Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 15


__ADS_3

Jika kamu di titipi harta yang lebih, di harta itu ada hak milik orang lain yang meminta ataupun tidak. Nadin Ananda


...----------------...


Selesai sarapan, Nadin membawa Aira main di kamarnya.


Bagas masih di sana, mengobrol bersama om Hamzah dan instrinya.


"Ehem..., om, tante, aku mau ngomong serius nih.... "


"Silahkan.... "


"Ini tentang rencana pernikahanku dan Nadin......"


Penikahan mereka akan dilaksanakn minggu depan. Ya setelah Bagas melamar Nadin di Jogja, setelah pulang, Bagas langsung melamar Nadin secara resmi.


"Oh ia, om hanya pesan, jangan pernah kamu membuat ia menangis, bahagiakan ia, terima segala kekurangan dan kelibahan yang ia miliki, jika kamu sudah tidak mampu membahagiakannya, kembalikan dia ke kami, dengan cara seperti saat kamu memintanya.."


"Belum juga ijab om, udah di pesenin gitu... "


"Di nasehatin bukannya di dengerin malah di becandain... "


"Hehe, ia om maaf, aku janji ko bakal bahagiain dan menjaga Nadin sampai maut memisahkan.... "


Nadin yang mendengar kalimat itu terharu. Nadin tau, Bagas bersungguh-sungguh dalam ucapannya.


"Awas kalo kamu bohong, om bakal hanyutin kamu di pantai selatan... "


"Bi, emang mukaku kaya pembohong ya bi?"


"Engga sih, tapi kalo mirip preman ia, hahaha"


Om hamzah ikut tertawa mendengar kalimat istrinya.


Bagas langsung berdiri, ingin meninggalkan ruang makan.


"Gitu aja ngambek....." ucap Nadin yang keluar dari kamar


"Eh engga ko, aku cuma bercanda.... " salah tingkah


"Oh ya, om tante aku ijin ajak Nadin jalan-jalan ya, sambil liat-liat gaun.... "


"Boleh asal sama Aira.... " jawab om Hamzah


"Yah ko gitu om.... " keluh Bagas


"Ya udah kalo ga mau ga usah... "


Om Hamzah hanya tidak mau ada hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Ia deh om... "


"Nah gitu dong, sana Din ganti baju... "


"Ia om.... "


"Sayang siapin Aira nya ya?"


"Ia mas.... "


Nadin masuk kedalam kamarnya, dia berganti pakaian dan mengambil tasnya.


.......................


Kini Nadin Bagas, beserta Aira, berada di depan pusat perbelanjaan kota itu.


Nadin 'menuntun' Aira, agar anak itu tak berlarian kesana kemari, dengan posisi Aira di tengah.


Orang yang melihat itu, akan mengira mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.


"Ka Adin, mau main itu..... " Aira menunjuk tempat bermain mandi bola.


"Ayo..... " ajak Bagas


Dengan semangat, Aira berlari ke arah tempat itu.


Bagas segera membeli tiket untuk 2 orang.


"Masuk Din.... "


"Aira maunya sama kaka, apa sama pak Bagas?"


"Cama ka Adin.... "


"Ok.... "


"Nih tiketnya, aku tunggu di sini.... "


"Ok...... "


Nadin segera masuk ke kolam mandi bola. Nadin terlihat sayangt senang saat menaiki prosotan bersama Aira.

__ADS_1


Bagas senang saat melihat Nadin kembali ceria.


Nadin tidak hanya bermain dengan Aira, dia mengajak anak-anak lainnya ikut main bersama.


"Aila cape..... "


"Ih gemes banget sih sayang, yaudah kita udahan ya?"


"Ya.... "


Nadin membopong Aira dan keluar dari kolam bola itu.


"Ka, Ai mau kim.... "


"Aira ngomong apa Din?"


"Mau eskrim katanya... "


"Ya udah ayo... "


Bagas berjan ke penjual eskrim, lalu ia memesan 3 cup eskrim rasa coklat stroberry.


"Nih eskrimnya.... " ucap Bagas saat memberikan eskrim itu ke Aira


"Bilang apa sayang?"


"Maacih om.... " nyengir


"Ini untuk ka Nadin... "


"Makasih pak.... "


"Ya... "


Dert dert, ponsel Bagas bergetar. Dia segera mengambil ponsel dalam celananya lalu memeriksanya.


"Astaghfirulloh, aku lupa hari ini jadwal fiting baju...." gumanya, setelah melihat wa dari sang adik


"Kenapa pak?"


"Aku lupa hari ini kan fiting baju......"


