Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 12


__ADS_3

Kini semuanya sudah berada di kawasan candi. Keadaan di area ini begitu sesak dan ramai, para pengunjung di dominasi anak-anak sekolah yang study tour. Ada juga beberapa turis manca negara.


Nadin dengan setia menggandeng tangan ibunya.


Setelah berdesakan hampir 15 menit, para rombongan Nadin akhirnya bisa masuk candi paling bawah. Mereka semu kompak mengenakan baju warna hitam.


Rehan sebagai pemimpin, mengajak semuanya untuk mencari tangga yang tidak sesak untuk naik ke lantai 2.


Setelah menemukan tangga, mereka semua naik ke atas.


"Wah mau foto-foto dulu ah... " seru Ina


"Boleh kan mba?" tanya mba Dian


"Boleh dong.... "


Para anggota segera menyebar, mencari spot foto yang diinginkan. Begitu juga Nadin.


"Mba sini, foto bareng" ucap Naila


"Ya, ayo bu.... "


"Rehan, tolong fotoin ya.... "


"Siap... "


Naila, Nadin, dan ibunya berfoto dengan bermacam macam gaya. Sedangkan pacar Naila menjadi penonton.


"Mas Rehan tolong panggil semuanya ya.., kita foto bareng... "


"Siap.... "


"Ehem, cek cek, pengumuman buat rombongan dari desa Sugih, harap kumpul, kita foto bareng.... "


Rehan memanggil para rombongannya dengan toa kecil yang dia bawa.


Para rombongan segera berkumpul. Mereka menempatkan diri.


"Kurang rapat.... "


"Ok pas..., siap ya.... "


Rehan langsung berlari dan langsung memposisikan diri.


Cekrek


"Lagi, gaya bebas... "


Cekrek


..............


"Mba Nadin, coba mba pegang patung yang ada didalam candi yang paling besar.... " ucap Ina


"Ga ah, takut... "


"Kenapa?"


"Ga kenapa-napa.... "


Ya mereka sudah samapai atas.


Nadin dengan semangat 45 memfoto semua pemandangan yang terlihat dari atas situ.


"Mba Nadin foto bareng lagi ya... "


"Ok.... "


Setelah puas, Nadin mengajak semuanya untuk turun.


"Ayo semuanya turun, udah puas kan?"


"Ok mba.... "


Saat turun, Nadin, Naila, bu Nana, pacar Naila, Rehan, dan keluarga om Hamzah terpisah dari rombongan.


"Yah, kita salah jalan mba... " keluh Naila


"Udah ga papa..., kita solat dulu... " ucap Nadin


Mereka semua menuju musola. Lalu solat duhur.


"Yu jalan lagi... "


Mereka jalan lagi mengikuti petunjuk yang ada di kanan kiri.


"Loh ko ini malah masuk pasar... "


Nadin langsung membaca plang pengumuman.


"Ini bener ko, jalannya, noh liat, pasar sedang di renofasi, jadi pindah di sini... "


"Wah ia ya... "

__ADS_1


"Yang penting kita ikuti petunjuk jalan.... " kata om Hamzah


Mereka semua melanjutkan jalannya.


Setelah kaki mereka merasa cape, mereka berhenti sebentar.


"Din, kayannya kita keselong deh, masa kembali ke tempat awal, noh plang nya.... " ucap bibi Yuna, istrinya om Hamzah


"Loh ia ya, padahal kaki ini rasannya udah pegel banget... "


"Duh gimana ini mba... "


"Udah sekarang tenang aja, kita berdo'a terus lanjutin perjalanan... " saran bu Nana


Mereka semua berdo'a lalu segera melanjutkan perjalanannya.


"Alhamdulillah mba, kita berhasil keluar.... "


"Ia Alhamdulillah.... "


"Mba Nadin dari mana aja?" tanya mba Dian


"Kesasar mba.... "


"Wah ko bisa?"


"Bisa lah.... "


"Udah udah kita makan dulu, mba Dian suruh yang lain kumpul ya, kita makan siang dulu... "


"Ia mba.... "


Setelah semuanya kumpul, Nadin mengajak mereka makan siang di salah satu warung yang berada di situ.


"Silahkan pesen se mau kalian....., udah di bayar ko.... "


Nadin ingin protes.


"Udah jangan protes mulu mba.... "


Selesai makan mereka berpencar untuk membeli barang yang di inginkan.


