Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 120


__ADS_3

Orang yang paling tidak takut mati, juga jadi ketakutan oleh gerakan penjagalan besar-besaran ini, setelah ketakutan timbul niat melarikan diri, orang yang lincah mulai melarikan diri keluar dari benteng,


beruntunglah orang yang melarikan diri.


Ketua benteng Xi dan anaknya juga orang yang beruntung, karena


sejak dari mulai hingga akhir, tidak pernah terlihat kedua orang ayah dan anak ini.


Orang pertama yang mengundurkan diri dari lapangan


penjagalan ini, adalah Shi-tu Yu-yao.


Dia benar-benar ngeri oleh pertarungan yang mengerikan ini, seluruh tubuhnya bercucuran keringat dingin, tangan yang menggenggam


pedang gemetaran terus. Dia merasa bau amis darah ini membuat dia


ingin muntah, terpaksa dia mundur ketempatjauh dengan bengong.


"Terlalu mengerikan, terlalu mengerikan..." sorot matanya masih mengikuti bayangan belakang Fu Ke-wei yang sedang mengejar


membunuh lawan, dengan suara gemetar berkata sendiri,


"dia......dia kenapa bisa begitu sadis?"


"Yu Yao, kau pernah menyaksikan dua puluh tiga mayat yang


tidak berdosa." Pedang Kuasa di sampingnya menghunus pedang mengawasi. Suaranya dalam.


"Benar, tapi......"


"Temannya tanpa bersalah telah dibunuh. Dia punya hak


membalas dendam demi teman." Nada Pedang Kuasa lebih dingin,


"jika sudah berhadapan dengan musuh, maka tidak dapat ada hati tidak tega, ini adalah satu-satunya cara orang persilatan melindungi nyawanya, jika ilmu silatnya tidak tinggi, yang tergeletak di tanah pasti dia, orang yang bermain nyawa di dunia persilatan, pandangan terhadap hidup mati berbeda dengan orang biasa, nasib mereka


ditaruh di atas daun yang mengambang, orang seperti mereka ini


hidup lima belas hari dihitung setengah bulan, semua memandang


hidup mati nya tawar sekali."


"Paman Gan, jangan......katakan......lagi!" dia menutup


wajahnya berteriak gemetar.


"Mari kita pergi!" kata Pedang Kuasa dingin, "sekali kau tidak bisa sama pandangan dengan perbuatannya, di antara kau dan dia, akan


timbul perasaan jauh di dalam hati, cepat atau lambat akan berpisah.


Yu Yao, lebih baik tinggalkan dia!"


"Aku......" "Pandangan tidak sama tidak akan saling mendukung." Pedang Kuasa mengeluh, dia mencoba memberi nasihat dengan penuh arti,


"malah suatu hari nanti bisa berbalik menjadi musuh, hari ini datangnya akan sangat cepat. Hoafei-hoa dan Nie-sha-yin-hoa baru orang yang


sejenis dengan dia, mereka baru bisa hidup dalam dunia kacau yang


melihat orang seperti rumput liar ini. Yu Yao, apakah sudah siap pergi?"

__ADS_1


Dia mengeluh, menggerakan langkahnya dengan sangat berat.


Hari sudah terang, dimana-mana masih tertinggal sisa lentera


yang menyala. Rumah-rumah dilapis pertama di lingkar luar benteng, bara api dan


lilin masih menyala. Fu Ke-wei lima orang, ditambah Tian-ya-koay dan Sepasang


Bintang Perak yang belakangan ikut bergabung, melewati


lapangan api masuk ke pusat.


Setelah diperiksa seluruh bagian pusat, tapi tidak ditemukan


ketua benteng Xi, anaknya dan orang-orang kepercayaannya,


tentu saja, lebih-lebih tidak menemukan jejaknya Pedang Naga


Langit Lu-zhao. "Sumber mala petaka ini kembali bisa melarikan diri!" kata Fu Ke-wei kesal.


"Tuan, mungkin telah di bunuh oleh ketua benteng Xi. Sepasang Cantik Jiang-nan adalah contoh yang hidup." Ouw Yu-zhen


menyatakan pendapatnya. "Tentu saja ada kemungkinan ini, tapi sebelum dibuktikan, aku tetap tidak putus asa."


"Saudara kecil, orang yang kau cari sepertinya bukan Xi


Zhang-feng dan anaknya, tapi orang lainnya?" tanya Tian-yakoay yang ada di pinggir dengan penuh pertanyaan.


