
Happy reading........
Tidak terasa dua bulan telah berlalu dan saat ini adalah Sidang terakhir perceraian Bunga dan juga Ilham. Bunga juga sangat merasa senang dan puas dengan kerja pengacaranya, karena tidak membutuhkan waktu lama dia dan juga Ilham akan resmi untuk bercerai.
Saat ini keputusan hakim akan menentukan bagaimana kehidupan rumah tangga Bunga dan Ilham selanjutnya. Apakah dia akan bercerai dengan Ilham, atau tidak. Dan saat ini Bunga pun datang ke pengadilan sendirian. Tadinya dia akan diantar oleh Ardi, tetapi Bunga menolak karena takut ada salah paham.
Dengan dada yang berdetak kencang, Bunga duduk tak jauh dari Ilham dengan tatapan lurus ke arah Hakim. Sedangkan Ilham sedari tadi terus mencuri pandang ke arah Bunga. Entah kenapa 2 bulan tidak bertemu dengan Bunga membuat Ilham benar-benar terpana dengan kecantikan Bunga.
'Setelah 2 bulan tidak bertemu, entah kenapa aku merasa kamu begitu berbeda Bunga. Kamu terlihat begitu sangat cantik dan juga sangat elegan,' batin Ilham mencoba terus menatap ke arah Bunga.
Nara yang melihat itu pun menjadi geram, dia tidak suka saat melihat Ilham terus menatap ke arah Bunga. Walaupun dia tahu Bunga tidak menatap Ilham balik.
'Dasar Mas Ilham! Berani sekali dia menatap wanita Mandul itu?" Batin Nara dengan kesal.
Sebuah ketukan Palu terdengar begitu nyaring di ruangan itu, di mana Hakim memutuskan jika rumah tangga Bunga dan juga Ilham telah berakhir. Dan bunga harus melewati masa iddah selama 3 bulan, dia juga mendapatkan harta gono gini dari Ilham.
Setelah semuanya selesai Bunga pun beranjak keluar dari ruangan itu ditemani oleh Roland, pengacaranya. Namun tiba-tiba saja Ilham menarik tangannya kemudian memeluk Bunga dengan erat.
"Mas, apaan sih? Lepasin!" bentak Bunga yang kaget saat Ilham tiba-tiba memeluk dirinya.
"Please... Biarkan 5 menit saja aku seperti ini, memelukmu untuk yang terakhir kalinya," pinta Ilham. Mendengar itu Bunga menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian membiarkan Ilham memeluk dirinya sebentar.
__ADS_1
Nara yang melihat itu pun tidak terima, kemudian dia menarik tubuh Ilham agar melepaskan pelukan di tubuh Bunga. "Kamu apa-apaan sih Mas? Ngapain juga pakai peluk dia. Dia itu sekarang mantan istri kamu Mas!" bentak Nara dengan kesal.
Bunga hanya diam saja, kemudian tante Farah mendekat ke arah mereka.
"Dasar kamu ya, wanita tidak tahu diri! Sudah bercerai saja masih menggoda anak saya! Jangan-jangan sekarang kamu menjadi Gembel lagi, karena kamu bercerai dengan saya? Dan seharusnya itu, kamu nggak pantas mendapatkan harta gono gini dari anak saya. Kamu paham!" ketus tante Farah sambil melihat sinis ke arah Bunga.
Mendengar ucapan mantan Mama mertuanya, Bunga pun tersenyum miring kemudian menatap 3 orang yang ada di hadapannya itu.
"Jangan kalian pikir, aku ini manusia lemah. Terlepas dari Mas Ilham, bukan berarti aku tidak bisa hidup. Aku masih punya tangan dan kaki, aku masih bisa bekerja. Lagi pula siapa Mas Ilham? Sebanyak apa hartanya, sehingga aku harus menjadi gembel ketika aku berpisah dengan dia!" jawab Bunga dengan suara yang lantang.
Tante Farah Tentu saja sangat geram mendengar jawaban Bunga, kemudian dia hendak menampar Bunga tetapi Ilham segera mencekal tangan sang Mama.
