Pengelana Rimba Persilatan

Pengelana Rimba Persilatan
episode 8


__ADS_3

Minum sampai setengah mabuk, tiga orang laki laki tidak lama


membicarakan soal wanita.


Perihal ini, Naga Setempat punya banyak bahan, sebagai penguasa


setempat tentu sangat tahu setiap bintang ditempat masing-masing


lampu merah, membicarakannya seperti menghitung pusaka


dirumah. Sedang asyik-asyiknya berbincang, tiba-tiba, suara manusia


semakin merendah, tebakan minum arak menghilang. Semua tamu,


membalikan kepalanya pada jendela terang yang berada disebelah


kanan ruangan. Seorang tua yang janggut dan alisnya putih, membawa seorang gadis muda berusia dua puluhan, gadis itu bermata terang bergigi


putih, berjalan mengikuti pelayan datang dibawah jendela, pelayan


menarik satu kursi panjang, mempersi-lahkan mereka berdua


duduk, setelah berpesan beberapa kata, lalu meninggalkannya.


Ternyata penampilan gadis itu telah menyedot semua sorot mata di ruangan itu.


Gadis itu memang luar biasa, sepasang mata yang terang seperti


air di musim gugur, tampak penuh dengan kepintaran, rambut


lembutnya bersinar pink yang sehat, wajahnya berbentuk kwaci


dengan alis melengkung, bibir munggil seperti buah cherry merah.


Dia memakai baju indah dengan lengan baju ketat, rok lipatan


yang satu warna, mengatakannya cantik memang cantik, semua


tamu restoran jadi tertegun melihatnya. Di bawah lampu melihat


wanita cantik, yang kecantikannya mencolok seperti sinar yang


mendadak berkilat, telah menyedot perhatian semua tamu


restoran. Sedang si orang tua sudah berusia enam puluhan, sepasang


matanya tidak bersinar, gerak geriknya lamban tidak bertenaga,


sepertinya masalah apa saja didunia ini tidak berpengaruh pada dia.


Orang tua itu menaruh baki kecil di depan kakinya, dengan pelan


mengeluarkan seruling dari kantong kain yang di gantung di


pinggangnya. Perhatian Fu Ke-wei juga tersedot pada wanita itu, hingga


menaruh gelas araknya dimeja.


"Mereka adalah pengamen Li Lao-shi kakek dan cucunya yang


bulan lalu datang ke tempatku, gadis itu namanya Yanfang."


Naga Setempat dengan pelan berkata:


"Kecuali mengamen, ada orang juga mengatakan dia bekerja


sambilan, hanya saja sifatnya jelek, orang yang tidak cocok dengan seleranya, biar memberikan uangnya lebih banyak pun dia tidak akan tertarik, kepintaran dan keseniannya juga hebat! Maka tidak heran jika sifatnya jelek."


"Aku lihat dia bukan orang baik-baik."


Fu Ke-wei dengan pelan berkata:


"Sepasang matanya terlalu liar, tingkahnya hanya purapura


saja." "Ha ha ha! Tidak diduga bos Fu bisa meramal orang juga dapat


melihat tingkah seseorang."


Naga Setempat tertawa aneh:


"Jujur saja, jika aku Naga Setempat tidak tahu asalusulnya,

__ADS_1


biar kepalaku dipotong pun aku tidak percaya dia wanita nakal."


Suara ribut orang-orang akhirnya berhenti, karena alunan suara


seruling sudah mulai ditiup.


Sungguh teknik yang tinggi, tidak ada orang yang berani


percaya, suara seruling ini bisa keluar dari mulutnya seorang tua


setengah mati, nafasnya yang kuat, jari jarinya yang lancar,


pengendalian tenaga keras atau lembut...


Semua sudah sampai taraf tertinggi, sepertinya di dunia ini, kecuali alunan suara seruling yang menggetarkan hati ini, tidak ada satu pun yang bisa mengalahkan.


Itu adalah permulaan dari lagu Yu Lin-ling, suaranya sudah


membuat para pendengar menahan nafas menikmatinya.


Akhirnya, suara yang bulat yang menggerakkan hati,


mengimbangi suara alunan seruling yang hebat itu:


"Jangkrik kedinginan yang sedih, di malam hari menghadap


bangunan terbuka, hujan lebat baru berhenti...tangan ditopang mata berlinang air, tidak berkata tenggorokan tersumbat...sejak dulu


kekasih sedih berpisah... malam ini bangun dari mabuk tidak tahu


tempat apa" Pesisir pohon Liu, angin malam, bulan sabit..."


Ini adalah kata-kata Yu Lin-ling nya Liu San-bian (Liu-yong) yang


cukup berkarakter. Ketika Liu San-bian yang sarjana, banyak melancong di Shia-xie, dia pandai membuat syair lagu. Setiap paguyuban seni menciptakan satu


lagu baru, pasti meminta dia membuatkan syairnya, baru lagu itu


diedarkan keluar, saat itu dia sangat populer.


Ada orang berkata: "Setiap ada sumur untuk minum, pasti dapat menyanyikan syair


Liu-yong." Di sini bisa dilihat bagaimana populernya dia.


seorang pengamen wanita, jadi lebih menggerakan hati.


