
Fu Ke-wei diam tidak bicara, dia berjalan ke bawah pohon,
menurunkan mayatnya Qian Nian-zhu, menggali lubang di samping
akar pohon, menguburkan mayat, dan di atas pohon membuat
tanda, lalu kembali ketempat istirahat Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa.
Tindakannya dilihat oleh dua orang tua aneh dan orang-orang
perumahan Wu-ling. Tidak lama, Tian-ya-koay dan Shi-tu Yu-yao menghampiri.
"Saudara kecil, apa dia itu temanmu?"
"Bukan, dia adalah adik angkatnya temanku, aku hanya pernah
bertemu sekali." Kata Fu Ke-wei tawar.
"Saudara kecil apakah tidak ingin membalaskan
dendamnya?" kata Tian-ya-koay.
"Kenyataannya aku tidak ada kewajiban bertanggung jawab atas
balas dendamnya, walau ingin, juga ada niat tapi tidak ada
kemampuan." Dia tertawa tawar, "membalas dendam harus dengan kemampuan yang nyata, di benteng Zhang-feng banyak sekali pesilat
tingginya, di tambah lagi telah mengumpulkan banyak sekali pelarian dunia persilatan, kekuatannya sangat hebat, aku tidak akan sebodoh itu menggunakan telur menghantam batu, dari pada menempuh
bahaya terang-terang melabrak masuk, lebih baik menunggu mereka
di dunia persilatan."
Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa yang sedang bersemedi, mendengarnya
jadi bingung, baru tadi dia pernah menyatakan berniat pergi ke benteng Zhang-feng, sekarang malah berkata ingin menunggu mereka di dunia
persilatan, tidak tahu dia sedang merencanakan apa"
"Tuan muda Fu, paman Sepasang Pedang Langit Selatan, siap
mengumpulkan teman-teman setempat mengurus masalah ini, jika
tuan muda bisa ikut serta, mungkin kesempatan kita akan bertambah
besar, jika tuan muda bisa membela kebenaran untuk Xie-shen dan
Nie-sha-yin-hoa, seharusnya juga harus membela para korban mati
yang tidak berdosa itu!" Shi-tu Yu-yao sikapnya sangat ramah.
"Nona Shi-tu, aku bukan seorang pendekar yang membela kebenaran, hanya seorang pengelana dunia persilatan yang tidak ada pekerjaan, menolong Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa juga hanya kebetulan. Aku
sangat mementingkan keuntungan diri sendiri, hal yang tidak
menguntungkan diri sendiri, aku tidak akan melibatkan."
Dia menampakan sikap yang tegas-tegas menolak orang.
"Walau aku tidak tahu asal usul sebenarnya tuan di dunia persilatan, tapi dari mulutnya tetua Jie, aku mengetahui tuan muda bukan orang yang seperti di katakan." Kata Shi-tu Yuyao tertawa, sedikit pun tidak merasa tersinggung terhadap tingkahnya.
"Nona tidak percaya, aku tidak bisa berbuat apa-apa."
__ADS_1
katanya dengan tenang, "nona, apa kau bisa menerima
nasihat?" "Silahkan tuan muda katakan!"
"Aku kira kalian paling baik jangan mengurus masalah ini." Kata Fu Ke-wei dengan tulus, "walau nama besar Sepasang Pedang Langit Selatan bisa mengumpulkan cukup banyak pesilat tinggi mendatangi
benteng Zhang-feng meminta tanggung jawabnya, tapi jika dua
orang saksi, Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoayang luput dari kematian
tidak ada, kalian datang ke benteng Zhang-feng bagaimana
mengatakannya" Asalkan Xi Zhang-feng berkata mana buktinya,
kalian bagaimana?" "Ini......" "Lebih baik kau bujuklah Sepasang Pedang Langit Selatan,
batalkan rencananya!"
"Saudara kecil, kau punya rencana apa?" Tian-ya-koay adalah manusia pintar, sepertinya melihat ada yang tidak beres.
"Tidak ada rencana apa-apa." Fu Ke-wei menunjuk pada Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoayang sedang bersemedi, "setelah mereka pulih kembali, aku akan langsung pulang keselatan."
Tian-ya-koay dan Shi-tu Yu-yao dengan perasaan kecewa lalu
pamit, pergi membawa semua orang.
Sampai dua jam, dua orang itu baru selesai semedinya, setelah
merapikan bajunya, mereka bangkit berdiri.
"Bocah, yang kau tadi katakan pada Tian-ya-koay dan nona kecil itu, apa maksudnya?" Xie-shen bertanya tidak mengerti.
