Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 103


__ADS_3

Tubuh Fu Ke-wei berkelebat memotong, melewati Xie-shen,


secepat sinar kilat, telah menangkap tangan laki-laki besar yang memegang besi penyengat, terdengar suara tulang yang patah!


Besi penyengat itu lalu ditekan dan di putar, mengarah bawah ************ laki-laki besar itu, api mendadak membakar celana di ************ laki-laki besar itu.


"Ahk......' Jeritan laki-laki besar, membuat bulu kuduk semua orang


berdiri. Lalu besi penyengat lalu dikibaskan, mengenai leher lakilaki


besar yang menerjang datang berikutnya, ssst.... satu suara,


kepala laki-laki besar terbang terlepas dari lehernya, dikatakan


sadis, memang sungguh sadis.


Tanpa bicara, sekali tangannya bergerak orang langsung mati,


membunuh orang seperti menyembelih ayam, seperti dewa


pembunuh berdarah dingin.


Delapan laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, dalam


keadaan terkejut dan marah berturut-turut maju menerjang, dua


orang yang paling cepat sekali maju sudah roboh, orang di


belakangnya masih belum jelas apa yang terjadi, karena orangnya


banyak mereka jadi berani tetap maju ke depan, masing-masing


mengambil alat siksa bersama-sama maju.


Alat penyiksa semuanya alat yang pendek, bertarung dekat sangat


lihay dan berbahaya. Tapi sayang, mereka ketemu dengan pakarnya pembunuh orang.


Sekali tertawa keras, golok besar Xie-shen yang menakutkan


menyabet, golok lewat anggota badan terbang, seperti angin


meniup daun kering seperti harimau masuk ke dalam kelompok


kambing, menyemburkan hujan darah di udara.


Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yin-hoa juga galak seperti macan betina,


dengan pedang panjang maju seperti geledek, pedang sampai


orangnya roboh. Sekali menerjang, dalam sekejap, delapan laki-laki besar


pelaksana penyiksaan lenyap punah semua, mayat tidak utuh


memenuhi ruangan. Dalam kekacauan ini, ketua benteng Xi dengan anaknya mundur


ke dalam ruang dalam, sekelebat telah menghilang.


Empat orang setengah baya yang mendampingi menginterogasi,


sekuat kemampuannya menahan Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa, empat


bilah pedang seperti geledek, telah menyumbat jalan menuju ruang


dalam, dengan jurus pedang yang sangat tinggi menghindar serangan


dan menyerang celahnya, Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa jadi tidak bisa maju selangkah pun, malah sebaliknya didesak mundur.

__ADS_1


Fu Ke-wei tahu mereka tidak dapat menahan ketua benteng Xi dan


anaknya melarikan diri, segera dengan Ouw Yu-zhen melepaskan


ikatan Hoa-fei-hoa dan kawan-kawannya.


"Jika bisa pergi mengikuti kami, ikutlah di belakang." Dia memungut sebuah pisau siksa, berkata pada tiga orang, "tapi kami tidak bisa menjamin keselamatanmu."


"Hanya seorang idiot besar baru percaya terhadap jaminan."


Hoa-fei-hoa malah masih bisa berkelakar, dengan terburu-buru


melepas sebuah baju mayat lalu menutup tubuhnya yang terbuka,


tidak lupa juga memungut sebuah pisau siksa, "asalkan aku tidak mati, aku akan melawan habishabisan pada si anjing tua Xi dan


anaknya." Fu Ke-wei tidak ada waktu mendengarkan kata-kata kesal dia, dia


mengangkat pisau maju menyerang.


"Serahkan padaku!"


Dia teriak keras, melewati Nie-sha-yin-hoa dengan liarnya


menerjang gulungan pedang.


Satu lawan dua, Nie-sha-yin-hoa sedikit kewalahan,


terpaksa mundur kesamping.


Fu Ke-wei sedikit pun tidak ada rasa khawatir dia langsung masuk


menyerang, boom... terdengar suara tangkisan ke sisi pedang


seorang setengah baya, satu kakinya menendang, kecepatannya


hingga Nie-sha-yin-hoa yang melihat di samping juga tidak jelas,


setengah baya, membuat orang itu terbang terlentang ke belakang


hanya teriak sekali, langsung roboh ke dalam lorong ruangan dalam.


