Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 167


__ADS_3

"Kenapa" Hm...! Wu-chang memberikan kabar, lima orang yang mendatangi yayasan Anyang di Wu-chang yang menyebut dirinya marga Wei, menyamar menjadi orang perkumpulan kami telah membuat keonaran, itu memang cara kebiasaan orang orang bentengmu menimpahkan kesalahan pada orang lain.


Hm...! Hanya orang-orang benteng anda, yang tahu rahasianya yayasan An-yang."


"Tetua harap jangan sembarangan menuduh orang......"


"Tutup mulut!" teriak Mi-hun-tai-sui marah, "orang-orang keluarga Guan pertama kali mendatangi taman Qing-feng untuk mengusir orang-orang perkumpulan kami, setelah tahu kekuatan musuh, pura-pura pergi meninggalkan taman Qingfeng.


Lalu mengutus kekasih nona kedua Guan, kembali menyusup masuk ke taman Qing-feng menghinaku, merampas orang-orangnya Jin-she-dong yang dijadikan sandera oleh perkumpulanku, jelas itu juga atas usulannya ketua benteng anda.


Walau masalahnya telah lalu, tidak perlu diusut kembali, tapi masalah menyerang perkumpulan kami adalah hal yang sangat serius, perkumpulan kami mana bisa membiarkan begitu saja" Ketulusan kalian untuk bekerja sama jelas ada tujuan lain, tidak bisa dipercaya."


"Sembarangan bicara." Er-lang-shen tidak mau mengalah lagi, dia berteriak marah, "Kau sudah melihat setan yaa, ketua benteng kami begitu mendengar wakil ketua Gao dari perkumpulan anda mendadak tiba di Wu-chang, buru-buru meninggalkan tempat, untuk menghindar, buat apa menimpahkan kesalahan pada orang lain" Tuan, lebih baik bawa barang bukti yang kongkrit baru mencari ketua benteng kami, silahkan buktinya kalian cari sendiri, pamit."


"Berhenti!" Mi-hun-tai-sui berteriak menghentikan Er-langshen yang membalikan tubuh ingin pergi, sambil tertawa dingin membentak, "Ketua bentengmu sama sekali tidak ada di Da-sheng-guan, tadi seharusnya dia dengan wakil ketua Gao, di temani oleh ketua setempat, memimpin di Da-shenggang, menunggu laporan dari teman-teman diperairan.


Tapi dia pagi ini membawa orang, diam-diam sudah pergi, sampai sekarang masih tidak tahu keberadaannya, aku kira dia sudah sampai di daerah ini! Kau adalah kepercayaan dia, seharusnya tahu dimana dia, paling baik kau bawa aku temui dia, jika tidak......"


"Jika tidak, kau akan memakan aku?" Er-lang-shen berkata sambil menggigit gigi.


"Bila perlu, aku akan melakukannya." Mi-hun-tai-sui tertawa keji, maju mendesak.


Orang yang bersatu dengan tujuan untung rugi, akhirnya akan berpisah karena perselisihan untung rugi.


Kedua belah pihak yang merasa diri kuat ini, di muka bersepakat bekerja sama, sebenarnya masing-masing mempunyai siasat, masing-masing mencari keuntungan sendiri, jadi masing-masing bertindak sendiri-sendiri, kau berbohong aku menipu, jika di dalam siasat jika terjadi perselisihan maka wajah asli masing-masing baru kelihatan.


Mendadak amarah Er-lang-shen membara, tapi bagaimana pun di dalam hatinya masih ada perasaan takut, dia meloncat miring satu zhang lebih, merebut posisi angin dan mencabut pedangnya.


Puder Xiao-yao Mi-hun-tai-sui, keampuhan-nya menakutkan


orang, merebut posisi angin adalah cara bagus untuk melindungi diri, racun yang menyebar mengikuti angin, tidak mungkin melukai orang yang berada diatas angin.


"Majulah! racunmu yang hina ini, hanya segitu saja." Erlang-shen mengangkat tangan kiri, di ujung jarinya tampak satu sinar dingin, "kau menggunakan racun, aku gunakan senjata gelap, kedua belah pihak bertaruh nyawa, kalah

__ADS_1


menang masih belum tahu.


Aku berani bertaruh nyawa denganmu, cuma takut kau tidak bisa menerima kekalahan."


