
Fu Ke-wei melemparkan golok patah di tangannya pada
Hong-gang. Hong-gang dengan berani mengulurkan kapak memukul.
Hal aneh terjadi, kapak besar selebar satu chi malah tidak dapat
memukul golok patah yang dilempar dengan pelan, malah sebaliknya
kapaknya terlepas dari tangannya, "Traang!" terdengar suara getaran keras, kapak menabrak dinding batu mengeluarkan bunga api dan jatuh ke bawah.
Golok patah itu jatuh di dada Hong-gang, Hong-gang seperti
terhukum melihat air, sepasang matanya melotot, seluruh
tubuhnya gemetar, mengikuti golok patah itu dia duduk di tanah.
Seorang laki-laki besar brewokan meloncat keluar,
menghadang di depan Hong-gang, sambil mencabut golok
bersiap-siap. "Jangan mendekat." Teriak laki-laki besar brewokan pada Fu Ke-wei yang mendekat, "jika tidak, bukan kau maka aku yang akan terkapar."
"Kau adalah laki-laki yang baik, seorang jantan." Kata Fu Ke-wei setengah memuji setengah tidak tertawa, "memukulmu, sangat tidak adil. Makanya, aku putuskan tidak menghukummu."
Di bawah tatapan semua orang, dia berjalan menuju Tianya-koay
yang menghadang di mulut goa.
"Tetua Jie, aku tahu kau dengan para pendekar sangat
berhubungan erat dan sangat menghormati Satu Pedang Utara Chen
Rou-yi, kau tidak akan percaya ketua perumahan ini bisa menerima
Yun-sang-nie wanita iblis ini menjadi tamu di rumahnya. Makanya,
aku minta tetua tidak diam-diam mengikuti aku dari belakang,
melihat buktinya." katanya dengan tulus, "yang aku cari adalah Yun-sang-nie, tidak ada hubungannya dengan Satu Pedang Utara,
dia menerima Yunsang-nie sebagai tamu, itu bukan salahnya, pesilat ternama yang punya hubungan intim dengan Yun-sang-nie bukan
hanya dia seorang. Aku bukanlah seorang suci, mana ada waktu
mengurusi hubungan intim antara laki-laki dan wanita" Makanya
tetua tidak perlu mengkhawatirkan dia."
"Aku tahu ketua perumahan Chen doyan wanita, tapi lakilaki mana di dunia ini yang tidak suka wanita." Tian-ya-koay tertawa pahit, "jujur saja, ketua perumahan Chen walau bagaimana dia seorang yang cukup
jantan dan jujur di aliran pendekar, jika perumahan Qing-yun di
hancurkan, sungguh hal yang amat disayangkan oleh teman-teman
pendekar. Jika kau tidak pergi tidak ada masalah, tapi jika pergi pasti perumahan Qing-yun akan musnah."
"Mungkin." Fu Ke-wei menganggukkan kepala, "demi
kehormatan ketua perumahan Chen, mungkin tidak akan
perduli akibat bertarung denganku."
"Makanya, apakah saudara kecil bisa sedikit memperlambat
perjalanannya, aku akan pergi dulu membicarakannya dengan dia?"
__ADS_1
"Ini......" "Saudara kecil, pandanglah aku, supaya aku dapat
menyumbangkan sedikit tenaga demi pergolakan dunia
persilatan yang terjadi."
"Lang-ye sudah berangkat empat hari lalu, saat ini mungkin telah melewati kota Zhang-de. Walau tetua segera berangkat, juga sudah
tidak bisa menyusulnya. Makanya, aku menjanjikan pada tetua,
memberi tetua waktu tiga hari."
"Apa! Tiga hari" Kau kira aku bisa terbang?"
"Maksud aku tiga hari setelah tetua tiba di perumahan Qing-yun.
Selanjutnya, harap ketua perumahan Chen tidak melibatkan diri,
tidak mengganggu urusanku." Kata Fu Ke-wei dengan serius, "orang yang melindungi Yun-sang-nie, keselamatannya tanggung jawab
sendiri, bagaimana?"
"Baik, aku setuju."
"Sepakat, tetua, sampai jumpa."
Tian-ya-koay membalikan tubuh langsung pergi,
menghilang didalam hutan gunung yang gelap.
Fu Ke-wei berdiri di mulut goa, lalu membalikan tubuh
menatap pada para jagoan.
"Hong-gang, malam ini aku pinjam goamu untuk istirahat, tidak perduli kau mengizinkan atau tidak. Dan lagi, tolong suruh orang ke lubang jebakan, ambilkan bungkusan baju dan pedang aku.
dikembalikan. Hey! Disekitar sini apakah ada air?"
"Kenapa tidak istirahat di kamar tamu di belakang gunung?"
tampak keganasan Hong-gang telah hilang, "kami ingin berteman denganmu."
"Kek kek kek! Menjadi seorang pengelana dunia persilatan saja sudah kacau begini, apa ingin menarik aku jadi perampok" Tidak
mau." Dia tertawa keras, "goa batu ini cukup bagus, musim dingin terasa hangat, musim panas terasa dingin, aku ingin tinggal semalam, besok langsung pergi, syukur-syukur kau bisa mengantarkan
makanan buat kami." "Aku segera menyuruh orang menyiapkannya." Hong-gang
berkata, "di sebelah kanan ada satu parit kecil, mudah sekali."
