Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 30


__ADS_3

"Inna solati wanusuki wamah ya ya wamamati lillah hirobbil 'alamin"


Artinya : Sesungguhnya solat ku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Alloh.


..................................................


Di sebuah ruangan bernuansa biru, sepasang suami istri sedang saling semak menyemak dalam bacaan Al-Qur'an nya.


"Kurang panjang sayang, kan ini ada tandanya 6 harokat...." memberi tau letak kesalahan sang istri


"Aku ulangi ya...."


Nadin mengulangi bacaan ayat yang salah.


"Sayang udah tepat dalam tajwidnya hanya saja dalam panjang pendeknya masih perlu di perhatikan lagi ya....." nasehat Bagas


"Hehe tadi itu, pikiran aku ke mana mana, jadi ga fokus...." jawab Nadin


"Eamng sayang mikirin apa hem?" menutup Al-qur'an nya


"Aku takut kalo aku belum sempat membesarkan anak anak, nyawaku sudah diambil oleh yang Maha Kuasa..." tertunduk dalam


Nada suara Nadin menyiratkan akan ketakutan yang begitu besar.


Bagas segera mendekap sang istri kedalam pelukannya, dia tau sang istri sedang tak baik baik saja.


"Kenapa sayang ngomong begitu?"


"Aku hanya takut ketika aku melahirkan nyawaku di ambil, lalu nanti bagimana dengan anak kita, siapa yang akan merawatnya?" matanya berkaca kaca


"Sayang dengerin mas ya...." memegang kedua pipi Nadin


"Sayang percaya ga sama takdir Alloh?"


"Percaya..."


"Kalo percaya kenapa sayang takut mati, bukankah semua yang bernyawa akan kembali kepada-Nya?"


Sebenranya setiap jiwa akan merasa takut akan kematian. Entah takut untuk meninggalkan harta bendanya, keluarga, orang tersayang tau bahkan takut ketika ia mati, belum sempat mewujudkan impiannya. Hingga mereka meminta kepada Tuhan nya agar di beri umur panjang untuk mewujudkan impiannya dulu.


Padahal kematian adalah hal yang pasti terjadi untuk setiap yang bernyawa.Sekalipun kamu berlindung dalam benteng yang tinggi nan kokoh, pastilah kematian itu menghampirimu, jika sudah waktunya.


"Emang mas ga takut mati?"


"Engga, mas sudah menyerahkan, hidup dan matinya mas hanya untuk Alloh..."


"Gimana caranya mas?"


"Sayang tau pikirannya anak kecil?"


"Pikirannya anak kecil?"


"Ia, anak kecil tak akan pernah mengkhawatirkan kehidupannya di hari esok, karena dia sudah tau ada orang tuannya yang menjamin kehidupnya......"


"Berarti kita sebagai orang dewasa juga harus percaya bahwa ada Alloh yang selalu menjamin kehidupan setiap manusia?"


"Pinter...." menoel dagu Nadin


"Sayang hanya perlu mengingat ini, Inna solati wanusuki wamah ya ya wa mamati, lillah hirobbil 'alamin, sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Alloh........"


Hakekatnya, manusia di ciptakan hanya untuk beribadah kepada sang Penciptanya. Namun karena ambisi manusia tentang dunia, mereka melupakan kewajibannya.


"Jadi sayang jangan takut lagi ya...."


Nadin mengangguk.

__ADS_1


"Oh ya besok jadwal sayang periksa kandungan ya?"


"Ia mas...."


"Ya udah sekarang tidur ya..."


"Ia...."


Bagas membuka atasan mukena yang masih menempel pada tubuh Nadin, lalu ia menggantungnya.


Keduanya pun menauki ranjang.


"Peluk...." manja Nadin


"Manjanya, sayang nya mas, sini sini...." merentangkan tangannya


Nadin langsung masuk kedalam pelukan suaminya.


........................................................


Suara qiro subuh, yang khas dengan suasana pedesaan, masih bisa di nikmati di kota ini.


Suara binatang malam yang belum menghilang, bercampur padu dengan suara qiro yang terdengar dari setiap pengeras suara yang terpasang di masjid dan musola.


Nadin mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.Setelah sadar, dia mengeluarkan tangan kirinya dari selimut.


"Mas, bangun yu udah mau subuh...." menngusap ngusap pipi mulus, sang suami.


Bagas malah semakin memeluk erat, tubuh sang istri.


