Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 39


__ADS_3

Mereka berdua pun masuk.


"Pagi bu bos..." sapa Ibnu


Nadin hanya mengangguk.


"Ehem..." dehem Bagas


"Ya elah Gas, cuma nyapa..."


"Mau gue pecat sekarang?"


"Ga profesional...."


Mendapata tatapan membunuh dari Bagas Ibnu tak berani berkomentar lagi. Ia segera menyerahkan ponsel pintar nya ke tangan Bagas.


Bagas segera menerimanya, lalu ia segera memperlihatkannya ke Nadin.


"Sayang liat nih, ini hanya orang salah sambung....."


Nadin memperhatikan layar hp yang sedang menyala itu.


"Hem..."


"Sayang plislah, ini hanya salah sambung..."


Nadin menatap lekat mata sang suami. Nadin tak menemukan kebohongan di sana, dia hanya menemukan tatapan memohon.


"Ya, aku juga minta maaf..."


"Makasih sayang...." memeluk sang istri


"Ehem, ga tau tempat..."


Bagas cuek saja mendengar sindiran yang berasl dari sekertaris sekaligus sahabatnya itu.


"Lo ke kantin dulu sana...." usir Bagas


"Hadeh punya bos gini amat...."


"Udah cepetan...."


"Ia ia....."


Ibnu pun pergi meninggalkan ruangan itu.


"Makasih ya sayang....."


"Ia sama-sama...."


"Sayang mau ke kamar mandi?"


"Engga..."


"Ya udah nanti kalo ada apa-apa sayang telpon mas ya....."


"Ia mas...."


"Ya udah mas kerja dulu ya...."


Cup. Mendaratkan satu kecupan di kening Nadin.


"Ia mas...."


Bagas pun pergi meninggalkan sang istri.


Nadin menarik napasnya begitu dalam, lalu ia mengeluarkannya dengan perlahan lewat hidungnya.


"Ternyata kejujuran lah kunci utama rumah tangga...." gumannya


"Hai anak mamah, baik-baik ya di dalam perut mamah, semoga kalian kelak menjadi anak yang soleh serta soleha di hadapan Alloh, dan selalu memegang erat kejujuran dan kebenaran....." ucapnya sembari mengelus perutnya


.....................................


"Lo harus bijak menyaikapi ini, jika satu langkah mu salah perusahaan akan bangkrut........ "


Bagas mengurut ujung pelipisnya.


"Siapa tersangka utamanya?"


"Pak Darus, mandor kepala di proyek itu..."


"Kepala keuangan?"


"Dia tak terlibat...."


"Selidiki dia serta anak buahnya...."


"Siap, ini laporan yang lo minta...."


Bagas segera menerima map itu, kemudian ia membukanya.

__ADS_1


"Hah......, ternyata memang uang bisa membutakan orang...." ucap Bagas setelah membaca laporan itu


"Membutakan mah biasa, orang membunuh serta membeli harga diri manusia juga bisa, apa lagi cuma membutakan....." timpal Ibnu


"Siapa yang sudah di kirim kesana?"


"Ga ada, tapi gue udah minta tolong sama temen preman gue yang di sana....."


"Hari ini lo bisa ke sana?"


"Bisa...."


"Ya udah lo kesana dulu, seteah Nadin keluar dari sini gue nyusul...."


"Siap...."


"Ya udah gue mau ke istri gue dulu...." pergi begitu saja


"Ealah, dasar bucin, untung bos....."


"Mba mba....." panggil Ibnu ke salah satu pelayan


"Ya..... "


"Berapa semuanya?"


"Delapan puluh ribu mas...."


"Mahal amat mba....."


"Mas mau yang geratis?" memandang Ibnu dari atas sampai bawah


"Ga usah, nih...."


Ibnu segera memberi mba-mba itu satu lembar uang seratus ribuan, kemudian ia bergegas pergi, sebelum sesuatu yang buruk terjadi.


.............................................


"Pagi calon mamah muda...." sapa seorang dokter perempuan yang menangani Nadin


"Pagi dok..."


"Loh kenapa sarapannya belum di makan?"


"Hehehe, belum lapar dok...."


"Hem, saya cek dulu ya...."


"Ia dok...."


"Eh ada bu dokter....." ucap Bagas, yang baru masuk


"Ia...." jawab Nadin


"Alhamdulillah kondisi nya sudah setabil...."


"Jadi boleh pulang dok?"


"Tunggu sampai nanti dzuhur ya....."


"Kenapa ga sekarang aja dok?"