"Senjata gelapmu hanya untuk menggaruk gatalku juga masih belum pantas."


Mi-hun-tai-sui dengan sombongnya


menggetarkan lengan baju, siap menerjang.


Dari kejauhan terdengar satu teriakan, seorang laki-laki besar


datang dengan terburu buru.


"Lapor pada tuan tamu, ada laporan kilat." Laki-laki besar sambil terengah-engah berlari sambil berteriak, "segera."


Mi-hun-tai-sui mundur ketempat semula.


Er-lang-shen pada temannya memberi aba aba, cepat-cepat


"Laporan kilat apa?" Mi-hun-tai-sui buru buru tanya.


"Dari kota mengantarkan laporan kilat, telah menemukan


seseorang yang mencurigakan." Laki-laki besar sambil


terengah-engah buru-buru melapor.


"Brengsek! Seorang yang mencurigakan, itu bisa dianggap


laporan kilat?" kata Mi-hun-tai-sui dengan marah, "Setiap hari juga bisa menemukan ratusan orang yang mencurigakan, mungkin kalian akan mati karena gelisah."


"Orang itu marga Fu, dipanggil Fu-qi." Kata laki-laki besar cepat-cepat.

__ADS_1


"Fu-qi, lalu apanya yang mencurigakan?"


"Orang yang menghancurkan benteng Zhang-feng


namanya Fu-jiu, Qi dan Jiu adalah angka ganjil."


"Di dunia ini orang yang bermarga Fu banyak sekali! Apa perlu mengkhawatirkan keselamatan ketua benteng Xi?"


"Yang ini paling mencurigakan, jika benar-benar adalah orang ini, dia bukan saja mempunyai harta benda jutaan dari ketua benteng Xi, juga ada ratusan ribu perak, teman-teman sealiran, siapa yang tidak ingin mencari dia minta bagian" Orang di kota telah mengutus orang melapor pada ketua perkumpulan, berharap orang-orang disini sementara meninggalkan dulu pencarian para wanita Jin-she-dong, segera ke kota membantu, supaya tidak di rebut dulu oleh orang yang serakah, lebih-lebih harus mewaspadai ketua benteng Xi......"


"Aduh..! kalau begitu hayo jalan!" Mi-hun-tai-sui sekali loncat sejauh dua zhang, sekali bilang jalan langsung jalan.


Fu-jiu telah mengosongkan gudang pusaka bawah tanah


benteng Zhang-feng, jumlahnya lebih dari jutaan. Selain itu gosip di Jiang-hu dari Sepasang Cantik Jiang-nan, dia merampas ratusan ribu harta rampokannya.


Satu liang perak saja mungkin babak belur memperebutkannya, apalagi uang jutaan liang perak, cukup menimbulkan satu peperangan.


Ketua benteng Xi sedang menebarkan besar-besaran uangnya, dengan uang banyak menyewa orang-orang persilatan untuk mencari keberadaan Fu-jiu, tinggi hadiahnya mengejutkan orang dan sudah menjadi sasaran para orang serakah.


Hampir seluruh orang persilatan yang bermarga Fu, akhir-akhir ini tidak berani terang terangan mengenalkan dirinya, supaya tidak mendapat kecelakaan yang tidak diinginkan.


Manusia mati karena harta, burung mati karena makanan.


Orang-orang yang bekerja untuk ketua benteng Xi,


kebanyakan bekerja demi uangnya.


Perkumpulan Cun-qiu bekerja sama dengan ketua benteng Xi, alasan dipermukaannya sangat bagus, di dalam tulangnya tetap demi ratusan ribu liang perak itu.


Tentu saja, jika bisa mendapatkan pusaka jutaan perak yang tadinya milik ketua benteng Xi, itu lebih bagus lagi.


Ingin mendapatkan harta jutaan perak itu, maka jangan sampai diketahui oleh ketua benteng Xi, lebih-lebih harus bertindak lebih dulu jangan sampai ketinggalan, mendapatkan orangnya terlebih dulu, maka keadaannya sudah pasti!

__ADS_1


Makanya orang-orang perkumpulan Cun-qiu tidak memandang ketua benteng Xi dan anaknya sebagai orang sendiri, ada banyak hal dilakukan dengan diam-diam, tidak diketahui oleh ketua benteng Xi.


__ADS_2