"Mas ih, udah mau subuh, tuh qiro nya sebentar lagi selesai loh...." omel Nadin


"Mas solat di rumah aja...."


Cup, Bagas mengecup kening Nadin


"Jangan marah marah mulu, nanti tambah cantik...."


Bagas memang sengaja membuat Nadin kesal, dia sangat suka melihat ekspresi kesal sang istri.


Nadin yang sudah sangat kesal segera mengurai pelukan sang suami. Lalu...


Bruk, Nadin menggelindingkan suaminya hingga terjatuh dari ranjang.


"Sayang KDRT nih...." mengusap keningnya, yang terantuk kaki tempat tidur


"Makannya bangun, udah sana cepet mandi lalu ke masjid...."


Bukannya menolong suaminya, Nadin malah semakin ngomel.


"Ia ia... "


Bagas bangun, lalu ia segera ke kamar mandi.


Nadin juga ikut bangkit, ia menuju westefel, untuk cuci muka dan gosok gigi.


Kemudian, Nadin menyiapkan baju untuk Bagas. Dia memilihkan hem berwarna putih dan sarung berwarna merah kotak-kotak hitam. Nadin juga menyiapkan peci untuk sang suami.


Ceklek, Bagas keluar kamar mandi hanya mengenakan haduk yang dililitkan di pinggulnya.


Nadin segera membantu sang suami mengenakan pakainnya. Dia tak mau suaminya telat ke masjid.


"Mas berangkat dulu, Assalamu'alaikum sayang....." mengecup kening Nadin


"Wa'alikusalam....."

__ADS_1


Se peninggalan Bagas, Nadin segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelahnya ia mengambil wudu lalu solat.


"Ya Alloh ya Tuhan kami, Tuhan seluruh alam semesta, aku hanyalah hamba-Mu yang rendah dan hina, tubuhku penuh dengan dosa.


Ya Alloh ampunilah seluruh dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa suamiku, dosa para guruku, dosa para kake nenek ku, dosa orang yang aku kenal dan dosa seluruh umat muslim di dunia. Amin


Ya Alloh, semoga Engkau selalu meridhoi setiap langkah ku selama dalam kebenaran dan tegurlah diriku jika aku melakuka kesalahan dan dosa.... Amin....


Robbana a tina fiddunya khasanah, wafil akhiroti khasanah waqina ngada bannar.....Amin..... "


Itulah sebait do'a yang Nadin panjatkan, setelah solat.


Selesai berdo'a, Nadin melepas mukenanya dan menggantungnya. Lalu ia turun ke bawah.


Tap


Tap


Tap


Nadin menuruni anak tangga, satu persatu.


"Pagi semua...." sapa Nadin


"Pagi mba....." jawab para pembantu rumah tangga mertuanya


"Pagi sayang....." jawab mamah mertuanya, yang sedang sibuk menata makanan di meja


Nadin mendekat ke mamah Ais, lalu ia berinisiatif membantu mamah mertuanya.


"Jangan sayang, nanti kamu cape, kamu duku manis aja ya......" larang sang mamah mertua


"Ga papa ko mah, ga cape...."


"Udah sih mba, mba tinggal nurut....." ucap Naila


Nadin merasa tak enak, masa hanya ingin menata makanan saja tak boleh.


"Benertuh kata Naila...." ucap mamah Ais


Akhirnya Nadin duduk di samping Naila, yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


"Lagi cathan sama siapa sih ko asik banget..." tanya Nadin


"Sama pacar...."


"Yang waktu itu?"


"He'em....."


"Kalo dia beneran serius, suruh dateng, temuin orang tua..."


"Aku sama dia belum siap, lagian aku sama dia ga pernah aneh aneh....."


"Assalamu'alaikum.... " ucap ayah Putra


"Wa'alikusalam.... "


Nadin segera bangkit, dia menghampiri ayah dan suaminya, lalu ia mencium tangan keduanya.


"Lagi pada ngomongin apa sih, ko seru banget kayanya..."


"Ini yah, lagi ngomongin Naila biar ga pacaran mulu..."


"Kamu masih pacaran sama yang itu?" selidik ayah Putra

__ADS_1


"Hehe ia yah...."


"Suruh dia kemari temui ayah, nanti sore, kalo kalian masih ingin melanjutkan hubungan...." tegas ayah Putra


__ADS_2