
Tubuh Fu Ke-wei berkelebat memotong, melewati Xie-shen,
secepat sinar kilat, telah menangkap tangan laki-laki besar yang memegang besi penyengat, terdengar suara tulang yang patah!
Besi penyengat itu lalu ditekan dan di putar, mengarah bawah ************ laki-laki besar itu, api mendadak membakar celana di ************ laki-laki besar itu.
"Ahk......' Jeritan laki-laki besar, membuat bulu kuduk semua orang
berdiri. Lalu besi penyengat lalu dikibaskan, mengenai leher lakilaki
besar yang menerjang datang berikutnya, ssst.... satu suara,
kepala laki-laki besar terbang terlepas dari lehernya, dikatakan
sadis, memang sungguh sadis.
Tanpa bicara, sekali tangannya bergerak orang langsung mati,
membunuh orang seperti menyembelih ayam, seperti dewa
pembunuh berdarah dingin.
Delapan laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, dalam
keadaan terkejut dan marah berturut-turut maju menerjang, dua
orang yang paling cepat sekali maju sudah roboh, orang di
belakangnya masih belum jelas apa yang terjadi, karena orangnya
banyak mereka jadi berani tetap maju ke depan, masing-masing
mengambil alat siksa bersama-sama maju.
Alat penyiksa semuanya alat yang pendek, bertarung dekat sangat
lihay dan berbahaya. Tapi sayang, mereka ketemu dengan pakarnya pembunuh orang.
Sekali tertawa keras, golok besar Xie-shen yang menakutkan
menyabet, golok lewat anggota badan terbang, seperti angin
meniup daun kering seperti harimau masuk ke dalam kelompok
kambing, menyemburkan hujan darah di udara.
Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yin-hoa juga galak seperti macan betina,
dengan pedang panjang maju seperti geledek, pedang sampai
orangnya roboh. Sekali menerjang, dalam sekejap, delapan laki-laki besar
pelaksana penyiksaan lenyap punah semua, mayat tidak utuh
memenuhi ruangan. Dalam kekacauan ini, ketua benteng Xi dengan anaknya mundur
ke dalam ruang dalam, sekelebat telah menghilang.
Empat orang setengah baya yang mendampingi menginterogasi,
sekuat kemampuannya menahan Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa, empat
bilah pedang seperti geledek, telah menyumbat jalan menuju ruang
dalam, dengan jurus pedang yang sangat tinggi menghindar serangan
dan menyerang celahnya, Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa jadi tidak bisa maju selangkah pun, malah sebaliknya didesak mundur.
__ADS_1
Fu Ke-wei tahu mereka tidak dapat menahan ketua benteng Xi dan
anaknya melarikan diri, segera dengan Ouw Yu-zhen melepaskan
ikatan Hoa-fei-hoa dan kawan-kawannya.
"Jika bisa pergi mengikuti kami, ikutlah di belakang." Dia memungut sebuah pisau siksa, berkata pada tiga orang, "tapi kami tidak bisa menjamin keselamatanmu."
"Hanya seorang idiot besar baru percaya terhadap jaminan."
Hoa-fei-hoa malah masih bisa berkelakar, dengan terburu-buru
melepas sebuah baju mayat lalu menutup tubuhnya yang terbuka,
tidak lupa juga memungut sebuah pisau siksa, "asalkan aku tidak mati, aku akan melawan habishabisan pada si anjing tua Xi dan
anaknya." Fu Ke-wei tidak ada waktu mendengarkan kata-kata kesal dia, dia
mengangkat pisau maju menyerang.
"Serahkan padaku!"
Dia teriak keras, melewati Nie-sha-yin-hoa dengan liarnya
menerjang gulungan pedang.
Satu lawan dua, Nie-sha-yin-hoa sedikit kewalahan,
terpaksa mundur kesamping.
Fu Ke-wei sedikit pun tidak ada rasa khawatir dia langsung masuk
menyerang, boom... terdengar suara tangkisan ke sisi pedang
seorang setengah baya, satu kakinya menendang, kecepatannya
hingga Nie-sha-yin-hoa yang melihat di samping juga tidak jelas,
setengah baya, membuat orang itu terbang terlentang ke belakang
hanya teriak sekali, langsung roboh ke dalam lorong ruangan dalam.
