Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Pesan Itu Lagi


__ADS_3

Happy reading.....


Sudah dua hari Azam dirawat di rumah sakit, dan hari ini dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Selepas kejadian itu Ilham benar-benar tegas kepada Nara agar wanita itu mengurus Putra mereka.


Seperti saat ini, biasanya Baby Sitter yang menyuapi Azam, tetapi kali ini Ilham meminta Nara untuk menyuapi Azam jadi mau tidak mau Nara pun menurut, karena jika dia tidak menuruti keinginannya Ilham, Nara takut jika nanti Ilham tidak memberikan dia harta gono gini.


Tapi sejak pertengkaran kemarin Ilham banyak berubah, dia tidak sehangat dulu. Sekarang Ilham berubah menjadi dingin kepada Nara, bahkan terkesan sangat dingin dan cuek.


"Oh ya Mas, nanti siang aku mau--"


"Tidak ada keluar rumah! Dan saat ini uang bulanan kamu juga hanya 5 juta," sela Ilham sambil meminum kopinya.


Nara membulatkan matanya, wajahnya benar-benar syok saat mendengar jika Ilham memberinya uang bulanan hanya 5 juta saja. Padahal uang bulanan dia sudah naik menjadi 20 juta. "Mas, kamu apa-apaan sih? Kok menjadi 5 juta?" protes Nara dengan kaget.

__ADS_1


"Kenapa kamu kaget? Bunga saja dulu Cuma aku kasih 2 juta, dia tidak komplain, tidak seperti kamu. Kamu masih untung loh aku kasih 5 juta? Harusnya kamu itu bersyukur, ini hukuman buat kamu karena kamu berani berselingkuh di belakang aku. Dan ini belum seberapa! Sudahlah, aku mau ke kantor kamu urus Azam. Jika terjadi sesuatu lagi dengan Azam, maka kamu tahu sendiri bukan akibatnya? Kamu tidak akan pernah mendapatkan apa-apa."


Setelah mengatakan itu Ilham pergi meninggalkan meja makan untuk pergi ke kantor, sementara Nara menatap Ilham dengan bengong, tangan dia terkepal dengan kesal. Ingin sekali Nara menjawab pertanyaan Ilham, tapi saat ini dia harus benar-benar meredam emosinya jika tidak, maka Ilham akan semakin memotong uang bulanan dia.


"Sial! Kenapa uang bulananku jadi dipotong 5 juta sih? Gimana aku mau jalan sama Ferdi? Mas Ilham benar-benar keterlaluan!" geram Nara sambil meremas sendok yang sedang dia pegang.


********


Tapi lagi-lagi ada pesan yang masuk, pesan dari orang misterius. Tapi anehnya pesan itu selalu mengingatkan Bunga makan dan untuk menjaga kesehatannya. Dahi Bunga mengkerut, dia tidak tahu nomor siapa itu, akhirnya Bunga pun mencoba menelepon nomor itu lagi, tapi tidak pernah diangkat. Bahkan dari semalam ada 10 kali Bunga nelpon dan membalas chat itu tapi nomornya langsung tidak aktif.


"Sebenarnya siapa dia? Siapa pemilik nomor ini? Aku benar-benar penasaran," bingung Bunga sambil menerawang menatap ke arah luar kamar, memikirkan praduga siapa di balik nomor asing itu. Tapi sebuah dentingan suara ponsel menyadarkan lamunan Bunga, dan lagi-lagi dari orang misterius itu yang mengatakan jika dia menaruh sesuatu di depan Apartemen bunga.


"Apa yang dia taruh?" gumam Bunga dengan bingung, kemudian dia pun berjalan keluar dari kamar menuju pintu utama. Dan saat dibuka Bunga menemukan sebuah paper bag, dan di sana sudah ada kotak makanan yang berisi sandwich dan juga kentang goreng. Tapi Bunga ragu untuk memakannya, dia takut jika makanan itu ada racunnya, dan ada seseorang yang ingin mencelakai dirinya.

__ADS_1


Kemudian Bunga menemukan sebuah surat yang di mana bertuliskan. Makanlah, kamu tenang saja makanan ini tidak ada racunnya. Aku tahu kamu belum makan, dan aku tahu kamu juga libur hari ini, jadi jangan sampai telat makan.


Sejujurnya Bunga merasa hangat mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi di satu sisi dia juga bingung karena dia sama sekali tidak tahu siapa pengirim makanan itu dan siapa pemilik nomor asing itu.


"Makanannya kayaknya enak deh, tapi--" Bunga menggantung ucapannya, dia ragu ingin memakan sandwich dan kentang goreng itu, tapi seketika perut Bunga keroncongan. Cacing di dalam perutnya berdemo minta diisi, akhirnya Bunga pun memakan sandwich itu dengan gerakan ragu-ragu. Tapi saat dia mengunyahnya tidak terjadi apa-apa dengan dirinya, akhirnya Bunga pun percaya jika sandwich itu memang aman.


Sedangkan di sebuah ruangan, seorang pria tengah tersenyum karena dia melihat Bunga mengambil sandwich itu, dia juga sangat yakin jika Bunga memakannya.


Saat pria itu tengah tersenyum, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam. "Permisi Pak, kita harus eksekusi orang itu sekarang. Apa kita akan ke markas?" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Iya, kita ke markas sekarang. Kita beri pelajaran dia." Kemudian mereka pun pergi menaiki mobil untuk pergi ke suatu tempat di mana seseorang akan mendapatkan akhir dari hidupnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2