"Aku tidak ingin mereka melibatkan diri, supaya tidak
"Rencana" Rencana apa?"
"Aku juga bisa terhitung orang akan meminta tanggungjawab, itu tidak salahkan?"
"Pergi minta tanggungjawab?"
"Kenapa tidak?"
"Bagus! Bocah, aku ikut!"
"Kau sudah sadar?"
"Sadar. Kecuali aku selanjutnya bersembunyi menghindar bahaya, jika tidak setelah meninggalkan tempat ini, sekali aku menyebutkan namaku, orang-orang benteng Zhang-feng dengan teman-teman mereka, begitu
mendengar pasti semuanya akan datang padaku, mana aku bisa hidup
dengan baik?" "Tidak salah perkataanmu."
"Makanya, aku bertekad mengikutimu, aku......aku akan
menjadi pelayanmu, kau harus mengizinkannya."
"Omong kosong! Kau adalah angkatan tua."
"Aku bersungguh-sungguh." Kata Xie-shen dengan serius, "Dewa sesat seumur hidup tidak pernah memuji orang, hari ini aku setulus hati memujimu, kau tidak mengizinkan juga harus mengizinkan,
selanjutnya kau adalah majikan......"
"Aku Nie-sha-yin-hoa juga ingin ikut denganmu." Kata Chao Yung-ling yang sedang ngobrol dengan Ouw Yu-zhen, "aku berharap bisa seperti kak Zhen menjadi pelayannya tuan muda."
__ADS_1
"Jangan berkelakar!" Fu Ke-wei dengan tegas menolak, "satu pelayan palsu saja sudah membuat aku merasa tidak bebas" Jika
ditambah lagi dua, bukankah akan mengekang kaki tanganku"
Lebih dua orang akan mengeluarkan tenaga lebih dua kali, kalian
pergilah sendiri!" "Aku sudah memastikan ikut denganmu." Kata Xie-shen
dengan tulus, "kau adalah majikan yang pantas buatku
berkorban, kau terimalah! Majikan."
"Tuan muda, kau telah menolongku, bagaimana pun tidak bisa
meninggalkan aku seorang diri di Shan-xi, dan membiarkan
orang-orang benteng Zhang-feng membunuhku." Kata
Nie-sha-yin-hoa dengan wajah minta dikasihani, membuat orang
simpatik, "asalkan kau sementara membiarkan aku berada disisimu, setelah masalahnya selesai, asal tuan muda berkata pergi, aku akan segera pergi tanpa banyak berkata lagi."
"Sungguh terlalu dibesar-besarkan, kalian tidak akan bisa
mengikutiku, setiap saat aku bisa meninggalkan kalian."
"Ha ha ha! Kau tidak akan meninggalkan ku, aku telah melihat
dengan jelas, kau adalah majikan yang berpegang pada rasa setia
kawan, jika tidak kau tidak akan berturut-turut menolong kami, aku dan Nie-sha-yin-hoa telah hutang dua nyawa padamu, tidak salah
kan?" kata Xie-shen dengan bangganya.
"Tuan, biarkan saja mereka mengikutimu! pergi ke benteng
Zhang-feng memang memerlukan tenaga bantuan, lebih-lebih
mereka adalah pesilat tinggi, melaksanakan rencana akan lebih
lancar." Kata Ouw Yu-zhen membujuk.
"Sampai kau juga ikut-ikutan ribut, kacau!" Fu Ke-wei tidak mau memperpanjang urusan, "Kita kembali dulu ke Lin-jiagou, kalian ambil dulu senjata dan bungkusan pakaian kalian."
"Ya tuan." Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa sambil tertawa menjawab.
Dua orang tua kampung, masing-masing menuntun seekor keledai
kecil, di punggung keledai menunggang dua orang wanita kampung,
masing-masing membawa dua bungkusan besar, dengan santainya
berjalan menuju utara. Di sekitar daerah ini, keledai kecil adalah alat lalu lintas yang paling aman untuk para wanita kampung, tapi harus ada orang yang
menuntunnya, supaya jika keledai mengamuk bisa
mengendalikannya. Siapa pun tidak akan memperhatikan orang kampung dan wanita
kampung berjalan menunggang keledai, karena mereka adalah orang
yang tingggal di sekitar kampung ini. Orang-orang yang bepergian
dengan menunggang kuda, biasanya tuan besar yang orangnya tegap
__ADS_1
dengan kudanya, dan menjadi perhatian orang.