
Happy reading....
Bunga menatap pria yang ada di depannya itu, lalu beralih menatap ke arah lain. "Mau apa lagi kamu menemui aku?" tanya Bunga dengan nada tidak suka pada pria yang ada di hadapannya.
"Aku tadi habis meeting, tidak sengaja melihat kamu di sini. Ya sudah, aku samperin aja deh," jawab Ilham sambil duduk dengan santai di hadapan Bunga.
Pria yang saat ini duduk di hadapan Bunga adalah Ilham. Kebetulan dia sedang ada meeting di cafe itu, dan saat dia akan pulang, Ilham melihat Bunga sedang makan. Rasa rindu di dalam hatinya pun seketika menyergap membuat Ilham berjalan mendekat ke arah Bunga.
Mendengar ucapan Ilham Bunga segera bangkit dari duduknya, lalu dia pun pergi meninggalkan kafe itu. Dia sama sekali tidak ingin berbicara apapun dengan Ilham, mood dia saat ini sedang jelek, dan bertemu dengan Ilham semakin ambyar.
Ilham pun mengikuti ke mana abunga melangkah, hingga wanita itu sampai di depan mobilnya. Dan saat Bunga akan masuk, tiba-tiba saja Ilham menghadang dan mencekal lengannya.
"Jelaskan siapa pria itu? Dan apa hubunganmu dengan dia?" tanya Ilham sambil menatap kedua mata Bunga dengan tajam.
Bunga berdecih mendengar ucapan Ilham, kemudian dia melepaskan tangannya, tetapi Ilham mencekalnya dengan kuat. "Lepaskan Mas! Atau kamu ingin aku menendang barang mu lagi" ancam Bunga sambil melirik ke arah kedua paha Ilham.
Mendengar itu Ilham langsung melepaskan cekalan di tangan Bunga, kemudian dia segera menutupi senjata pamungkasnya dengan kedua tangan. Dia benar-benar tidak mau jika barangnya ditendang kembali oleh Bunga.
Bunga tertawa sinis melihat wajah ketakutan Ilham. "Sudahlah Mas, tidak usah kamu ikut campur lagi dengan hidupku! Kita ini bukan suami istri lagi. Jadi sekarang kamu jalani hidup kamu dan aku jalani hidup aku. Jangan pernah mengusikku jika tidak ingin kehancuran datang kepadamu, Mas."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Bunga pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Ilham. Dia tidak peduli dengan tatapan Ilham kepadanya, yang Bunga pun tidak tahu tatapan itu artinya apa.
***********
Malam ini Bunga pergi ke suatu perumahan yang lumayan cukup elit, dia ingin berkunjung ke rumah seseorang, di mana dia sudah diundang untuk makan malam.
"Assalamualaikum," ucap Bunga saat sampai di rumah itu.
Tak lama pintu pun terbuka dan munculah wanita paruh baya yang sudah siap menyambut Bunga dan menunggunya sedari tadi. "Waalaikumsalam, Nduk akhirnya kamu datang juga, ayo masuk!" ucap Bi Saidah sambil mengajak Bunga untuk masuk ke dalam rumah.
"Bibi gimana kabarnya sama Paman, baik-baik saja kan? Maaf ya, Bunga baru bisa main ke sini. Soalnya kerjaan benar-benar numpuk," jawab Bunga sambil duduk di ruang tamu.
"Alhamdulillah, perasaan Bunga sekarang sudah jauh lebih baik kok, Paman. Oh iya, aku udah laper banget nih. Kangen sama masakan Bibi," ujar Bunga sambil mengelus perutnya.
Sepasang suami istri itu pun terkekeh melihat tingkah Bunga yang mereka rindukan selama ini. Sudah lama mereka tidak makan bareng bersama dengan Bunga, dan kali ini tentu saja mereka senang sebab Bunga ada waktu untuk berkunjung dan juga makan malam bersama.
Pak Gandi dan juga Bi Saidah adalah sepasang suami istri yang bekerja di rumah orang tuanya Ilham, kebetulan Bi Saidah sebagai asisten rumah tangga dan Pak Gandi sebagai supir. Mereka tinggal bersama Bunga sudah 5 tahun lamanya, karen mereka tidak mempunyai anak. Dan saat itu Bunga sedang kesasar di sebuah hutan karena dia salah menaiki ojek online dan malah dirampok.
Semua uang, dompet dan juga identitas Bunga, semuanya dirampok oleh orang itu. Sehingga Bunga tidak memiliki apa-apa. Dan di sanalah dia bertemu dengan Pak Gandi, dan diajak tinggal bersama dengan pria itu hingga Bunga akhirnya kenal dengan Ilham dan menikah dengan pria itu. Dan saat Bunga menikah pun dia sudah mengabari sang Papi lewat email, tetapi sang Papi menolak dan dia mewakilkan Wali nikahnya kepada wali hakim.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, Bunga duduk di taman yang ada di samping rumah menatap langit dengan taburan bintang dan juga bulan. "Aurora sedang apa ya? Kenapa aku tiba-tiba sangat merindukan dia?" gumam Bunga yang entah kenapa tiba-tiba sangat merindukan anak kecil itu.
Bi Saidah yang melihat Bunga sedang duduk termenung di di taman, lalu berjalan mendekat ke arah wanita itu sambil membawa dua cangkir wedang jahe di tangannya.
"Nak..." panggil Bi Saidah sambil duduk di samping Bunga.
"Bibi... Aku kira udah tidur ?" Bunga lalu menerima cangkir yang di sodor kan oleh Bi Saidah selalu meminumnya sedikit demi sedikit.
Wedang jahe itu adalah wedang jahe kesukaan Bunga, dimana setiap malam biasanya Bi Saidah membuatkan nya untuk Bunga. "Kamu menginap di sini kan? Hanya untuk malam ini saja!" tanya Bi Saidah memastikan.
"Iya Bi, aku nginep di sini kok" Lalu mereka pun mengobrol dan bercengkrama hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, kemudian Bi Saidah pun pamit untuk tidur, tapi saat mereka akan masuk ke dalam kamar tiba-tiba pintu rumah diketuk hingga Bi Saidah pun berjalan menuju keluar untuk membukakan pintu.
"Maaf, Bapak siapa ya?" tanya Bi Saidah sambil mengerutkan keningnya, saat melihat pria paruh baya yang berdiri di hadapannya itu, namun masih terlihat gagah.
"Saya ke sini mau mencari Bunga. Apa Bunga ada di dalam?" tanya pria itu sambil melihat kedalam rumah.
Bi Saidah mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya itu, dia heran kenapa pria itu mencari Bunga. "Untuk apa Bapak mencari putri saya?" tanya Bi Saidah dengan heran.
Pria itu tersenyum saat mendengar ucapan Bi Saidah, senyum yang begitu tulus. "Saya adalah--" Ucapan pria itu terhenti saat dia melihat Bunga yang berada di belakang Bi Saidah sambil menatapnya dengan tatapan kaget.
__ADS_1
Bersambung ...........