
"Mau ngapain ya, masa tidur lagi?" guman Nadin
"Hah, mending ngurusin tanaman ah...."
Nadin pun bangkit, lalu ia memakai jilbabnya dan turun ke bawah.
"Pagi mbok...." sapa Nadin yang melihat mbok Jum yang sedang menyapu
"Pagi mba....."
Nadin berjalan ke gudang, ia mengambil 'pancong' atau pacul kecil dan gunting.
"Mau kemana mba, bawa gituan?"
"Mau nyabutin rumput di pot...."
"Oh, nanti kalo mbok sudah selesai nyapu, mbok nyusul ya...."
"Ok...."
Nadin berjalan ke arah tanmannya lalu ia jongkong dan mulai mencabuti rumput yang tumbuh mengganggu tanaman lidah buayanya.
Nadin menghentikan aktifitasnya ketika, melihat mobil milik adik iparnya datang.
Naila langsung keluar, setelah mobil berhenti. Ia langsung memeluk sang kaka ipar sembari menangis.
"Huhu mba....."
Nadin terdiam, membiarkan Naila untuk meluapkan perasaannya.
"Udah?" tanya Nadin ketika tangisan Naila reda
Naila mengangguk. Selanjutnya Nadin mengajak Naila untuk masuk, lalu ia membersihkan tangan dan kakinya yang kotor terkena tananh.
"Kenapa?" tanyanya ketika kembali dari kamar mandi
"Huhu, Daniel selingkuh...." ucapnya
"Oh......"
"Ih si mba, masa responnya cuma oh...."
"Terus harus gimana?, mba malah bersyukur, karena kamu udah tau sifat aslinya sebelum nikah....."
"Ia sih mba, tapi dia itu cinta pertamaku loh..."
"Cinta apa obsesi?"
Naila terdiam, dia mengingat ingat kembali awal pertemuannya dengan Daniel hingga memutuskan untuk pacaran.
"Hehehe kayannya lebih ke obsesi, karena waktu itu semua temanku udah punya pacar, hanya aku yang jomblo, jadi ketika ada yang menyatakan cinta aku terima, padahal temanku udah peringatin bahwa dia playboy"
"Putusnya hubungan mu dengan pacarmu itu salah satu tanda bahwa Alloh itu sayang kamu....."
"Ko gitu mba?"
"Ia, jadi Alloh ga mau kamu terus masuk kedalam dosa, makannya Alloh buat kamu tau sifat aslinya si dia gimana......"
__ADS_1
"Terus kalo Alloh udah ga sayang kita tandanya apa mba?"
"Jika kita melakukan sebuah dosa, Alloh tak akan menegur kita, kita akan di biarkan terus menerus melakukan dosa itu, hingga datangnya hari perpisahan antara raga dan nyawa kita, tanpa membiarkan kita bertaubat lebih dulu......"
Naila mendengarkan apa yang di ucapkan iparnya dengan fokus.
Nadin merasa senang karena sang adik ipar, mau mendengarkan nasehat.
"Kan katannya Alloh itu maha membolak mbalikan hati, berarti kalo ada orang baik, terus berubah jadi jahat itu juga karena Alloh?"
"Kalo cara berpikir kita seperti itu, berarti Alloh itu berbuat dzolim dong ke kita padahal Alloh itu ga pernah berbuat dzolim ke makhluknya......"
"Terus gimana mba?"
"Gini, setiap manusia memiliki nafsu, nafsu baik dan jahat, nafsu jahat itu datangnya dari bisikan setan, maka ketika seseorang yang baik terud berubah jadi jahat maka orang itu sudah di perbudak setan...."
"Astaghfirullohaladzim, ternyata selama ini aku sudah di perbudak setan dong, terus mba kalo kita ga pacaran gimana cara dapat jodohnya?"
"Setiap manusia, sudah punya jodohnya masing-masing, kita hanya tinggal menunggu samapai Alloh mempertemukannya, dengan cara berihktiar lewat jalur halal, yaitu ta'aruf..."
"Oh gitu mba....."
"Ia, jadi kamu ga perlu menyesal di selingkuhi olehnya....."
"Ia deh mba, aku udah ga mau pacaran lagi, mau fokus ke kulaih sama ngurus bisnis..." tersenyum
"Nah, gitu dong harus ceria....."