Hampir bersamaan waktu, tangan kiri Fu Ke-wei mengunci lengan


kanan seorang setengah baya lain yang memegang pedang, pisau


siksanya tanpa ampun masuk menusuk ke pinggang, masuk ke dalam


hingga kepegangan pisau siksa, dengan mudah sekali gerak nyawa


melayang. Nie-sha-yin-hoa yang melihatnya sampai terbengong, begitu


bertarung, dua orang itu seperti bersamaan waktu dibunuhnya, pisau siksa sepanjang satu che delapan cun sungguh seperti kertas doa


pencabut nyawa, dua bilah pedang panjang sedikit pun tidak


bergunanya, pisau siksa seperti dibiarkan merajalela mengambil nyawa.


Dua orang setengah baya lainnya yang sedang bertarung dengan


Xie-shen, melihat temannya dalam sekali berhadapan sepertinya


dibunuh dalam waktu bersamaan, mereka menjadi gentar, dengan satu


isyarat, dua orang itu secara bersamaan terbang mundur, membalikan tubuh masuk ke dalam, sekejap sudah menghilang.


"Malam ini sudah cukup, kita keluar!" Fu Ke-wei dengan tegas perintahkan mundur.

__ADS_1


Didalam satu ruang rahasia di pusat, lampu terang


benderang. Ketua benteng Xi dan anaknya, ketua benteng kedua Golok


Pemutus Arwah Han Zhi-jian dan kawan-kawan, dengan kesal minum


arak sambil menunggu berita yang akan dibawa pulang oleh pasukan


pencari. Pasukan pencari yang mereka tunggu, adalah orang orang yang


mencari ke gunung dan hutan yang bertujuan menangkap dua orang


tamu wanita yang kabur. Menyusupnya Fu Ke-wei, sungguh membuat benteng Zhang-feng cukup


tergetar, tapi ketua benteng Xi tidak bisa mengutus lebih banyak orang lagi mencari ke gunung, dia jelas tahu mereka mungkin sembunyi di dalam hutan di sekitarnya, malam gelap begini bagaimana mencarinya"


Mempertimbangkan dua kerugian itu dia pilih yang paling ringan, selesaikan terlebih dulu dua tamu agung wanita yang melarikan diri. Apa lagi dia memperkirakan orang yang menyusup tujuannya belum tercapai, pasti akan kembali lagi, saat itu baru menyiapkan jaring jebakan menghadapinya, juga tidak terlambat.


Benteng Zhang-feng berani melindungi orang yang menghindarkan


mala petaka, berani menyembunyikan buronan penting yang telah


melakukan dosa besar, memang benar, alasannya mereka berada di


perbatasan yang keadaannya liar, juga karena dia memiliki kekuatan nyata yang amat besar, memiliki pesilat tinggi super yang melindungi dia, orang yang datang membalas dendam, siapa yang bisa


menggoyahkan pusat kedudukannya"


Jika yang datang hanya dua-tiga puluh pesilat tinggi, semua


pasti akan terkubur disini.


Makanya di Lin-jia-gou, ketua benteng muda berani membunuh


habis semua orang yang ditangkapnya, di daerah kekuasaannya,


siapa yang berani berurusan dengan benteng Zhang-feng"


Hari ini hal yang paling membuat dia khawatir, yaitu bisakah


mencari dan menangkap kembali tamu wanita yang telah


mendapat perlindungannya"


Sejak dua wanita ini menghilang, dia tegang sampai mengucurkan


keringat dingin, dia tidak berani menyebarkan, kecuali memberi tahu Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai, ke dalam dengan ketat dia


merahasiakannya, sampai anak buah yang mencari di dalam


benteng, juga tidak tahu orang yang dicari itu siapa, dia takut tamu lain yang mendapat perlindungan dia mengetahui keadaan


sebenarnya, hingga menimbulkan akibat yang amat serius.


Tapi jika dua wanita ini berhasil meloloskan diri, pasti akan


mengumumkan pada dunia, masalah dia melihat harta lupa janji, dengan cara yang hina memaksa pada tamu agung yang meminta


perlindungannya memberitahukan tempat harta yang disembunyikan,


kalau sudah begitu di kemudian hari siapa lagi yang berani mengeluarkan uang banyak, datang minta perlindungan padanya" Sangat mungkin


sekali dia akan mendapat serangan orang persilatan yang bersatu, nama baiknya akan hancur, kerepotan akan datang bertubi-tubi.


Makanya dia mengerahkan tiga kelompok pasukan pencari, setiap


kelompok ada empat belas pesilat tinggi pilihan, dibagi mencari ke belakang benteng, dan lereng gunung di timur dan barat, bertekad

__ADS_1


harus mendapatkannya. Waktu menunggu adalah waktu yang paling sulit


dilewatkan.


__ADS_2