Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 19


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri dari kegiatan malamnya, kini Nadin dan sang suami sedang bermesraan.


"Mas.... "


"Kenapa sayang?"


"Ko mas ga pernah cerita sih, kalo mas anak dari orang terpandang?"


"Buat apa sayang?, bagi mas itu ga penting, karena Tuhan ga akan memandang kita anak presiden atau pejabat, Tuhan hanya akan akan memandang dari sisi baik dan buruknya akhlak kita.... "


"Lagi pula, mas ga mau membanggakan nasab, harta, tahta atau yang lainnya, takut nanti sombong, karena merasa orang yang paling benar, dan pantas untuk di hormati.... "


Nadin kagum dengan jawaban suaminya.


Di jaman sekarang lebih banyak orang yang hanya ingin di hormati dan di puji, karena nasab, harta dan tahtanya.Mereka lupa bahwa itu semua hanya titipan, yang bisa di ambil kapanpun.


"Oh gitu ya mas... "


"Ia sayang, sekarang tidur ya pasti kamu cape.... "


"Ia mas, badan pegel semua... "


"Hehe maafin mas ya sayang... "


"Ia... "


Setelah membaca do'a keduanya pun terlelap.


...............................................


Suara kumandang azan subuh terdengar, Nadin masih asik dalam mimpinya.


"Sayang bangun yu, udah subuh... "


Nadin hanya menggeliat.


"Sayang bangun tuh udah qomat... "


"Hah.. "


Nadin yang kaget langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi.


Bagas yang melihat, istrinya yang masih setengah sadar, menyunggingkan senyum, di bibir tipisnya.


Nadin kembali dengan keadaan sudah berwudu.


"Ayo mas solat....."


"Sebentar ya sayang, mas wudu dulu... "


Bagas bergegas mengambil wudu.


Keduanya pun memulai solat ber jama'ah nya.


"Assalamu'alaikum waroh matulloh.. "


"Assalamu'alaikum waroh matulloh....."


Nadin mencium tangan suaminya dengan ta'zim, sang suami membalas mencium keningnya.


Setelah itu sang suami pergi mandi. Nadin bergegas menyiapkan pakaian suaminya.


Sembari menunggu sang suami selesai mandi, Nadin berbalas pesan dengan mba Dian.


Ceklek


"Sayang.... "


"Ya mas, ini bajunya... "


"Makasih sayang... "


"Ia mas.... "


Nadin membantu mengancingkan kemeja suaminya, juga membantu memasangkan dasi.


Mata mereka bertemu, Bagas semakin dalam menatap mata teduh yang menyimpan banyak luka itu.


Bagas semakin mendekatkan dirinya.


Nadin memejamkan matanya, kala benda kenyal itu menempel di keningnya.Nadin begitu menikmati momen itu.


Dert dert dertt


Suara ponsel Bagas menghentikan aktifitas mereka.


"His siapa sih ganggu aja.... "


Bagas langsung menyambar ponselnya.


"Halo.. "


" Ia halo, jangan lupa hari ini lo mulai ngantor..........."

__ADS_1


"Ia, gue tau.... " ketus Bagas yang langsung mematikan sambungan telponnya


"Siapa mas?"


"Ibnu... "


"Oh, mas aku masih boleh ke swalayan ku ga?"


"Boleh tapi kalo sama mas ya, kamu itu udah jadi istri mas, jadi semua kebutuhanmu mas yang tanggung.... "


Bagas ingat dia belum memberi istrinya nafkah lahir. Bagas megambil salah satu ATM nya, lalu memberikannya ke Nadin.


"Ini nafkah dari mas, setiap bulannya akan ada uang yang masuk, tapi mas belum bisa jamin berapa...."


"Untuk urusan rumah, mas udah kasih ATM khusus ke mbok Jum, jadi ATM itu untuk keperluan kamu sayang..."


"Gitu ya mas... "


"Ia sayang... "


Nadin bahagia dan sekaligus terharu, ternyata begini rasanya mempunyai suami yang bertanggung jawab.


Tok tok tok


"Mas, mba ayo sarapan masakannya sudah siap.... "


"Ia mbok..." jawab Bagas


"Sayang kenapa malah nangis?"


"Aku terharu, ternyata gini rasanya punya suami yang tanggung jawab.... "


"Udah ya, jangan nangis, ayo kita sarapan..." menghapus air mata Nadin


"Ia mas.... "


Nadin dan Bagas, turun ke ruang makan.Lalu mereka sarapan bersama.


"Mas.... "


"Ya sayang, kenapa?"


