
Tujuh orang ini menguasai Xiang-yang, kedudukannya
sangat mantap. Kepandaian Enam Jahat itu, walau lebih rendah satu kelas
dibawah Toan-hun-jian Li Yong-kang, tapi jika enam orang ini
bersatu padu, di dunia persilatan orang yang bisa melawan mereka
tidak banyak. Nan-yang-ba-jie ada delapan orang, tapi tidak berani berhadapan
langsung dengan Tuan besar Li, karena jika terjadi perselisihan di sekitar Xiang-yang, tuan Besar Li pasti akan melibatkan Enam Jahat, membuat mereka sedikit pun tidak punya kesempatan menang.
Setelah melakukan pemeriksaan yang teliti, Tuan besar Li juga
mengatakan tidak berdaya.
Seluruh jalan darah ditubuh Jin-ba-dou tidak ada perubahan yang
besar, titik-titik saluran pentingnya juga tidak ada masalah, tapi begitu masing-masing jalan darah itu diperiksa, penyakitnya
langsung keluar. Katakan saja saluran negatif bagian kaki, setelah diperiksa dengan tenaga dalam, seluruh jalan darahnya lancar. Tapi jika diteruskan ke jalan darah yang lain, mulai dari titik saluran Da Heng di sisi pusar, dengan menggunakan tenaga dalam mengurutnya, titik saluran Fu-jie di bawahnya akan menyedot tenaga getaran yang besar itu, dan di bawah titik saluran Hushe, malah tiba-tiba menutup sendiri, hingga jadi kehilangan fungsinya, perut dengan cepat terisi hawa murni, empedunya mengerut menjadi kram, perubahan perutnya sangat jelas, tampak Jin-ba-dou berkeringat dingin, mulut tidak bisa bersuara, tapi sorot dimatanya menunjukan kesakitan, membuat orang yang melihat jadi ketakutan, dan terpaksa menghentikan percobaan
selanjutnya. Pengetahuan Enam Jahat tidak seluas tuan besar Li, jadi tidak
berani mencoba membuka jalan darah yang terkunci, mereka
takut terjadi hal yang tidak diinginkan, malah menghilangkan
nyawa Tuan kedelapan Jin.
Jin-ba-dou adalah komandonya para penjahat setempat, dengan
adanya kejadian seperti ini, seperti ular tidak bisa tidak ada kepala, seluruh mata-mata yang berada di masingmasing tempat jadi lemah
fungsinya. Dalam hati Tuan besar Li terkejut, tadinya dia berencana segera mencari Fu Ke-wei untuk menyelesaikannya, tapi peristiwa perselisihan kedua belah pihak di Xu Lao-ren telah tersebar luas, saat ini jika dia membawa orang untuk menyelesaikannya, masalahnya malah akan bertambah besar,
pemerintah pasti beraksi menekannya, kalau sudah begitu masalahnya tidak akan dapat dikendalikan lagi! Bertindak terang-terangan sudah tidak bisa, terpaksa dilakukan secara diam-diam, penginapan Fu-tai diawasi dengan ketat, untuk mengawasi gerak-gerik Fu Ke-wei.
Fu Ke-wei tidur di penginapan, dengan tidak ada perubahan
menghadapi banyak perubahan.
Dia tahu, di kamar sebelahnya semua adalah orangnya
keluarga Li yang mengawasi dia.
Jika malam tiba, itu adalah waktu paling sibuk di dalam
penginapan. Kota Fan tidak ada jam malam, banyak pelancong setelah malam
baru tiba mencari tempat menginap, karena udaranya terlalu panas,
banyak pelancong melakukan perjalanan di waktu malam hari.
Dia keluar penginapan berjalan-jalan, di toko penjual makanan
dia membeli makanan dan arak, lalu dibawa pulang kekamarnya, dan
dia sendirian menikmati makanan dan minuman.
__ADS_1
Setelah terjadi peristiwa di Xu Lao-ren, dia tidak makan lagi di
penginapan, dia berjaga-jaga kalau ada orang ingin meracuninya, jadi dia sendiri keluar penginapan membeli makanan.
Kamar penginapan cukup luas, selain ada satu meja hias satu
ranjang, masih ada tempat untuk meja besar.
Lampu minyak sayur bersinar merah, diatas meja terdapat lima
enam macam masakan yang di bungkus dengan daun teratai, satu
gentong kecil arak, menggunakan mangkuknya diisi penuh arak, dia
minum seperti minum air. Dua jin arak sudah masuk keperutnya, wajahnya sedikit pun
tidak berubah. Pintu kamarnya tidak ditutup rapat, satu satunya jendela kecil
juga tidak ditutup rapat.
