
Orang yang paling tidak takut mati, juga jadi ketakutan oleh gerakan penjagalan besar-besaran ini, setelah ketakutan timbul niat melarikan diri, orang yang lincah mulai melarikan diri keluar dari benteng,
beruntunglah orang yang melarikan diri.
Ketua benteng Xi dan anaknya juga orang yang beruntung, karena
sejak dari mulai hingga akhir, tidak pernah terlihat kedua orang ayah dan anak ini.
Orang pertama yang mengundurkan diri dari lapangan
penjagalan ini, adalah Shi-tu Yu-yao.
Dia benar-benar ngeri oleh pertarungan yang mengerikan ini, seluruh tubuhnya bercucuran keringat dingin, tangan yang menggenggam
pedang gemetaran terus. Dia merasa bau amis darah ini membuat dia
ingin muntah, terpaksa dia mundur ketempatjauh dengan bengong.
"Terlalu mengerikan, terlalu mengerikan..." sorot matanya masih mengikuti bayangan belakang Fu Ke-wei yang sedang mengejar
membunuh lawan, dengan suara gemetar berkata sendiri,
"dia......dia kenapa bisa begitu sadis?"
"Yu Yao, kau pernah menyaksikan dua puluh tiga mayat yang
tidak berdosa." Pedang Kuasa di sampingnya menghunus pedang mengawasi. Suaranya dalam.
"Benar, tapi......"
"Temannya tanpa bersalah telah dibunuh. Dia punya hak
membalas dendam demi teman." Nada Pedang Kuasa lebih dingin,
"jika sudah berhadapan dengan musuh, maka tidak dapat ada hati tidak tega, ini adalah satu-satunya cara orang persilatan melindungi nyawanya, jika ilmu silatnya tidak tinggi, yang tergeletak di tanah pasti dia, orang yang bermain nyawa di dunia persilatan, pandangan terhadap hidup mati berbeda dengan orang biasa, nasib mereka
ditaruh di atas daun yang mengambang, orang seperti mereka ini
hidup lima belas hari dihitung setengah bulan, semua memandang
hidup mati nya tawar sekali."
"Paman Gan, jangan......katakan......lagi!" dia menutup
wajahnya berteriak gemetar.
"Mari kita pergi!" kata Pedang Kuasa dingin, "sekali kau tidak bisa sama pandangan dengan perbuatannya, di antara kau dan dia, akan
timbul perasaan jauh di dalam hati, cepat atau lambat akan berpisah.
Yu Yao, lebih baik tinggalkan dia!"
"Aku......" "Pandangan tidak sama tidak akan saling mendukung." Pedang Kuasa mengeluh, dia mencoba memberi nasihat dengan penuh arti,
"malah suatu hari nanti bisa berbalik menjadi musuh, hari ini datangnya akan sangat cepat. Hoafei-hoa dan Nie-sha-yin-hoa baru orang yang
sejenis dengan dia, mereka baru bisa hidup dalam dunia kacau yang
melihat orang seperti rumput liar ini. Yu Yao, apakah sudah siap pergi?"
__ADS_1
Dia mengeluh, menggerakan langkahnya dengan sangat berat.
Hari sudah terang, dimana-mana masih tertinggal sisa lentera
yang menyala. Rumah-rumah dilapis pertama di lingkar luar benteng, bara api dan
lilin masih menyala. Fu Ke-wei lima orang, ditambah Tian-ya-koay dan Sepasang
Bintang Perak yang belakangan ikut bergabung, melewati
lapangan api masuk ke pusat.
Setelah diperiksa seluruh bagian pusat, tapi tidak ditemukan
ketua benteng Xi, anaknya dan orang-orang kepercayaannya,
tentu saja, lebih-lebih tidak menemukan jejaknya Pedang Naga
Langit Lu-zhao. "Sumber mala petaka ini kembali bisa melarikan diri!" kata Fu Ke-wei kesal.
"Tuan, mungkin telah di bunuh oleh ketua benteng Xi. Sepasang Cantik Jiang-nan adalah contoh yang hidup." Ouw Yu-zhen
menyatakan pendapatnya. "Tentu saja ada kemungkinan ini, tapi sebelum dibuktikan, aku tetap tidak putus asa."
"Saudara kecil, orang yang kau cari sepertinya bukan Xi
Zhang-feng dan anaknya, tapi orang lainnya?" tanya Tian-yakoay yang ada di pinggir dengan penuh pertanyaan.
