Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
eps 138


__ADS_3

Dia sedikit berjongkok, mata macannya bersinar jernih, menghirup nafas menyatukan hati dan semangat, berdiri tegak seperti gunung, sepasang tangannya berhadapan atas bawah di depan dada dan perut, telapak tangan sedikit mengarah keluar, baju atasnya bergerak sendiri tanpa ada angin.


Dia adalah seorang ahli, dia tahu dirinya telah ditutup oleh suatu tenaga gaib, tekanan yang besarnya tanpa batas sedang menekan dia, mengerut dan menerjang, dan sumber tenaganya berasal dari hati dan semangat si wanita.


Di dalam lingkungan seputar tiga zhang, kekuatan tenaga


semacam ini sangat mengejutkan orang, jika dia tidak bisa


menahannya, dalam sekejap bisa kehilangan tenaga dan menjadi lumpuh, malah bisajadi satu mayat.


Fu Ke-wei bisa menahan tekanan yang menakutkan ini, hati


semangat dan tubuhnya telah mengkristal jadi sebuah gunung yang tidak tergoyahkan.


Rambut si wanita yang basah kuyup, karena acak-acakan, rambutnya mulai melayang-layang, otot di wajahnya nampak mengerut, mengendur, tegang, memelintir dan lain-lain bentuk terus-menerus, membuat orang melihatnya didalam hati jadi ketakutan, kecantikan telah hilang semuanya.


Sesaat, otot di wajah dia juga nampak garis-garis memelintir.


Dua kupu-kupu yang sedang kejar-kejaran, terbang mendekati sisi kanan Fu Ke-wei, terbang menari sangat enak dipandang.


Terbang mendekati kira-kira delapan che, mendadak hancur


berkeping-keping, kepingan yang berwarna warni terbang keluar, terbang sejauh delapan che baru jatuh ke bawah, menjadi hujan yang berwarna warni, melayang jatuh ke rumput seperti menebarkan kertas warna warni.


Dalam mata macannya Fu Ke-wei, saat ini bersinar tajam, otot diwajahnya juga berhenti bergerak-gerak.


Si wanita mendadak membuka mata, sepasang tangan melontar keluar.


Satu hawa putih dengan samar samar suara geledek, menerjang kearah Fu Ke-wei. Orang yang penakut jika mendengar suara


begini, pasti mengira sedang terjadi setan mengamuk, iblis


menangis, dewa berteriak.


Sepasang telapaknya Fu Ke-wei juga di lontarkan keluar, ke kiri kanan seperti mendorong tentara kadang membuka kadang membagi, hawa putih mendekat hingga tiga che lebih, yang tadinya menembak lurus tiba-tiba berubah arah tumpah ke samping.


Satu teriakan dingin, sepasang jari tangan kanan Fu Ke-wei


menotok dari kejauhan. Tubuh si wanita berkelebat, mendadak menghilang.

__ADS_1


Tubuhnya Fu Ke-wei juga sekelebat berbalik.


Diantara taman bunga dan bangunan yang sepi tenang, sering terdengar suara aneh yang mengerikan, kadang di timur kadang di barat, kadang di selatan kadang di utara.


Orang yang matanya tajam, pasti bisa melihat dari sudut mata, melihat bayangan yang bentuknya aneh-aneh, kadang seperti bayangan kadang menghilang tidak bisa terlihat bentuknya, seperti meteor, seperti sinar listrik, seperti setan bergerak, juga seperti binatang, samar-samar terlihat, mendadak menghilang.


Di vila teratai, Guan Mei-yun sedang pelan-pelan sadar.


Si wanita menyandar di satu rak bunga, memegang tiang,


wajahnya putih pucat, baju menempel ketat di tubuh seksi


memancing orang melakukan perbuatan kotor. Keberaniannya sudah hilang tidak berbekas, tingkah yang genit tersapu habis, diganti dengan wajah yang kelelahan, tidak berdaya.


Fu Ke-wei berdiri disatu zhang lebih, dingin menatap


lawannya. Nafasnya sedikit tidak stabil, tubuhnya basah dengan keringat, baju hijaunya juga menempel ketat ditubuh, penampilan putra pelajar yang sopan santun juga telah hilang, seperti seekor macan yang ganas, menatap anak kambing gemetaran dibawah cakarnya.


Sesaat, matanya yang menyorot tajam telah hilang.