"Nanti aku mau pulang, mau ambil baju"


"Sama siapa?"


"Sendiri.... "


"Sebentar... "


Tutt tuttt tuttt


"Halo, Assalamu'alaikum..... "


"Wa'alikusalam.... "


"Ada apa Gas?"


"Hari ini ayah mau pergi ga?"


"Engga, kenapa sih?"


"Ini, Nadin mau pulang, tapi Bagas ga mau kalo dia pulang sendiri........"


"Hemm.... "


"Jadi bisa ga, kalo supir ayah nganterin Nadin?"


"Bisa, ini Naila juga mau kesitu.... "


"Alhamdulillah kalo gitu, jadi Nadin ada temennya... "


"Ia, ya sudah, ayah matikan telponnya ya.... "


"Ia yah, wasalamu'alikum.... "


"Wa'alikusalam.... "


Tut.


"Nanti ada Naila kesini, kamu pulangnya sama Naila ya.... "


"Ia mas.... "


Setelah itu Nadin mengantar suaminya sampai di depan pintu.


"Hati-hati ya mas.... " mencium tangan suaminya


"Ia sayang.... " balas mencium kening Nadin


Nadin baru masuk kembali ke rumah setelah mobil suaminya tak terlihat. Lalu ia membantu membersihkan rumah.


Jam 10 pagi, Naila baru datang di antar oleh sopir ayahnya.

__ADS_1


Nadin yang sudah siap langsung mengajak Naila pergi.


"Mba....."


"Ia kenapa?"


"Nanti pulangnya mampir ke mol yu... "


"Ok.... "


Dan Sampailah mereka di depan rumah Nadin.


"Assalamu'alaikum.... "


"Wa'alikusalam...... "


Tap tap tap


Ceklek. Wanita cantik yang mengenakan gamis berwarna biru dongkernya membuka pintu.


"Nadin.... "


"Hai bi, Airanya mana?" mencium tangan bibinya


"Ada di dalam ayo masuk.... "


"Ia bi... "


"Cuma mba Nadin nih yang di suruh masuk aku ngga?"


"Kamu juga Ayo masuk.... "


Nadin dan Naila pun masuk. Nadin langsung mengajak Aira bermain. Bocah itu berceloteh dan tertawa saking senangnya bisa bertemu dengan Nadin kembali.


"Kamu seneng banget ya sayang, bisa ketemu ka Nadin lagi?"


"Ia..... "


Setelah puas bermain dengan Aira, Nadin pun menata baju yang akan di bawannya.


Tak butuh waktu lama, Nadin sudah selesai mengepak bajunya. Kini Nadin sedang mengobrol ria bersama bibi dan Naila.


"Din om sama bibi mau pulang kerumah kami............"


"Ia bi... "


"Berarti rumah ini kosong dong mba?"


"Ya gimana lagi, ga mungkin juga kalo om Hamzah sama bi Yuna tinggal di sini terus"


"Emang kenapa bi?"


"Terlalu jauh untuk ke tempat kerjanya mas Hamzah, lagi pula ini punya Nadin, jadi bibi ga ada hak.... "


"Oh gitu.... "


"He'em.... "


Azan dzuhur berkumandang, Nadin dan bi Yuna, dan Naila bergegas wudu.


Setelahnya mereka bertiga solat berjamaah.


.......................................


"Mba mba... " panggil Nadin ke pelayan


"Ya, silahkan mau pesan apa.... "


"Saya pesan gurameh bakar, sama sambal ijonya level 7, terus minumnya teh anget... "


"Aku pesen nila goreng sama sambal terasi, terus minumnya jus jeruk.... "


"Pak Tono mau pesen apa?" tanya Nadin


"Ayam bakar, sama es kopi.... "


"Ok, silahkan di tunggu pesanan akan segera di antar... "


Ya mereka sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Sebelum berbelanja, mareka makan siang terlebih dahulu.


"Pak Tono udah berapa taun kerja sama ayah?"


"Sekitar 15 tahun mba......"


"Lama juga ya.... "


"Hehe ia mba.... "


"Aku aja sampe heran mba, sama orang yang bisa betah kerja sebagai sopir atu pembantu tapi bertaun-taun, apa ga bosan ya?" ucap Naila


"Kalo kita ngejalani sesuatu dengan ihklas karena Alloh, ya ga ada rasa bosan, tapi ketika kita menjalinya karena nafsu beda lagi... "


"Betul tuh mba, lagian keluarga non Nai, baik semua jadi saya betah deh.... "

__ADS_1


"Permisi, pesanan datang.... "


"Silahkan.... "


__ADS_2