"Betul." "Siapa" mungkin aku bisa berikan sedikit berita." Desak
Tian-ya-koay. Karena Tian-ya-koay sudah tahu asal-usul dia yang sebenarnya,
bagus sekali, dan juga bukan orang yang cerewet; sehingga, maka
dia berpendapat tidak perlu merahasiakannya.
"Orang yang aku cari adalah ketua benteng Tian-long
Pedang Naga Langit Lu-zhao."
"Benteng Tian-long di bukit Bai-zhang gunung Huang sudah lama lenyap di dunia, ketua benteng Lu-zhao juga menghilang, kenapa bisa bersembunyi di benteng Zhangfeng?" kata Tian-ya-koay tidak
mengerti. "Sumber berita ku pasti bisa dipercaya."
"Beritanya didapat dari siapa?"
"Istri gelapnya Lu-zhao, Yun-sang-nie Bai Ru-lian." Kata Fu Ke-wei tenang, "Lu-zhao minta perlindungannya benteng Zhang-feng dia yang memperkenalkannya, Sepasang Cantik Jiang-nan datang ke benteng
Zhang-feng juga hasil karya-nya, malah tidak terpikirkan olehnya hampir saja menjerumuskan kedua adik angkatnya itu."
"Memalukan, aku pengemis tua malah tidak tahu masalah ini."
Tian-ya-koay menggaruk-garuk rambutnya yang kacau itu,
"Sepasang Cantik Jiang-nan itu apakah juga sama seperti
Yun-sang-nie......" "Tidak salah." Fu Ke-wei memotong, "mereka bertiga adalah buruan teman-temanku, maka aku telah serahkan pada mereka untuk
membawanya." "Saudara kecil sebenarnya ada dendam apa dengan Luzhao?"
__ADS_1
Fu Ke-wei menceritakan bagaimana awal permusuhannya.
Terakhir dia dengan tegas berkata, "Aku harus melenyapkan sumber mala petaka ini, tidak boleh tidak, dia telah menyembunyikan banyak sekali harta nya di seluruh pelosok dunia, setiap saat bisa menyewa pembunuh bayaran diam-diam membunuhku, mana bisa aku hidup
tenang?" "Aku malah tahu ketua benteng Xi punya beberapa teman yang
berhubungan rahasia, tunggu setelah kita selesaikan masalah disini, baru kuberitahukan pada tuan, aku percaya dari mulut mereka,
mengetahui tempat yang mungkin tempat tujuannya ketua benteng
Xi." Kata Nie-sha-yin-hoa.
"Baik, kita selesaikan dulu masalah disini." Fu Ke-wei
menganggukan kepala. Delapan orang berpisah mencari pintu rahasia masuk ke gudang
pusaka di bawah tanah, kira-kira setengah jam, baru ditemukan,
tempatnya di dalam kamar buku.
Mereka mencari beberapa tongkat besi panjang, mulai
menghancurkan tempat yang diduga ada jebakannya lalu
dengan selamat masuk ke gudang harta.
Sepasukan pedagang sedang menuju ke selatan, saking
sederhana barang yang di bawa, membuat perampok kecil malah
meliriknya. Barang dagangan yang menuju selatan, biasanya hasil bumi
kasar dari daerah perbatasan, dan kurang berharga, barang
dagangan yang menuju utara, baru barang mewah yang berharga
dari selatan. Satu kereta keledai, sepuluh ekor lebih keledai pembawa barang,
bungkusan besar ikatannya besar sedikit pun tidak mencolok, jika semua dirampok juga tidak berharga seberapa uang.
Delapan orang pengawal barang yang berpakaian kumal, sulit
dibedakan laki laki atau wanita, kecuali dua orang kusir yang sedikit bersemangat, enam orang yang diatas punggung keledai, tampak
lesu, lelah, sedikit pun tidak ada semangat.
Kerugian yang diderita Hoa-fei-hoa kali ini cukup besar, dia
kehilangan seorang pelayan wanita yang sangat berguna, masih ada
saudaranya yang masih tinggal di pegunungan Zhong-tiao, bermain
petak umpet dengan anak buahnya benteng Zhang-feng yang
mencari di gunung. Orang-orang ini tidak tahu ketua muda benteng Xi diam-diam telah kabur dengan cepat menuju utara, makanya tidak
keburu membantu majikannya.
Tapi mereka tanpa sengaja kebetulan bisa bertemu dengan Fu Ke-wei, akhirnya bisa terbayar kesedihan kehilangan seorang pelayan wanita.
__ADS_1