Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Tamu Spesial


__ADS_3

Happy reading.....


Nara turun dari taksi saat sudah sampai di depan rumah milik Ferdi, kemudian dia meminta sopir taksi itu untuk menunggu sejenak lalu, dia pun mengetuk pintu rumah Ferdi dan tak lama pintu itu terbuka.


Ferdi kaget saat melihat Nara berada di depan rumahnya sambil menggendong Azam, kemudian tatapan Ferdi mengarah ke tangan Nara, di mana dia memegang sebuah koper.


"Kenapa kamu bawa koper?" tanya Ferdi dengan heran, namun Nara meminta Ferdi untuk membayar ongkos taksi yang baru saja dia naiki dahulu. Walaupun bingung, Ferdi pun kemudian membayar ongkos taksi itu lalu mengajak Nara untuk masuk ke dalam rumahnya.


Setelah Nara menidurkan Azam di kamar milik Ferdi, Nara pun duduk di samping pria itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ferdi. Dia mendesah dengan kasar, karena masih merasa kesal dengan Ilham.


"Ini sebenarnya ada apa sih sayang? Kenapa kamu bawa kover dan juga Azam ke sini? Jangan bilang kalau ..." Ferdi menggantung ucapannya, dia takut apa yang dia lihat memang sesuai dengan apa yang dia pikirkan saat ini.


Nara mengangguk, menandakan jika dia mengiyakan pertanyaan Ferdi. Kemudian Nara mengangkat kepalanya lalu menatap Ferdi dan menggenggam kedua tangan pria itu. "Iya sayang, aku diusir sama Mas Ilham, karena tes DNA itu menyatakan jika Azam bukanlah putranya. Kenapa kamu bisa seceroboh itu? Kenapa bisa surat itu tidak kamu tukar? Bukankah itu rencana kita untuk menukar suratnya?" tanya Nara dengan kesal kepada Ferdi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Nara, Ferdi tentu saja sangat bingung. "APA! Tidak tertukar? Bagaimana bisa? Jelas-jelas aku sudah menukar hasil itu dengan hasil yang palsu. Bagaimana bisa tidak tertukar?" kaget Ferdi dengan wajah yang sangat terkejut.


Bagaimana mungkin dia tidak kaget, pasalnya Ferdi memang sudah menukar hasil itu dua hari yang lalu saat dia menyusup ke dalam rumah sakit berpura-pura sebagai orang yang akan menjenguk pasien, padahal Ferdi ke sana untuk menukar hasil tes DNA milik Azam dan juga Ilham, dan Ferdi sangat yakin jika dia sudah menukar itu.


"Tidak honey! Aku benar-benar sudah menukarnya, aku sangat yakin itu. Kenapa bisa hasilnya sama?" heran Ferdi sambil menatap Nara dengan wajah bingung, namun Nara segera mengangkat kedua bahunya. Dia pun tidak tahu kenapa hasilnya masih menyatakan jika Azam bukanlah anak Ilham, padahal jelas-jelas Ferdi sudah menukarnya.


Pasangan itu pun terdiam, keduanya sama-sama memikirkan sebenarnya apa yang terjadi? Mereka benar-benar bingung, karena surat itu benar sudah ditukar tetapi hasilnya masih sama, dan tentu saja itu membuat Ferdi dan Nara dilanda kebingungan.


"Lalu bagaimana? Apa Ilham memberikan kamu harta gono gini?" tanya Ferdi kepada Nara, namun wanita itu segera menggeleng.


Ferdi benar-benar frustasi mendengar ucapan Nara, kemudian dia bangkit dari duduknya dan berjalan mondar-mandir memikirkan cara bagaimana agar mereka mendapatkan harta dari Ilham. "Pokoknya aku nggak mau tahu, kita harus mendapatkan harta pria itu bagaimanapun caranya. Aku akan memikirkan hal ini dulu," ucap Ferdi sambil meninggalkan Nara di ruang tamu.


**********

__ADS_1


Saat ini di kediaman Mardasena, sedang sibuk untuk acara makan malam. Bunga juga sudah diminta untuk pulang lebih awal oleh Mami Rindi, dan Mami Rindi juga meminta Bunga untuk berdandan cantik.


"Mih, sebenarnya siapa sih tamu yang akan Mami undang untuk makan malam? Kenapa sepertinya spesial sekali?" tanya Bunga dengan heran kepada Sang Mami saat mereka berada di meja makan.


"Nanti juga kamu akan tahu, sayang. Sekarang kamu naik ke atas dan rias wajahmu, masih terlihat pucat," ucap Mami Rindi sambil menyuruh Bunga untuk naik kembali ke atas menuju kamarnya.


Bunga mencoba menolak, tapi keinginan Mami Rindi tidak bisa ditolaknya dan mau tidak mau Bunga pun naik ke atas menuju kamarnya untuk merias diri kembali. Walaupun dia bingung, tapi Bunga menurut saja pada ucapan sang Mami.


"Sebetulnya siapa tamu yang akan Mami undang? Kenapa rasanya spesial sekali? Terus, Mami juga meminta aku dandan, supaya tidak terlihat pucat dan tampil cantik, seperti mau dinner saja," gumam Bunga dengan heran, sambil menatap pantulan dirinya di cermin.


Tepat jam 07.00 malam tamu yang ditunggu oleh Mami Rindi pun datang, Bunga yang melihat itu tentu saja sangat kaget,.dia tidak menyangka jika tamu yang diundang Maminya itu sangat spesial. Bahkan Bunga pun Tidak diberitahu sama sekali tentang kedatangan mereka.


Bersambung........

__ADS_1


Maaf baru bisa up ya🙏Othor lumayan sibuk akhir² ini di dunia nyata. Jadi, othor telat up ya🙏


__ADS_2