"Biar mastiin kamu udah beneran sehat sayang...."


"Nah itu mas nya tau, makanannya tolong di makan ya, saya permisi dulu......"


"Ia dok silahkan...."


Dokter wanita itupun pergi.


Bagas segera menyuapi sang istri makan dengan telaten.


"Udah mas....


"Sedikit lagi loh yang..."


"Engga...."


"Ya udah, mau buah nya?"


"Engga, mau minum aja..."


"Ya udah....."


Bagas mengambilkan minum untuk Nadin.


Nadin langsung meminumnya hingga tinggal setengah botol.


"Pelan-pelan aja yang, ga ada yang minta..."


"Hehe...."

__ADS_1


............................................


Malam harinya, Nadin sudah berada di rumah mertuanya. Kini ia sedang tiduran di kamar de temani sang adik ipar.


"Mba..."


"Ya..."


"Aku tuh kalo lagi scorl tik tok, terus tiba-tiba ada vodio yang lewat,pertama tuh vidionya idol K-Pop terus ada kata-kata nya gini "ini yang kalian bilang tampan or cantik?" terus vidio selanjutnya adalah gambar orang keturunan Nabi Muhammad dan ada kata-kata nya "Nih kenalin, keturunan Nabi", ko aku sebel ya mba......"


"Sebelnya kenapa?"


"Ya itu, orang yang suka ngaku keturunan Nabi dan ngerasa dirinyalah yang patut di hormati dan di banggakan........."


"Kita sebagai manusia ga boleh menghakimi manusia lain, kalo kamu ga suka yaudah di sekip aja, lagian Alloh memandang kita bukan dari nasab, harta, tahta dan seberapa suksesnya kita di dunia, tapi dari seberapa Iman nya kita......"


Setiap manusia akan bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat tanpa pengecualian, dan setiap manusia tak akan bertanggung jawab atas perilaku manusia lainnya.


"Ko dari imannya mba, bukannya dari amal nya?"


"Jaman sekarang banyak manusia yang beramal dan berbuat baik hanya demi kekayaan, kesehatan dan terhindar dari 'bala', hingga mereka menuhankan amalannya dan melupakan Tuhan nya yang sesungguhnya...."


"Oh gitu mba....."


"Ia....."


"Hemmm, ok lah besok besok kalo ada kaya gitu lagi aku skip......."


"Lagi pada ngomongin apa sih kayanya seru banget...." ucap mamah Ais yang baru datang


"Hehehe bukan apa-apa ko mah...."


"Hemmm mau main rahasia rahasiaan nih?"


Naila pun akhirnya menceritakan apa yang tadi di bahas.


"Ah ternyata Bagas memang ga salah pilih istri, udah manis pinter pula....."


"Mamah ada ada aja...." tersipu malu


"Cie salting......" ledek Naila


"Udah jangan di ledekin, sekarang kalian tidur, udah malam ini...."


"Aku tidur di sini ya mah?"


"Terus mas mu tidur dimana?"


"Kamar aku...."


"Eh ga bisa gitu dong, udah sana kamu tidur di kamar mu sendiri....." usir Bagas yang baru masuk


Bagas baru saja selesai membahas masalah perusahaannya bersama sang ayah.


"Ah kaka mah....."


"Udah yu keluar jangan ganggu kaka kamu...." menarik lengan Naila


Naila pun dengan terpaksa keluar dari kamar itu.


Bagas segera menutup pintunya lalu menguncinya dari dalam. Setelahnya ia berbaring dan memeluk sang istri.


"Pusing banget ya mas?" tanya Nadin yang melihat raut wajah sang suami


"Ya gitulah...."


Hening, mereka hanya saling menyelami mata masing masing.


"Mas harap apapun yang terjadi kamu akan tetap mendampingi mas...."


"Insyaalloh mas, apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu, udah sekarang aku mau tidur, aku ngantuk...."


"Ia mas juga udah ngantuk nih...."


Bagas menarik selimut mereka sampai leher, lalu ia memimpin do'a.


"Selamat tidur sayang...."


"Selamat tidur juga mas...."


Keduanya pun memejamkan mata.


.......................................


Basa basi penulis.....


Hai gais.....


Sebelumnya aku mau ngucapin maaf, kerena beberapa minggu ini aku ga bisa up, di sebabkan aktifitas ku di dunia nyata yang begitu menguras tenaga dan pikiran.......


Aku juga terima kasih banyak buat semua yang masih setia dengan cerita ini.

__ADS_1


Semoga kalian selalu di beri kesehatan ya....


Sekian......


__ADS_2