
"Kau......kau siapa se......sebenarnya?" kata kakak seperguruan kedua pendeta dao tua, wajahnya pucat, tangan yang memegang pedang tidak bisa diam, "katakan julukanmu, supaya... supaya aku mesti kalah ada sedikit bangga."
"Pendeta dao tua, kau adalah orang yang memperdalam ilmu
dialiran dao, kenapa masih belum mengerti rahasia aliran Dao, buat apa meributkan kalah menang apakah membanggakan atau tidak"
Pergilah dan cari tempat untuk memperdalam aliran dao! Harap kau selanjutnya tinggalkan pedang pembunuh orang, lain kali aku tidak akan memberi ampun, kali ini hanya memotong lengan baju sebagai tanda hukuman ringan, lain kali kau tidak akan seberuntung ini."
Seorang pendeta dao tua lainnya menggeleng-gelengkan kepala, pedang yang sudah keluar dari sarungnya dimasukkan lagi kedalam sarungnya.
"Mari kita pergi! Anak muda ini darah membunuhnya cukup berat, hari ini dia tidak membunuh orang, mungkin ada kecualian." Pendeta dao tua berkata pada dua orang temannya yang telah kalah, "ilmu mengendalikan pedangnya, bukanlah Liang-yi-da-zhen-li, jika lain kali bertemu dia, kita paling baik mengaku kalah dan menghindar dia.
Tuan muda Guan, sangat menyesal! Kami tidak bisa melawan dia,
kalian pergilah!" "Tapi dia......"
Guan Ji-zhong seperti ayam jago yang telah kalah
bertarung, maksudnya adalah jika Fu Ke-wei tidak
membiarkan mereka pergi, bagaimana"
"Jika dia tidak melepaskan kalian kakak beradik pergi, kami berlima akan bersatu menghadang dia, ayo kalian pergi!" pemimpin pendeta dao tua berkata dengan nada dalam, tangannya kembali memegang pegangan pedang.
"Aku tidak ada urusan dengan keluarga Guan kalian, pergilah." Fu Ke-wei melemparkan pedang kebawah kaki Guan Ji-zhong, "yayasan Anyang jika tidak segera ditutup, keluarga Guan kalian lambat atau cepat pasti akan mendapatkan mala petaka.
Kekuatan benteng Zhang-feng lebih besar sepuluh kali lipat dari kalian, mengandalkan keuntungan waktu, posisi dan manusia juga akan hancur. Berusaha melindungi buronan semacam itu, uang yang didapat juga berbau amis darah akan mencelakakan keturunan, buat apa berbuat demikian?"
Kakak beradik itu membalikan tubuh segera meninggalkan tempat, tingkahnya tampak mengenaskan, membuat orang merasa iba.
"Aku sangat berterima kasih."
Pemimpin pendeta dao tua mengangguk kepala memberi hormat, bersama dengan dua orang pendeta dao tua dan dua laki-laki besar pergi masuk kedalam hutan.
__ADS_1
Nie-sha-yin-hoa memandang bayangan belakang tiga pendeta dao tua menghilang kedalam hutan, dia menggelenggelengkan kepala menghembus nafas panjang, tampak jelas seperti telah menanggalkan beban berat.
"Tuan, apakah kau tahu asal-usulnya tiga pendeta dao tua ini?" dia bertanya pada Fu Ke-wei.
"Seharusnya mereka lah."
Fu Ke-wei berkata, "makanya aku memberi mereka satu pukulan keras, dengan kekuatan yang dahsyat menghancurkan mereka.
Mereka sangat sombong dan percaya diri, hanya dengan mengeluarkan kemampuan sebenarnya, baru bisa menekan mereka."
"Mereka adalah......"
"Dua puluh tahun yang lalu, Gong-men-san-ba (Tiga pintu Gong Men) pernah mengacaukan dunia, terhadap mereka aku cukup mengenalnya, tidak sulit menghadapi mereka."
"Jika mereka bertiga bergabung......" tanya Hoa-fei-hoa.
"Aku tidak akan memberi mereka kesempatan bergabung" Fu
Ke-wei sangat yakin, wajahnya tenang, "jika diganti kau, apakah kau akan seperti seorang tolol, berdiri ditempat membiarkan mereka membentuk barisan bersama-sama menyerang?"
