
Happy reading......
"Jangan bilang, kalau kamu menerima tawaran wanita itu?" tanya Bagas sambil menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu dia menatap Bunga dengan tatapan serius.
Melihat wajah Bagas yang cemburu, Bunga seketika terkekeh. Dia benar-benar tidak menyangka jika calon suaminya itu bisa begitu sangat cemburu kepada Ilham.
"Ya ampun, Sayang. Ya nggaklah, kan aku udah nerima lamaran kamu. Masa aku balik lagi sama Mas Ilham? Lagi pula, masih Ilham itu cuma masa lalu. Aku tidak ingin kembali kepada masa lalu, terkecuali mungkin masa lalu itu indah," jawab Bunga sambil memegang kedua pipi milik Bagas.
Pria itu tersenyum dengan lega, dia pikir Bunga akan kembali dan menerima permintaan Tante Farah, tapi ternyata dia salah. Cinta memang telah membutakan hatinya, Bagas pun tidak tahu kenapa dia begitu takut kehilangan Bunga. Dia merasa sudah mencintai Bunga begitu dalam, bahkan melebihi cinta kepada almarhumah Mantan istrinya.
***********
Ilham baru saja sampai di rumah, dia duduk di sofa dengan tatapan mengarah ke langit-langit rumahnya, menerawang jauh di mana saat dia dan Bunga pernah menjalin indahnya Asmara dan indahnya rasa cinta.
__ADS_1
Mengingat kejadian tadi di rumah sakit, seketika Ilham mengusap wajahnya dengan kasar. Rasanya dia masih tidak rela jika Bunga bersanding dengan pria lain, walaupun sebetulnya sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk mereka bersama.
Saat Ilham tengah melamun, memikirkan Bunga dan juga pertemuannya dengan Bunga tadi saat berada di rumah sakit. Tiba-tiba seseorang duduk di samping Ilham, dan ternyata itu adalah tante Farah,
Wanita itu sengaja sepulang dari restoran langsung menuju rumah Ilham untuk memberitahukan tentang pertemuannya bersama dengan Bunga tadi di restoran.
"Mamah ngagetin aja," ucap Ilham sambil mengusap dadanya karena sempat kaget, dengan kedatangan tante Farah.
"Ham, Mama punya berita bagus nih. Kamu tahu nggak, tadi saat Mama di restoran, Mama ketemu dengan siapa?" tanya tante Farah kepada Ilham.
"Ck, kamu ini benar-benar ya. Tadi itu, Mama bertemu dengan Bunga di restoran saat Mama makan siang, dan kamu tahu nggak? Tadi dia bersama seorang pria yang dulu datang ke pesta, saat kita dipermalukan itu, dan tadi juga Mama sempat bicara dengan Bunga di toilet," terang tante Farah sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Ilham yang tadinya sedang senderan di sofa, seketika menegakkan tubuhnya saat mendengar nama Bunga yang disebut Mamanya. Kemudian dia menatap wanita setengah abad itu dengan tatapan serius. "Mama bertemu dengan Bunga? Lalu apa yang kalian bicarakan?" tanya Ilham dengan penasaran.
__ADS_1
Tante Farah pun menjelaskan apa yang dia bicarakan dengan Bunga kepada Ilham, tapi seketika saat mendengar jawaban Bunga,.Ilham langsung terduduk dengan lesu lagi. Dia pun menghela nafasnya dengan panjang.
"Sudahlah Mah, untuk apa Mama mau minta Bunga untuk kembali kepadaku? Itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin memang saat ini Bunga sudah mempunyai pilihan hidupnya, dan pria itu adalah pria yang tepat untuk Bunga. Kita tidak bisa untuk memaksa dia, Mah. Lagi pula, kan Mama juga ikut andil dalam kehancuran rumah tangga aku dan Bunga," jawab Ilham sambil berdiri dari duduknya.
"Ya karena itu, kan sebelum Mama tahu siapa Bunga,.dan setelah Mama tahu siapa Bunga Mama--"
"Mama menyesal? Mama ingin Bunga kembali kepadaku, karena saat ini Mama sudah tahu siapa Bunga? Jika itu yang ada dalam pikiran Mama, maka Mama salah. Aku tidak akan pernah mau kembali dengan Bunga. Aku tidak ingin menyiksa batinnya kembali, Mah. Aku tidak mau menyiksa perasaannya kembali." Setelah mengatakan itu Ilham pun pergi meninggalkan tante Farah di ruang tamu menuju kamarnya.
Dia sangat malas untuk berdebat dengan Mamanya, karena percuma saja yang ada di pikiran sang Mama hanyalah kesenangan, harta dan tahta. Dulu saat Bunga dikenal sebagai anak seorang sopir, tante Farah sangat membenci Bunga, tapi setelah kejadian di pesta malam itu dan mengetahui siapa Bunga sebenarnya, tante Farah menyesal dan dia merutuki kebodohannya yang tidak pernah tahu tentang siapa bunga sebenarnya.
"Ilham, kamu harus berjuang untuk dapatkan Bunga lagi. Mungkin pria itu memang calon suaminya Bunga, tapi selagi janur kuning belum melengkung, maka kamu harus tetap berjuang..." teriak tante Farah saat Ilham sudah mulai menapaki ujung tangga.
Tanpa menggubris ucapan sang Mama, Ilham pun masuk ke dalam kamar lalu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Dia tidak habis pikir kenapa Mamanya sebegitu ngotot untuk dia kembali kepada Bunga. Padahal selama ini tante Farah sangat mengagumi dan menyayangi Nara, jauh sebelum tante Farah dan Ilham tahu jika Azam bukanlah Putra kandung Ilham.
__ADS_1
'Benar kata pepatah, penyesalan itu selalu datang terakhir. Disaat aku sudah kehilangannya, disaat aku sudah kehilangan cintamu, dirimu dan hatimu. Aku baru menyadarinya sekarang. Jika saja waktu bisa diputar, aku tidak akan pernah menghianatimu, Bunga. Aku tidak akan pernah menghianati cintamu. Aku tidak akan pernah menghianati waktu yang telah kita lalui bersama,' batin Ilham sambil menerawang jauh.
Bersambung......