Hampir bersamaan waktu, tangan kiri Fu Ke-wei mengunci lengan
kanan seorang setengah baya lain yang memegang pedang, pisau
siksanya tanpa ampun masuk menusuk ke pinggang, masuk ke dalam
hingga kepegangan pisau siksa, dengan mudah sekali gerak nyawa
melayang. Nie-sha-yin-hoa yang melihatnya sampai terbengong, begitu
bertarung, dua orang itu seperti bersamaan waktu dibunuhnya, pisau siksa sepanjang satu che delapan cun sungguh seperti kertas doa
pencabut nyawa, dua bilah pedang panjang sedikit pun tidak
bergunanya, pisau siksa seperti dibiarkan merajalela mengambil nyawa.
Dua orang setengah baya lainnya yang sedang bertarung dengan
Xie-shen, melihat temannya dalam sekali berhadapan sepertinya
dibunuh dalam waktu bersamaan, mereka menjadi gentar, dengan satu
isyarat, dua orang itu secara bersamaan terbang mundur, membalikan tubuh masuk ke dalam, sekejap sudah menghilang.
"Malam ini sudah cukup, kita keluar!" Fu Ke-wei dengan tegas perintahkan mundur.
__ADS_1
Didalam satu ruang rahasia di pusat, lampu terang
benderang. Ketua benteng Xi dan anaknya, ketua benteng kedua Golok
Pemutus Arwah Han Zhi-jian dan kawan-kawan, dengan kesal minum
arak sambil menunggu berita yang akan dibawa pulang oleh pasukan
pencari. Pasukan pencari yang mereka tunggu, adalah orang orang yang
mencari ke gunung dan hutan yang bertujuan menangkap dua orang
tamu wanita yang kabur. Menyusupnya Fu Ke-wei, sungguh membuat benteng Zhang-feng cukup
tergetar, tapi ketua benteng Xi tidak bisa mengutus lebih banyak orang lagi mencari ke gunung, dia jelas tahu mereka mungkin sembunyi di dalam hutan di sekitarnya, malam gelap begini bagaimana mencarinya"
Mempertimbangkan dua kerugian itu dia pilih yang paling ringan, selesaikan terlebih dulu dua tamu agung wanita yang melarikan diri. Apa lagi dia memperkirakan orang yang menyusup tujuannya belum tercapai, pasti akan kembali lagi, saat itu baru menyiapkan jaring jebakan menghadapinya, juga tidak terlambat.
Benteng Zhang-feng berani melindungi orang yang menghindarkan
mala petaka, berani menyembunyikan buronan penting yang telah
melakukan dosa besar, memang benar, alasannya mereka berada di
perbatasan yang keadaannya liar, juga karena dia memiliki kekuatan nyata yang amat besar, memiliki pesilat tinggi super yang melindungi dia, orang yang datang membalas dendam, siapa yang bisa
menggoyahkan pusat kedudukannya"
Jika yang datang hanya dua-tiga puluh pesilat tinggi, semua
pasti akan terkubur disini.
Makanya di Lin-jia-gou, ketua benteng muda berani membunuh
habis semua orang yang ditangkapnya, di daerah kekuasaannya,
siapa yang berani berurusan dengan benteng Zhang-feng"
Hari ini hal yang paling membuat dia khawatir, yaitu bisakah
mencari dan menangkap kembali tamu wanita yang telah
mendapat perlindungannya"
Sejak dua wanita ini menghilang, dia tegang sampai mengucurkan
keringat dingin, dia tidak berani menyebarkan, kecuali memberi tahu Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai, ke dalam dengan ketat dia
merahasiakannya, sampai anak buah yang mencari di dalam
benteng, juga tidak tahu orang yang dicari itu siapa, dia takut tamu lain yang mendapat perlindungan dia mengetahui keadaan
sebenarnya, hingga menimbulkan akibat yang amat serius.
Tapi jika dua wanita ini berhasil meloloskan diri, pasti akan
mengumumkan pada dunia, masalah dia melihat harta lupa janji, dengan cara yang hina memaksa pada tamu agung yang meminta
perlindungannya memberitahukan tempat harta yang disembunyikan,
kalau sudah begitu di kemudian hari siapa lagi yang berani mengeluarkan uang banyak, datang minta perlindungan padanya" Sangat mungkin
sekali dia akan mendapat serangan orang persilatan yang bersatu, nama baiknya akan hancur, kerepotan akan datang bertubi-tubi.
Makanya dia mengerahkan tiga kelompok pasukan pencari, setiap
kelompok ada empat belas pesilat tinggi pilihan, dibagi mencari ke belakang benteng, dan lereng gunung di timur dan barat, bertekad
__ADS_1
harus mendapatkannya. Waktu menunggu adalah waktu yang paling sulit
dilewatkan.