
Minum sampai setengah mabuk, tiga orang laki laki tidak lama
membicarakan soal wanita.
Perihal ini, Naga Setempat punya banyak bahan, sebagai penguasa
setempat tentu sangat tahu setiap bintang ditempat masing-masing
lampu merah, membicarakannya seperti menghitung pusaka
dirumah. Sedang asyik-asyiknya berbincang, tiba-tiba, suara manusia
semakin merendah, tebakan minum arak menghilang. Semua tamu,
membalikan kepalanya pada jendela terang yang berada disebelah
kanan ruangan. Seorang tua yang janggut dan alisnya putih, membawa seorang gadis muda berusia dua puluhan, gadis itu bermata terang bergigi
putih, berjalan mengikuti pelayan datang dibawah jendela, pelayan
menarik satu kursi panjang, mempersi-lahkan mereka berdua
duduk, setelah berpesan beberapa kata, lalu meninggalkannya.
Ternyata penampilan gadis itu telah menyedot semua sorot mata di ruangan itu.
Gadis itu memang luar biasa, sepasang mata yang terang seperti
air di musim gugur, tampak penuh dengan kepintaran, rambut
lembutnya bersinar pink yang sehat, wajahnya berbentuk kwaci
dengan alis melengkung, bibir munggil seperti buah cherry merah.
Dia memakai baju indah dengan lengan baju ketat, rok lipatan
yang satu warna, mengatakannya cantik memang cantik, semua
tamu restoran jadi tertegun melihatnya. Di bawah lampu melihat
wanita cantik, yang kecantikannya mencolok seperti sinar yang
mendadak berkilat, telah menyedot perhatian semua tamu
restoran. Sedang si orang tua sudah berusia enam puluhan, sepasang
matanya tidak bersinar, gerak geriknya lamban tidak bertenaga,
sepertinya masalah apa saja didunia ini tidak berpengaruh pada dia.
Orang tua itu menaruh baki kecil di depan kakinya, dengan pelan
mengeluarkan seruling dari kantong kain yang di gantung di
pinggangnya. Perhatian Fu Ke-wei juga tersedot pada wanita itu, hingga
menaruh gelas araknya dimeja.
"Mereka adalah pengamen Li Lao-shi kakek dan cucunya yang
bulan lalu datang ke tempatku, gadis itu namanya Yanfang."
Naga Setempat dengan pelan berkata:
"Kecuali mengamen, ada orang juga mengatakan dia bekerja
sambilan, hanya saja sifatnya jelek, orang yang tidak cocok dengan seleranya, biar memberikan uangnya lebih banyak pun dia tidak akan tertarik, kepintaran dan keseniannya juga hebat! Maka tidak heran jika sifatnya jelek."
"Aku lihat dia bukan orang baik-baik."
Fu Ke-wei dengan pelan berkata:
"Sepasang matanya terlalu liar, tingkahnya hanya purapura
saja." "Ha ha ha! Tidak diduga bos Fu bisa meramal orang juga dapat
melihat tingkah seseorang."
Naga Setempat tertawa aneh:
"Jujur saja, jika aku Naga Setempat tidak tahu asalusulnya,
__ADS_1
biar kepalaku dipotong pun aku tidak percaya dia wanita nakal."
Suara ribut orang-orang akhirnya berhenti, karena alunan suara
seruling sudah mulai ditiup.
Sungguh teknik yang tinggi, tidak ada orang yang berani
percaya, suara seruling ini bisa keluar dari mulutnya seorang tua
setengah mati, nafasnya yang kuat, jari jarinya yang lancar,
pengendalian tenaga keras atau lembut...
Semua sudah sampai taraf tertinggi, sepertinya di dunia ini, kecuali alunan suara seruling yang menggetarkan hati ini, tidak ada satu pun yang bisa mengalahkan.
Itu adalah permulaan dari lagu Yu Lin-ling, suaranya sudah
membuat para pendengar menahan nafas menikmatinya.
Akhirnya, suara yang bulat yang menggerakkan hati,
mengimbangi suara alunan seruling yang hebat itu:
"Jangkrik kedinginan yang sedih, di malam hari menghadap
bangunan terbuka, hujan lebat baru berhenti...tangan ditopang mata berlinang air, tidak berkata tenggorokan tersumbat...sejak dulu
kekasih sedih berpisah... malam ini bangun dari mabuk tidak tahu
tempat apa" Pesisir pohon Liu, angin malam, bulan sabit..."
Ini adalah kata-kata Yu Lin-ling nya Liu San-bian (Liu-yong) yang
cukup berkarakter. Ketika Liu San-bian yang sarjana, banyak melancong di Shia-xie, dia pandai membuat syair lagu. Setiap paguyuban seni menciptakan satu
lagu baru, pasti meminta dia membuatkan syairnya, baru lagu itu
diedarkan keluar, saat itu dia sangat populer.
Ada orang berkata: "Setiap ada sumur untuk minum, pasti dapat menyanyikan syair
Liu-yong." Di sini bisa dilihat bagaimana populernya dia.
seorang pengamen wanita, jadi lebih menggerakan hati.