"Oh, emang perlu ya pak?" polos Nadin


"Perlu lah, kan kamu udah pernah nikah masa ga tau?"


"Orang pas saya nikah, saya tinggal terima jadi pak, tanpa tau prosesnya, hehehe.... "


Ponsel Bagas berdering, tanda adanya panggilan masuk. Bagas segera mengangkatnya.


"Halo... "


"Kaka....." suara keras


Bagas langsung menjauhkan ponselnya.


"Jangan keras-keras suaranya, pendengaran kaka masih sehat"


"Abisnya, di wa ga bales, ini udah di tunggu mamah sama yang punya butik... " omel Naila


"Ia kaka segera ke sana..... "


"Kaka ada dimana sih ko kaya rame banget?"


"Di mol kota... "


"Oh, ya sudah langsung kesini... "


Naila langsung mematikan panggilannya secara sepihak, memang ga ada sopan santunnya tuh anak.


"Ayo Din... "


"Kemana pak?"


"Ke hatimu, ea.... "


Nadin tersipu malu, mendengar gombalan Bagas.


....................................


Sampailah mereka di butik yang di tuju. Nadin membopong Aira yang tertidur pulas.


Mereka berjalan memasuki butik, dan langsung di sambut oleh Naila dan mamahnya.


Nadin langsung menyalami tante Aisyah.


"Hai mba......."


"Hai.... "


"Wah dedenya tidur ya?" tanya mamah Aisyah

__ADS_1


"Ia nih tante...."


"Jangan panggil tante, panggil mamah aja.. "


"Tapi.... "


"Mentang mentang mau punya mantu, anak sendiri di lupain.... "


"Udah mau jadi suami, masih ngambekan aja....... " cibir Naila


"Udah udah, jangan ribut mulu, sayang adenya tidurin di sofa dulu....."


"Ia tan... "


"Mamah.... "


"Ia mah.... " menuruti perintah mamah Ai


Kemedian mereka mulai memiluh baju pengantin untuk Nadin.


Mamah Ais, memilih warna coklat susu, Naila memilih warna hitam, dan Bagas memilih warna putih.


Nadin mencoba satu persatu baju itu.


"Maaf ya mba, tadi saya tinggal sebentar.... " ucap pemilik butik yang baru datang


"Ia ga papa.... " jawab mamah Ais


Nadin keluar dengan gaun coklat susunya.


"Mah..... " panggil Nadin


Semua pandangan tertuju ke arahnya. Bagas langsung terpesona, sampai mulutnya terbuka.


Dengan jailnya, Naila memasukan ciki, yang sudah di hisap rasanya, ke dalam mulut sang kaka.


"Ka, mulutnya tuh di tutup, ada lalat masuk... "


Bagas tersadar, dia langsung melepehkan ciki di mulutnya.


"Haha rasa apa ka?"


Bagas yang tak terima, langsung menggelitiki perut Naila.


"Ampun deh kalian, Nadin kamu jangan kaget ya..... "


"Ia mah.... "


Seetelah berdebat panjang, akhirnya ada tiga baju yang di pilih dengan warna yang berbeda.


Kumandang azan duhur terdengar, Nadin meminta untuk solat terlebih dahulu.


Mamah Ais yang kebetulan sedang berhalangan, bertugas menjaga Aira.


Setelah solat, mamah Ais mengajak untuk makan siang di salah satu resto miliknya.


Aira juga sudah bangun. Nadin dengan telaten menyuapinya.


Nadin tak sengaja melihat seorang pemulung yang sedang mengorek tempat sampah.


"Nai, mba titip Ai sebentar ya.... "


"Emang mau kemana?" tanya Bagas


"Mau kedepan sebentar.... "


Nadin bergegas menghampiri pemulung itu.


"Pak.... "


"Ya.... "


Betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa pemulung itu.


"Nadin, saya minta maaf selama ini saya selalu memandang rendah kamu dan memperlakukan kamu seenaknya....."


"Nadin sudah memaafkan bapak dan keluarga......."


Ya walaupun masih ada sedikit rasa sakit, setiap melihat orang-orang yang pernah memperlakukannya seenaknya.


"Bapak sedang apa?"


"Bapak sedang cari botol plastik, dan sejenisnya.... "


"Bapak sudah makan?"


Beliau menggeleng.


"Ini ada sedikit rejeki untuk bapak......."


Pak Slamet ragu.

__ADS_1


"Terima saja pak, mungkin itu rejeki bapak yang Alloh titipkan pada Nadin.... " ucap Bagas yang baru datang


__ADS_2