Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 39


__ADS_3

Tujuh orang ini menguasai Xiang-yang, kedudukannya


sangat mantap. Kepandaian Enam Jahat itu, walau lebih rendah satu kelas


dibawah Toan-hun-jian Li Yong-kang, tapi jika enam orang ini


bersatu padu, di dunia persilatan orang yang bisa melawan mereka


tidak banyak. Nan-yang-ba-jie ada delapan orang, tapi tidak berani berhadapan


langsung dengan Tuan besar Li, karena jika terjadi perselisihan di sekitar Xiang-yang, tuan Besar Li pasti akan melibatkan Enam Jahat, membuat mereka sedikit pun tidak punya kesempatan menang.


Setelah melakukan pemeriksaan yang teliti, Tuan besar Li juga


mengatakan tidak berdaya.


Seluruh jalan darah ditubuh Jin-ba-dou tidak ada perubahan yang


besar, titik-titik saluran pentingnya juga tidak ada masalah, tapi begitu masing-masing jalan darah itu diperiksa, penyakitnya


langsung keluar. Katakan saja saluran negatif bagian kaki, setelah diperiksa dengan tenaga dalam, seluruh jalan darahnya lancar. Tapi jika diteruskan ke jalan darah yang lain, mulai dari titik saluran Da Heng di sisi pusar, dengan menggunakan tenaga dalam mengurutnya, titik saluran Fu-jie di bawahnya akan menyedot tenaga getaran yang besar itu, dan di bawah titik saluran Hushe, malah tiba-tiba menutup sendiri, hingga jadi kehilangan fungsinya, perut dengan cepat terisi hawa murni, empedunya mengerut menjadi kram, perubahan perutnya sangat jelas, tampak Jin-ba-dou berkeringat dingin, mulut tidak bisa bersuara, tapi sorot dimatanya menunjukan kesakitan, membuat orang yang melihat jadi ketakutan, dan terpaksa menghentikan percobaan


selanjutnya. Pengetahuan Enam Jahat tidak seluas tuan besar Li, jadi tidak


berani mencoba membuka jalan darah yang terkunci, mereka


takut terjadi hal yang tidak diinginkan, malah menghilangkan


nyawa Tuan kedelapan Jin.


Jin-ba-dou adalah komandonya para penjahat setempat, dengan


adanya kejadian seperti ini, seperti ular tidak bisa tidak ada kepala, seluruh mata-mata yang berada di masingmasing tempat jadi lemah


fungsinya. Dalam hati Tuan besar Li terkejut, tadinya dia berencana segera mencari Fu Ke-wei untuk menyelesaikannya, tapi peristiwa perselisihan kedua belah pihak di Xu Lao-ren telah tersebar luas, saat ini jika dia membawa orang untuk menyelesaikannya, masalahnya malah akan bertambah besar,


pemerintah pasti beraksi menekannya, kalau sudah begitu masalahnya tidak akan dapat dikendalikan lagi! Bertindak terang-terangan sudah tidak bisa, terpaksa dilakukan secara diam-diam, penginapan Fu-tai diawasi dengan ketat, untuk mengawasi gerak-gerik Fu Ke-wei.


Fu Ke-wei tidur di penginapan, dengan tidak ada perubahan


menghadapi banyak perubahan.


Dia tahu, di kamar sebelahnya semua adalah orangnya


keluarga Li yang mengawasi dia.


Jika malam tiba, itu adalah waktu paling sibuk di dalam


penginapan. Kota Fan tidak ada jam malam, banyak pelancong setelah malam


baru tiba mencari tempat menginap, karena udaranya terlalu panas,


banyak pelancong melakukan perjalanan di waktu malam hari.


Dia keluar penginapan berjalan-jalan, di toko penjual makanan


dia membeli makanan dan arak, lalu dibawa pulang kekamarnya, dan


dia sendirian menikmati makanan dan minuman.

__ADS_1


Setelah terjadi peristiwa di Xu Lao-ren, dia tidak makan lagi di


penginapan, dia berjaga-jaga kalau ada orang ingin meracuninya, jadi dia sendiri keluar penginapan membeli makanan.


Kamar penginapan cukup luas, selain ada satu meja hias satu


ranjang, masih ada tempat untuk meja besar.


