
Hari yang di nanti nanti oleh Nadin, Bagas, papah Putra dan mamah Ais tiba.
Yap, hari kelahiran sang buah hati Nadin dan Bagas.
Kini Nadin sudah berada di rumah sakit. Ia sedang berjalan mengitari kamar rawatnya dengan di dampingi sang suami.
Nadin sudah banyak mebaca tentang kehamilah dan melahirkan, jadi ia sekarang akan mempraktekkannya.
Nadin merasakan ada sesuatu yang basah di bawa sana.
"Mas, kayanya udah mau lahir...." ucap Nadin dengan tenang
"Ya udah kamu berbaring ya..." menuntun Nadin ke tempat tidurnya, sesuai intruksi dokter tadi
Kemudian Bagas menekan tombol darurat.
Tak lama kemudian seorang dokter perempuan dan dua orang perawat masuk, membawa peralatan.
Dokter itu langsung memeriksa Nadin, lalu menjalankan prosedur yang berlaku.
Keringat sebesar biji jangung terus mengucur dari dahi Nadin. Bagas dengan sigap mengelapnya.
Nadin mulai mengejan sesuai intruksi sang dokter. Tangan kanannya berpegangan pada sisi tempat tidur, sementara tangan kirinya bertaut dengan tangan suaminya.
"Kamu kuat sayang...." bisik Bagas di telinga Nadin
"Sekali lagi ya bu...."
Nadin mengejan sekali lagi dan....
"Oe oe...."
Tangisan bayi perempuan cantik memenuhi ruangan itu.
Air mata Nadin mengalir begitu saja, dia bahagia.
Air mata Bagas sudah tumpah sejak melihat sang istri yang berjuang melahirkan anaknya.
"Kamu hebat sayang...."
"Au, dok...."
Nadin merasa ada yang ingin keluar lagi dari jalan lahirnya.
Sang dokter dengan sigap langsung menanganinya.
Nadin hanya perlu mengejan 3 kali dan...
"Oe oe...."
"Selamat ya bu, anda sudah berhasil melahirkan kedua anak anda dengan selamat......" ucap sang dokter
"Alhamdulillah....."syukur Nadin
"Pak, silahkan bayinya di azan in dulu..." ucap sang suster
"Baik sus..."
Bagas segera mengazani bayi cantiknya yang telah selesai di bersihkan.
Setelahnya bayi mungil itu di letakan di atas **** Nadin. Bayi cantik itu bergerak kesana kemari, mencari sumber kehidupannya.
__ADS_1
Kemudian Bagas mengazani bayi tampannya.
Nadin tak henti hentinya meneteskan Air matanya.
"Assalamu'alaikum anak ibu dan ayah..." sapanya pada sang anak
"Lihatlah sayang, mereka begitu sehat, tampan dan cantik..." menggendong bayi tampannya
"Ia mas......"
...................................................................
Sore harinya, mamah Ais papah Putra dan Naila, menjenguk Nadin.
"Ah tampan sekali cucu oma ini..."
"Yang ini juga ga kalah cantiknya..."
"Siapa namanya mba?"
"Zahira dan Zahir..."
"Ah, cocok sekali..."
"Yah..."
"Oe oe...."
"Haus ya sayang...." tanya mamah Ais pada bayi di gendongannya
"Ini Din, haus katanya..."
Papah Putra, mamah Ais dan Naila, kelur dari ruangan.
Nadin dengan di bantu sang suami, **** bayinya.
"Oe oe...."
Si cantik Zahira ikut menangis juga.
"Lapar ya sayang, sebentar ya, gantian sama ade...."
Nadin masih fokus **** bayi tampannya.
"Makasih ya sayang, kamu telah berhasil melahirkan anak kita..."
"Ia mas, dari tadi makasih mulu...."
Ya dari tadi pagi sampai saat ini Bagas terus mengucapkan terima kasih kepada sang istri.
"Nih...." menyerahkan bayi tampannya
"Ia sayang..."
"Nih si cantik juga lapar..."
"Anak ibu lapar ya, hem...."
Tiga puluh menit berlalu, kedua anak kembar itu kembali terlelap dalam tidurnya.
...............................................................................
__ADS_1
Malam harinya.
Nadin dan sang bayi sudah berada di rumah.
Kini Nadin sedang tidur di pelukan sang suami.
"Oe oe...."
Bagas terbangun kala mendengar suara tangisan sang bayi.
Dengan perlahan ia turun dari tempat tidur agar sang istri tak terbangun.
Namun Nadin yang sangat perasa, merasakan gerakan di kasurnya hingga ia membuka matanya.
"Oe oe...."
"Maaf ya sayang kamu jadi bangun..."
"Sudah se harusnya, tolong mas...."
Bagas mengambil bayi tampannya, lalu memberikannya kepada Nadin.
Nadin bahagia, akhirnya kebahagiannya bisa lengkap, memiliki seorang suami dan anak, setelah menempuh proses panjang yang penuh perjuangan dan airmata, yang telah di takdirkan Alloh padanya.
Kini saatnya ia merawat sang buah cinta yang Alloh titipkan padanya dan sang suami.
####
Kedua insan yang sudah terjalin dalam ikatan halal ini akan memulai hari yang penuh tantangan.
Tantangan yang akan menyenangkan bila dijalani dengan ikhlas dan akan melelahlan bila di jalani dengan rasa ketidak ikhlasan.
#####
END
Aku selaku pengarang cerita ini meminta maaf pada kalian semua yang telah membaca cerita ini, karena banyaknya kesalahan tulis, dan alur cerita yang kurang menarik.
Aku juga minta maaf bila ada kesamaan nama dan latarnya. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.
Dan aku juga mau berterima kasih pada kalian yang membaca cerita ini sampai selesai.
Dan cerita ini sudah berakhir pada 26-11-2022
Alhamdulillah cerita ini telah selesai, aku lega.....
Tapi jangan lupa mampir juga di karya aku yang lainnya ya.......
...................................................
Hai gaes, apa kabar.....
Ada kabar nih buat kalian, Kisah Cinta Zahra aku ganti judul menjadi The Owner Of The Magic Hand.
Kisah ini menceritakan tentang perempuan bernama Melati, atau yang kerap di sapa dengan Mela.
Mela niat membantu korban kecelakaan,namun ia malah terjebak dengan sebuah pernikahan paksa.
Lalu apa yang akan terjadi dengan Mela?
Ayo gaes baca ya......
__ADS_1