Jam setengah 5 sore, barulah mereka kembali ke hotel.


..................


Seperti yang sudah di rencanakan, hari kedua mereka mengunjungi candi Prambanan. Dan hari ini mereka akan menuju Keteppas.


Nadin terbangun dari tidurnya, dia tak mendapati ibu nya.


Nadin berjalan ke luar kamar, dia mengetuk pintu kamar sebelahnya.


Tok tok tok. Tak ada jawaban. Nadin mengetuk pintu sebelahnya lagi, sama tak ada jawaban.


"Hem, pada kemana sih... " gumannya


"Telpon mba Dian aja kali ya.... "


Nadin melenpon mba Dian, namun hanya oprator yang menjawab panggilannya.


"Hadeh, coba telpon Naila lah.... "


Sama saja, hanya oprator yang menjawabnya.


Alloh... Hu Akbar Alloh..... Hu Akbar


"Solat dulu lah, baru cari lagi... "


..........


Nadin sudah rapi, walau dia tak mandi. Nadin berjalan keluar hotel.


"Dengan mba Nadin?" tanya seorang bapak-bapak, mengunakan seragam ojek online


"Iya..., ada apa ya pak?" tanya Nadin bingung


"Ini saya di suruh untuk jemput sampean..."


"Di suruh siapa pak?"


"Di suruh sama mba Naila, katanya temen sampean, ayo mba, ntar telat... "


Dengan perasaan bingung, Nadin naik ke mobil sang bapak.


......................................


"Loh pak inikan bukan arah ke Keteppas.... "


"Kita memang bukan mau ke Keteppas mba..."


"Terus mau kemana?"


"Sebentar lagi sampai ko mba... "

__ADS_1


Nadin mencoba membuka media sosialnya, siapa tau ada yang memposting sesuatu.


Namun nihil, harapan Nadin sirnah.


"Sampai mba.... "


Nadin keluar dari mobil, memandangi restoran kelas atas di hadapannya.


"Dengan mba Nadin?" tanya seorang pelayan


"Ya... " jawab Nadin ragu


"Mari ikut saya, anda sudah di tunggu"


Nadin mengikuti sang pelayan.


Nadin di bawa ke ruangan yang gelap.


Ceklek, lagu ulang tahun menggema bersamaan dengan hidupnya lampu.


Para kariawan, ibu, keluarga om Hamzah, Naila dan pacarnya menampakan diri.


"Selamat ulangtaun mba cantik.... " ucap Naila yang membawa kue


Nadin terharu, selama hidupnya belum pernah ia merasakan di beri kejutan saat ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun sayang.... "


Nadin memeluk ibunya dan menangis di sana.


"Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga.... "


"Potong kue dulu mba... "


Nadin memotong kuenya. Semuanya bersorak gembira.


"Ehem, aku mengucapkan terima kasih banyak atas kejutannya...... "


"Sama-sama mba.... "


"Nah karena kuenya kecil, jadi kuenya buat di makan mba Nadin sendiri... " ucap Naila, sembari memberikan kuenya ke tangan Nadin


Nadin pun menerimanya.


"Sekarang makan.... "


Semuanya duduk di kursi yang sudah di sediakan, dan sarapan.


"Tadi waktu di hotel gimana mba?" tanya Naila


"Kagetlah, ko ibu ga ada, terus aku gedor pintu kamar kamu juga ga ada, aku telpon kamu hp mu ga aktif, sama kaya punya mba Dian.... "


"Hehe, sengaja mba, tapi berhasilkan kejutannya.... "


"Berhasil dong, mkasaih ya... "


"Sama-sama, sekarang mba sarapan dulu... "


Di tengah-tengah sarapan tiba-tiba terdengar suara seseorang dari pengeras suara yang ada di setiap pojok ruangan.


"Ehem...., selamat pagi semua, sebelumnya saya minta maaf jika suara saya ini mengganggu.... "


"Saya di sini hanya ingin menyanyikan lagu spesial untuk orang yang spesial juga, lagu ini menggambarkan tentang perasaan saya ke DOI..... "


"Yang tau lagu ini kalo mau ikut nyanyi silahkan.... "


Lampu di matikan


Irama yang khas dari lagu yang akan dinyanyikan seseorang itu terdengar.


Ku tuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


Kan teramat panjang puisi


Tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu

__ADS_1


Seluruh pengunjung larut dalam lagu, mereka ikut bernyanyi.


__ADS_2