"Betul." "Siapa" mungkin aku bisa berikan sedikit berita." Desak


Tian-ya-koay. Karena Tian-ya-koay sudah tahu asal-usul dia yang sebenarnya,


bagus sekali, dan juga bukan orang yang cerewet; sehingga, maka


dia berpendapat tidak perlu merahasiakannya.


"Orang yang aku cari adalah ketua benteng Tian-long


Pedang Naga Langit Lu-zhao."


"Benteng Tian-long di bukit Bai-zhang gunung Huang sudah lama lenyap di dunia, ketua benteng Lu-zhao juga menghilang, kenapa bisa bersembunyi di benteng Zhangfeng?" kata Tian-ya-koay tidak


mengerti. "Sumber berita ku pasti bisa dipercaya."


"Beritanya didapat dari siapa?"


"Istri gelapnya Lu-zhao, Yun-sang-nie Bai Ru-lian." Kata Fu Ke-wei tenang, "Lu-zhao minta perlindungannya benteng Zhang-feng dia yang memperkenalkannya, Sepasang Cantik Jiang-nan datang ke benteng


Zhang-feng juga hasil karya-nya, malah tidak terpikirkan olehnya hampir saja menjerumuskan kedua adik angkatnya itu."


"Memalukan, aku pengemis tua malah tidak tahu masalah ini."


Tian-ya-koay menggaruk-garuk rambutnya yang kacau itu,


"Sepasang Cantik Jiang-nan itu apakah juga sama seperti


Yun-sang-nie......" "Tidak salah." Fu Ke-wei memotong, "mereka bertiga adalah buruan teman-temanku, maka aku telah serahkan pada mereka untuk


membawanya." "Saudara kecil sebenarnya ada dendam apa dengan Luzhao?"

__ADS_1


Fu Ke-wei menceritakan bagaimana awal permusuhannya.


Terakhir dia dengan tegas berkata, "Aku harus melenyapkan sumber mala petaka ini, tidak boleh tidak, dia telah menyembunyikan banyak sekali harta nya di seluruh pelosok dunia, setiap saat bisa menyewa pembunuh bayaran diam-diam membunuhku, mana bisa aku hidup


tenang?" "Aku malah tahu ketua benteng Xi punya beberapa teman yang


berhubungan rahasia, tunggu setelah kita selesaikan masalah disini, baru kuberitahukan pada tuan, aku percaya dari mulut mereka,


mengetahui tempat yang mungkin tempat tujuannya ketua benteng


Xi." Kata Nie-sha-yin-hoa.


"Baik, kita selesaikan dulu masalah disini." Fu Ke-wei


menganggukan kepala. Delapan orang berpisah mencari pintu rahasia masuk ke gudang


pusaka di bawah tanah, kira-kira setengah jam, baru ditemukan,


tempatnya di dalam kamar buku.


Mereka mencari beberapa tongkat besi panjang, mulai


menghancurkan tempat yang diduga ada jebakannya lalu


dengan selamat masuk ke gudang harta.


Sepasukan pedagang sedang menuju ke selatan, saking


sederhana barang yang di bawa, membuat perampok kecil malah


meliriknya. Barang dagangan yang menuju selatan, biasanya hasil bumi


kasar dari daerah perbatasan, dan kurang berharga, barang


dagangan yang menuju utara, baru barang mewah yang berharga


dari selatan. Satu kereta keledai, sepuluh ekor lebih keledai pembawa barang,


bungkusan besar ikatannya besar sedikit pun tidak mencolok, jika semua dirampok juga tidak berharga seberapa uang.


Delapan orang pengawal barang yang berpakaian kumal, sulit


dibedakan laki laki atau wanita, kecuali dua orang kusir yang sedikit bersemangat, enam orang yang diatas punggung keledai, tampak


lesu, lelah, sedikit pun tidak ada semangat.


Kerugian yang diderita Hoa-fei-hoa kali ini cukup besar, dia


kehilangan seorang pelayan wanita yang sangat berguna, masih ada


saudaranya yang masih tinggal di pegunungan Zhong-tiao, bermain


petak umpet dengan anak buahnya benteng Zhang-feng yang


mencari di gunung. Orang-orang ini tidak tahu ketua muda benteng Xi diam-diam telah kabur dengan cepat menuju utara, makanya tidak


keburu membantu majikannya.


Tapi mereka tanpa sengaja kebetulan bisa bertemu dengan Fu Ke-wei, akhirnya bisa terbayar kesedihan kehilangan seorang pelayan wanita.

__ADS_1


__ADS_2