
Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan Alloh memaafkan banyak (dari kesalahan- kesalahan mu). Q. S. As-Syura, ayat 30
.................................................................................
"Sayang punya aplikasi Al-qur'an digital?"
"Punya, emang kenapa?"
"Sekarang sayang buka aplikasinya ya, terus cari surat As-Syura ayat 30...."
Nadin mengambil ponselnya, lalu ia menekan tombol power, setelah ponselnya menyala, Nadin segera mencari aplikasi Al-qur'an digitalnya. Kemuadian ia membuka aplikasi itu dan mencari surat dan ayat yang dimaksud oleh sang suami.
"Udah ketemu yang?"
"Udah..."
"Coba baca artinya....."
"Dam musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan mu)....."
"Menurut sayang, sakit itu musibah bukan?"
"Ia, oh berarti semua musibah itu, berawal dari petbuatan kita sendiri?"
"Ia sayang, sekarang sayang sudah paham kan?"
"Ia, terus mas, kalo sakit bisa menjadi salah satu sarana dari penggugur dosa, itu gimana?"
"Memang sakit bisa menjadi salah satu sarana pengugur dosa, asalkan ketika kita sakit, kita tidak mengeluh dan mau menerima sakit itu dengan lapang dada, dan ia ingat dosanya lalu memohon ampun..."
"Hem, berarti Alloh memberikan kita sakit itu hanya untuk sebagai peringatan agar kita mengingat tentang dosa kita?"
"Tepat sekali.... "
"Mas tapi kalo kita sakit, terus ga memohon ampun atas dosa kita, apa dosanya tetep ga berkurang?"
"Ia dong sayang, kalo kita ga mau memohon dan meminta ke Alloh lagi, itu kita akan menjadi orang yang paling sombong, dari yang tersombong, karena apa?, karena kita sudah merasa bisa atas segalanya, padahal tanpa adanya pertolongan Alloh, kita tak mungkin jadi seperti ini......"
"Makasih mas, sekarang aku sudah paham, sekarang mas tidur ya...."
"Ia nih, mas juga nagntuk, sayang ga mau tidur, dari semalem sayang belum tidur loh..."
"Nanti aja, kalo mamah sudah kesini..."
"Ya sudah mas tidur ya..."
"Ia jangan lupa baca do'a dulu mas... "
"Siap sayang.... "
Bagas membaca do'a lalu ia memejamkan matanya. Dan ia langsung tertidur karena efek obat.
Tok tok tok. Terdengar suara ketukan pintu di sertai salam. Nadin bangkit, lalu ia berjalan ke arah pintu.
Ceklek
"Wa'alikusalam...."
"Pagi Din...."
"Pagi mas, silahkan masuk..."
"Ga usah, aku cuma mau nganter ini...." menunjukan dua kantong kresek yang terisi penuh.
Nadin langsung tau apa isinya.
"Ko banyak banget......"
"Hamba hanya menuruti titah ibu ratu...."
"Hah ibu ratu?, maksudnya mamah Ais?"
"Selamat anda mendapatkan satu juta rupiah, karena berhasil menebak..... " berlaga seperti pembawa acara kuis di TV.
"Hahaha, mas Ibnu ada ada saja...."
"Ya sudah aku pamit dulu, nanti kesini lagi...."
"Silahkan mas...."
Ibnu, berjalan menjauh.
Nadin masuk dengan membawa dua kantong kresek besar itu.
"Ah jadi lapar, dede udah ga sabar pengin makan bubur ayam ya?" mengelus perutnya yang masih rata
__ADS_1
Nadin membuka salah satu kresek itu, lalu mengeluarkan isinya satu persatu. Isi kresek itu ada bubur ayam dua bungkus, tampe bacem, sate usus, dan rempeyek kacang, yang merupakan salah satu makanan kesukaan Nadin.
"Wah harumnya...."
Nadin berdo'a lalu ia makan dengan lahapnya.
"Alhamdulillah, kenyang" ucapnya setelah memakan dua porsi bubur ayam dan entah berapa buah rempeyek kacang dan tempe bacem.
Nadin melihat keresek yang satunya lagi, lalu ia membuka kresek itu, yang ternyata isinya buah buahan.
Tok tok tok.
Ceklek
"Pagi mba, mohon ijin untuk membersihkan kamarnya...." ucap seorang pria paruh baya, dengan mengenakan seragam petugas kebersihan.
"Pagi juga pak, silahkan...."
Bapak bapak itu, masuk lalu segera mengepel lantai ruangan itu.
Sebelum keluar ruangan, Nadin mengambil beberapa buah buahan, lalu menaruhnya di kresek satunya. Ia ingin memberikan buah buahn itu untuk, sang bapak.
10 Menit kemudian, pak petugas itu keluardari ruangan itu.
"Sudah selesai mba..."