Suara seruling berhenti, nyanyiannya pun berhenti, seluruh tamu


restoran bersorak seperti teriakan ayam, kucing, anjing.


Fu Ke-wei juga tidak terkecuali, dengan tulus dia bertepuk tangan


dan bersorak! "Bos Fu, bagaimana" Apa ada minat?" Naga Setempat bertanya


dengan tertawa aneh, "dengan penampilanmu, He he he! Aku


berani jamin." "Tidak usah, orang seperti dia, pasti tamunya banyak sekali, kapan aku bisa mendapat giliran?" Dia ingin menangkap tapi pura-pura


melepas, "aku tidak ingin kepalaku pecah, orang yang berebut pasti tidak sedikit, aku bukanlah orang kaya yang berkuasa."


"Memang kenyataannya begitu," Naga Setempat tertawa aneh,


"beberapa hari lalu, memang ada orang yang dilempar seperti anjing mati, dari dalam pintu dia dilempar keluar pintu dalam keadaan


setengah sadar." "Apa benar ada yang mendekati dia?"


"Benar." "Orang dari mana?"


"Tidak jelas, orang ini telah menginap tiga hari...bukan, empat


hari, asalnya tidak jelas, sepertinya seorang yang berusia empat


puluh tahunan, wajahnya pucat putih, tubuhnya tinggi kurus,


menangkap orang seperti menangkap anak ayam begitu mudahnya."


"Dimana orang ini sekarang?"


Dengan wajah tidak berubah dia semba-rangan bertanya.


"Dua hari lalu hilang misterius."

__ADS_1


"Bagaimana kata nona Yan-fang?"


"Apa pun tidak mengatakan, dia menyangkal ada orang seperti


ini datang padanya."


"Kau tidak menyelidikinya" Daerah ini kan termasuk


wilayahmu." "Menyelidiki kentut, orangnya mendadak menghilang, dan nona


Yan-fang dengan tegas menyangkal, bagaimana menyelidikinya?"


Naga Setempat mengangkat bahu, melakukan gerakan seperti tidak


dapat berbuat apa-apa, "dan juga, masalahnya tidak menjadi besar,


hingga aku pun tidak ada waktu mengurus hubungan antara


pengamen dengan tamunya."


"Ha ha ha! Jika aku ada niat pada dia, bukakah akan timbul


kejadian kepalaku dipukul pecah?" tanya Fu Ke-wei tertawa aneh.


"Ha ha ha! Jika kepalamu dipukul sampai pecah, bisnis kita


bukankah jadi gagal?"


Lalu Naga Setempat mengulurkan tangan menepuk-nepuk


bahunya: "Tenang saja! Serahkan segalanya padaku, paling sedikit, aku


Lu-jiu masih bisa mengurusnya!"


Saat itu Yan-fang sudah membawa baki, berjalan kesetiap meja


mengambil uang sumbangan, dan sedang jalan menuju kemeja


mereka. "Bos Fu, kau beri dia beberapa perak, berilah dengan sedikit


royal." Pesan Naga Setempat dengan pelan, "dengan demikian


akan menarik perhatian dia, masalah selanjutnya biar aku yang


atur, kau tidak perlu repot."


"Kau ingin langsung menghubungi dia?"


"Omong kosong! Dia tidak kenal aku." Naga Setempat berkata,


"biasanya penyambut orang yang datang kedaerah kekuasaan ini, adalah adik tiriku, Hei Fei-ke, terhadap perempuan ini aku tidak begitu gairah, dia tidak cocok dengan seleraku."


"Hi hi hi! Apa seleramu wanita perkasa?"


"Bos Fu suka berkelakar, ha ha ha..."


Yan-fang tampil disisi meja. Sepasang mata genitnya seperti dapat


bicara, dia melirik sekali dengan pelan di wajah Fu Ke-wei saat melihat dia menaruh sepuluh liang perak diatas baki, juga dengan pelan tertawa manis, tidak ada tingkah khusus yang tampak.


"Sepertinya dia tidak terlalu perdulikan uang." Kata Fu Kewei pada Naga Setempat dengan pelan, "seorang gadis yang sangat percaya


diri, logikanya, pendapatan dia banyak, sepertinya tidak ada alasan untuk menerima tamu lagi, nyanyian dia sudah cukup untuk biaya


hidupnya." "Bos Fu, ha ha ha!" tawanya Naga Setempat sangat menusuk


telinga, "mencari harta jangan takut kebanyakan, jika bisa


mendapatkan, cepat-cepatlah mengambilnya bukankah itu pintar"


Menunggu setelah habis masa mudanya, ibarat di depan pintu sudah


sepi, kereta jarang yang lewat, ingin mengambilnya pun sudah


terlambat. Kecantikan wanita ada batasnya, benar bukan" Ha ha ha!


Tidak menolak kalau aku urus dia kan?"


"Hanya idiot yang menolak." Dia menatap bayangan belakang


Yan-fang yang berada di meja sebelah mengumpulkan uang

__ADS_1


sumbangan, "tidak salah, dia memang seorang wanita cantik."


__ADS_2