Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 165


__ADS_3

Seorang pria besar lainnya yang giginya besar besar berkata dingin, "ku duga mereka juga sedang menyelidiki keberadaan wakil ketua Gao, tentu saja mereka akan bersembunyi dengan sangat hati-hati."


"Ooo! Dua hari yang lalu dari pusat perkumpulan mengabarkan, supaya kita semua menyelidiki lima orang yang muncul di yayasan Anyang di Wu-chang, siapa yang tahu asal usulnya lima orang ini?"


"Sungguh tidak ada kerjaan." Kata Laki-laki yang baru datang dengan tampang tidak senang, "sekelompok orang-orang wakil ketua Gao ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan yayasan Anyang di Wu-chang, dengan dasar apa menginginkan kami menyelidiknya"


Apa lagi ciri ciri lima orang ini sangat sedikit sekali, kalau benar-benar bertemu kita juga tidak akan kenal, bagaimana menyelidikinya"


Sungguh sungguh tidak ada kerjaan."


"Apakah kau tadi pernah memeriksa buku daftar tamunya


penginapan di kasir?" tiba-tiba seorang laki-laki besar bertanya.


"Tidak." Jawab laki-laki besar yang baru datang.


"Sekarang karena sedang tidak ada kerjaan, coba kau pergi


memeriksanya."


Laki-laki besar itu memerintah.


Laki-laki besar yang baru datang dengan sangat tidak senang mendorong kursi bangkit berdiri, keluar dari rumah makan.


Ketika bertemu dengan kasir penginapan, dengan cerdiknya membaca catatan Fu Ke-wei yang ada di buku tamu.


Buntalan Fu Ke-wei tidak dititipkan, laki-laki besar ini jadi tidak bisa memeriksa buntalan-nya.


Setelah dua jam lewat, di penginapan Yue-lai telah


bertambah empat orang pelayan asing.


Ketika seorang laki-laki besar berjalan menuju pintu


penginapan Yue-lai, lapangan parkir diluar penginapan, ada dua orang tukang tandu sedang duduk mengobrol.


"Apakah kau kenal orang itu?" tanya seorang laki-laki besar yang beralis tebal pelan pada temannya sambil menunjuk belakang laki-laki besar yang di depannya dengan mulutnya.

__ADS_1


"dia Tangan Setan Qin hao." Seorang tukang tandu lainnya juga dengan pelan menjawab, "ku dengar dia telah bergabung dengan organisasi lain, dan sangat diperhatikan. Orang ini sangat pintar dan cekatan, paling baik kita jangan bertemu muka dengan dia, orang ini adalah orang yang sangat sulit dihadapi."


"Betul tidak dari perkumpulan Cun-qiu?"


"Tidak tahu." "Jika benar, seharusnya dia masih orang kita......"


"Saudara Li, kau harus mengerti." Kata laki-laki besar beralis besar memperingati, "berdasarkan aturan Jiang-hu, bekerja untuk ketua benteng Xi, tidak ada hubungannya dengan perkumpulan Cun-qiu, kita tidak ingin berhubungan dengan penguasa yang mengandalkan banyak orang ini. Ketua benteng Xi sudah jelas menyatakan, dia bergabung dengan perkumpulan Cun-qiu hanya berdasarkan untung rugi yang bersifat sementara, jika kita memandang perkumpulan itu sebagai orang sendiri, selanjutnya aku jamin kita tidak akan bisa hidup tenang, tahu tidak?"


"Tuan kita mengurusi masalah ketua benteng Xi, itu kan hanya melihat pada lima ribu liang perak?" Seorang tukang tandu lainnya tertawa dingin, "yang disebut aturan Jiang-hu, di dalam hatimu dan aku semua tahu bagaimana masalahnya. Jika sama-sama tahu berdiri di tempat yang sama, bukankah akan lebih mudah mengerjakannya.


Ketua benteng Xi mengerti cara menggunakan siasat, mengapa kita tidak" Tuan seharusnya tahu masalah mereka kedua belah pihak, juga seharusnya memberitahukan keadaannya."