"Hehehe, mba aku punya pertannyaan lagi nih, aku pernah baca, katannya pada jaman dulu ada seorang hafis Al-qur'an yang masuk neraka, itu kenapa mba?"
"Karena ia menghafal Al-qur'an niatnya agar di hormati, di segani, dan di sanjung...."
"Ia, seharusnya kita itu melakukan apaun harus Lillah Hitangala......"
"Ternyata emang kalian itu jodoh, sama-sama pinter....."
"Hemmm, kan emang Alloh kasih kita jodoh itu yang sekufu...."
"Oh gitu ya mba?"
"Ia...."
Alloh itu akan memberikan jodoh kepada kita yang 'sekufu'. Contohnya yang keras kepala dengan yang keras kepala, agar kita mau bercermin dan memperbaiki sifat dari masing-masing diri.
Namun banyak di antara pasangan suami istri yang tak mau memperbaiki diri, hingga akhirnya memilih cerai.
"Mau kemana mba?" tanya Naila yang melihat Nadin bangkit
"Mau buat perkedel..."
"Ikut dong..."
"Ayo....."
Padahal selama ini Naila tak pernah membantu di dapur, namun ia ingin mencobanya.
Nadin ingin membuat makanan yang bahan utamanya kentang itu sebanyak 5 kilo. Gila bukan?, oh tentu tidak, karena Nadin nantinya ingin membagikan makanan itu untuk mertua dan para pembantunya juga.
__ADS_1
"Ini ga salah mba, sebanyak ini?" tanya Naila
"Engga, kamu bantuin ngupas ya..."
"Ok siap...."
"Mbok Jum tolong ambilin baskom terus isi air ya..."
"Siap mba...."
Nadin dan Naila mulai menguoas kentangnya satu persatu. Setiap kentang yang sudah di kupas, akan di taruh kedalam baskom yang berisi air, agar warna kentangnya tidak menghitam.
Mbok Jum kebagian mengiris kentang. Kentang yang sudah di kupas akan di bagi menjadi dua bagian, lalu di iris dengan ukuran sedang, tidak terlalu tipis dan tidak juga terlalu tebal.
"Mba...."
"Ia mbok..."
"Kan katanya takdir kita udah di tentukan, mau masuk neraka apa surga sebelum kita lahir, berarti yang nantinya masuk neraka percuma dong kalo ibadah?"
"Kalo menurut aku ya mbok, diri kita sendiri yang menentukan mau masuk neraka apa surga......"
"Ko gitu mba?"
"Ia karena kalo kita hidupnya di jalan Alloh, kita akan masuk surga, tapi ketika kita hidupnya semaunya sendiri ya masuk neraka, Alloh itu maha penyayang, setiap manusia akan di beri petunjuk, tapi banyak dari manusia yang tak mau menerima petunjuk itu, mereka lebih senang hidup dengan pemikirannya sendiri, padahal pemikirannya mereka berbelok jauh dari jalan Alloh..."
"Oh gitu mba, berarti ga ada ibadah yang sia-sia ya mba?"
"Ia, Alhamdulillah selesai...."
"Alhamdulillah, terus kita apain kentangnya mba?"
"Mbok, udah selesai irisinnya?"
"Belum mba..."
"Kamu bantu mbok Jum irisin ya, mba mau buat bumbu...."
"Ok, tapi kalo irisannya ga sama ga papa ya mba...."
"Siap...."
Nadin berdiri, lalu ia meregangkan otot ototnya, kemudian ia mulai mengambil, bawang putih, kemiri, merica dan pala, jangan lupa, tambah garam.
Setelah selesai mengupas bawang, lalu Nadin menguleg semua bumbu itu, menjadi satu. Lalu di goreng.
"Wangi banget mba, jadi ga sabar pengin nyicipin..."
"Sabar...."
Setelah bumbunya matang, Nadin memindahkannya ke baskom, lalu ia mulai menggoreng kentangnya yang telah di cuci.
Menggoreng kentangnya jangan terlalu matang, karena nanti akan susah untuk di uleg.
Setelah semua kentangnya matang, dan di uleg, Nadin memutuskan untuk solat terlebih dahulu.
"Ayo solat dulu..."
__ADS_1
"Ayo...."
Selesai solat, mereka melanjutkan membuat perkedelnya.