Si wanita ingin bicara, tapi tidak bisa mengeluarkan suara.


dia, dia...... Fu Ke-wei juga ingin bicara tapi tidak jadi, akhirnya menghembus nafas panjang, membalikan kepala pergi dengan langkah yang besar, tidak pernah sekali pun membalikan kepalanya.


Si wanita seperti hancur lebur, dengan lega melemaskan kaki


dan tangan, seperti melepaskan beban berat menghembus nafas panjang, menutup sepasang mata yang kelelahan beristirahat.


"Orang macam bagaimana dia?" di dalam hati dia bertanya pada diri sendiri.


"Apa yang terjadi?" tanya Guan Mei-yun yang telah sadar tidak tahu menahu.


Dia melihat Fu Ke-wei sedang membopong dia, menelusuri


jembatan sembilan belokan menuju daratan.


Tubuh Fu Ke-wei basah oleh keringat dan air, tampak


kelelahan. "Bertemu dengan seorang wanita gila." Fu Ke-wei tertawa, tawanya terpaksa.

__ADS_1


"Kau......tubuhmu......"


"Aku dipukul jatuh ke danau......"


Sebelumnya sengaja dia meloncat ke dalam danau,


membasahkan diri. "Aduh!" "Kau dipukul pingsan oleh dia, aku maju berdebat dengan dia, akibatnya aku dipukul dia jatuh kedanau. Ooo! Kau tidak apa-apa kan?" "Kepala masih sedikit pusing."


"Tidak apa-apa, sebentar juga akan baik. Mei-yun, kita tidak bisa tinggal di taman Qing-feng lagi, aku takut wanita gila itu bisa datang lagi." Fu Ke-wei sengaja menakut-nakuti, sebenarnya juga ada kekhawatiran, "kerumahmu saja bagaimana?"


"Jangan, aku......aku temui kau di penginapan saja."


Guan Mei-yun lupa diri, dia memeluk bahu Fu Ke-wei,


memberi ciuman hangat. "Kau sungguh tebal muka." Fu Ke-wei setengah serius setengah pura-pura mendorong dia, "di penginapan banyak orang, keberanianmu selingkuh lebih besar dari pada langit, aku tidak ingin merusak harga dirimu, juga aku takut pelayan Yung-ling pulang ke rumah melaporkan pada ayahku."


"Kalau begitu kerumah kakak perempuan ku saja."


"Apakah kau tidak bisa melihat tujuan dia padaku" Kau sudi dengan dia bersama-sama......"


"Bagaimana kalau kerumah kakakku saja?"


"Dia pasti mengutus orang menunggu aku di penginapan, dia


sangat berharap dengan kedudukanku sebagai putra terpelajar dari ibu kota mengangkat kedudukannya!"


Masuk kerumah keluarga Guan, adalah tujuannya, jika tidak bisa menyelidiki dari dalam, masuk begitu saja terlalu bahaya, dan tuan besar Guan rumahnya besar usahanya juga besar, pegawainya banyak sekali, siapa yang bisa menyelidik satu persatu sekelompok besar orang, menyelidik asal-usul setiap orang"


Yang penting, dia tidak bisa melibatkan orang tidak


berdosa. Hingga sekarang, dia masih belum mendapatkan bukti nyata tuan besar Guan berhubungan dengan ketua benteng Xi. Walau pun ketua benteng Xi dan anaknya bersembunyi di rumah keluarga Guan, juga tidak ada hubungannya dengan keluarga Guan, dia tidak ada alasan menginterogasi sampai mati orang-orang keluarga Guan, untuk mendapatkan ketua benteng Xi dan anaknya, dia tidak bisa bekerja menggunakan cara yang tidak ada aturannya seperti ini.


Di dunia orang yang berkuasa menyembunyikan buronan


banyak sekali. Orang-orang ini bukanlah semuanya orang jahat yang tidak bisa diampuni.


Ada orang yang tidak bisa menolak karena eratnya hubungan, atau berdasarkan kebenaran, demi teman atau famili menyediakan tempat perlindungan yang aman.


Tidak sama dengan benteng Zhang-feng yang melakukan kejahatan sendiri, di kota Wu-chang keadaannya sama sekali tidak ada kesempatan melakukan kejahatan seperti yang dilakukan benteng Zhang-feng. Putra-putrinya keluarga Guan walau sedikit tidak tahu aturan, tapi mereka putra putri orang kaya yang tidak punya rekor kejahatan besar, tidak mungkin sampai berani membunuh orang atau mencelakakan orang. 

__ADS_1


__ADS_2