Lampu minyak sayur bersinar merah, diatas meja terdapat lima


enam macam masakan yang di bungkus dengan daun teratai, satu


gentong kecil arak, menggunakan mangkuknya diisi penuh arak, dia


minum seperti minum air. Dua jin arak sudah masuk keperutnya, wajahnya sedikit pun


tidak berubah. Pintu kamarnya tidak ditutup rapat, satu satunya jendela kecil


juga tidak ditutup rapat.


Minum seteguk arak, masukan sepotong daging kedalam mulut


pelan-pelan dia mengunyahnya, setelah menelan, sumpitnya


dipukulkan ke mangkuk arak, mengeluarkan satu suara jernih!


"Menumpahkan arak untuk tuan-tuan rasakan sendiri, perasaan


orang bergolak seperti gelombang." Dia menggunakan suara yang aneh dengan keras bernyanyi, "berkenalan sampai rambut


menjadi putih, bangsawan dan orang pintar mentertawakan


ditanya, lebih baik tidur sesudah makan..."


Pintu kamar yang tidak tertutup rapat, diam-diam terbuka di


belakangnya. Berada dalam daerah bahaya, dia malah berani di malam hari


membelakangi pintu kamar yang tidak tertutup rapat.


Jika bukan tidak hati-hati, pasti tidak tahu akan bahaya.


Satu suara nyanyian terdengar mengalun, api lampu


bergoyang-goyang. "Iii...! Dimana orangnya?"


Di pintu terdengar suara wanita yang merdu, nadanya


mengandung rasa keterkejutan!


Seorang wanita cantik, berdiri di pintu dengan terkejut melihat


kedalam, sepasang matanya yang indah, menyapu kesetiap sudut


yang dapat dipakai untuk menyembunyikan diri di dalam kamar.


"Tuan Fu, aku tahu kau bersembunyi di dalam," kata wanita cantik itu tertawa, "maaf mengganggu kenikmatan tuan minum


arak, bolehkah aku masuk?"

__ADS_1


Dia menggunakan tangan mengetuk beberapa kali pintu kamar,


sorot matanya tetap mencari.


Penginapan biasa semacam ini, bangunannya tua dan


sederhana, tidak banyak variasi.


Dindingnya sudah ada yang terkelupas, malah ada berapa tempat


ditulis syair oleh orang. Di atas tidak berdebu, jika menengadah


keatas dapat dilihat banyak sarang laba-laba dan tiang palang


genteng. Tidak ada orang yang menjawab wanita cantik itu, sedang


masakan dan arak diatas meja masih ada, tapi entah kemana


orangnya. "Apakah sembunyi diatas tiang palang?" tanya wanita cantik itu tersenyum, sorot matanya mencari di antara tiang palang, tapi


tidak terlihat bayangan orang.


Melihat sarang laba-laba yang baru dan lama bergelantungan


dengan kotor, maka bisa diambil kesimpulan jika orang bersembunyi


diatas, sungguh adalah satu hal yang tidak menyenangkan. Benda


apa pun yang berada keatas, tidak mungkin tidak menyentuh debu


dan jatuh kebawah. Ranjang besarnya dapat ditiduri oleh beberapa orang, kelambunya


tergantung, selimut tipis terlipat rapih, di atas dan di bawah ranjang terlihat jelas, tidak mungkin ada orang bisa bersembunyi tanpa


terlihat. "Aku datang untuk berdamai, harap jangan kucingkucingan lagi, boleh tidak?" kata wanita cantik itu penasaran dengan keras,


matanya masih tetap mencari di setiap sudut yang mencurigakan.


Sedikit pun tidak ada suara, tentu saja tidak terlihat ada orang.


Manusia tidak mungkin begitu saja menghilang, keluar


masuk pasti harus meliwati satu-satunya pintu kamar.


Jendela berada disisi pintu, lebih-lebih tidak mungkin keluar dari jendela, tanpa dilihat orang.


Kamar seperti ini tidak ada kamar kecilnya, mandi atau buang air


besar, kecil dan lain-lain, semuanya harus dilakukan di depan di sisi pekarangan, di kamar kecil umum, makanya sama sekali tidak ada


tempat lain untuk bersembunyi, sebenarnya dimana orangnya


sembunyi" Wajah tawa wanita cantik telah menghilang, sorot matanya penuh


rasa terkejut. Beberapa kali dia ingin melangkah masuk, tapi ragu tidak berani


memutuskan. Malam hari di kamar tamu penginapan, jika seorang wanita cantik


sembarangan masuk, sulit menghindarkan timbul masalah yang tidak

__ADS_1


diinginkan, paling sedikit juga akan menimbulkan gosip orang.


__ADS_2