"Tuan besar punya pendiriannya sendiri, kita hanya


melaksanakan tugas yang di berikan pada kita, jangan urus yang masalah lainnya baik tidak" Diam...! Incaran kita sudah keluar."


Dua orang itu dengan santai melangkah keluar dari


penginapan, berjalan menuju utara.


Di sebelah kirinya ada sastrawan muda yang tampan.


Dua tukang tandu itu saling memberi isyarat tangan,


mengikuti dari belakang. Sastrawan setengah baya berbaju hijau sedang berjalan santai dengan sastrawa muda.


Di jalanan orangnya sedikit sekali, ada setengah toko yang sudah tutup.


"Mereka mengikuti kita."


Kata sastrawan setengah baya dengan suara yang hanya orang di sisinya bisa mendengar, "ku duga, mereka sudah mengetahui jati dirimu, jadi begitu masuk penginapan sudah menguntit kita."


"Tidak mungkin." Sastrawan muda berkata, "Aku sudah merubah penampilannya."


"Masalahnya karena kau menyamar jadi laki-laki, susah lolos dari matanya seorang pakar." Sastrawan setengah baya berkata, "Jangan memandang lawan terlalu rendah, itu tidak akan ada gunanya."


"Bi, kau malah memandang lawan terlalu tinggi."

__ADS_1


"Masa..." Setelah mengalami kecelakaan di Wu-chang,


keberanian bibi semakin kecil, lebih baik aku memandang musuh sangat berat, tidak memandang musuh terlalu rendah daripada mengalami kembali kejadian yang sulit."


Sastrawan setengah baya berkata lagi, "Ying-ying tingkahnya belum mantap, mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru, maka dengan alasan kembali ke Chuan-xi mencari bantuan, dia kembali pulang ditemani oleh paman Yi-ming kau dan lainnya biasanya bersikap mantap dan kepala dingin, jangan sampai melakukan perbuatan bodoh!"


"Maksud bibi adalah......"


"Kata-kata sandiwara dari anak muda itu."


kata bibi Leng mengeluh perlahan, "saat di dalam ruang bawah tanah, bagaimana kau bisa menganggap serius" Kau tahu berapa banyak tentang dia"


Dia membawa sekelompok pelayan lakilaki dan perempuan,


menyembunyikan jati dirinya, berkelana di dunia persilatan, apa tujuan dia sebenarnya" Saat ini, dia kembali menyamarkan namanya menjadi Fu-xian, menyamar menjadi seorang pengelana datang ke Jiang-ning, siapa yang tahu dia akan melakukan kegiatan apa yang tidak bisa dilihat orang, aku khawatir......"


"Dia dengan para pelayannya, pernah dua kali menolong kita, bibi tidak menyangkal itu kan?" sastrawan muda itu balik bertanya.


"Ini......" "Jika dia punya tujuan terselubung pada orang Jin-shedong, buat apa di saat bahaya dia muncul menolong, malah bisa saja dengan alasan telah menolong minta balasan."


Kata sastrawan muda dengan serius,


"Pengalaman hidup bibi lebih banyak dari padaku, tapi pengalaman hidup di dunia persilatan tidak sebanyak aku. Aku menyamarkan wajah berkelana di dunia persilatan selama empat tahun, telah menjelajah setengah negeri, bertemu dengan bermacam-macam orang, melihat bermacam macam kelakukan orang-orang persilatan.


Aku berani memastikan orang ini tidak berbahaya bagi Jinshe-dong.


Penampilan luar yang dia tunjukan, hanya untuk menyembunyikan rahasia hatinya.


Dari cara dia melihat wanita tapi tidak tergoda, dan juga menepati janji pada Mi-hun-tai-sui tidak mau membunuhnya, itu bisa diketahui dia adalah seorang laki-laki sejati yang sulit ditemukan di dunia."


"Sebenarnya aku juga sudah tahu dia bukan orang jahat, tapi


pandangan pamanmu berbeda, pamanmu merasa dia adalah pengelana yang licin susah di baca, hari itu di dalam ruang bawah tanah di gedung Wang-yue, tindakan dia di lihat orang hingga terpaksa berbuat demikian."


Kata bibi Leng tertawa pahit.


#like n coment 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2