Suara seruling berhenti, nyanyiannya pun berhenti, seluruh tamu
restoran bersorak seperti teriakan ayam, kucing, anjing.
Fu Ke-wei juga tidak terkecuali, dengan tulus dia bertepuk tangan
dan bersorak! "Bos Fu, bagaimana" Apa ada minat?" Naga Setempat bertanya
dengan tertawa aneh, "dengan penampilanmu, He he he! Aku
berani jamin." "Tidak usah, orang seperti dia, pasti tamunya banyak sekali, kapan aku bisa mendapat giliran?" Dia ingin menangkap tapi pura-pura
melepas, "aku tidak ingin kepalaku pecah, orang yang berebut pasti tidak sedikit, aku bukanlah orang kaya yang berkuasa."
"Memang kenyataannya begitu," Naga Setempat tertawa aneh,
"beberapa hari lalu, memang ada orang yang dilempar seperti anjing mati, dari dalam pintu dia dilempar keluar pintu dalam keadaan
setengah sadar." "Apa benar ada yang mendekati dia?"
"Benar." "Orang dari mana?"
"Tidak jelas, orang ini telah menginap tiga hari...bukan, empat
hari, asalnya tidak jelas, sepertinya seorang yang berusia empat
puluh tahunan, wajahnya pucat putih, tubuhnya tinggi kurus,
menangkap orang seperti menangkap anak ayam begitu mudahnya."
"Dimana orang ini sekarang?"
Dengan wajah tidak berubah dia semba-rangan bertanya.
"Dua hari lalu hilang misterius."
__ADS_1
"Bagaimana kata nona Yan-fang?"
"Apa pun tidak mengatakan, dia menyangkal ada orang seperti
ini datang padanya."
"Kau tidak menyelidikinya" Daerah ini kan termasuk
wilayahmu." "Menyelidiki kentut, orangnya mendadak menghilang, dan nona
Yan-fang dengan tegas menyangkal, bagaimana menyelidikinya?"
Naga Setempat mengangkat bahu, melakukan gerakan seperti tidak
dapat berbuat apa-apa, "dan juga, masalahnya tidak menjadi besar,
hingga aku pun tidak ada waktu mengurus hubungan antara
pengamen dengan tamunya."
"Ha ha ha! Jika aku ada niat pada dia, bukakah akan timbul
kejadian kepalaku dipukul pecah?" tanya Fu Ke-wei tertawa aneh.
"Ha ha ha! Jika kepalamu dipukul sampai pecah, bisnis kita
bukankah jadi gagal?"
Lalu Naga Setempat mengulurkan tangan menepuk-nepuk
bahunya: "Tenang saja! Serahkan segalanya padaku, paling sedikit, aku
Lu-jiu masih bisa mengurusnya!"
Saat itu Yan-fang sudah membawa baki, berjalan kesetiap meja
mengambil uang sumbangan, dan sedang jalan menuju kemeja
mereka. "Bos Fu, kau beri dia beberapa perak, berilah dengan sedikit
royal." Pesan Naga Setempat dengan pelan, "dengan demikian
akan menarik perhatian dia, masalah selanjutnya biar aku yang
atur, kau tidak perlu repot."
"Kau ingin langsung menghubungi dia?"
"Omong kosong! Dia tidak kenal aku." Naga Setempat berkata,
"biasanya penyambut orang yang datang kedaerah kekuasaan ini, adalah adik tiriku, Hei Fei-ke, terhadap perempuan ini aku tidak begitu gairah, dia tidak cocok dengan seleraku."
"Hi hi hi! Apa seleramu wanita perkasa?"
"Bos Fu suka berkelakar, ha ha ha..."
Yan-fang tampil disisi meja. Sepasang mata genitnya seperti dapat
bicara, dia melirik sekali dengan pelan di wajah Fu Ke-wei saat melihat dia menaruh sepuluh liang perak diatas baki, juga dengan pelan tertawa manis, tidak ada tingkah khusus yang tampak.
"Sepertinya dia tidak terlalu perdulikan uang." Kata Fu Kewei pada Naga Setempat dengan pelan, "seorang gadis yang sangat percaya
diri, logikanya, pendapatan dia banyak, sepertinya tidak ada alasan untuk menerima tamu lagi, nyanyian dia sudah cukup untuk biaya
hidupnya." "Bos Fu, ha ha ha!" tawanya Naga Setempat sangat menusuk
telinga, "mencari harta jangan takut kebanyakan, jika bisa
mendapatkan, cepat-cepatlah mengambilnya bukankah itu pintar"
Menunggu setelah habis masa mudanya, ibarat di depan pintu sudah
sepi, kereta jarang yang lewat, ingin mengambilnya pun sudah
terlambat. Kecantikan wanita ada batasnya, benar bukan" Ha ha ha!
Tidak menolak kalau aku urus dia kan?"
"Hanya idiot yang menolak." Dia menatap bayangan belakang
Yan-fang yang berada di meja sebelah mengumpulkan uang
__ADS_1
sumbangan, "tidak salah, dia memang seorang wanita cantik."