Minum seteguk arak, masukan sepotong daging kedalam mulut
pelan-pelan dia mengunyahnya, setelah menelan, sumpitnya
dipukulkan ke mangkuk arak, mengeluarkan satu suara jernih!
"Menumpahkan arak untuk tuan-tuan rasakan sendiri, perasaan
orang bergolak seperti gelombang." Dia menggunakan suara yang aneh dengan keras bernyanyi, "berkenalan sampai rambut
menjadi putih, bangsawan dan orang pintar mentertawakan
ditanya, lebih baik tidur sesudah makan..."
Pintu kamar yang tidak tertutup rapat, diam-diam terbuka di
belakangnya. Berada dalam daerah bahaya, dia malah berani di malam hari
membelakangi pintu kamar yang tidak tertutup rapat.
Jika bukan tidak hati-hati, pasti tidak tahu akan bahaya.
Satu suara nyanyian terdengar mengalun, api lampu
bergoyang-goyang. "Iii...! Dimana orangnya?"
Di pintu terdengar suara wanita yang merdu, nadanya
mengandung rasa keterkejutan!
Seorang wanita cantik, berdiri di pintu dengan terkejut melihat
kedalam, sepasang matanya yang indah, menyapu kesetiap sudut
yang dapat dipakai untuk menyembunyikan diri di dalam kamar.
"Tuan Fu, aku tahu kau bersembunyi di dalam," kata wanita cantik itu tertawa, "maaf mengganggu kenikmatan tuan minum
arak, bolehkah aku masuk?"
__ADS_1
Dia menggunakan tangan mengetuk beberapa kali pintu kamar,
sorot matanya tetap mencari.
Penginapan biasa semacam ini, bangunannya tua dan
sederhana, tidak banyak variasi.
Dindingnya sudah ada yang terkelupas, malah ada berapa tempat
ditulis syair oleh orang. Di atas tidak berdebu, jika menengadah
keatas dapat dilihat banyak sarang laba-laba dan tiang palang
genteng. Tidak ada orang yang menjawab wanita cantik itu, sedang
masakan dan arak diatas meja masih ada, tapi entah kemana
orangnya. "Apakah sembunyi diatas tiang palang?" tanya wanita cantik itu tersenyum, sorot matanya mencari di antara tiang palang, tapi
tidak terlihat bayangan orang.
Melihat sarang laba-laba yang baru dan lama bergelantungan
dengan kotor, maka bisa diambil kesimpulan jika orang bersembunyi
diatas, sungguh adalah satu hal yang tidak menyenangkan. Benda
apa pun yang berada keatas, tidak mungkin tidak menyentuh debu
dan jatuh kebawah. Ranjang besarnya dapat ditiduri oleh beberapa orang, kelambunya
tergantung, selimut tipis terlipat rapih, di atas dan di bawah ranjang terlihat jelas, tidak mungkin ada orang bisa bersembunyi tanpa
terlihat. "Aku datang untuk berdamai, harap jangan kucingkucingan lagi, boleh tidak?" kata wanita cantik itu penasaran dengan keras,
matanya masih tetap mencari di setiap sudut yang mencurigakan.
Sedikit pun tidak ada suara, tentu saja tidak terlihat ada orang.
Manusia tidak mungkin begitu saja menghilang, keluar
masuk pasti harus meliwati satu-satunya pintu kamar.
Jendela berada disisi pintu, lebih-lebih tidak mungkin keluar dari jendela, tanpa dilihat orang.
Kamar seperti ini tidak ada kamar kecilnya, mandi atau buang air
besar, kecil dan lain-lain, semuanya harus dilakukan di depan di sisi pekarangan, di kamar kecil umum, makanya sama sekali tidak ada
tempat lain untuk bersembunyi, sebenarnya dimana orangnya
sembunyi" Wajah tawa wanita cantik telah menghilang, sorot matanya penuh
rasa terkejut. Beberapa kali dia ingin melangkah masuk, tapi ragu tidak berani
memutuskan. Malam hari di kamar tamu penginapan, jika seorang wanita cantik
sembarangan masuk, sulit menghindarkan timbul masalah yang tidak
__ADS_1
diinginkan, paling sedikit juga akan menimbulkan gosip orang.