"Terima kasih." Fu Ke-wei membalikan tubuh, tersenyum pada nona Peng yang menatap dia dengan bengong, "nona Peng, terima kasih kau dan pengemis tua telah menolong temanku. Sekarang, kau sudah bisa
menyimpan pelontar Mei Hua itu, para perampok ini sangat memegang
janji, dijamin tidak akan mengganggu kau lagi. Ooo! Apakah kau akan kembali kekota?"
Nona Peng menembakan lima buah anak panah di dalam
pelontar, lalu membuang pelontarnya, berdiri disamping.
Ouw Yu-zhen juga menyimpan kembali belatinya lalu mundur,
membiarkan Hong-gang dan Huang-jit-ye keluar dari goa,
membiarkan mereka membangunkan para perampok yang pingsan
__ADS_1
karena diserang mendadak oleh mereka dan Tian-ya-koay.
"Aku tidak kenal jalan." Kata nona Peng, "aku bersama pengemis tua mengejar di pegunungan liar selama tiga hari, sungguh repot
sekali." "Kenapa kalian tidak mengejar Lang-ye?" tanya Fu Ke-wei.
"Pengemis tua tidak percaya Lang-ye telah pergi, maka kembali mencari Huang-jit-ye, pas bertemu Huang-jit-ye yang sedang membawa orang-orangnya keluar melarikan diri, terjadilah kejar-kejaran sampai di tempat ini, tanpa sengaja menolong kakak.... Ceritanya di lanjutkan besok pagi saja, mungkin dengan adanya kau disini, semua menjadi
sangat aman." "Kau seorang nona muda, cantik, di mana pun tidak akan aman."
Kata Fu Ke-wei berjalan ke dalam goa, "kau berkelana di luar lebih berbahaya lagi. Di sudut itu ada rumput kering, kau dan Xiao Zhen
bisa tidur bersama."
"Jika disisimu saja tidak aman, di dunia ini mungkin tidak ada tempat yang lebih aman lagi." Kata nona Peng dengan polos, "asap obor ini sangat tidak enak, bagaimana kalau mematikan dua obor
lain?" "Tidak dimatikan juga tidak lama lagi akan habis. Nona, terima kasih kau dengan pengemis tua telah merepotkan Huang-jit-ye
selama tiga hari." "Tidak merepotkan dia, kau juga tidak takut..."
"Belum tentu, mereka mungkin mencari cara membunuh aku di
dalam lubang jebakan dulu, baru mengeluarkan aku."
Seorang laki-laki besar brewokan membawa satu orang,
mengantarkan bungkusan baju, pedang, dan satu bungkusbarang
barang yang dirampas, masih ada satu keranjang makanan, dua
buah lampu minyak sapi. "Saudara Fu, apa sungguh tidak ingin istirahat di ruang
tamu?" kata laki-laki besar brewokan, "tolong percayailah ketulusan kami......"
"Aku tidak percaya pada siapa pun." Dia menolaknya, "saudara, terima kasih, di sekitar sini harap jangan ada orang yang tinggal, supaya tidak terjadi kesalah-pahaman."
"Tenang saja saudara Fu, tidak ada orang yang berani mendekati dirimu yang seperti setan ini." Laki-laki besar brewokan tertawa, "kau bukanlah manusia, menakutkan! Jika tidak ada keperluan lain, aku
pamit saja, sampai ketemu besok."
"Sampai bertemu besok."
Setelah mengantar pergi laki-laki besar brewokan, Fu Kewei
mengambil baju dan yang lainnya.
"Nona Peng, Xiao Zhen, kalian makan dulu, jangan tunggu aku."
Dia membawa baju pergi keluar goa.
Saat kembali dia seperti telah berubah, bermantel tipis warna hijau danau dengan lengan baju besar, kecuali masih terlihat pecahan
kering dibibirnya, sudah tidak terlihat bekasbekas kesulitan yang
dialami selama tiga hari itu, yang tampak di depan para nona, adalah seorang pangeran, dengan satu sikap yang santai.
Dua wanita itu telah menyusun makanan di atas tutup
keranjang makan, nona Peng memperhatikan dia dengan
pandangan tidak mengerti.
"Sungguhkah kau ini adalah Xie-jian-xiu-luo yang oleh para
penjahat, begitu mendengar saja sudah ketakutan?" Nona Peng
__ADS_1
dengan sorot mata tidak percaya menatap dia, "mana mungkin" Kau lihat, bukankah kau terlihat seperti putra seorang bangsawan?"
"Apa aku pernah mengatakan aku adalah Xie-jian-xiu-luo?" dia duduk di bawah, "jika ingin melakukan pekerjaan dengan sukses, memakai dandanan seperti Hong-gang yang seperti manusia liar, sangat sulit untuk bisa sukses. Makanlah! Aku harus bisa tidur nyenyak."