"Makasih pak, ini ada sedikit buah buahan untuk bapak...."
"Beneran mba?" memandang dengan tatapan tak percaya
"Ia pak, di terima ya...."
"Makasih banyak ya mba, say do'ain biar mba sama dede kembarnya selalu sehat...."
Nadin tercengang mendengar ucapan bapak itu, darimana bapak itu tau klao dia sedang mengandung anak kembar, padahal perutnya saja masih rata.
"Bapak dukun ya?"
"Orangtua saya yang dukun...."
"Hah..... "
"Hahaha, maksudnya tuh dukun bayi mba..."
"Oh kirain, ko bapak tau kalo saya lagi hamil anak kembar?"
"Tapi kan perut saya aja masih rata pak..."
"Pasti mba ga akan susah cari teman mba di keramaian orang...."
"Apa hubungannya?"
"Kan mba sudah hapal dengan postur tubuh teman mba, jadi mba ga akan kesusahan mencari teman mba itu, sam halnya saya yang sudah hapal dengan ibu hamil..."
"Oh begitu ya pak... "
"Ia mba, makasih banyak ya buahnya, saya permisi.... "
"Silahkan...."
Nadin kembali masuk, lalu ia memainkan ponselnya. Ia ingin mengecek laporan swalayan nya.
.....................................................
Kini Nadin sedang berada di pasar bersama sang suami.
"Mas mau di masakin apa?"
"Sayur kangkung sama lenca..."
"Ok, ayo kita beli kangkungnya dulu..."
"Ok sayang.... "
Nadin di tuntun sang suami. Usia kandungannya yang sudah menginjak 6 bulan, menyusahkannya dalam bergerak.
"Silahkan di pilih mba..." ucap sang penjual
"Siap bu...."
Nadin memih dua ikat kangkung yang masih segar segar.
"Sudah bu...."
"Kol nya ga sekalian mba?"
__ADS_1
"Engga bu kapan kapan aja...."
"Ya sudah, semuanya jadi sepuluh ribu ya mba... "
"Ia bu...." memberikan uang sepuluh ribuan
"Makasih mba..."
"Sama sama, ayo mas...."
"Ia sayang..."
Nadin mengajak sang suami ke tempat penjual bumbu dapur.
"Silahkan mba, bawang merahnya satu kilo 30 ribu, bawang putihnya 25 ya...." menyerahkan dua kantong kresek
"Ia bu...." menerima kantong kresek itu
"Mas ikut pilihin yang besar besar ya..."
"Siap sayang...."
Nadin dan Bagas mulai memilih bawang merah yang ukurannya besar besar.
Tiba tiba kegaduhan terjadi. Para warga pasar langsung bersembunyi di balik meja dagangannya. Ada juga yang berlali keluar dari dalam pasar.
Ada gerombolan perampok yang ingin membobol toko emas, namun aksinya berhasil di lumpuhkan polisi, tapi salah satu gerombolan perampok itu berhasil kabur, dan kejar kejaran pun terjadi.
"Berhenti atau saya tembak...." peringat sang polisi
Pereampok itu tak mengindahkan ucapan sang polisi.
Dan....
Dor
Dor
Peluru melesat begitu cepat. Namun tidak tepat sasaran.
Crat, darah segar langsung mengucur dari perut Nadin.
Nadin memegang lengan suaminya begitu kuat.
Bagas langsung menggendong Nadin ke mobil mereka. Air matanya sudah menganak sungai.
"Bertahanlah sayang, mas tau kamu itu kuat..."
Bagas langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Tak sampai 15 menit, Bagas sudah menemukan rumah sakit.
Bagas langsung mempobong Nadin yang sudah tak sadarkan diri.
....................................
Nadin mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, menyesuaikan dengan cahaya lampu di ruangan itu.
"Sayang, Alhamdulillah kamu sadar juga...."
Nadin segera meraba perutnya. Ternyata perut buncit nya sudah rata kembali.
"Dimana anak kita mas?"
"Di ruang khusus bayi...."
"Mereka sehat kan mas?"
Bagas terdiam, dia bingung bagaimana menjelaskan ke istrinya, bahwa yang selamat anaknya hanya satu.
"Mas aku pengin liat anak kita..."
Ceklek, seorang suster masuk membawa inkubator yang berisi bayi Nadin
"Ini anak kita mas?, mana yang satu?"
Bahas diam saja.
"Mas jawab mana yang satu?"
"Maaf sayang yang satu tidak bisa untuk di selamatkan, karean pelurunya bersarang di perutnya"
"Mas bohongkan?"
"Maaf sayang, tapi mas ga bohong...."
__ADS_1
"Engga ga mungkin, kamu pasti bohong"
Nadin mulai histeris. Bagas langsung memeluknya erat.