Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 41


__ADS_3

Kejadian naaas itu tak dapat ter elakan. Truk yang bermuatkan ayam hidup itu, menabrak mobil yang di tumpangi Nadia, hingga mobil bermerek Alfa itu terpental dan berguling samapai akhirnya menabrak pohon Karsen yang ada di pinggir jalan itu.


Brak.


Para pengendara langsung menghentikan laju kendaraannya.


Huda, suami dari perempuan itu membeku di tempatnya, seakan jiwanya tak ada lagi di dunia, pikirannya menghilang begitu saja bersamaan dengan mobil milik sang istri yang menabarak pohon.


"Mas..."


Seseorang menepuk pundaknya.


"Ayo cepet naik mobil, kita bawa mba Nadia ke rumah sakit...."


"Ia ia ayo...."


Yang menepuk pundaknya ialah Danu, sang adik.


Huda masuk ke dalam mobil, dia mematung sejenak melihat kondisi sang istri.


"Mas janagn ngelamun, cepet masuk..." omel sang adik ipar


"Ia ia...."


Mereka membawa Nadia ke rumah sakit.


Sampai rumah sakit, Huda langsung memanggil suster untuk melakukan pertolongan pertama pada istrinya.


"Innalillahiwainnailaihirojingun......" ucap sang suster, setelah memeriksa denyut nadinya


"Maaf pak..." ucap sang suster itu


"Suster ga bohong kan?" selidik Fitri


"Engga...."


"Haha, istriku telah m*** haha..... ., aku bebas, tak ada lagi yang menghalangiku untuk menjenguk ibuku, hahaha, oh istriku sayang..." ucap Huda sembari menatap jenazah sang istri


"Huhuhu, tapi ibuku juga telah ma** akibat istriku yang tak memperbolehkanku mengirim uang sepeserpun untuk berobat ibuku, huhuhu...."


"Tapi aku senang, karena sekarang istruku telah ma***, yeyeye....."


Danu, Fitri dan sang suster tercengang melihat tingkah Huda.


"Aku takut mas, kenapa mas Huda jadi begitu?" bisik Fitri


"Tenanglah...."


"Yeyeye, istriku ma**...." berjoged joged


"Astagfirullah hal'adzim....." guman sang suster


Danu menitipkan jenazah sang kaka ipar du rumah sakit itu terlebih dahulu. Dia tak kuat jika harus semobil dengan jenazah. Sebagai jaminan Danu memberikan KTP nya.


Kemudian Danu mencari keberadaan sang kaka, setelah ketemu ia segera menarik tangan sang kaka yang sedang berjoged joged di tengah taman rumah sakit dengan bertriak 'Yeyeye istriku telah ma**'.


"Kau tau, istriku telah ma** hahaha, tapi aku senang...." ucapnya, ketika di suruh duduk di mobil untuk ikut pulang


Danu memutuskan kembali ke rumah ayahnya.


Di perjalanan sang kaka terus saja mengatakan 'Istriku sudah ma**,dan kini aku bebas, haha....

__ADS_1


Tok tok tok


"Ada apa kau kesini lagi ha?" sentak Adnan


"Nan kaka minta maaf, tapi ini keadaan genting...."


"Hahaha kau tau istriku telah ma**....."


"Kenapa dengan mas Huda?"


Akhirnya Danu dan Fitri menceritakan apa yang baru saja terjadi.


"Innalilahiwainailaihirojingunn....." ucap Adnan


Pak Slamet yang mendengar ada suara dari depan rumahnya, memutuskan keluar dia ingun tau siapa yang datang.


"Haha istriku telah ma***....." ucap Huda kepada setiap orang yang lewat


Pak Slamet, mematung, melihat tingkah anaknya.


"Abi, sungguh kami minta maaf...." ucap Danu sembari bersimpuh di kaki pak Slamet


"Ia Abi, aku juga minta maaf, karena selama menjadi menantu abi, aku banyak melakukan kezoliman terhadap abi dan umi....."


Suara keduanya terdengar begitu tulus dan menyimpan penyesalan yang besar.


"Berdirilah na...." mengangkat tubuh sang anak tengahnya supaya berdiri


"Sungguh abi sebagai ayah kalian telah memaafkan kalian...."


Pak Salamet memeluk anak tengahnya begitu erat sembari menitikan air mata.


"Abi minta maaf, tadi sempat memarahi kalian, hanya saja tadi itu abi ingin meluapkan rasa...." melepas pelukannya


"Lau ada apa dengan kaka mu?"


