalikan pedang dan
menyerang, kesempatan kau bisa menang tidak akan lebih dari
setengah, lebih baik jangan pergi ke benteng Zhang-feng, kalian...."
"Kau......kau siapa?" tanya Hoa-fei-hoa dengan nada dalam.
"Jangan tanya aku siapa."
"Aku ingin tahu." Hoa-fei-hoa memaksa.
"Seorang yang tidak ada hubungannya."
"Jurus pedang kau ti......tidak ada anehnya....."
"Itu karena aku tidak ingin melukaimu."
"Aku pernah bertarung dengan Pedang Dewa sebanyak
seratus jurus, tetap bisa menyerang dan menghindar."
__ADS_1
"Bagus, tidak aneh kau punya nama besar seperti hari ini." Fu Ke-wei tertawa, "ilmu silat Pedang Dewa, malah lebih tinggi dari pada sepuluh pesilat hebat terbesar di dunia persilatan generasi terdahulu, dia adalah orang baik, teladannya para aliran putih. Jika kau orang yang tidak bisa diampuni dari sepuluh tindak kejahatan, dia tidak akan izinkan kau bertahan sampai seratus jurus. Aku.....juga tidak akan selesai setelah kau mengucurkan keringat. Kalian pergilah!"
Dia membalikan tubuh berjalan menuju Nie-sha-yin-hoa,
kelakuannya bersahabat. "Kau......kau siapa sebenarnya?" Hoa-fei-hoa penasaran.
"Aku telah beritahu, seseorang yang tidak ada
hubungannya." Tanpa membalikan kepala, dia memberikan pedang pada
Nie-sha-yin-hoa. "Aku akan mencarimu, membalas penghinaanmu pada ku hari
ini......" "Ha ha ha...! Aku tunggu kau di dunia persilatan."
"Lalu kenapa kau tidak menyebutkan nama" Bagaimana
caranya aku bisa mencari kau, pengecut yang tidak berani
menyebut namanya?" kata Hoa-fei-hoa telah menggunakan cara
membuat marah. "Ha ha ha! Itu adalah kesulitanmu sendiri, bukan urusan aku.
Ha ha ha......" Dalam tawanya yang panjang, tubuhnya berkelebat, seperti kilat,
sekejap telah menghilang di hutan yang ada di depannya, Xie-shen
dan kawan-kawan juga berkelebat masuk ke dalam hutan lalu
menghilang. "Alur Sinar Menghilangkan Bayangan!" teriak Niu Lang-xing terkejut.
"Jangan sombong." Hoa-fei-hoa berteriak,
"aku akan menemukan kau. Kau......" tapi di dalam hati dia mengerti, bisa menemukannya juga lalu bisa apa"
Akibatnya, akan sama dengan hari ini kembali masuk dalam
permainan kucing pintar mempermainkan tikus.
Biasanya dia sangat membanggakan jurus pedangnya, selama
lima-enam tahun dia jarang menemui lawan, makanya dia tidak takut
pada ketua benteng Zhang-feng, meski Satu Pedang Dunia adalah salah satu dari sembilan jago pedang terbesar di dunia persilatan masa kini.
Tiga puluh tahun yang lalu, saat orang-orang persilatan
mengakui sepuluh pesilat hebat terbesar dunia persilatan, mereka
adalah simbol orang dunia persilatan. Sepuluh orang ini ada yang
dari aliran putih ada yang dari aliran hitam, orang-orang persilatan dengan ilmu silatnya masing masing untuk menentukan urutan
tinggi rendahnya, dan sekarang mereka telah mengundurkan diri dari dunia persilatan. Karena Hoa-fei-hoa bisa bertahan sampai seratus jurus dari
Pedang Dewa yang termasuk sepuluh pesilat hebat terbesar generasi
sebelumnya, tentu saja dia mengira ilmu pedangnya tidak lebih jelek dari pada sepuluh pesilat terbesar itu.
Tapi hari ini, dia seperti baru bangun dari mimpi.
Anak muda ini, hanya menggunakan jurus pedang yang biasa,
bisa mendesak dia hingga tidak bisa balas menyerang, sampai menghindar saja juga sulit.
Tapi anak muda berkata, mungkin dia akan seimbang
bertarung dengan Satu Pedang Dunia.
Satu Pedang Dunia hanya salah satu dari sembilan jago
__ADS_1
pedang terbesar masa kini, dibandingkan dengan sepuluh pesilat terbesar generasi sebelumnya masih jauh kehebatannya.