"Mas, kamu kok malah belain dia sih? Harusnya itu, kamu belain aku sama Mama, bukannya malah belain wanita mandul itu!" geram Nara sambil menatap Ilham dengan tatapan tidak percaya.
"Cukup ya! Kalian ini benar-benar keterlaluan. Kalian selama ini tidak menyukai Bunga, dan sekarang Rumah tanggaku dan Bunga sudah berakhir. Apa itu belum membuat kalian puas?" Ilham menatap kedua wanita yang ada di sampingnya itu dengan tatapan kesal.
Kemudian dia menatap ke arah Bunga lalu menggenggam tangan wanita itu, tapi seketika Bunga menghempaskan tangan Ilham dengan kasar dan menyembunyikan tangannya di balik punggung. "Jangan pernah menyentuhku Mas! Kita bukan suami istri lagi," ujar Bunga.
Ilham menghela nafasnya, kemudian dia menatap kedua mata Bunga. "Maafkan aku, jika selama ini aku telah menyakitimu. Maafkan semua kesalahanku yang telah menduakanmu. Aku tahu kamu sakit hati, aku ini benar-benar bodoh telah membuang berlian seperti kamu. Aku minta maaf, atas segala rasa sakit yang telah aku torehkan di hati kamu," ucap Ilham dengan nada yang tulus.
Bunga tersenyum, kemudian dia menganggukkan kepalanya. "Aku sudah memaafkan kamu Mas, jauh sebelum kamu minta maaf. Begitupun dengan Nara dan juga Mama Farah. Aku sudah memaafkan kalian, tidak ada rasa dendam di hatiku sama sekali. Dan begitu pun dengan usaha kamu untuk menculik Paman dan Bibiku, Mas. Aku tidak mempunyai dendam kepadamu, tapi satu hal yang harus kamu tahu! Berani kalian bertiga mengusik hidupku, maka aku tidak akan pernah tinggal diam."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Bunga pun pergi didampingi oleh Roland menuju parkiran, dia benar-benar sudah muak dengan drama Ketiga orang itu. Bunga sangat lega karena bisa terlepas dari lingkungan yang begitu menyakitkan.
Ilham hanya menatap punggung Bunga dengan Tatapan yang sendu. Dia harus rela melepaskan bunga demi kebahagiaan wanita itu, walaupun sebenarnya Ilham masih sangat berat untuk melepaskan Bunga.
Sementara itu tante Farah dan juga Nara saling melirik satu sama lain dengan tersenyum senang, karena Ilham dan Bunga sudah resmi bercerai dan itu artinya tidak ada lagi penghalang dan pengganggu untuk Nara memiliki Ilham seutuhnya dan memoroti hartanya.
'Selamat Tinggal masa lalu. Selamat tinggal rasa sakit, dan selamat datang kebahagiaan. Aku akan menjemput kalian, kebahagiaan itu. Akan aku gapai kalian kembali,' batin Bunga sambil melangkahkan kakinya keluar dari gedung pengadilan.
"Terima kasih ya Pak, karena Bapak sudah membantu proses perceraian saya dan juga Mas Ilham. Tanpa Bapak, mungkin proses perceraian kami akan lama," ucap Bunga kepada Roland saat berada di parkiran.
"Sama-sama Bu. Ini juga berkat bukti-bukti yang sudah Ibu kumpulkan. Ibu ini wanita yang sangat kuat, dan saya yakin di luaran sana Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk Ibu," jawab Roland sambil tersenyum manis.
Bunga hanya menanggapi ucapan Roland dengan senyuman saja, tanpa mau menjawabnya. Kemudian Roland pun pamit kembali ke kantor, karena kasus saat ini sudah selesai.
Saat Bunga akan masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja seseorang memeluk tubuh Bunga dari belakang, hingga membuat Bunga terjingkat kaget. Dan saat Bunga melihat dari pantulan kaca mobil, dia terpaku. Tubuhnya seakan beku tidak bertulang, dadanya terasa sesak, dan tidak terasa air mata mengalir begitu saja dari kedua mata Bunga.
Bersambung. . ..........
Kira kira dia yg meluk bunga ya🤔🤔
Jangan Lupa dong jempol nya kalau habis baca😁😁Biar othor semangat up 4 bab nih sehari🤭
__ADS_1