"Bertarung dengan lawan, jika didalam hati ada perasaan tidak bisa melawan, itu pasti kalah." Kata Fu Ke-wei sambil melangkah, "Ilmu silatnya ketua benteng Xi, sebenarnya sangat hebat, tapi dia malah tidak berani bertarung denganku, tidak berani bertatap muka
denganku, membuat benteng Zhang-feng mempercepat
kehancurannya, mengapa begitu" sebabnya adalah aku berturut turut menghabisi banyak anak buahnya, didalam hati dia ada rasa
kengerian.
Tiga orang ternama ini walau ilmu silatnya mengejutkan orang, tapi jika kau dalam keadaan tenang, satu lawan satu kau pasti bisa bertahan sampai tiga-lima ratus jurus, dan juga setiap saat bisa meloloskan diri, penilaian aku terhadap ilmu silat meringankan tubuhmu tinggi sekali, tahu tidak?"
"Aku harap aku sebaik yang kau ucapkan." Hoa-fei-hoa meloncat gembira, "aku benar-benar harus giat berlatih, dulu aku juga sombong dan percaya diri, sekarang akhirnya aku tahu tingginya langit tebalnya bumi, sungguh beruntung sekali!"
"Gejala yang bagus, kau akan terus beruntung." Jarak ke kota tinggal kurang lebih dua li, meieka berbelok masuk ke jalan kecil berjalan memutar.
__ADS_1
Keberanian dan kejalangan Guan Mei-yun, di kota sangat mencolok mata.
Sebagian anak muda yang pendidikan keluarganya baikbaik, melihat dia pun tidak berani, sehingga tidak ada orang yang merasa aneh jika dia keluar masuk penginapan Jianghan.
Ketika dia datang ke penginapan, Fu Ke-wei merubah
kebiasaannya, tidak mempersilahkan dia masuk ke dalam
kamar, tapi mengobrol dengannya di ruangan kecil di
pekarangan. Di ruangan kecil sering ada pelayan berlalu lalang, maka dia pun tidak berani terlalu bebas.
"Setelah sadar dari mabuk arak kau pergi tanpa pamit, aku jadi khawatir sekali, aku pernah datang ke penginapan mencarimu tapi tidak berhasil." Wajah yang penuh perhatiannya, secara tulus muncul dari dalam hati, "untungnya langit melindungimu selamat, dua hari ini kau pergi kemana saja?"
"Aku takut wanita gila yang mengacau di taman Qing-feng itu
mencari aku lagi, maka aku bersembunyi dua hari di rumah
penduduk." Sikap Fu Ke-wei tampak jelas sudah berubah, sudah tidak mengatakan kata-kata yang bersifat menggoda, sikapnya juga tidak tampak romantis lagi.
"Dia tidak akan datang lagi, dia sudah pergi!" dia sedikit merasa bangga dan tampak gembira sekali, "semuanya sudah pergi, Wu-chang akhirnya bisa aman kembali, orang gila itu bukan karena mencari kau jadi mengacau, juga bukan benarbenar gila."
"Betul?" "Tentu saja betul!"
"Aku tidak percaya dia benar-benar sudah pergi,
makanya......" "Maksudmu......"
"Aku harus pergi, menghindar dulu kembali ke ibu kota,
makanya aku tidak berani mengikuti mu menemui kakakmu, aku sudah suruh Yung-ling membayar sewa kamarnya!"
"Aduh! Xian-wei, kau jangan takut......" wajah dia berubah begitu mendengar orang yang dicintai mau pergi, bagaimana hatinya tidak gelisah" Tanpa mempedulikan sorot mata orang lain, dia memegang tangan Fu Ke-wei, katanya, "Wanita itu bukan orang gila, dia adalah pesilat tinggi yang mencari musuhnya yang sembunyi di rumahnya keluarga Du, tidak ada hubungannya dengan kau dan aku, dia tidak akan mencari kau lagi. Xian-wei, dengar aku......"
__ADS_1
"Mei-yun, kau tenang sedikit, dengarkan kata-kataku."