Danu pun menceritakan kembali kecelakaan tadi. Danu juga menceritakan tentang kakanya yang telah menjatuhkan talak kepada istrinya, serta sedikit keributan yang sempat di dengarnya.


"Astaghfirullohaladzim, kasian sekali kamu na....." ucap pak Slamet


"Kalian sudah mengabari keluarganya?"


"Belum abi, kami takut keluarganya mba Nadia akan marah..."


"Telponlah, biar abi yang bicara..."


"Baik Abi...."


Akhirnya setelah penjelasan dari pak Slamet, orang tua Nadia bisa menerima kepergian anaknya.


Orang tua Nadia juga langsung berencana meluncur untuk menjemput jenazah sang anak.


"Lalu sekarang bagimana dengan mas Huda?"


"Biar mas Huda bersama kami..." ucap Adnan


"Baiklah, aku akan membantu sebisanya...." ucap Danu pada akhirnya


Sore harinya, orang tua Nadia sampai di rumah sakit yang dituju, mereka langsung membawa jenazah putrinya untuk di kuburkan.


"Biarlah anak mereka kami yang urus, tenang saja jika pak Slamet ingin bertemu, kami tak akan menghalangi...." ucap ayah Nadia

__ADS_1


"Ia pak, akan lebih baik jika Dila di urus njenengan..." jawab pak Slamet


"Kalo begitu kami pamit, semoga Huda cepat sembuh......"


Pak Slamet mengangguk.


Mobil berwarna silver itu pun melaju membelah jalanan.


Kemudian pak Slamet, Adnan, Danu dan Fitri melangkah pergi meninggalkan rumah sakit, menuju kontarakan kecil yang di tempati pak Slamet dan Adnan.


***** ****** ******


Sampai kapanpun, seorang anak tak akan bisa membalas 'budinya' orang tua. Jadi jika kalian masih punya orang tua, segeralah minta maaf kepada mereka atas kesalahan yang kalian perbuat.


Jangan menunggu lebaran untuk minta maaf, karena tak ada siapapun yang tau kapan akan mati.


...**************** ****************...


Di tempat yang berbeda, dua insan yang tidak saling terikat akan hubungan pernikahan, baru saja selesai memadu kasih.


"Yang nantinya anak ini gimana?" tanya sang perempuan


"Kita buang saja, di tempat pembuangan sampah akhir....." jawab sang lelaki


"Terlalu kejam...."


"Lalu gimana?"


"Aku punya ide, gimana kalo kita tinggalin aja di depan rumah mewah, pasti mereka mau mengurusnya, bukankah lebih baik?"


"Boleh juga....."


"Ok sepakat...."


Sang perempuan adalah Fani, dan sang lelaki adalah ayah biologis dari anak yang ada di kanduangan Fani.


Cris namanya, seorang anak pejabat negara, yang kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Sang ayah hanya memikirkan cara agar jabatanya tak lengser dan cara mendapatkan uang secara instan, hingga membuat Cris menjadi pribadi yang tak mau di atur, dan liar.


Sedangkan ibunya adalah seorang sosialita. Ibunya juga tak pernah memberikan kasih sayang kepadanya.


Saat Cris kecil, sang ibu bahkan tak mau memberi asi, karena takut badannya akan berubah menjadi jelek. Hingga Cris kecil meminum susu formula.


Sang ibu juga tak pernah mau menyentuh Cris kecil, bahkan untuk sekedar memandikan. Dia selalu beralasan takut jika Cris akan terjatuh bila ia yang mandikan. Jadi urusan Cris sepenuhnya di urus oleh sang pengasuhnya.


Saat Cris masuk SD, sang ibu juga tak pernah mau tau urusan sang anak, yang ia mau tau ialah urusan geng sosialita. Sungguh miris.


Bahkan saat Cris juara satu, dalam lomba renang tingkat nasional sang ibu tetap tak mau hadir dalam acara pesta kemenangan anaknya.


********** ********** **********


Memanglah benar peribahasa yang mengatakan 'manusia lebih kejam daripada setan', setan hanya bertugas untuk menggoda tanpa bisa melakukannya. Sedangakn manusia yang tergoda oleh setan tak akan memikirkan hal lain kecuali cara memenuhi goda'an setan itu.


********


Basa basi penulis.....


Tetap waspada terhadap hujan gaes......


Semoga di tempat tinggal kalian tidak banjir ya...

__ADS_1


Dan yang terkena banjir, semoga cepat surut...........


__ADS_2